Jumat, 13 April 2012

Chronicles (Ther Melian #2) (Shienny M.S)


Chronicles

Zhiinggg…..

Jarang2 saya membaca buku kedua sebuah tetralogy right after the first book. Bisa jadi ada beberapa alasan kenapa saya tidak membutuhkan break. Yang pertama tentu karena ini adalah buku pinjeman yang diantri beberapa teman saya. Yang kedua, karena bukunya cukup tebal dan minggu depan saya akan terbang untuk liburan, dan tidak mungkin membawa buku setebal ini. Yang ketiga ending dari buku pertama yang membuat saya penasaran untuk segera melanjutkan buku keduanya. Halah, baiklah, whatever the reason is, let me start a glance review of the second book of Ther Melian, Chronicles.


Chronicles dibuka dengan kisah kasih lama antara Vrey dan Valadin. Owh, ternyata begitu ya kisah mereka dulu. Terus terang, saya masih ngga jelas apa sebenarnya perasaan mereka berdua, terutama perasaan Valadin terhadap Very, terutama dengan kehadiran Laruen, Vrey’s twin sister.  Akan tetapi, baiklah, biar nanti buku ke empat yang akan menentukan nasib perasaan mereka berdua hahaha…

Di buku kedua ini juga terungkap siapa sosok Aelwen sebenarnya. Kweren deh twist di bagian ini. Saya jadi inget beberapa Mandarin movies silat jadul, dandanan bisa menipu penampilan seseorang hahaha… Selain itu, perjalanan mencari Relik2 lain di Templia2 lain juga cukup seru. Susah banget menggambarkan mencari Relik Aquamarine. Jika saja buku ini nantinya dibuat versi film, waaahh, jangan berharap dengan sineas local deh. Daripada rusak penggarapannya, biar saja serunya tetap tergambar di imajinasi pembacanya hahaaha…

Selain sosok baru Aelwen, ada beberapa kenyataan baru bagi Vrey mengenai masa lalunya, tentang saudara kembarannya, orangtuanya, perasaannya pada dua pria berbeda, dan yang penting angan2nya memiliki Jubah Nymph tercapai. Horeee.. kenapa saya juga jadi excited begini ya? Serasa ada orang lain yang juga punya jubah sakti selain Invisibility Cloak-nya Harry Potter. Hahaha… saya juga suka bagian irony di bagian menjelang akhir novel ketika Leighton harus bekerja sama dengan Valadin untuk membebaskan Vrey yang ditawan di penjara seram sekelas Azkaban, eh, Alcatraz… sebenci apapun Leighton pada Valadin, tapi akal realistisnya mengatakan hanya dengan bantuan Valadin, Vrey bisa bebas. Sweet. Jebakan Leighton untuk Valadin seusai menolong Vrey juga kwereenn….  Sudahlah, saya ngga mau jadi spoiler disini.

Well, no matter what other people say about the book, terutama yang negative things, saya mau acungi jempol buat penulisnya untuk imaginasinya yang sangat seru, meski di awal membaca, saya cukup skeptical untuk penulis genre fantasy karya anak bangsa. Semoga teman saya segera memberi saya pinjaman Discord-nya hahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar