Jumat, 13 April 2012

Discord (Ther Melian #3) (Shienny M.S)


DISCORD
EMOTIONAL!!!
REDUNDANT!!!

Begitu kesan yang saya tangkap ketika membaca chapter2 awal buku ketiga Ther Melian ini. Bagaimana tidak? Emosi penyesalan seorang Lourd Valadin yang di plot sebagai The Dark Lord disini menghabiskan berlembar lembar halaman. Belum lagi sang penulis yang terlalu banyak mem-flashback konflik antara Valadin dan Vrey dari buku keduanya. Ditambah lagi ketakutan Vrey kehilangan Leighton. Baiklah, Leighton memang ‘teman’nya yang setia mendampingi selama 3 tahun, dan Vrey mulai mempunyai perasaan istimewa terhadapnya, tapi penggambaran keterpurukan Vrey rasanya terlalu berlarut2. Jadi, maaf saja ya, kalo saya men-skip beberapa bagian halaman ketika saya sekilas melihat di lembar2 itu tidak ada pengembangan kisah yang berarti, selain Vrey dan Valadin yang merutuki dendam, perasaan takutnya, dan masa lalu mereka.


Untunglah, novel ketiga ini sedikit terselamatkan dengan alur yang kembali keras, dan sedikit mengecawakan para pembaca yang menginginkan pihak rombongan Vrey menang. Tapi sepertinya Shienny, sang penulis memang menyimpan kuda hitamnya untuk menang di buku ke empat nanti. Biasalah, lakon utama menang di bagian akhir hahahaha.

Kenapa saya letakkan komen di bagian awal review ya? Ngga biasa2nya saya begini. Mungkin saya memang lagi kepengen menumpahkan perasaan saya yang ’sedikit’ kecewa di buku ini. Seperti diskusi saya dengan teman saya sesama pembaca Ther Melian the series, buku kedua begitu menggebu, tidak menyisakan pembaca berkesempatan menebak akhir cerita, tetapi yang ini, seolah saya sudah menyiapkan hati untuk menerima kepahitan yang nanti akan menimpa Vrey. Satu hal yang saya suka adalah, sang penulis cukup tega ‘membunuh’ karakter2 dari dua belah pihak. Terus terang, saya suka dengan karakter sadis penulis mematikan karakter, dan tidak membiarkan akhir yang happily ever after macam tetralogy Vampire VS werewolf yang sudah difilmkan itu. Eh, malah ngelantur wakakakak…
PS. Tiga bintang saja ya. Satu bintang untuk covernya yang keren. Leighton nggantheenngg banget wahahahaha. Satu bintang untuk kesadisan sang penulis mematikan karakter, satu bintang lagi untuk kedetilan efek, deskripsi background yang saya yakin membutuhkan riset. Tapi sayang, kok saya malah ngga memperhatian kedetilan itu ya. Justru di bagian2 itu saya bisa skip sana sini, sehingga saya bisa segera menyelesaikan novel ini dan beralih ke novel lainnya. Dasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar