Kamis, 03 Mei 2012

The Vow (Kim and Krickitt Carpenter)


THE VOW

Terus terang, saya tertarik membaca ini karena dua hal. Yang pertama adalah karena saya sudah menonton trailer filmnya, dan sepertinya lumayan. Yang kedua adalah sedikitnya lembar novel yang berdasar kisah nyata ini. LOL. Tetapi, sebelumnya saya belum tau ding kalo buku ini ternyata berdasar kisah nyata suami istri Kim dan Krickitt Carpenter. Saya baru tahu ketika melihat di lembar pengarang, dan si aku (penulis) menjelaskan siapa dirinya di lembar awal novel.


Kisahnya sendiri terjadi sekitar bulan September 1993, ketika Kim, seorang coach sebuah tim basketball, menelpon sebuah toko peralatan olahraga.  Suara si tele marketer begitu menariknya, hingga ia ingin mengenal si empunya suara tersebut. Krickitt, gadis relijius itu ternyata mempunyai perasaan enthusiastic yang sama seperti yang dirasakan Kim. Dan begitulah, dua insan, tanpa pernah bertemu secara fisik sebelumnya, saling tertarik hanya melalui obrolan di telpon.

Setelah menikah, 2/3 bulan kemudian, terjadilah kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa keduanya. Krickitt sempat terbaring koma, tanpa harapan pasti apakah akan tetap hidup atau mati. Kim, suami yang baru beberapa bulan menikahinya setia mendampingi, meski ia sendiri berada dalam kesakitan punggung yang luar biasa. Pokok tragedy terjadi ketika Krickitt akhirnya sadar, dan tidak lagi menjadi orang yang sama. Ia tidak ingat bahwa ia sudah pernah menikah.

Separo lebih buku ini kemudian menceritakan bagaimana Kim mendampingi istrinya selama dalam therapy, menjadi suami yang mengharap kembalinya sosok istri seperti sebelum kecelakaan. Itu saja ternyata tidak cukup, Krickitt berada dalam kondisi yang sangat tak bisa diprediksi temperamennya.

Comments:
Ini adalah buku kedua yang saya baca yang diambil dari kisah nyata. The Last Lecture adalah yang pertama, dan menurut saya buku karangan Randy Pausch jauh lebih menyenangkan dibaca dibandingkan The Vow ini. Sepanjang buku, Randy bisa menceritakan bagaimana dia harus survive untuk keluarganya setelah ultimatum maut dari dokter. Kim pun harus berjuang setelah melihat kondisi istrinya yang tidak terlalu pasti. Namun, tone yang say abaca di The Vow sedikit tidak terlalu positif dibandingkan the Last Lecture. Entahlah, mungkin ini hanya perasaan saya saja.

Satu hal yang saya suka dari buku ini adalah, buku ini bisa menjadi pencerahan bagi siapa saja yang mempunyai masalah, baik keluarga, social, kesehatan, dll untuk selalu mendekatkan diri pada Tuhan. Tak ada savior yang lain selain Tuhan, hanya Dia saja yang maha mengatur scenario manusia.

Movie Version:
Well, satu setengah bintang saja buat film adaptasi dari novel ini. Kalo saja film The Vow itu bukan dari film ini, saya mungkin kasih bintang lebih. Semua nama karakter, profesi, hingga cara bertemu Kim dan Kricktitt berubah. Bahkan keluarga, sahabat dari pihak keduanya pun tak sama. Sebelah mananya film ini adaptasi dari bukunya? Bagian ditubruk truck dan kecelakaan otaknya Krickitt saja? Arrgghhh…. Ngga dramatis sama sekali. Saya nonton juga banyak skipnya saking kecewanya.

2 komentar:

  1. Jadi dikasih berapa bintang nih buku ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku kasih 3 aja. Ceritanya terlalu berkutat ke desperation-nya Kim mulu. :) Ngga sedramatis yg kubayangkan ketika baca review bukunya di GR

      Hapus