Jumat, 09 November 2012

AUDIOPHILE


Sebenarnya, jauh sebelum ide audiobook rame didiskusikan di forus whatsapp (WA) BBI, saya sudah pernah iseng membuat rekaman yang ternyata itu dinamakan audiobook. Bukannya saya tidak tahu yang namanya audiobook, tapi personally, saya kurang bisa menikmati rekaman buku. Saya lebih memilih membacanya langsung. Tapi trus kenapa saya iseng merekam suara sendiri waktu itu? Semata-mata karena saya kangen cuap2 #duuhhkangenrasanyaduniaradio.

Dan kemudian apakah ini yang dinamakan audiobook? Saya rasa bukan. Saya lebih menyebutnya audiophile saja, karena saya tidak berniat merekam keseluruhan isi buku. Lagi pula, buku yang saya baca juga buku2 yang berupa tulisan lepas yang rata2 sudah pernah di-publish di media nasional atau local. 

Kali ini saya memilih buku Emha Ainun Najib yang berjudul Slilit Sang Kiai. Saya bukan penggemar fanatiknya, meski saya punya beberapa bukunya. Terus terang di awal tulisan, biasanya saya menikmati, ngikik sesekali, tetapi berikutnya kening mulai berkerut, tak paham keseluruhan sindiran Emha. Jika sudah demikian, saya akan berpindah buku. Arswendo, Prie GS mungkin, atau Mochammad Sobary atau Ayu Utami dengan Parasit Lajangnya.

Overall, saya hanya kepengin sedikit ‘narsis’ dengan suara sendiri, yang terkadang datar, kurang penghayatan, kaku karena dulu sering membaca berita dibanding haha hihi dibalik perangkat siar. Saya juga mohon maaf, jika ada yang keberatan dengan audiophile ini. Saya akan menghapusnya jika ada tuntutan menghapus.

Terima kasih. 

http://www.4shared.com/mp3/Smh3Wdhs/Slilit_sang_Kiai.html

 https://dl.dropbox.com/u/14951666/Trotoar%20-%20Ayu%20Utami.mp3




Ps: Kok saya gagal mulu ya tiap kali nge-link kemana saja? Blogger saya, atau sayanya yang kudu sekolah privat? #lapkringet

2 komentar:

  1. *njawab PS*
    :D

    kok bisa ya? padahal udah klik "link" di toolbar-nya terus masukin alamat yg pengen kita jadikan tautan??

    BalasHapus
  2. jago ngedit audio tapi gak iso ngei link nang blog? ckckckc #kabur

    BalasHapus