Senin, 24 Desember 2012

Laporan Pandangan Mata Kopdar Semarang yang ke….



Yah, kenapa saya lagi ya yang nulis LPM? #liriksirikkeTezar

Tapi baiklah.Saya mulai saja LPM singkat ini ya.

Minggu, December 16, 2012 adalah kopdar goodreads Semarang entah yang ke berapa saya lupa he hehe. Yang saya ingat, kopdar terakhir yang saya hadiri adalah ketika saya ultah September lalu. Dan kopdar kali ini di sponsori oleh Ika dan Cindy yang kebetulan ultah di bulan yang sama, November. Meski telat tetap saja saya nagih untuk ditraktir sekaligus kopdar hihihi… Eh ya, sponsor satu lagi datang dari seorang GRI Semarang yang baru saja menempuh hidup baru. Meski baru sekali kopdar, tapi Anggra ini sering jeles kalo saya dan Ika ngrumpi tentang kopdar2 sebelumnya #maap, alasan ngga nyambung…


Kopdar kali mengambil tempat makan d DP mall, tepatnya di Pizza Hut. Begitu saya datang, ternyata Ika, Wulan, Cindy danTezar sudah menunggu.Tas di punggung saya pun langsung saya kosongkan dengan mengembalikan Tokyo Zodiac Murder milik Cindy dan langsung berpindah ketangan Ika, Dimsum Terakhir saya kembalikan ke Wulan beserta Rectoverso, dan For One More Daya punya saya untuk Tezar. Mungkin untuk reading challenge bulan ini ya? Setelah ngobrol beberapa saat, akhirnya kami dipersilakan masuk ke tempat duduk paling pojok, tempat sangaat pas untuk berhahahihi tanpa gangguan dan mengganggu yang lain (?).

Setelah order, sementara menunggu, Tezar mulai angkat bicara serius. Kita, para cewek mulai serius juga.Tezar membahas adanya kegiatan yang bisa dilakukan untuk memajukan goodreads Semarang yang dari pertama saya ikut, jumlah tidak meningkat secara signifikan. Bahkan kopdar masih juga didominasi wajah lama. Ide ini dilontarkan oleh mas Diyan, peri buku dari Serambi. Kegiatan apa saja semacam bedah buku, baik langsung atau lewat radio, sumbang buku, dll bisa saja dilakukan untuk menunjukkan keberadaan komunitas baca buku ini secara nyata, tidak hanya aktif di dunia maya.

Saya punya usul menanggapi ide mas Diyan ini. Sebagai mantan penyiar radio, saya pikir lumayan juga jika goodreads bisa mempunyai satu agenda tetap, mungkin bulanan di satu stasiun radio untuk acara bedah buku atau promo buku. Biasanya artis datang ke stasiun radio untuk mempromokan album baru, kenapa tidak penulis datang ke radio untuk promo buku juga. Mungkin ngga ya? Saya ngarep ketemu Dee dan Andre Hirata en terutama Agustinus Wibowo wahahahaha…. Etapi, saya kan cuma mantan penyiar, jadi saya kudu mengerahkan beberapa teman saya yang masih berjaya di udara itu untuk membantu mewujudkan mimpi ini. Ada usul lain?

Sementara ngobrol, Anggra juga mempunyai usul untuk mewujudkan kaos goodreads Semarang yang desainnya sudah ada sejak beberapa bulan lalu. Thanks for Pra, pak Ketu yang absen datang. Pamer kaos komunitas juga bisa jadi promo tersendiri kan ya?

Sehabis kenyang, timbullah hasrat narsis hihihi.. Jepret sana sini. Sayang, semua pizza beserta 2 teko minumas sudah ludes desss… Sebelum keluar dari DP Mall, kami sempat mampir di lapak Book Box yang mejeng di dekat Carefour. Dan….. hore saya dapat satu buku yang dulu pernah nyaris saya pesan di Amazon, tapi kemudian ditolak karena pesanan buku saya bekas semua. Huh, sebal. Saya kan cuma mampu beli bekas… Oya, saya dapat Double Fudge karya Judy Blume yang sebelumnya saya sudah punya dua seri Fudge sebelumnya.

Acara selanjutkan dilanjutkan jalan kaki menuju Gramedia Amaris yang sedang menggelar diskon 25%-75%. Sayangnya, buku2 yang menarik, seperti Harry Potter yang sudah saya incar untuk melengkapi kolkesi saya hanya didiskon 25% saja…. Tiba2 saya kembali punya ide yang agak absurd. Gimana ya kalo Goodreads Semarang membuat semacam brosur untuk diselipkan di setiap pembelian buku di semua toko buku di Semarang? Selama ini keberadaan goodreads masih cukup antah berantah dibandingkan  jejaring social lain yang isinya full galau. Well, mungkin bukan brosur, bisa saja brosur terselubung menjadi bookmark ato apalah yang tujuannya mempromokan goodreads ato BBI bahkan serapium. Syukur2 menambah akun blogger buku Indonesia jika salah satu dari mereka yang mendapat brosur itu telah mempunyai blog buku. Ah, dana dari mana ya? Hihihi…. Belum2 masalah dana sudah terang benderang menghalang. Etapi, bisa aja dengan jualan kaos goodreads, kita bisa lebih ngeksis lagi. Makanya, kalo kaos sudah jadi dibeli ya? #halah, yang ini promo beneran :D




5 komentar:

  1. Mbak Lila, BBI kan masih punya banyak bookmark sisa IRF kemarin. Dimanfaatkan buat promosi aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu, boleh juga. Kemaren aku juga dapet beberapa, sekitar 4-5 dari Tezar oleh2 IRF. Coba nanti dibicarakan lagi. Thx, Dew...

      Hapus
  2. Semangaaat~
    Ajak teman terdekat juga ya buat gabung GR dan BBI :D

    BalasHapus
  3. ehm...ehm...koreksi: minuman yang kita habiskan ternyata 3 teko, bukan cuma 2 teko loh... #SalahFokus

    BalasHapus