Senin, 24 Desember 2012

Talking about Books and Challenge and ...


Tahun 2012 sudah akan berakhir beberapa hari lagi. Dan Alhamdulillah, kiamatnya diundur entah kapan hahaha…jadi, saya masih punya kesempatan untuk me-wrap up buku apa saja yang sudah saya baca di tahun 2012 ini. So far, saya sudah menyelsaikan target saya yang sempat berubah ubah, dari target awal 25 buku, kemudian bertambah menjadi 34, dan akhirnya menjadi 44 buku. Dan terhitung tanggal 23 Desember, saya menyelesaikan 52 buku. Dari semua buku itu, saya jadi menyadari sedikit perubahan dalam selera saya. Nah, how is that possible?

Dulu, saya sangaaatt suka dengan yang namanya genre fantasy. Dunia yang dengan mahkluk ajaibnya dihidupkan oleh sang pengarang. Goblin, troll, hingga satyr semua ada di dunia fantasy. Tapi semakin saya banyak membaca buku dengan genre yang semakin bervariasi, saya jadi kurang berminat dengan mahkluk2 ajaib itu. Entah karena pengaruh genre lain yang lebih bisa dibayangkan, lebih real, lebih dekat dengan kehdiupan nyata, atau karena factor U? hahaha


Di awal tahun, saya tergila gila dengan Ther Melian series. 3 buku dengan ketebalan lumayan, saya lahap dalam waktu kurang lebih dua bulan (dengan menghitung waktu giliran meminjam hihihi).  Selera saya terhadap fantasy mulai  goyah ketika saya membaca The Five People You Meet in Heaven, fiksi ciptaan Mitch Albom dengan balutan alam sesudah kematian benar2 membuat saya tergila2 pada Albom. Meski demikian, saya masih mencicipi Momo, fantasy anak2 yang ternyata masih saya nikmati. Oya jangan lupakan genre dystopia. Genre yang baru buat saya ini saya mulai dengan trilogy The Hunger Games. Hasilnya? Ternyata saya malah membandingkan satu dystopia yang saya baca sesudah trilogy ini. Saya kurang menikmati Divergent, meski selesai juga membacanya. Tapi Insurgent, yang sudah saya mulai beberapa chapter awal, mandek. Niatnya sih berlanjut nanti kalau BBI mengadakan reading challenge genre dystopia tahun depan.

Selera saya menjadi kocar kacir ketika saya mulai membaca Garis Batas (Thx to Tezar yang sudah merekomendasikan buku ini #gethok). Kisah jalan2 Agustinus Wibowo di tanah Afghanistan membuat saya tak minat dengan seri The Naked Traveller-nya. Begitu pun dengan novel based on true story, Sky Burial, yang membuat saya mencari novel dengan tipe yang sama, tragically dramatic ato dramatically tragic ya? Seri Percy Jackson terbaru yang sejak saya menemukan kelanjutan dari The Lsot Hero, saya langsung mark as to read, tapi ternyata sampai sekarang masih nganggur tak tersentuh. It seems that I have to drag myself literally to read the sequel #sigh

Yang tidak berubah adalah selera teenlit #malu. Meski umur sudah lompat jauh dari teen, membaca novel teenlit rasanya seperti makan buah2an di sela sela makan makanan berat. Ringan, segar, lucu, tak usah terlalu banyak mikir hal2 menyedihkan. Coba berapa hitung novel teenlit yang saya baca ya: Prom and Prejudice, Andy Squared, Temptation, Boys of Summer (yang ini masuk ke rak unfinished reading), Anna and The French Kiss, A Beautiful Disaster.itu kalo dwi novel If I Stay dan Where She Went tak bisa dimasukkan ke genre teenlit. Sementara saya makin susah saja mengunyah cerita Barty series yang sudah lengkap (pinjaman) saya hahaha…. Selain itu, gara2 blog walking, saya mempunyai beberapa buku idaman, meski tidak untuk dimiliki karena mungkin buku sudah tak lagi diproduksi seperti Sky Burial, saya mengidamkan buku Sarah’s Key yang sudah saya tonton versi filmnya, dan My Palestine (sudah dipinjami Tezar yang entah dia dapat dari mana hahaha) dan juga Mata Ketiga yang cuma bisa saya dapatkan dari online bookstore. Ah, sabar yaaaa #pukpuk…

Sebagai bayangan apa yang akan saya baca tahun depan, tergambar jelas 7 series of Harry Potter untuk Hotter Potter Reading Challenge (fantasy JK. Rowling tak mungkin saya tolak), buku2 anak2 seperti Roald Dahl, Little House on The Prairie yang sudah lengkap koleksi ebook saya (#gethok, ebook lagi), dan tentu saja Famous Five untuk syarat Children Literature Reading Challenge dan mungkin beberapa Children Book lainnya. Di tahun depan, saya ingin juga mencicipi Historical Romance, yang sudah saya mulai sedikit dengan Believe milik Victoria Alexander. Terus terang, saya membaca ini karena unsur mitos Arthur yang diangkat di novel ini (call me nuts of the Arthurian legend). Mungkin mirip kali ya dengan Scent of Greek dan A Touch of Greek yang bagi saya cukup kipas, meski tidak se-hot mas Grey and his dominant-nya (duh, ngaku sudah baca dikit, unfinished reading pokoknya). Dua judul tadi mengangkat mitos dewa2 Greek yang tidak se-sweet di Percy Jackson series. 

Well, kira2 apakah saya akan mengalami perubahan selera lagi di tahun depan, let’s wait and see, eh, salah, let’s read and read. hihihi

1 komentar:

  1. Aku juga tahun ini malah keseringan baca HR drpd fantasy :P

    Good luck buat 2013 reading challenge

    BalasHapus