Senin, 30 April 2012

THE FIVE PEOPLE YOU MEET IN HEAVEN MITCH ALBOM



Paperback, 208 pages
Published June, 2011 by Gramedia Pustaka Utama

“Orang-orang asing adalah keluarga yang belum kau kenal.” (hal. 54)

Pernahkah kita membayangkan apa yang akan kita temui setelah kematian menjemput kita? Dari agama yang saya anut, saya akan bertemu dengan malaikat yang memberi pertanyaan2, yang nantinya akan menentukan dimana nantinya kita berada. Di surga sebelah mana kita akan berdiam selama-lamanya. Tapi sebelum kita masuk ke surga dimana banyak orang sebut, dimanakah jiwa akan berada? Apakah kita tidak akan bertemu dengan mahluk lain selain malaikat? Bagaimana dengan ungkapan semoga kita bertemu di surga, di kehidupan yang akan datang?

Kamis, 26 April 2012

PROM AND PREJUDICE



 Published January 1st 2011 by Scholastic, Inc.

Pernah nonton film Pride and Prejudice yang dibintangi Keira Knightley atau membaca novel karangan Jane Austen? Kalo iya, novel ini adalah versi teenlit dari kisah klasik ini. Namanya teenlit, tentu saja para tokohnya juga para ABG. Yang namanya teenlit, tentu saja bahasanya juga sangat gaul, ringan, dan tidak berpanjang-panjang seperti versi originalnya. Seorang teman saya yang membaca versi terjemahanya mengatakan bahwa versi terjemahannya sedikit mengecewakan dari segi bahasanya. Gaul tapi nanggung, formal, lebih nanggung lagi.  Saya sih lebih memilih versi aslinya, karena gratisan berupa ebook hahaha…

Selasa, 24 April 2012

Unwritten Rules (M. A. Stacie)


Published January, 2011 TWCS Publishing House


It seems like I'm watching blue film when reading this novel. Seduction is everywhere. I was just curious when I read the review in goodreads, something about two attractive people who got attracted together by their mailbox. I first thought about something like Il mare, a Korean drama I watched years ago. And I really love the movie. Then the movie was adopted to American movie with Sandra Bullock and Keanu Reeves as the main characters. But I thought wrong about the book. I expected too much, that I got disappointed.

Minggu, 22 April 2012

Boys of Summer (Steve Berman)

 Fiction, Juvenile, Family and Everyday life, Love, Romance
Publication Date May 12, 2012
Publisher: Bold Strokes Books

This is my first book I got from www.netgalley.com. A friend of mine told me that I could request books free from this site as long as I identify myself as a librarian/ book publisher/ book distributor or a reviewer. Since I don't belong to any book stores or distributors or even a simple library, so I identify myself as a reviewer. I don't review all books, though.

Sabtu, 21 April 2012

Infinitely Yours (Orizuka)


 Published July 11, 2011
Paperback, 304 pages

Terus terang, saya sebelumnya cukup kesengsem dg buku Orizuka sebelumnya, Fate, yg ceritanya sangat sangat khas drama Korea lengkap dengan expressions bahasa Korea yang lumayan bisa menambah vocab en ekspresi bahasa Korea saya haha.

Ternyata, buku ini tidak ada bedanya. Masih sangat drama Korea lengkap dg segala intrik percintaan, karakter yg berbeda satu sama lain tp kemudian saling tarik menarik plus gambaran pemandangan romantis Seoul di musim dingin, and bla bla bla dari drama Korea. Hadhuuhhh.... 

Membaca buku ini seperti makan snack manis, yg pengen segera dituntaskan tp ngga pengen makan snack itu lagi karena takut sakit gigi. Critanya veryyy sweett, sedikit komikal, dan tentu saja dr awal perjumpaan dua karakter, para penonton drama Korea akan sdh tau kisah selanjutnya, seperti halnya pembaca novel teenlit ini tau, they are meant to be together at the end story. As simple as that.

Sekiaannn...

Jumat, 20 April 2012

The Invisible Camel and His Blue Ostrich (Janosch Fingerhut)

 Published March, 2012
Short Story, Ebook, 10 pages


This is actually a children's book with great messages for everyone who reads this book. 

Just be grateful for what you are. Don't try to be something or someone else whom you think is cool. 

Imagine a camel with a flat back and ostrich with blue skin and wings to fly. 

Imagine I become someone else that I think is cool but my friends would not recognize me. Well, I would not trade myself with that. :)

Selasa, 17 April 2012

THE WOMAN IN BLACK (Susan Hill)


First published in 1983
Into the movie 2012 

Terus terang, saya membaca novel terbitan 1983 ini karena tertarik dengan filmnya yang dibintangi Daniel Radcliff. Namun sayangnya, saya bukan pecinta film horror. Saya akhirnya hanya memberanikan membaca novel karangan Susan Hill ini. Dan sebenarnya pula, ini adalah novel pertama ber-genre horror yang saya baca. Kesannya? Rasanya saya ngga pengen membaca dengan genre begini lagi. Nyeseekkk bener.

Sabtu, 14 April 2012

If I Stay (Gayle Forman)

Touching iipsmiley

Classical music iipsmiley

August Rush (lho?)iipsmiley

Saya yakin banyak sekali reviewers yang mengatakan novel ini sebagai a crying stock saking mengharu birunya. Buat saya, novel ini mengingatkan saya akan sebuah film yang dulu juga membuat saya mbrebes mili yang kebetulan juga bercerita antara cellist and rocker, August Rush (I fell in love with Jonathan Rhys Meyer and Freddie Highmore from the movie). Sementara di novel ini, juga sedikit banyak menceritakan dua anak manusia, Mia dan Adam yang masing2 menggeluti cello dan music rock. Mirip kan?

Summer in Seoul (Ilana Tan)

Bermula dari tertukarnya hape dengan model dan ringtone yang sama. Selanjutnya….tau sendiri laaahhh. Tidak ada sosok antagonis yang nyebelin. Khas drama korea banget ya?

Eits…tapi ini bukan drama Korea. Melainkan novel dengan latar belakang Seoul tapi plot cerita yang Korean drama banget.

Yang pernah membaca novel Ilana Tan pasti tau seperti apa plot khas tulisannya. Ringan, romantic, twist khas korea and tentu saja happy ending. Oya, satu lagi, si cewek sepertinya selalu orang Indonesia dengan latar belakang ibu atau bapak yang orang Indonesia.

A SCENT OF GREEK (OUT OF OLYMPUS #2) (Tina Folsom)


Tidak begitu kecewa dengan buku pertamanya yang lumayan lucu dan beberapa adegan terkesan komikal, saya melanjutkan buku kedua tulisan Tina Folsom ini. Dari awal cerita, saya mulai mengenal ‘signature’ seorang Tina yang hobi banget mengumbar adegan erotis di tempat tidur dari pasangan mortal-immortal. Genre adult sudah benar2 terasa di lembar2 awal novel ini. Fiuh!!! (Apa ada persyaratan khusus halaman novel untuk diterbitkan ya, hingga deskripsi yang beginian selalu memakan berlembar lembar).

A TOUCH OF GREEK (OUT OF OLYMPUS #1) (Tina Folsom)



Terus terang, semenjak saya membaca serial Percy Jackson, saya jadi haus dengan kisah2 seputar dewa2 Yunani. Meski kemudian beberapa novel atau film yang saya temukan setelah menyelesaikan serial Percy Jackson, tidak ada yang sebagus dan ‘sebersih’ serial karangan Rick Riordan ini. Memang sih, novel yang dilakoni remaja ini memang konsumsi remaja alias teenlit. Karena itu, ketika saya membaca review pendek kisah dewa2 tulisan Tina Folsom ini, saya jadi tertarik. Bagaimana ya, kisah2 dewa2 dari kacamata Tina Folsom dengan genre adult ini??

Ternyata oh, ternyata, disini terjawab mengapa dalam kisah Percy Jackson para dewa bisa mempunyai anak2 setengah dewa alias demigods di setiap sudut negeri. Ternyata, para dewa ini hobi mengintip, mengincar, dan tentu saja ‘mendekati’ secara seksual para manusia incaran mereka. Tak heran, para demigods tercecer dimana mana.

Jumat, 13 April 2012

Genesis (Ther Melian #4) (Shienny M.S)

Pertama saya mau mengucapkan selamat untuk Shienny yg sudah menyelesaikan tetralogy Ther Melian. Saya cukup beruntung sedikit telat mengikuti tetralogy ini sehingga saya tak perlu menunggu terlalu lama hingga serial ini tamat. Lebih beruntung lagi karena saya tak perlu membeli, karena ada teman baru gutrit yg berbaik hati memberi pinjaman. Thanks to Cyndi.

Kedua saya mau 'marah2' sama Shienny karena sudah memberi hint ending dengan siapa Vrey nanti bersanding karena sudah jelas di cover novel. Lega sih, tapi kan enakan disimpan sebagai rahasia, menebak nebak, deg2an siapa Prince Charmingnya Vrey. Tapi saya juga sebal sama Cindy yg dengan teganya memberi bocoran adanya epilog di belakang. Saya kan juga pengen merasakan sensasi yg dia rasakan ketika ending digantung, dijejali dengan gambar2 kartun tokoh2 Ther Melian. Baiklah. Ini mungkin semacam balas dendamnya Cindy ke saya karena membocorkan kalimat terakhir Mockingjay. Wkwkwk..

Discord (Ther Melian #3) (Shienny M.S)


DISCORD
EMOTIONAL!!!
REDUNDANT!!!

Begitu kesan yang saya tangkap ketika membaca chapter2 awal buku ketiga Ther Melian ini. Bagaimana tidak? Emosi penyesalan seorang Lourd Valadin yang di plot sebagai The Dark Lord disini menghabiskan berlembar lembar halaman. Belum lagi sang penulis yang terlalu banyak mem-flashback konflik antara Valadin dan Vrey dari buku keduanya. Ditambah lagi ketakutan Vrey kehilangan Leighton. Baiklah, Leighton memang ‘teman’nya yang setia mendampingi selama 3 tahun, dan Vrey mulai mempunyai perasaan istimewa terhadapnya, tapi penggambaran keterpurukan Vrey rasanya terlalu berlarut2. Jadi, maaf saja ya, kalo saya men-skip beberapa bagian halaman ketika saya sekilas melihat di lembar2 itu tidak ada pengembangan kisah yang berarti, selain Vrey dan Valadin yang merutuki dendam, perasaan takutnya, dan masa lalu mereka.

Chronicles (Ther Melian #2) (Shienny M.S)


Chronicles

Zhiinggg…..

Jarang2 saya membaca buku kedua sebuah tetralogy right after the first book. Bisa jadi ada beberapa alasan kenapa saya tidak membutuhkan break. Yang pertama tentu karena ini adalah buku pinjeman yang diantri beberapa teman saya. Yang kedua, karena bukunya cukup tebal dan minggu depan saya akan terbang untuk liburan, dan tidak mungkin membawa buku setebal ini. Yang ketiga ending dari buku pertama yang membuat saya penasaran untuk segera melanjutkan buku keduanya. Halah, baiklah, whatever the reason is, let me start a glance review of the second book of Ther Melian, Chronicles.

Revelation (Ther Melian #1) (Shienny M.S)

Di awal awal membaca buku ini, saya sudah harus menyiapkan hati, antara terselubung 'tabir' Ther Melian dengan efe tubuh nagih untuk membaca lanjutannya, atau sebaliknya, drop the book as soon as possible. Well, sebagai penikmat novel2 fantasy, saya sedikit kesulitan 'loading' di awal kisah Revelation ini. 

Kubah (Ahmad Tohari)

Honestly, I read this Indonesia literature in the midst of reading Young Adult novels only to remind myself that Indonesia has great authors with their unique ways in writing their books. Ahmad Tohari is one of them and he happens to be my favorite author. I read some of his books and look forward to reading more of his works. Ronggeng Dukuh Paruk is one of his great books and I love it very much. I read Bekisar Merah, too, however, my impression is not good as the previous novel mentioned. Kubah, the third book I read gets almost the same impression as Ronggeng Dukuh Paruk. Well, let’s start my glance review.

(Switch to Bahasa ah… It’s gotta be difficult to review Indonesian novel in English for me *ngeles mode on)

Taman Rahasia (Frances Hodgson Burnett)

Entah apa yang membuat saya memutuskan membeli buku ini sementara saya sudah menyimpan ebooknya di hape saya cukup lama. Pertama membacanya dalam bentuk ebook, saya kurang tertarik dengan perjalanan panjang si yatim piatu galak Mary Lennox. Tapi, melihatnya di deretan buku dengan diskon 20 persen, akhirnya membuat saya membeli novel anak2 karangan Frances Hodgson Burnett ini. Setelah membelipun, ternyata butuh waktu lamaaaa sekali buat saya membuka sampul plastiknya karena begitu banyak novel2 baik berupa ebook ataupun novel pinjaman yang menumpuk. Dan pada suatu hari, di awal liburan long weekend, saya memutuskan membuka plastiknya dan mengintip apa yang ada dalam Taman Rahasia itu… Selain bukunya, saya sempat juga mengintip Taman Rahasia dalam bentuk layar lebarnya produksi tahun 1993.

Danny The Champion of The World (Roald Dahl)



Bagaimanakah memiliki anak2 yang bisa menjadi juara? Dengan memberinya instruksi ini itu, mengikutkannya ke berbagai macam kursus ketrampilan atau dengan menunjukkan foto2 orang besar di dunia? Danny tak butuh semua itu. Danny hanya membutuhkan sosok ayah yang mendukungnya dan menjadi sosok panutan untuk menjadi juara.

Fate—Orizuka : Novel teenlit rasa K-drama



Sebenarnya malu dengan umur yang sudah tidak lagi teen, namun apa daya cerita drama Korea sudah sangat merasuki diri saya membuat saya kepengen membaca novel yang sekilas mirip novel2 Ilana Tan ini. Dulu, saya cukup ‘apriori’ dengan teenlit, bukan karena bobot ceritanya, tetapi lebih pada gaya bahasa abege. Boro2 novel penulis Jakarta yang sudah tentu akan banyak dihiasi dengan ‘lo, gue’ dan bahasa khas Jakarte lainnya, yang local—Semarang saja saya malas membacanya. Tetapi yang ini ternyata berbeda. Bahasanya sangat formal termasuk terjemahan dari Korean ke Indonesian.

AVALON HIGH:(Meg Cabot)


 BOOK VERSION VS MOVIE VERSION
Awas spoiler buat yang belum membaca dan menonton filmnya dan kepengen membaca novel and menonton filmnya.

Sekian lama saya absen membaca buku karya Meg Cabot, akhirnya saya tergoda membaca novel bersampul ungu tua ini. Alasanya tentu jelas buat anda yang selama ini sedikit bosan mendengar ocehan saya setiap saat tentang Merlin tv series wkwkwkwk. Keponakan saya yang menolak menonton serial yang dibintangi Colin Morgan itu bercerita bahwa novel yang dibacanya ada bumbu Arthur dan seorang knight-nya, Lancelot. Dengan berbinar-binar sayapun meminjam darinya. Tapiiiii…sebelumnya saya tau dari seorang teman bahwa Disney memproduksi novel tersebut menjadi drama remaja. Dan karena saya harus mengantri membaca novel itu, saya pun menonton filmnya terlebih dahulu dan baru kemudian menuntaskan novel setebal 307 halaman ini.

Horeluya (Arswendo Atmowiloto)



Melihat judul novel tulisan Arswendo Atmowiloto ini, pasti banyak yang langsung melihat dua silabel terakhir, Luya, pasti ada hubungannya dengan Halleluya. Demikian juga yang terbersit dalam benak saya pertama kali melihat judul novel ini. Dan itu memang benar. Novel ini sarat dengan segala ketaatan dari sebuah keluarga Nasrani, Johannes Kokrosono (Kokro), Maria Ludwina Ecawati (Eca), yang tak tentu arah dalam menjalani hidup semenjak putri semata wayang mereka, Lilin atau Lin dinyatakan sakit sumsum tulang belakang dan menunggu donor. Meski sarat dengan muatan agama Nasrani, sebagai seorang  Muslim, saya sangat menikmati isi cerita novel ini. Hanya, terus terang, entah mengapa, saya masih tidak nyaman, jika seorang teman kantor saya, yang Muslim—yang enggan memberi ucapan Selamat Natal pada rekan Nasrani—melihat sampul novel ini. Mungkin saya belum siap saja, jika mereka bertanya ini itu, mengapa saya tertarik buku ini hingga membeli lewat online pula.

MOMO (Michael Ende)



1.       Demi masa
2.       Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
(Al Qur’an, Al-Asr 1-2)

Surah ini menerangkan bahwa manusia yang tidak dapat menggunakan masanya sebaik-baiknya adalah termasuk golongan manusia yang merugi.

Bagaimana cara terbaik kita untuk tidak masuk dalam golongan yang merugi? Masing2 individu tentu punya cara sendiri. Buat saya, bekerja dan melakukan hal2 positip adalah hal yang menjauhkan dari hal2 yang merugikan itu. Bagaimana dengan orang2 yang ada di sebuah negri antah berantah karangan Michael Ende dalam kisah Momo ini?

The Vampire Stalker (Allison van Diepen)


Siapakah karakter novel yang ingin anda temui di kehidupan nyata? Jawab saya: Ngga ada.
Siapakah tokoh karakter film yang pengen anda temui di kehidupan nyata? Jawab saya: MERLIN dari serial Nerlin produksi BBC.

Bagaimana rasanya bertemu dengan tokoh karakter pujaan anda yang hanya ada di novel atau komik yang sedang anda baca? Speechless pasti apalagi jika anda juga tergila-gila dengan tokoh tersebut. Amy Hawthorne sangat berunting bertemu dengan tokoh rekaan Elizabeth Howard dalam novel fantasy fantantis Otherworld. Sebelumnya, Amy hanyalah gadis belasan tahun biasa, yang menjalani kehidupannya sebagai teenage bersama dua sahabatnya. Katie dan Luisa. Mereka bertiga termasuk book freak terhadap novel karangan Elizabeth Howard. Kehidupan teenage-nya berubah drastic setelah Amy bertemu dengan Alexander Banks, yang ternyata adalah lakon idamannya dalam novel yang bercerita seputar vampire hunter itu. Kehidupannya menjadi semakin rumit karena ternyata Vigo Skaar, sang vampire yang dikejar2 oleh Alexander juga ikut hadir di Chicago masa kini.

The Boy Who Ate Stars (Kochka)


Saya pernah mempunyai seorang murid yang sudah dalam kondisi ‘sembuh’ dari autis. Tingkah lakunya di kelas sering di luar dugaan saya yang baru sajaa mengenalnya selama beberapa minggu. Sangat aktif, banyak vocabulary yang tidak saya sangka dia kuasai, tetapi jangan ditanya ketika dia sidah mulai bosan atau activity harus dikerjakan secara berkelompok. Dia akan sibuk dengan dirinya sendiri, menggambar (yang belakangan saya ketahui ternyata dia tidak pandai menggambar, hanya sibuk dengan secarik kertas yang dia coret2 dan disembunyikan ketika saya bertanya apa yang tengah ia lakukan. Sangat tidak gampang.

Weedflower (Cynthia Kadohata)

Bagaimanakah rasanya kesepian yang amat sangat? Apakah ketika engkau merasa tidak seorang pun sedang tidak menatapmu meski di tengah2 banyak orang? Sumiko, gadis Jepang usia 13 tahun sering mengalami hal ini. Sebagai anak Jepang yang tinggal di America, bersekolah dan bertetangga dengan Americans, jangan terlalu berharap mempunyai seorang teman. Sumiko, gadis yatim piatu, bersama adiknya Takao atau Tak Tak dibesarkan keluarga paman dan kakeknya yang berimigrasi ke Ameica demi perbaikan nasib. Menjadi saksi ketidak adilan perlakuan selama peristiwa Pearl Harbor, Sumiko harus berpindah-pindah tempat dari satu kamp ke kamp lainnya.