Selasa, 19 Maret 2013

Pasukan Mau Tahu – Misteri Pondok Terbakar #1- Enid Blyton


Paperback, 201 pages
Published 1082 by PT. Gramedia
Rating: 3,5/5

Apa yang ada di benak anak2 usia 8-13 tahun ketika melihat pondok yang terbakar? Takut dan ngumpet kah? Tidak bagi para anggota Pasukan Mau Tahu yang terdiri lima anak2 yang pengen tahuuuu aja hahaha… mereka adalah kakak beradik Larry dan Deasy dan Pip dan Bets, beserta satu teman baru mereka yang narsis abis Frederick Algernon Trotteville alias si Gendut atau Fatty, dan ditambah Buster—ankimh milik Fatty. Mereka bertekad memecahkan misteri pondok Pak Hick yang terbakar lebih dahulu dari polisi yang sering berteriak “ Ayo Pergi!”—Pak Goon atau Pak Ayo Pergi.

Ada beberapa kandidat tersangka dalam kasus pondok pak Hick yang terbakar. Mereka adalah gelandangan tua yang datang untuk meminta telur pada Pak hick dan ditolak;  Bu minns—juru masak keluarga Hick; Pak Smellie—rekan kerja pak Hick yang baru saja bertengkar dengan Pak hick di hari pondok terbakar; Horace Peeks—pesuruh Pak Hick yang dipecat pada hari naas itu. Selain mereka menemukan para tersangka, mereka juga menemukan beberapa telunjuk, eh, petunjuk. Sol sepatu karet dengan motif unik, jejak sepatu itu membekas di seputar rumah pak Hick hingga ke parit dan sobekan jaket dari kain flanel. 


Penyelidikan lima anak plus anjung ini termasuk mulus meski gangguan dari Pak Ayo Pergi cukup sering juga. Yang menjadi masalah adalah semua tersangka sepertinya mempunyai alibi yang kuat  untuk tidak membakar pondook. Jadi siapa dong si pelaku? Mereka harus memeras otak dengan keras sebleum Pak Ayo PErgi berhasil terlebih dahulu.

Comments:

Waahh… nostalgia beneran saya membaca kisah pertama dari seri Pasukan Mau Tahu ini. Pertama kali saya membaca seri Sapta Siaga minggu lalu, saya piker saya bakal menemukan nama Fatty, satu2nya anggota entah PMT atau SS yang saya ingat. Ternyata saya temukan nama Fatty disini. Satu hal yang saya ingat akan Fatty ini adalah keliahaiannya memalsu diri alias menyamar. Dan Bets yang meski paling unyu tapi tetap bisa mengenali Fatty dalam dandanan apapun. Entah di seri manakah saya bakal menemukan adegan yang saya ingat itu. 

Untuk konsumsi anak2, PMT ini sangat seru dibandingkan SS yang mungkin untuk pembaca usia lebih muda. Sama dengan Lima Sekawan, PMT ini juga mempunyai kekuatan pada para karakter, terutama Fatty yang sok tahu, Bets kecil yang suka ceplas ceplos membocorkan rahasia serta Larry yang galak pada Fatty. Di usia seperti sekarang saja skl\aya masih menikmati jalinan kisah anak2 PMt ini. Selain itu, sejak dulu hingga saya sangat nge-fans dengan penerjemahnya, Agus Setiadi. Ketika saya mencoba membaca versi aslinya, kocak khas Enid ada pada versi aslinya, sementara pada terjemahan, kekocakan saya yakin ada pada olahan terjemahan Agus Setiadi. Salut deh.

2 komentar:

  1. wahhh..terinagt zaman SD dulu..hari2 pasti singgah dulu di toko buku yg menjual novelnya..bukan beli..cuman numpang baca doang sampai kena usir sama yg jaga toko..hahaha..sampai sekarang juga doyan baca kok...

    BalasHapus
  2. wahh,..teringat zaman SD dulu deh..suka sangat baca novel bersiri ini..sampai sekarang juga masih doyan...isinya bukan sekadar cerita tapi banyak memberikan pelajaran...klu udah baca..kaya ikutan berpetualngan deh...

    BalasHapus