Rabu, 12 Juni 2013

Harry Potter dan Order of the Phoenix by J.K. Rowling




Ebook format 590 pages
Rating 5/5

Tahun ke lima Harry semenjak ia menyadari dirinya adalah seorang wizard. Musim liburannya berjalan dengan sangat tidak nyaman, apalagi dengan tidak adanya keterusterangan dari pihak Departemen Sihir akan kembalinya Lord V-Voldemort di dunia sihir sejak tahun lalu. Harry harus mengetahui berita baik dari dunia sihir maupun non sihir yang mungkin berkaitan dengan Voldemort.  Tak ada berita muggle yang berhubungan dengan si Raja Kegelapan,  alih2 muncul Dementor di tempat tinggal Harry dan menyerang Harry dan sepupunya,  Dudley. Harry menjadi topik pembicaraan seru di berita dunia sihir.

Kemunculan Dementor berbuntut panjang hingga membuat Harry harus mengikuti sidang di Kementrian Sihir karena mengucap mantra di dunia muggle dengan usia belum mencukupi.  Sementara sekelompok orang2 yang dikenalnya dengan baik- menyebut diri mereka Order of the Phoenix, menyembunyikan sesuatu darinya.  Mereka kasak kusuk tanpa melibatkan Harry, bahkan Dumbledore berusaha menghindarinya. Tak banyak hal bisa dikorek, bahkan dengan bantuan Telinga yang bisa dipanjangkan milik kembar Weasley.


Banyak kejutan, baik menyenangkan atau menyebalkan terjadi di tahun ke lima ini. Yang menyenangkan adalah kenyataan bahwa cewek yang ditaksir Harry, Cho Chang, mulai mendekati Harry. Hal menyebalkan terjadi seperti absennya Hagrid di awal semester, guru baru Against the Dark Art, Dolores Umbridge,  dengan tangan diktatornya,  kelanjutan cueknya Dumbledore terhadap Harry, serta kontak pikiran yang sangat mengganggu antara dirinya dan Voldemort.  Untunglah,  di tengah hal2 menyebalkan itu,  muncul pula momen yang membuat saya sebagai pembaca bersemangat. Dendam Harry pada Malfoy terbayar dengan pengungkapan ayahnya sebagai antek Voldemort,  kelas Dumbledore Army yang seru, balas dendam Fred dan George terhadap Umbridge,  dll.

Di buku ini juga mulai terungkap berbagai pertanyaan mengapa Voldemort ingin membunuh Harry, tanpa melihat kenyataan penyerangan terhadap Harry dilakukan ketika ia masih berusia setahun.  Ketakutan macam apa hingga Voldemort nekad? Yang menarik bagi saya selain alasan tersebut adalah binatang yang menarik kereta dari Hogwart express menuju Hogwarts. Hanya mereka yang pernah menyaksikan kematian bisa melihatnya. Satu lagi tokoh yang akan banyak mengambil porsi penting di buku mendatang muncul, Luna Lovegood. Dengan karakter unik, teman saya dulu pernah mengatakan bahwa Luna bisa menjadi kuda hitam untuk perang besar di buku terakhir nanti. Dan, sedikit banyak memang demikian.

Buku ke lima ini adalah buku yang paling emosional bagi saya dibanding 3 buku sebelumnya.  Di awal cerita, Harry sudah penuh emosi dengan keluarga Dursley, hal2 penting yang disembunyikan darinya, guru Pertahanan sihir hitam yang super duper menyebalkan,  pelarangan main Quidditch, putus kontaknya dengan Sirius, kelas tambahan Snape untuknya, dan cemburunya Cho terhadap Hermione yang tidak masuk akal, serta perasaan stress anak2 menjelang OWL. Saya masih ingat, setelah membaca buku ini pertama kali, saya mengalami apa yang teman2 saya sebut sebagai hangover.  Berhari hari saya sedih. Sedihnya Harry, adalah sedih saya juga. Hiks... Tak saya bayangkan Rowling begitu tega membunuh karakter kesayangan Harry, tapi lebih tak terbayang lagi di buku seri berikutnya. I literally sobbed. Hiks...

Oya, saya tulis di awal review bahwa saya membaca versi ebook, dengan bahasa Indonesia.  Oke, saya mengaku kalau saya cukup stress dengan makin mepetnya tenggat membaca yang tersisa sekitar 1 minggu. Kebetulan saya pernah men-download versi ebooknya. Paperback saya nyelip entah dimana (duh, buku segedhe itu bisa nyelipp??). Maka, secara darurat, saya masukkan saja ebook ini di hape, e reader dan tablet. Mana yang ready di dekat saya, itulah yang akan saya baca. Tapi ternyata tetap saja saya tak bisa menyelesaikan tepat waktu #sigh. Oya, saya menemukan terjemahan ini sedikit berbeda dari versi terjemahan yang saya baca sebelumnya.  Banyaknya tipo cukup menganggu. Bayangkan, berapa kali saya menemukan kata 'ketika' berubah menjadi 'ketiak' (lol). Seingat saya Dumbledore Army diterjemahkan menjadi Laskar Dumbledore,  tapi versi ebook, masih tetap menggunakan DA. Satu ekspresi kaget yang membuat saya kaget dan tertawa ngakak adalah seruan Fudge ketika melihat nama kumpulan DA, 'Sambar geledek'. Hahaha. Saya tak ingat apa terjemahan seruan versi buku, tapi seingat saya bukan itu. Overall, terjemahannya lumayan bagus sih, despite the typo!

Baiklah, saya sepertinya sudah harus membaca buku berikutnya kalo saya ngga ingin tertinggal lagi bulan mendatang.  Oya, posting ini saya masukkan dalam:

1. Hotterpotter RC
2. Name in challenge
3. Read Big

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar