Kamis, 19 September 2013

Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa by Maggie Tiojakin




Paperback 241 pages
Published Juli 2013 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 5/5

Apa yang menarik dari sebuah buku dengan iming iming Absurd? Siapa gerangan yang tertarik dengan kisah kisah ber-ending 'nggantung'? Terus terang, saya memilih cerita yang normal dan ber-ending normal pula. Tapi untuk penulis sekelas Maggie Tiojakin,  saya rela membaca dan menyelesaikannya segera :D

Sebelumnya, saya sudah pernah mencicipi karya Maggie,  Balada Ching Chihg. Dari pertama membaca kisah pertama dari kumcer-nya itu, saya sudah merasakan kuatnya imaginasi sang penulis. Dengan thema berbeda semua disuguhkan dengan gaya bercerita lugas dan diksi pilihan. Berbeda dengan  Balada Ching Ching yang sebenarnya beberapa mempunyai ending yang membuat pembaca hangover, tapi setidaknya selesai, SKTLA ini membuat saya dan teman lain tergagap dengan ending-nya yahg mendadak. Meninggalkan pembaca dengan intrepretasinya sendiri.


Terdiri dari 14 cerita pendek berbahasa Indonesia dan 5 bonus cerpen berbahasa Inggris, Maggie mencoba menuliskan apa yang bagi beberapa orang hanya ada dalam pikirannya, imajinasinya, ia torehkan ke dalam kisah kisah pendek. Dalam Jam Kerja, angan angan cinta terpendam seseorang, membawanya melayang sepanjang meeting kantornya. Angannya tentang hangatnya bercinta, masa depan, beragumen berujung air mata, berjalan seolah slide presentasi meeting.  Lompat Indah, berkisah seputar masalah banjir tak berkesudahan yang menimbulkan problem sosial masyarakat. Semua berduka, semua mencari solusi, hanya satu yang berujung dengan lompat indah. Tak pernah ada yang berkeinginan menjadi seorang penganut agama yang dianggap Hitler object pembunuhan massal. Kisah wawancara wanita Yahudi tentang masa lalunya di jaman Hitler. Orangtua yang tak kembali, harta yang musnah, nama keluarga yang cacat berakhir di depan kamera dengan lampu yang terus berkedip dalam kisah Kristallnacht. Fatima, siapa takkan  goyah imannya ketika mendengar perintahnya.  Suaranya penuh tekanan ketika memberi perintah selaku Sekretaris Eksekukutif. Lelaki, tua, remaja, dewasa, bisa saja terpikat pada suara Fatima. Ya, hanya suaranya yang memberi perintah untuk sebuah misi. Apa yang dicari pada sebuah petualangan mendebarkan? Mencari ketenaran? Tidak. Panggilan hati? Bisa jadi.  Bosan dengan ritual kehidupan yag berada di comfortable zone dan mencari warna dalam kehidupannya? Tanyakan saja pada Zaleb, dalam kisah Dia, Sang Pemberani. Sekali lagi, berpetualang dengan maut adalah suatu eksotisme yang takkan habis di eksplore. Berkunjung ke tempat tempat yang sarat sejarah namun lapuk dimakan zaman adalah panggilan seorang Danno. Mengabadikannya dalam rol film dan gambar non gerak adalah obsesi terdalam dalam dirinya. Simak kisahnya dalam Labirin yang Melingkar Lingkar dalam Sangkar.

Tembakau dalam Ro-Kok adalah candu sebagaimana seorang kekasih. Candu yang seringkali tak dating beriringan dan harus harus salah satu dikalahkan. Mana yang harus dipilih? Berapa banyak di antara kita yang menjadi Saksi Mata dalam sebuah kejadian, baik itu kejadian menyenangkan atau mengerikan? Berapa banyak yang bersedia menjadi Saksi mata untuk suatu peristiwa maut? Adakah yang peduli disana? Tak ada yang percaya seekor beruang hidup di hutan liar. Mereka percaya dengan keindahan alamnya. Namun, bagi mereka kaum penjelajah, tetap saja membutuhkan Panduan Umum untuk Pendaki Hutan Liar. Siapa tahu beruang itu benar benar ada. Bertahan di sebuah Negara perang adalah suatu peperangan memerangi kehidupan yang sulit. Perang antara makan atau mati kelaparan. Azmov adalah petarung antara makan atau mati dalam dies irae, dies illa. Tak ada badai yang ramah. Apalagi dalam sebuah rumah tangga. Ritual yang sama, pasangan yang sama, berpijak di sebuah tempat yang sama menunjukkan bahwa Tak Ada Badai di Taman Eden.  Sebuah pilihan untuk melanglang ke luar angkasa untuk mencari  sebuah petualangan. Roket rusak dengan empat penumpang terkatung katung di planet Merkurius. Tak ada jaminan keselamatan, tak ada jaminan pertolongan Selama (mereka) Kita Tesesat di Luar Angkasa.

Sekian cerita dengan sekian ide yang dahsyat. Meski saya menemukan dua buah kisah dengan latar belakang yang mirip satu sama lain seperti Fatima dan Suatu Saat Ktta Ingat Hari Ini; sama sama berlatar belakang video game, meski diceritakan dengan gaya berbeda. Barangkali seorang Maggie adalah penggila permainan seru berbau sadis ini. CMIIW. Perjalanan penuh petualangan juga menghiasi beberapa ide kumpulan cerita disini. Sebut saja Dia, Sang Pemberani, Labirin yang Melingkar lingkar dalam Sangkar serta Panduan Umum untuk Pendaki Hutan Liar.

Overall, kumpulan cerpen ini sangat worth it dikoleksi, terutama bagi siapa saja penyuka kisah-kisah absurd. Meski menurut saya, masih kalah absurd dengan beberapa cerpen surat kabar Minggu, sebut saja Kompas atau Suara Merdeka. Kata absurd, tentu saja mempunyai definisi dan batasan antara absurd dan non absurd bagi si pembaca sendiri. 

NB:
Thanks buat GPU yang mengirim buku ini gratis dan mbak Maggie Tiojakin dengan ucapan selamat membacanya. Dengan nama saya tertulis pula!!!! Waaaaaa..... Thx soooo much... 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar