Kamis, 19 Desember 2013

Divortaire by Ika Natassa


Paperback, 288 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama 2008
Rating: 3/5

Apa yang tersisa setelah perceraian terjadi bagi pasangan Alexandra dan Beno?
Hidup tetap berjalan.
Karier tak berubah.
Hanya hati keduanya yang masih gamang meski telah terpisah.
Alexandra harus mengakhiri perkawinannya dengan Beno di tahun keduanya. Alex ato Lexy, seorang banker yang workaholic dan Beno seorang dokter bedah jantung dengan deretan pasien tak berkesudahan. Ketika kedua awak biduk perkawinan tak lagi punya waktu bersama, maka olenglah biduk mereka. Meski berbeda profesi, tinggal saling berjauhan, selalu saja ada banyak kebetulan yang mempertemukan mereka.
Inti cerita novel kedua Ika Natassa ini sangat simpel, namun cara penyampaiannya mengalir sangat deras seperti Antologi Rasa yang saya selesaikan beberapa minggu lalu, juga seru dan cerdas. Sayangnya saya sangat sebal dengan karakter Alex yang temperamental, sering menipu sendiri jika berhubungan dengan Beno, dan negative thinking nya sering membuat saya skip di beberapa bagian. Saya juga cukup bosan dengan beberapa kata makian, celetukan yang diulang, seperti "dodol, ngga penting deehhhh," dan yang lainnya.

Saya baru membaca satu karya Ika Natassa sebelum saya membaca Divortaire ini. Saya suka dengan gaya penuturan Ika ini, namun ternyata di novel ini gaya bertuturnya persis sama, meski dengan karakter yang berbeda. Coba saja bandingkan antara Keara (Antologi Rasa) dengan Alex di novel ini. Dua-duanya sama sama ceplas ceplos dan nginggris di sana sini, sama sama suka barang bermerk (Suer deh, saya ngga ada yang kenal nama nama merk di novel ini). Yang membedakan adalah Keara itu a playgirl yang sukses dan tajir, sementara Alex adalah janda galau yang masih terus mengingat mantannya. Meskipun dalam kehidupannya sudah hadir Denny, yang sabar, super duper pengertian layaknya cowok dada untuk menangis di drama Korea, tetap sajaa hati Alex masih untuk Beno. Dari awal saya sudah mengatakan pada diri sendiri, bahwa ending cerita ini bakal ada kehidupan Alex – Beno jilid dua. Padahal, sebelumnya saya tak pernaha tahu jika ternyata buku ini mempunyai sequel.

Karakter sahabat yang baik dan sabar juga dimunculkan disini yang ternyata plek tiplek dengan sahabat Keara yang penuh nasihat. Well, peran sahabat memang selalu begitu ya? Emmmm…. Ah ya, mungkin novel ini adalah gambaran sosok Ika sendiri yang ternyata adalah seorang banker dengan banyak award dari banknya. Tak heran, di dua novel nya yang saya baca, kedua tokoh utamanya sama sama banker di BorderBank. Saya pikir, jika saya menambah baca buku karyanya yang lain, dan kemudian menemukan banyak kesamaan, maka saya akan bingung jika seseorang bertanya pada saya, "Sudah baca Divortaire?" "Sudah. Si Keara asyik ya orangnya?" "Hussss, Divortaire itu yang tokoh utamanya Alexandra itu, yang janda itu loooooo". Nah lo.... Susah kan bedainnya? IMHO sih. Pengen sih lanjut ke buku keduanya, tapi nunggu pinjaman dulu lah hehehe....

2 komentar:

  1. aku malah jadi penasaran, cowok dada untuk menangis di drama korea itu macem apa sih? #lari
    aku belum baca sama sekali karya Ika, pengen baca sih, tapi nanti dulu deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, Chei. Masak ga pernah perhatian cowok yg tipe dada-untuk-menangis.di drakor sih? Itu lo, tiap kali main character cewek yg jatuh cinta sama cowok jutek, trus pasti ada cowok baik hati yg cinta berat sama si cewek,tp selalu kalah bersaing dg si jutek? Macam Hua Che Lei di meteor garden ituuu :))

      Hapus