Jumat, 30 Agustus 2013

Friday Recommendation #4




Ah yeay… Friday Recommendations is BACK…

Well, sebenarnya dulu saya juga bukan tipe yang rajin memberi rekomendasi ini itu di tiap Jumat. Tapi karena saya sudah terlanjur memberi satu tag khusus di blog untuk meme ini, maka setidaknya saya pengen sedikit istiqomah mem-posting . sayangnya, si empunya blog, Ren’s Little Corner sempet hiatus, alias idle untuk meme-nya ini, jadi saya makmum hiatus hihihi..

Nah, karena meme ini dibuka lagi, maka saya pun pengen ikut lagi. Saya pengen banget merekomendasikan buku fantasy karya Suzanne Collins yang sudah selesai saya baca dan review untuk event Fun Year Event with Children Literature-nya Bzee. Buku ini memang ber-genre fantasy untuk anak-anak usia 10-15 tahun. Karena saya sudah membaca semuanya, maka saya merekomendasikan boxset-nya hahaha #mantaaabbb…

Scene on Three #3: Gregor & The Marks of Secret




"Thank you for saving Hazard," said Luxa tremulously.

"He is my cousin," said Howard as he tied off the fabric. "As are you, right?"

In answer, Luxa put her arms around Howard's neck. "Oh, no, are you actually giving me a hug?" He hugged her back, grinning at Gregor over her shoulder. "And it only took an earthquake, a flood, and an avalanche to get it." (Gregor and The Mark of Secret)

Saya beneran ngakak ketika membaca bagian ini. Guling guling malah. Adegan konyol yang sebenarnya mengharukan. Dan sepertinya ini yang membuat saya betah membaca serial ini. Suzanne Collins selalu mampu menyelipkan adegan kocak di tengah ketegangan yang tengah berlangsung.

Kamis, 29 Agustus 2013

86 by Okky Madasari




Paperback, 252 pages
Published Maret 2011 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 3/5

Who can resist the temptation of money? Why can’t say no to money? Frankly, I can’t. it doesn’t smell, but people love to kiss it. It’s tasteless, yet people would lick it as though it were something yummy.

Arimbi, gadis lugu dari desa, merantau ke Jakarta. Bekerja di pengadilan tinggi sebagai tukang ketik berkas perkara selama 4 tahun tidak membuatnya makmur. Gajinya tetap pas2an, setiap pulang kampong tiap tahun, tetap saja tak banyak yang ia bisa pamerkan. Sekeras apapun Arimbi bekerja, tak pernah ada kelebihan yang berarti. Hingga suatu hari ia menerima satu set AC yang ia pasang di kamar kos-nya yang sempit. AC bonus ini ia dapat cuma2. Awalnya, ia merasa kurang nyaman, namun setelah ia lebarkan matanya, lebarkan telinganya, panjangkan lehernya, tahu lah ia jika bonus ini adalah suatu hal yang biasa di tempatnya bekerja. Bahkan Arimbi mulai belajar meminta bonus yang bisa ia lakukan pada para pengacara, jaksa hingga boss-nya sendiri, Bu Danti. Istilah ‘86’ mulai melekat padanya. Semua beres. Semua senang. 

Rabu, 28 Agustus 2013

Gregor The Overlander: The Code of Claw




Ebook 412 pages by Scholastic Press
Rating: 3,5/5
Gregor harus memegang senjata peninggalan Sandwich sesuai dengan prophecy yang sudah tertulis untuknya. Berbentuk pedang yang nyaman di tangan Gregor. Akan tetapi menaklukkan pasukan The Gnawertidak hanya membutuhkan senjata yang tepat dan pasukan yang handal, Regalia dan penghuninya harus memecahkan sebuah Code yang sudah dituliskan oleh Sandwich. Code ini berguna untuk ‘membaca’ gerakan pasukan Gnawer. Sayangnya, princess yang dimaksud prophecy sangat jauh dari Boots yang masih berusia 3 tahun. Alih2 membantu, Boots membawa untaian prophecy pelik itu ke belakang roknya dan berlari. Mirip ekor hahaha… 

Secara mengejutkan, Gregor mendapat kunjungan tak terduga dari Lizzie, adik keduanya yang selama ini selalu ketakutan setiap kali mendengar cerita seputar Underland. Desakannya pada Gregor adlah untuk kembali ke dunianya, Overland, karena ayahnya kembali sakit dan neneknya dirawat di rumah sakit. Bingung, Gregor harus memilih, tetap tinggal menuntaskan tugasnya sesuai dengan prophecy atau mengurus keluarganya. Lizzie, tanpa diduga sangat menyukai tantangan pemecahan prophecy. Rupanya, ia adalah ‘Princess’ yang dimaksud. Kakak dari Princess Boots, tentu saja adalah Pincess Liziie. Meski itu juga tidak membuat nyaman Gregor menjadi Prince Gregor hahaha. Singkat kata, Lizzie membantu memecahkan puzzle prophecy yang rumit.

Rabu, 21 Agustus 2013

Wishful Wednesday #20




Happy Wednesday, WW-ers :D

Well, selalu tidak terlalu gampang ya menemukan wishlist itu, apalagi buat saya yang untuk membeli buku impian selalu mikir lamaaaa… Makanya saya salut dengan teman teman sesama jamaah WW ini, yang selalu konsisten dengan partisipasinya, terutama dengan buku impian mingguan mereka. Hahaha…

Gregor the Overlander: The Marks of Secret by Suzanne Collins




Ebook format 343 pages
Published May 1, 2007 by Scholastic  Inc
Rating 4/5

Liburan musim panas Gregor nampaknya akan berjalan mulus tanpa gangguan prophecy dari Underlanders.  Meski demikian dia masih harus mengisinya dengan berlatih echolocation dari Ripred, the gnawer. Namun ternyata kunjungan latihannya diganggu dengan keinginan Ripred untuk membunuh The Bane, tikus putih yang dulu seharusnya sudah dibunuh Gregor ketika masih bayi, sesuai dengan ramalan. Menurut ramalan, the Bane akan tumbuh menjadi ancaman bagi warga Underlander. The Bane sudah tumbuh berapa puluh kali lipat dengan pertama kali Gregor bertemu pertama dulu. Tidak hanya tubuh fisiknya yang berkembang sangat pesat, tapi juga sifatnya dan ambisinya yang ingin menjadi pemimpin kaum Gnawers dan juga ranah Underland. Ambisinya ini didukung oleh beberapa kaum Gnawers yang tentu saja membahayakan posisi kaum lainnya, termasuk penduduk Regalia.

Perjalanan diam2 Gregor dan Luxa karena kode rahasia kaum nibblers memberi kenyataan pahit bagi Luxa. Kaum nibblers yang dulu pernah menyelamatkanya terancam. Dengan satu tanda semacam arit, mereka memulai perjalanan lenyapnya para nibblers ini. Perjalanan berbahaya ini diikuti serombongan yang lainnya: Howard,  Hazard dan tentu saja Boots.  What?! Apa mereka sudah gila membawa anak2 kecil itu? Well, Gregor dan Luxa semula mengaburkan rencana mereka dengan mengatakan bahwa mereka akan pergi piknik. Hahaha.  Siapa yang ngga pingin ikut piknik sih? But, apparently, the picnic turned out to be a disaster.

Rabu, 14 Agustus 2013

Wishful Wednesday #19




Aye…. Happy Wednesday jamaah WW… 

Setelah dua minggu off dari WW, sekarang I’m BACK!!! #trusngapa? Hahaha…

Oke, frankly speaking saya tadinya sudah membuat postingan WW sebelum heboh obrolan WA seputar buku dibawah harga 100 ribu. Sebelumnya juga saya sudah tahu bahwa WW kali ini bakal semarak dengan perayaan ultah ke 4 Books To Share dan jelas ada GA-nyaaaa…. Horeee…. Eh, ternyata, obrolan di WA48 itu sedang heboh mengobrolkan WW hari ini. Nah, karena buku yang saya impikan yang sudah saya tulis sebelumnya itu saya kurang yakin dengan harganya, maka saya tulis saja yang baru huhuhu..

Selasa, 13 Agustus 2013

Scene On Three (2): Pahlawan Amerika - Meg Cabot


Kemudian tiba waktunya untuk menggambar, dan seluruh studio sumyi senyap. Yang terdengar hanyalah music klasik dari radio. Semua orang sibuk menggambar dan sudah terlambat bagiku untuk mengatakan apa-apa.

Atau sangkaku begitu.

Saat itu aku sedang sibuk mengamati warna-warna yang terpantul dari tengkorak sapi putih di hadapanku. Seperti biasa, seluruh perhatianku tercurah ke gambarku—karena meski perasaanku campur aduk memikirkan cintaku pada David, aku masih bisa terlena dalam keasyikan menggambar… (Pahlawan Amerika, Meg Cabot, hal 313)

Senin, 12 Agustus 2013

Harry Potter and The Deathly Hallows by J. K. Rowling




Ebook format, PDF, 631 pages, Bahasa Indonesia
Rating 5/5
 
Akhirnya berujung juga perjalanan  Harry Potter atau Lord Voldemort , menemui kemenangan atau kematian?

Harry tak lagi meneruskan sekolahnya di Hogwarts di tahunnya yang ke-7. Dia memilih melakukan tugas yang menjadi wasiat Dumbledore: mencari Horcrux yang tersebar entah dimana dan berbentuk entah apa. Ditemani Ron dan Hermione, Harry, sadar bahwa hanya dirinyalah yang akan bisa mengakhiri kejaran Voldemort sekaligus rezim sihir hitam yang merajalela ini.

Mendapatkan 3 peninggalan dari Dumbledore, Harry dengan snitch yang ia duga ada sesuatu di dalamnya, Hermione dengan buku dongeng popular bagi warga penyihir, The Tale of Beedle the Bard, dan Ron dengan deluminator. Dumbledore memilih mereka untuk memikirkan sendiri masing masing kegunaan dari peninggalannya tersebut. Sementara para anggota Orde of Phoenix mengendus rencana terselubung Harry dan sahabatnya untuk pergi mencari horcrux, namun tak satupun puas dengan jawaban Harry. 

Perjalanan penuh onak dan duri selama berbulan bulan harus dialami ketiga sahabat ini. Berpindah tempat selalu dengan bayang2 Pelahap Maut yang membuntuti. Ditambah kondisi emosional yang labil dengan adanya satu horcrux bersama mereka dan berita seputar kehidupan dan kebohongan Dumbledore. Tak ada yang menyangka kehidupan mantan kepala sekolah Hogwarts ini sebelumnya. Harry yang banyak menghabiskan waktu bersamanya pun tak pernah sekalipun menanyakan masa lalu kepala sekolahnya yang ternyata berasal dari desa yang sama dengan dirinya, Godric’s Hollow. 

Sabtu, 03 Agustus 2013

Buying Monday – July




Ini adalah posting saya yang kedua untuk book haul. Yang pertama sudah saya upload di awal Juli disini. Tapi postingan itu adalah book haul selama awal tahun hingga pertengahan tahun. Nah, karena Aul yang punya blog the Black in the Book, anggota BBI mulai membuat Book Haul bulan Juli ini, maka saya dari awal mulai mencatat buku apa saja yang saya dapat selama bulan Juli ini. Eh, saya beli juga ding hihihi…