Selasa, 25 Februari 2014

Top Ten Tuesday #2

Ah, kali ini topik Top Ten Tuesday milik kang Opan adalah buku2 yang dibaca ketika masih kecil dulu. Saya punya beberapa yang sebenarnya beberapa yang lain saya baca ketika sudah cukup besar (bukan lagi anak2). Tapi karena susah juga mengingat ingat jaman dulu akhirnya saya masukkan saja :D

1. Lima sekawan
Siapa sih yang ngga baca novel petualangan karya Enid Blyton ini. Dari buku ini saya tahu bahwa George itu dibaca Josh hahaha. Saya ingat, waktu itu banyak teman saya yang lebih memilih membaca majalah remaja yang isinya cerpen, Anita Cemerlang. Tapi bagi saya kisah petualangan Julian dan saudara2nya lebih asyik dibanding kisah cinta2 di majalah itu :))

2. Lupus
Nah, kalo yang ini saya baca versi Lupus remaja, bukan Lupus kecil. Waktu itu saya bisa ngakak guling2, tapi beberapa tahun kemudian saya merasa joke-nya garing hahaha. Berarti saya dulu garing dong ya? Oya, saya juga ingat kalo Lupus ini mengidolakan John Taylor di Duran Duran, dengan rambut jambul yang membuat mata kelilipan. Saya dulu juga naksir berat sama John Taylor ini :*

3. Olga
Ini juga karangan Hilman Hariwijaya. Mengambil sosok remaja yang menjadi penyiar slenge'an dan hobi bermain sepatu roda. Sama dengan Lupus, dulu membaca Olga ini menyegarkan, beberapa tahun kemudian terasa garing juga wkwkwk...

4. Cergam mahabharata
Ini sebenarnya adalah bonus darimajalah Ananda yang terbit mingguan. Saya terkagum kagum dengan gambarnya yang selalu cantik dan cakep untuk tokoh2 di sisi Pandawa tapi jelek luar biasa di sisi Kurawa hahaha. Tapi saya suka banget dengan kisah pewayangan ini.

5. Sapta siaga
Sebenarnya ini tidak terlalu favorit buat saya karena tokohnya yang terlalu banyak. Ada 7 anak yang berperan sebagai detektif kecil. Tapi Sapta Siaga ini adalah juga bacaan saya di waktu kecil dulu.

6. Pasukan Mau Tahu
Sama halnya dengan Sapta Siaga. Seri ini juga saya baca, meski tidak terlalu menjadi favorit. Tentu saja jika dibandingkan dengan Lima Sekawan :D

7. Noni
Ini adalah juga kisah detektif cilik. Bedanya adalah Noni ini berpetualang di kota dimana saya lahir dan besar, Semarang. Settingnya mengambil kota Semarang tahun 80an lengkap dengan issue penjahat yang beredar waktu itu, Petrus, Penembak Misterius. Saya suka sekali dengan sosok Noni yang tomboy dan bersahabat dengan penjahat kelas kakap, Godek. Hubungan mereka unik juga terkadang mengharukan.

8. Bobo
Sama dengan Opan yang memasukkan Bobo ke dalam daftar meski Bobo ini masuk kategori majalah. Tapi banyak banget kisah di dalamnya yang saya baca: Oky dan Nirmala, Bidadari dan Si Sirik, Rong Rong dan Bona si belalai panjang... Ahhh.... Kangen...

9. Deni manusia ikan
Nah, ini sebenarnya adalah kisah bergambar bersambung di Bobo. Kisahnya mirip dengan The Man from Atlantis, film seri yang saya gandrungi waktu saya masih kecil. Lucunya, Deni Manusia Ikan ini mirip sinetron, karena setelah dibukukan, serinya bisa panjang banget, hanya untuk konflik keluarga, Deni sedang mencari kedua orangtuanya :))

10. Ananda
Well, ini juga sebenarnya adalah majalah anak2, seperti Bobo. Tapi dari sini saya mengenal kisah Mahabharata dan Bharatayuda. Ada juga kisah manusia planet Safan yang karena apa (minum cairan ato apa) bisa menembus tembok. Wiihhh.... Ajaib.... Saya saja waktu itu berangan angan pengen bisa nembus tembok seperti Safan hihihi...

Jadi, itu tadi 10 buku/ majalah yang menghiasi masa kecil saya. What's yours?

1 komentar:

  1. Tentang Lupus, kalau dipikir-pikir ternayata buku humor ngikutin tren jokes pada masanya ya. Orang 80an-90an belum tentu bisa ketawa sama jokes yang sekarang.

    Ah, jadi pengen baca Bobo lagi. Yang lama tapi. Kalau Bobo yang baru udah beda (ya ngikutin perkembangan zaman juga sih). Kira-kira di mana ya, beli Bobo bekas? Lagi pengen nostalgia. :')

    BalasHapus