Jumat, 30 Mei 2014

#21 Lupus: Interview with the Nyamuk by Hilman Hariwijaya




Ebook , djvu format
First published 1995
Rating 3/5

Apa yang kau ingat tentang Lupus selain permen karet dan rambut jambulnya? Kalo saya, saya ingat anak SMA tengil ini fans berat Duran Duran, grup new wave era lapanpuluhan, dan fans berat John Taylor, bassist grup ini. Saya ingat karena saya dulu juga fans berat grup ini dan mengoleksi poster close up nya John Taylor hahaha....

Novel ini dibuka dengan judul Interview with Duran Duran. Hah? Beneran? Eh, ternyata bener lo. Ceritanya Lupus diminta redaksi Hai untuk terbang ke Hongkong untuk wawancara dengan Duran Duran yang akan manggung disana. 

Persiapan ke Hongkong ini yang menjadi bumbu yang harusnya lucu, seperti uang membeli tiket yang harus pinjam kantor, hingga Lupus harus kerja sampingan di bengkel kakaknya Boim yang ternyata ada malingnya, hingga groginya Lupus sebelum wawancara dengan Nick Rhodes. Sayangnya, saya sudah ngga menganggap banyolan Lupus ini lucu. :(

Kisah kedua berjudul Interview with the Nyamuk. Dengan ilustrasi mirip drakula, saya berpikir, apakah kisahnya akan sedikit horor? Ternyata....

Rabu, 28 Mei 2014

Wishful Wednesday #32




Ahaaiii.... Kelas Rabu pagi usai sudah. Bakalan rajin lagi ini ikut jamaah WW tiap Rabu hahaha... insya Allah…

Oke, setelah lama vakum di dunia per-WW-an, saya jadi punya beberapa buku incaran. Dan herannya, semuanya buku children literature... Ah, masa kecil saya hanya kenyang Bobo, Ananda dan HC. Anderson aja (buku2 ini belum terbit kaleeee....:))

#20 Murjangkung cinta yang Dungu dan Hantu-Hantu by A. S. Laksana





Paperback 214 pages
Published 2013 by GagasMedia
Rating 3/5

Absurd. Yang kedua absurd. Dan seterusnya.... 

Ini adalah kumpulan cerpen kedua yang mengusung keabsurdan setelah SKTLA nya Maggie Tiojakin. Dan apa yang tertinggal setelah cerpen terakhir ditutup? Lega. Kenapa lega? Well, karena saya akhirnya kelar juga membaca novel nominasi KLA 2013 ini tanpa saya skip hahaha. Setelah lega, tentu saja merasa absurd, seperti rasa di semua cerpen disini :D

Terdiri dari 20 cerpen yang kesemuanya sudah pernah dipublikasikan di harian kota. Tak satupun cerpen pernah saya baca di salah satu harian yang disebutkan di akhir halaman buku ini. Di salah satu harian, saya tahu bahwa harian ini selalu mempublikasikan cerpen dengan keabsurdan tingkat tinggi dengan ilustrasi yang tak kalah absurdnya. Jadi, saya sudah menyiapkan hati bakal mengalami perjalanan kisah-kisah yang panjang dan belum tentu akan saya pahami.

Cerpen pertama dibuka oleh Bagaimana Murjangkung Mendirikan Satu Kota dan Mati Sakit Perut. Melihat judulnya saja saya sudah sakit perut. Kisah tentang Tuan Mur yang berhasil menaklukkan sebuah kota dan menguasainya terasa seperti sebuah sindiran atas sebuah kota / negara yang lengkap dengan para pengkhianat dan mereka yang lemah akal hingga menyerah pada kekuatan lawan hingga mengharapkan kekalahan Tuannya sendiri. 

Kesembilanbelas cerpen lainnya tak berbeda jauh dengan cerpen pertama. Semua terasa seperti membaca kritik sosial yang disampaikan secara absurd, satir namun kocak. Dari sekian cerpen, yang membuat saya cukup berkerut adalah cerpen Kuda. Bukannya ini yang paling absurd melainkan cerpen inilah yang terasa 'normal' dengan alur dan ending yang saya harapkan melenceng dari nalar saya, namun ternyata saya salah. Bukannya senang, saya justru merasa heran dengan cepatnya saya menangkap ide cerita dan menebak ending cerita. Namun tetap saja, seperti yang lainnya, cerpen ini penuh dengan diksi yang bagus, penuh metafora yang indah.

Ia merasakan semak-semak tumbuh di dadanya, ia merasakan rumput-rumput liar dan tanaman berduri menyakiti jantungnya. Mestinya ia keluar dari ruangan itu sebelum dada dan jantungnya koyak-moyak oleh ilalang dan duri-duri yang meliar di dadanya. (hal. 197)


Selama membaca, saya sesekali tergelak dengan percampuran antara kisah-kisah yang populer dalam dongeng, kisah Nabi-Nabi hingga sejarah politik sampai mitos-mitos yang berkembang di satu daerah. Kisah cinta disini pun disampaikan secara liris nan tragis. Saya malah tak berharap banyak akan menemukan kisah cinta dalam kumpulan cerpen ini. Namun ternyata si penulis tetap memasukkan kisah cinta non romantis disini. Alit, si pesulap yang tiba-tiba merasa dirinya tak lagi berbakat hingga memutuskan menjadi pawang hujan demi melindungi gadis yang ia cintai terbebas dari guyuran hujan. Kisah cinta orangtua juga tersaji disini dengan bumbu gender serta dongeng daerah Sangkuriang. Seto, nama yang beberapa kali muncul di beberapa cerpen, harus menerima mempunyai dua orang ibu dengan ayah yang menjadi ibu. 

Meski saling tak berhubungan satu sama lain, seperti yang saya katakan, beberapa cerpen dengan nama yang sama, mempunyai keterkaitan secara tidak langsung, dengan alur waktu yang saya sendiri bingung. Di satu cerpen dikisahkan Seto mempunyai keluarga, di kisah lainnya, Seto adalah seorang anak dengan dua ibu, dan Seto yang lahir dari rahim pembantu, putra haram majikan yang sekaligus cucu ibunya. Duh.... :/

Overall, meski absurd tingkat 9, saya tetap menikmati kisah -kisah yang tersaji disini. Diksi yang keren itu yang mungkin membuat saya betah berlama-lama membaca, serta menebak-nebak akan bagaimana ending kisah ini dan itu. Tak jarang saya terpekik dengan ending yang tak terduga sambil ngakak tiada henti. Saya bisa mengatakan ini perkenalan saya dengan A. S. Laksono yang ingin saya lanjutkan ke buku berikutnya atau sebelumnya. Oya, si penulis yang ternyata berasal dari Semarang, yang ternyata adalah teman SMA kakak saya, yang dulu dikenal dengan nama panggilan Sulak karena nama belakangnya Sulaksono, ternyata juga anak dari teman pengajian ibu saya di kampung #gapentingbanget... :D :D . Tak heran ada sebuah deskripsi detil dari kota kelahiran saya ini, terselip di salah satu cerpennya.


Kau tahu, tidak setiap kota memiliki bukit dan pantai dan Semarang memiliki keduanya, namun ia berkembang menjadi kota yang tidak bagus dan gampang terendam. Ia terendam oleh banjir di musim hujan, terbenam oleh rob di musim kemarau, dan tenggelam oleh poster-poster dan spanduk-spanduk di musim kampanye. Dulu ia pernah karam secara menyedihkan ketika seluruh pokok tanaman di tepi jalan dan pagar rumah harus dicat warna kuning. (hal. 122)
 Tentang Penulis:

AS Laksana (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 25 Desember 1968) adalah seorang sastrawan, pengarang, kritikus sastra, dan wartawan Indonesia yang dikenal aktif menulis cerita pendek di berbagai media cetak nasional di Indonesia. Ia belajar Bahasa Indonesia di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Semarang (kini Universitas Negeri Semarang) dan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Dia juga menjadi salah satu pendiri majalah Gorong Gorong Budaya.

Laksana pernah menjadi wartawan Detik, Detak, Tabloid Investigasi, dan kemudian mendirikan dan jadi pengajar sekolah penulisan kreatif Jakarta School. Kini dia aktif di bidang penerbitan.

Kumpulan cerita pendeknya, Bidadari yang Mengembara, dipilih oleh Majalah Tempo sebagai buku sastra terbaik 2004.

Postingan ini saya sertakan dalam posting bareng BBI bulan Mei 2014 dengan tema KHATULISTIWA LITERARY AWARD 

Minggu, 25 Mei 2014

#19 The Miraculous Journey of Edward Tulane by Kate DiCamillo




EBook, epub format 82 pages
Published February 14, 2006
Rating 4/5
How many times have you loved and been loved by someone? Are you tired of being loved and giving up loving? Don't be...

This is a story about love and journey of Edward Tulane. Edward is a china rabbit wearing suit silk, custom shoes fashioned from the finest leather. Almost all parts of his body are made of china. He has a mistress who loves him unconditionally, Abilene, unfortunately, Edward doesn't love her as much as Abilene does. Abilene always talks to him like a human, she even asks her father to repeat what he says to Edward just in case Edward doesn't listen to him. He gets his own bed and chair in dining table. But, one day, a disaster separates Edward from Abilene.

Kamis, 15 Mei 2014

#18 Traveler's Tale: Belok kanan: Barcelona




Penulis: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, Ninit Yunita
Published 2007 by GagasMedia
Rating 3/5

What do you expect from a traveling? Do you want to buy things (shopping) or buy experience?
Sebagai pelancong pas-pasan, saya pilih yang kedua :D

Syahdan, ada 4 sekawan yang bersahabat mulai mereka SMP hingga mereka terpencar jarak ribuan kilometer meniti karier masing-masing. Sebut saja mereka Francis, Jusuf alias Ucup, Retno dan Farah. Meski berjarak, mereka tetap menjalin chat mereka lewat email. Satu hari, mereka terkejut dengan satu surat undangan pernikahan elektronik yang dikirimkan oleh Francis. Dia bakal menyunting gadis Catalan, Inez di Barcelona. Undangan ini sekaligus sebagai undangan kumpul-kumpul para sahabat untuk reuni.

Namun bagi para sahabat, undangan ini menjadi semacam perjalanan lorong waktu akan masa lalu dimana dan kapan mereka pertama bertemu dan memulai perasaan istimewa tanpa terungkapkan. Darah memendam rasa sayang pada Francis, Ucup setengah tergila-gila pada Farah yang matanya hanya memandang Francis (dia hanya sebagai curhat tempat sampah), Francis ditolak dua kali oleh Retno karena berbeda keyakinan. Kisah cinta bersegi-segi tidak kalah dengan romansa KDrama hahaha...

Kamis, 01 Mei 2014

#17 Slammed (Cinta Terlarang) by Colleen Hoover




Paperback 336 pages
Alih bahasa: Shandy Tan
Published April 2012 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 3/5

Hidup Layken Cohen, menjelang 18 tahun, tak sama lagi begitu ayahnya meninggal karena serangan jantung. Semakin buruk dengan pindahnya dia dan keluarganya ke Ypisilanti, Michigan. Lake, panggilan keluarganya, harus meninggalkan Texas, kota tercintanya dan rumah kenangan bersama ayahnya. Mood Lake berubah seketika ketika ia bertemu dengan Will Cooper, tetangga seberang rumahnya. Will dan adiknya, Coulder, langsung akrab dengan keluarga Lake.

Lake dan Will saling tertarik di hari pertama mereka bertemu. Begitu juga dengan adik-adik mereka, Kel--adik Lake dan Coulder yang sama -sama berusia 9 tahun. Sayangnya, Will-Lake tak bisa melanjutkan perasaan mereka karena ternyata Will adalah guru kontrak di sekolah Lake, dan Lake, tentu saja adalah muridnya. Cinta antar tetangga seberang rumah tiba-tiba berubah menjadi cinta terlarang guru-murid. Will, dengan latar belakang keluarga yang cukup kompleks tak mungkin melepaskan pekerjaannya demi Lake. Sementara itu, Lake kembali dihadapkan dengan kenyataan pahit ketika tau ibunya mengidap kanker paru-paru stadium empat. 

Membaca buku ini serasa melepaskan ketegangan seusai dua buku sebelumnya yang menjadi tema posting bareng. Ringan, lucu tapi cukup menyentuh. Sayangnya, saya kurang menyukai karakter Lake dan Will yang suka berubah -ubah. Satu menit sayang, menit berikutnya menyesal. Fuuhh, capek deh dengan hubungan macam gini. Meski di bagian akhir, Lake menjadi lebih dewasa, tapi tetap saja mengganggu mood baca. Demikian juga dengan Will, satu detik dia lovable, detik berikutnya menjadi jerk. Huh! Sengaja kali ya Colleen menulis karakter macam begini. :D Yang justru saya suka disini adalah Eddie, sahabat baru Lake dengan latar belakang yang fantastis; dia berasal dari berbagai macam keluarga angkat hingga ia mempunyai 29 saudara dan entah berapa orangtua. Tak heran, ia mempunyai karakter yang unik yang sangat mencuri perhatian saya. Yang membuat saya tersentuh dan sedikit berkaca-kaca juga justru pada hubungan Eddie-Joel, ayah angkatnya, bukan pada hubungan gak jelas Lake-Will atau Lake-ibunya yang tengah sekarat.