Senin, 29 Desember 2014

(Event) Secret Santa Riddle 2014


Yeaaayy…. Akhirnya tiba juga saat posting riddle dari my kind Santa

Saya sempet berdebar-debar dan menduga-duga buku apa yang saya dapat untuk Secret Santa tahun ini. Well, dari sekian buku yang saya pajang di postingan ini, semuanya saya idamkan. Sempet juga ge-er bakal dapat Simple Miracle –nya Ayu Utami, dengan membayangkan sang Santa salah satu pengunjung IRF kemarin, dan mendapatkan tanda tangan Ayu Utami karena penulis Sang Parasit Lajang ini kemarin hadir di IRF. Eh, sehari setelah saya pulang dari IRF, kado dari Santa datang. Hahahaha… impian saya pun buyaaarr… Tapi, tetep saja excited dapat kado dari Santa, Blood of Olympus, seri terakhir Heroes of Olympus. Saya sudah kebelet membaca seri terakhir ini gara-gara spoiler ngga jelas dari dua teman Joglosemar (untung spoilernya ngga jelas hahahaha)…

Ttt..tapii… di dalam bungkus kado, saya menemukan riddle Santa yang….aaarrghhh…. pendeek banget dan clue-nya Cuma se….kuku ponakan bayi saya… duuuhhh…. Ada riddle yang lebih panjang ngga siihhh? Yang lebih jelas merujuk ke satu peserta SS ini? Hiks..hiks…

Ini dia kado dan riddle dari Santa


Kalo kurang jelas riddlenya, saya tulis ulang disini ya

On January 5th
Look at the sky
You will find the answers

The end… sudah? Segitu ajaaa? Garuk garuk….

Yah, ada apa dengan tanggal 5 January? Apakah ultahnya? Apakah ultah blognya? Apakah itu berhubungan dengan bergabungnya dengan BBI? Atau….. adduuhhh… saya mesti ndongak ke langit buat nyari jawabannya niihh… #pijetinleher..

Oke, Santa, thank you banget sudah ngasih kado Blood of Olympus yaaa… sudah ngga sabar baca bukunyaaaa….Saya kudu nyari wangsit dulu buat tahu siapa si Santa yang sangaaattt misterius inih... Yang tahu dikit2, boleh lo japri ke saya buat ngasih contekan hihihi.... 


#46 The Curious Case of Benjamin Button by Scott Fitzgerald



Paperback 92 pages
Published by BukuKatta
Rating 2,5/5

Sensasi membaca buku setelah menonton filmnya itu memang beda. Ada yang terasa bukunya lebih hilarious, ada juga sebaliknya, terasa monoton. Parahnya si aktor ganteng dan cantik membayangi sepanjang proses baca.

Tahun 1860, lahirlah bayi dari keluarga Button. Si ayah, Roger Button, adalah orang sangat terpandang secara sosial dan ekonomi di Baltimore. Tentu saja kelahiran bayi ini menjadi berita utama yang sangat diharapkan masyarakat. Sayangnya, si bayi lahir tidak seperti yang diharapkan orangtuanya. Ada yang aneh pada Button junior dari wajah hingga tubuhnya. Benjamin, nama si bayi, lahir dengan wajah renta dan tubuh bongkok layaknya orangtua berusia 60-70 tahun. Dan ajaibnya, si bayi langsung bisa berteriak minta ini dan itu.

Roger Button tak bisa menyembunyikan Benjamin. Maka sangat aneh ketika mereka tampil di muka umum, mana si ayah dan mana si anak. Masalah mulai timbul ketika Benjamin memasuki usia sekolah umumnya dihitung dari tahun kelahirannya. Wajah dan tubuhnya, serta pikirannya tidak seperti anak seusianya. Penolakan sekolah harus dialami Benjamin, tapi tidak di kehidupan bercintanya. Dia berhasil meminang gadis tercantik di Baltimore, Hildegarde Moncrief, ketika ia berusia 50 tahun.

Keanehan lain terus mewarnai kehidupan Benjamin. Semakin tahun, semakin muda parasnya, semakin kuat tubuhnya, semakin gila ia bekerja. Kebingungan antara mana si ayah dan mana si anak, kembali terulang dengan lahirnya Roscoe yang lahir normal. Pergolakan ekonomi dan politik mengalihkan perhatian Benjamin dari kehidupan cintanya yang mulai timpang seiring bertambahnya umur pasangan ini. Tahun demi tahun berlalu dengan kesuksesan dan kemunduran bagi Benjamin Button.

Selasa, 23 Desember 2014

#45 Click by Nick Hornby, Eoin Colfer, etc


Paperback 228 pages
Published September 2012 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Jia Effendi
Rating 4,5/5

Kamera. Klik. Klik. Klik. Berjuta kisah. Haru dan bahagia.

George Keane adalah pusat dari seluruh kisah Klik ini. Setelah kepergiannya, ada banyak cara untuk tetap menghidupkannya layaknya anggota The Beatles atau aktor-aktris yang sudah almarhum. Warisannya cukup simple bagi dua cucunya, Jason dan Maggie, yaitu kamera.tua dan kotak berisi kotak-kotak yang didalamnya terdapat tujuh kerang dari jenis yang berbeda. 'Lemparkan kembali kerangnya' adalah pesan terakhir Gee, panggilan akrab si kakek, untuk Maggie.

Usai membaca kisah pertama ini, saya berpikir bakal menemukan petualangan Maggie ke tujuh samudra/ laut yang berbeda. Seru, pikir saya. Ternyata saya salah...

Kisah kedua menceritakan tentang Annie, gadis setengah ikan duyung, yang Gee temui di sebuah tempat eksotis. Saya tak menyangka bakal menemukan Gee dalam kisah, dan bukan Gee yang dikisahkan oleh sang cucu. Petualangan Gee melanglang dunia diceritakan dalam alur maju mundur, baik yang ia ceritakan sendiri, atau dikisahkan seseorang yang mengenal Gee. Lev, penghuni penjara termuda, mempunyai kenangan tak terbatas akan Gee. Demikian juga dengan Vincent atau Vinnie. Ramalan sang nenek tentang cucu bernama Jason dan Maggie disebutkan bahkan sebelum Gee menikah! Tak jarang, kenangan akan Gee ini hanya berupa benda yang ia wariskan pada sang cucu. Kamera bagi Jason, sebelumnya adalah aset yang akan membawanya ke ayah kandungnya, tapi surat dari Gee justru membuyarkan keinginannya. Sayangnya, misteri tentang wanita lain yang kemungkinan mewarnai kehidupan Gee di belahan Eropa, tak mendapat porsi di seluruh cerita Klik ini. (Atau saya aja yang sotoy ga ngerti ending di kisah itu ya?)

Sabtu, 20 Desember 2014

#44 Magician's elephant by Kate DiCamillo



 
Paperback 148 pages
Published September 2009 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Dini Pandia
Rating 3/5

Do you believe in magic? Do you believe that magic will lead you to your true path? What if it's true? What if it's wrong? What if...

Berawal dari satu florit dan hidup Peter, bocah yatim piatu itu berubah. Satu florit yang seharusnya ia berikan pada penjual roti dan ikan, berakhir di meja peramal. Si peramal hanya mengatakan bahwa adiknya masih hidup dan gajah akan datang bersamanya. Gajah? Di pasar malam itu bahkan tak ada gajah. Bagaimana itu mungkin?

Peter kecil tinggal di kota Baltese, di apartemen Polonaise bersama seorang veteran perang yang kurang waras, Vilna Lutz. Suatu hari, sang gajah yang disebut sang peramal datang, datang dengan cara yang tidak biasa tapi cukup mengesankan. Sang gajah datang dari rapalan mantra hebat seorang penyihir di sebuah pertunjukan. Kedatangan gajah ini selain menuai kehebohan juga menuai celaka bagi Madam LaVaughn yang kakinya tertimpa gajah. Karena ini, si penyihir dan gajah harus mendekam di penjara.

Kamis, 11 Desember 2014

#43 Pangeran nan Bahagia by Oscar Wilde


Paperback 114 pages
Published Agustus 2010 by PORTICO Publishing
Penerjemah Ratna Setyaningsih
Rating 3/5

Buku tipis ini terdiri dari 5 kisah pendek. Dimulai dari Pangeran nan Bahagia. Kisah ini entah mengapa sedikit nostalgic buat saya. Apakah saya pernah membacanya di suatu tempat? Mungkin saja karena buku ini termasuk kisah klasik yang bisa jadi diceritakan ulang berkali kali dengan versi yang sedikit berbeda.

Berkisah tentang patung pangeran yang indah nan kemilau. Semasa hidupnya (sebelum si pangeran diabadikan sebagai patung), sang pangeran sangat sangat bahagia hingga tak pernah melihat keprihatinan rakyatnya. Setelah menjadi patung dan diletakkan di tempat tertinggi kota, si pangeran akhirnya melihat kenyataan yang berbeda dari dalam tembok istana. Berteman dengan burung layang-layang, sang pangeran menebus apa yang seharusnya ia lakukan semasa hidupnya

Kisah kedua adalah Kisah Burung Bulbul dan Mawar Merah. Seorang pelajar muda jatuh cinta pada seorang gadis yang hanya akan bersedia berdansa dengan seorang pemuda yang membawa mawar merah. Cuaca saat itu hanya mampu menumbuhkan mawar putih. Butuh pengorbanan seekor burung Bulbul untuk sebuah mawar merah. Hiksss.... Sediiiih...

#42 Because of Winn-Dixie by Kate DiCamillo


Paperback 182 pages
Published September 2000 by Scholastic
Rating 3,5/5


Pernah merasakan manis sedihnya kehidupan? I think everyone has experienced it.


India Opal Buloni, 10 tahun, merasa kesepian setelah kepindahannya di Naomi. Kerinduannya pada sang mama yang meninggalkannya sejak ia berusia 3 tahun, semakin menjadi. Suatu hari, di tengah kesibukannya belanja di sebuah mini market bernama Winn-Dixie, ia bertemu dengan Winn-Dixie, seekor anjing gelandangan yang tiba-tiba mendapat nama yang sama dengan mini market dimana ia ditemukan. Ayahnya, pendeta daerah setempat juga langsung jatuh hati pada anjing yang suka meringis-meringis ini :D