Senin, 20 Juli 2015

Diva Vol 3 & 4 by Hiromu Ono





Paperback
Alih Bahasa: Patsiana T. Sofyan
Published 2011 by Elex Media Komputindo
Rating 3/5

Di volume sebelumnya, Lima akhirnya menyerah meneruskan bermain biola karena kecelakaan yang ia alami, dan akhirnya memutuskan belajar bernyanyi opera, seperti Fiona, ibunya.

Dengan bantuan Carlos, mantan penyanyi opera yang terbuang, akhirnya Lima pergi ke Italia untuk belajar opera. Disana, ia tinggal bersama Ibu Flenny, semacam ibu kos yang merangkap sebagai guru penyanyi opera bagi Lima selama di rumah. Sementara ia sendiri secara resmi menjadi murid Roma-Greco Music Academy. Selama tinggal di Italia, Lima bekerja paruh waktu di sebuah opera kecil-kecilan sekedar mencari pengalaman. Suatu hari, sebuah peran penting nyaris jatuh padanya ketika sahabatnya Alicia yang mempunyai peran pentin di sebuah lakon opera tiba-tiba sakit, dan kebetulan ia hafal semua bagian peran Alicia. Sayangnya, jenis suara Lima bukan termasuk dalam kategori yang ‘dibutuhkan’ dalam peran utama opera. Opera lebih memilih jenis suara dramatic sopra, sementara jenis suara Lima adalah lyric soprano. Kenyataan ini member pengaruh mendalam pada diri Lima. Rendah diri dan kurang percaya diri, apalagi dengan kesuksesan yang mulai diraih Rudy, pacar jarak jauhnya yang mulai mengadakan recital biola sendiri. 

Masalah utama Lima tidak berhenti pada ketidakpercayaan dirinya, tapi juga masalah bapak asuhnya, Carlos Tivaldi yang tiba-tiba menghilang secara misterius. Kabar terakhir mengatakan bahwa ia berada di Napoli. Sangat pedulia pada si bapak asuh yang setia mengirim uang bulanan, Lima berangkat ke Napoli. Disana ia menemukan Carlos yang berbeda 180 derajat dari yang pernah ia temui dulu, Carlos yang memberi semangat pada Lima untuk belajar opera….


Di volume ke 4, setelah drama yang ditimbukan paman Carlos, bapak asuh Lima, akhirnya Lima berangkat ke Milano, atas undangan kondutor kenamaan Helmut Neumann. Oya, konduktor ini secara tak sengaja menemukan Lima pada waktu Lima menarkan diri mengisi peran yang ditnggalkan sahabatnya dulu, Alicia. Rupanya sang maestro ini kepincut dengan Lima. Namun rupanya Lima harus menelan pil pahit lagi, karena sang maestro ternyata tidak melulu naksir dengan suaranya, tapi factor mengapa ia mengajak Lima untuk belajar padanya adalah factor Fiona. Yup, ibunya yang penyanyi opera yang kondang itu. Selamanya, Lima ngga akan rela dipadankan dengan ibunya. Namun, tetap saja takdir membawanya ke arah ibunya. Suaranya yang kurang berkembang, dan percaya diri yang rendah, tiba-tiba Lima diberi kesempatan menjadi pemeran utama dalam opera Princess Camellia, sebuah peran yang sebelumnya kondang dengan nama ibunya. Nah, mampukah Lima mengatasi masalah pribadinya?oya, di volume 4 ini mulai terlihat sisi romens yang cukup pelik antara Lima-Rudy, Lima-Christoph, salah satu murid Neumann juga, Christoph-Carmen, Rudy-julia. Entah cinta segi berapa ini ya? Tapi yang menyenangkan, mereka saling bersaing mendapatkan cinta masing-masing secara fair. Hati Lima tetap pada Rudy meski jarak memisahlan mereka, demikian juga sebaliknya. Namun kenyataan lain cukup menampar Lima tentang kemampuan Rudy yang tak berkembang. Dia harus memilih, tetap bersama Rudy atau membuirkan Rudy pergi dan melihatnya berkembang tanpa dirinya…

Well, seperti yang saya bilang di review sebelumnya, ini adalah pertemuan saya yang pertama dengan komik berseri, maka tak heran kalo ada beberapa hal yang mebuat saya terkezuut. Yang jelas membuat saya kaget adalah kenyataan bahwa komik ini hanya bisa dibaca untuk anak-anak usia minimal 17 tahun ke atas. Meski tidak vulgar, tapi hubungan Lima-Rudy ternyata cukup jauh dengan scenes mereka di temnpat tidur dengan pakaian dalam yang menempel. Posisi mereka masih tergolong aman sih, tapi siapa saja bahwa mereka sudah melakukan itu. Hahahaha… saya aja yang agak katrok ya. Selama ini menganggap komik bacaan anak-anak, sementara yang berkembang di luar sana, komik sudah banyak yang berlabel anak-anak, Remajaa, atau bahkan dewasa. Usia Lima juga terus bertambah di setiap volumenya. Tapi sayang, terkadang saya kurang menangkap perbedaan usia Lima di beberapa gambar. Dia memang mungil, tapi kekanakannya masih membuat saya berpikir bahwa ia adalah Lima 13 tahun. Hehehe…

Overall, sedikit menyesal, kenapa ya komik ini tidak ada versi animenya? Saya sempet ge-er bakal menemukan versi at least anime-nya di youtube, karena penasaran dengan lakon Princess of Camellia. Sayangnya, tidak adaaaaa…. Huhuhu… bravo deh dengan penulisnya yang tidak hanya menyuguhkan kisah para karakter di komiknya, tapi juga sekaligus kisah di dalam lakon operanya, sekaligus syair yang dinyanyikan para penyanyinya… Sughooiii….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar