Kamis, 05 November 2015

LAPORAN PANDANGAN MATA KOPDAR: LUNCH WITH TSUGAEDA




Setelah berkali-kali saling nanya di grup Whatsapp Goodreads Semarang tentang kapan para anggota baca buku yang doyan kuliner ini, akhirnya memutuskan tanggal 1 November 2015 sebagai hari H kopdar dengan penulis buku Rencana Besar dan Sudut Mati ini. Ssstttt… ini yang pertama lo buat kita bikin acara kopdar semacam Meet and Greet dengan penulis.

Sesuai dengan kesepakatan, jam 10.30, segelintir anggota sudah datang ke venue yang ditentukan, Lombok Idjo. Tapi seperti biasa, gelintir besar lainnya moloorrr. Saya sendiri tiba di tempat pukul 10.40, dan hanya menemui Tezar, yang kelihatan bingung sendiri karena kikuk menghadapi dua tamu yang sudah lebih dulu datang hahahaha.. Saya sendiri masih menunggu seorang teman kerja saya yang ternyata tanpa paksaan mau ikut bergabung acara ini.

Setelah heboh sendiri dengan anggota yang datang, saya dan teman2 yang lain mulai memasuki ruang khusus ber-AC yang sudah di booking beberapa hari sebelumnya. Mas Ade alias Tsugaeda, si penulis dan mas Editor Bentang Pustaka yang dipanggil Opan memperkenalkan diri. Saya duduk bersebarangan dengan mas Ade, tapi, eh, kok bingung ya mau ngomong apa hihihihi… Padahal saya sudah bela-belain menyelesaikan membaca Rencana Besar demi ngga songong-songong amat pas mengajukan pertanyaan nanti wkwkwkwk..

Mas Ade Tsugaeda

Akhirnya semua anggota Goodreads Semarang lumayan komplit. Mas Ade mulai membuka acara dengan memperkenalkan diri (ternyata nama penulisnya yang terdengar mirip orang Jepang ini diambil dari bahasa walikan khas Malang. Jadi silakan dibalik saja namanya ya, temans ;)), menceritakan latar belakang passion-nya menulis genre yang kurang popular di Indonesia, yaitu thriller, dan bagaimana ia mendapatkan ide cerita. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain adalah berapa lama proses penulisan berlangsung, apakah si penulis mengarah pada target pembaca tertentu yang selama ini membaca buku-buku thriller terjemahan atau non terjemahan macam James Patterson atau Toni Morrison atau penulis lainnya. Pertanyaan lain yang ditujukan ke mas Editor antara lain pertimbangan dalam mempublikasikan sebuah buku, apalagi saat ini tengah popular cerita yang selama ini beredar di media online macam Wattpad. Menurutnya, sebuah tulisan yang sudah beredar di media online bisa saja dipublikasikan dengan catatan banyak pembaca, review yang bagus dan beberapa pertimbangan lain. Ketika proses publikasi ini berlanjut, si penulis cerita di Wattpad bisa menghentikan tulisannya, demi penjualan bukunya secara paperback (apa nih istilahnya? :D)


Seusai tanya jawab, tiba giliran kita para anggota mendapat nomor undian doorprize dengan nomor urut macam nomor punggung narapidana hahaha… Thanks to ka Cindy yang sudah repot mengarang nomor sekaligus mencetak dan memotong-motong kertas doorprize #penting. Sayangnya, kita belum langsung bisa mendapatkan hadiah doorprize karena perut sudah mulai keruyukan. Yah, dagdigdug doorprize: TO BE CONTINUED!

Itadakimasuuuu

Pesanan mulai datang, dan kita pun asik menyendok, mengunyah, menggigit, membersihkan gigi dari slilit hahaha… Sesekali pertanyaan yang diajukan ke mas penulis dan mas editor masih berlanjut. Daann… kini tibalah saatnya undian DOORPRIZENYAAA!!! 

Dari sekitar 20 peserta yang datang, satu teman yang mengundurkan diri lebih dahulu, otomatis kartu undiannya menjadi hak milik teman yang lain. Saya mulai gusar. Jelalatan sana sini, siap menerkam kartu undian yang nganggur *iya, saya lebay* #abaikan… Ada 5 hadiah yang bakal dibagikan. Wooooww…. Saya HARUS DAPAT AT LEAST SATU! Dan ternyata, saudara-saudara, dengan jerit tertahan, NOMOR SAYA KELUAR!!! Terima kasih, Tuhan, terima kasih mas Ade, terima kasih, terima kasih Bentang Pustaka, Lombok Id… Tidak berhenti disitu, satu nomor lain yang saya dapatkan dari rampasan seorang teman, ternyata juga BERUNTUNG!! Mwahahahaha… untung saya datang bersama ponakan saya tercinta hingga ia bisa menutupi kemaruknya saya dari hadiah door prize bwahahahaha… Usai pembagian doorprize, yang menyisakan kebahagiaan buat saya dan kepahitan buat teman saya yang sudah mengumpulkan EMPAT KARTU UNDIAN TERNYATA BERAKHIR PILU!! kita berfoto bersama. Ahzeeekkk… indahnya hari Minggu ini…

 
 Wajah-wajah sumringah pemenang door prize :D

Terakhir, terima kasih saya, sebagai anggota Goodreads Semarang kepada mas Ade, Mas Opan dan dua mbak, Mbak Neng dan satunya, maap, lupa :D. juga terima kasih buat mas Tezar yang sudah menjadi penyambung lidah antara kita dan mas Ade hingga terwujudnya acara ini, dan ka Cindy akan kiriman gambar Taker….errr…salah, atas kartu undiannya, Iesha dengan snack-nya yang spektakulerdan bikin waiter setempat plirak plirik (sayang, ngga sempet bawa pulang kismisnyaaaaaa), dan tentu foto-foto kerennyaaaa… Dan teman-teman semua yang sudah hadir dan menerima kenyataan belum beruntung mendapatkan door prize… #lirikIka… Semoga lain kali bisa mendatangkan penulis lain di acara kopdar seru lainnya.  Saya mau AGUSTINUS WIBOWOOOO… 


4 komentar:

  1. Ih seruuuu, sayang anggota Goodreads Solo yang aktif sedikit sekali, pingin juga ngadain acara seperti ini. Bwahahaaha siapa itu yang maruk ambil empat nomor tapi gatot? XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tau sendiri lah, Lis, kan sudah ada hashtagnya :D

      Hapus