Senin, 14 Desember 2015

Where the Mountain Meets The Moon by Garce Lin


Paperback 261 pages
Published November 2010 by Penerbit Atria
Rating 4/5

Suka dengan dongeng sebelum tidur? Dongeng yang tidak hanya bercerita tentang putri-putri canfik miskin atau putri malang yang menanti kehadiran pangeran untuk membebaskan dari kemalangan? Nah, buku ini untukmu :D

Dikisahkan, Minli, gadis 10 tahun,  hidup bersama kedua orangtuanya di desa Nirbuah. Namanya saja diawali dengan Nir, maka nol jugalah buah atau apapun yang ada di desa itu. Minli hidup bersama Ba yang suka sekali mengisahkan cerita-cerita jaman dahulu, dan Ma yang sering kali uring-uringan dengan kondisi miskin desanya. Satu hari, Minli membelanjakan uang peraknya bukan untuk sesuatu yang berguna, melainkan untuk membeli ikan mas. Maka marahlah Ma. Sekedar memberi makan keluarga saja mereka kekurangan,  kenapa harus memberi makan satu mulut lagi?

Dengan sedih, Minli melepaskan si ikan mas di sungai. Namun ternyata, ikan mas ini adalah ikan ajaib yang bisa berbicara dan memberi petunjuk kemana Minli harus pergi untuk memperbaiki kehidupan di desanya. Cocok dengan yang sering dikisahkan Ba pada dirinya, Minli mengikuti petunjuk ikan mas, mencari Kakek Rembulan yang memiliki buku tentang rahasia kehidupan semua manusia. Berbekal tekad kuat, Minli pergi meninggalkan desa Nirbuah, kedua orangtuanya dan warga desanya.


Dalam perjalanan, Minli bertemu dengan seekor Naga yang tak bisa terbang dan tidak memiliki masa lalu, apalagi keluarga. Maka berbondonglah mereka menuju Kakek Rembulan untuk menanyakan perihal Naga. Petualangan seru mereka pun dimulai. 

Selama perjalanan,  mereka bertemu banyak orang, termasuk raja, yang memberi petunjuk lain menuju Kakek Rembulan. Selain itu, mereka juga bertemu dengan Harimau Hijau yang konon merupakan jelmaan hakim yang selama ini ada dslam dongeng-dongeng yang dikisahkan Ba pada Minli. Jadi mikir, apakah dongeng-dongeng yang dikisahkan Ba itu bukan dongeng,  melainkan kisah nyata yang sudah berlalu lama sekali? Entahlah. Singkatnya,  Minli dan sang Naga akhirnya berhasil bertemu dengan Kakek Rembulan. Sayangnya, Minli hanya boleh menanyakan satu pertanyaan saja. Pertanyaan siapa yang akan ia pilih? Pertanyaan Naga, kenapa ia tak bisa terbang, atau pertanyaan tentang nasib desanya tercinta, Nirbuah, yang seperti terkena kutuk, kering sepanjang masa? Minli harus memilih....

Ini adalah termasuk buku yang tidak lama ngendon di lemari buku saya begitu berada di tangan saya. Rating tinggi di Goodreads,  dan gambar-gambar yang menawan di sepanjang buku membuat saya kepincut. Meski, yah, cukup banyak distraction selama membaca buku ini, membuat proses baca saya lamaaaa untuk buku lumayan tipis ini. Dongeng di dalam dongeng, begitu istilah saya,memuat banyak sekali kisah bijak di dalamnya. Kisah hakim yang tamak, yang gila hormat, hingga raja yang sederhana dan banyak kisah yang sarat nilai-nilai kebajikan dari Cina, membuat saya tidak bosan membacanya. Tidak melulu kisah perjalanan Minli dan Naga mencari Kakek Rembulan,  tapi juga dongeng-dongeng klasik lain yang mungkin populer di Cina. Hmmm... Adakah novel macam begini lagi dsri Grace Lin? Looking forward to it =)

Garis takdir menuju Kakek Rembulan


Kakek Rembulan

Nah tuh, gambarnya cantik=cantik kan ya? sukaa deh dengan illutrasinya. Sebelum membaca, biasanya saya liatin dulu gambarnya hahaha... Sekilas liat di Google, kok ada filmnya ya? Waaaa... Nanti deh saya update lagi kalo beneran ada :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar