Sabtu, 31 Januari 2015

OPINI BARENG: EKSPEKTASI




Setelah membaca-baca beberapa postingan tentang ‘EKSPEKTASI’ topic untuk Opini bareng bulan ini, saya jadi menyimpulkan bahwa topic ini bisa ditulis secara bebas. Jadi, saya juga mo nulis ekspektasi saya secara bebaaasss…

Sebagai pemvbaca buku yang sering terdiktrasi apa saja, bisa game, film, drama seri, atau bahkan jeng jeng entah kemana, saya jadi punya ekspektasi yang ngga terlalu muluk2 di tahun 2015 ini.

Well, tahun baru, saya buka dengan postingan tentang beberapa challenge yang harus ikuti, untuk memacu minat membaca saya yang mlempem tahun lalu. Meski saya menurunkan banyak sekali jumlah bacaan di tahun ini (di goodreads), tapi saya berharap itu bakal terpenuhi dengan buku2 timbunan yang sudah mulai bosan hanya duduk berdesakan dengan yang lain. Saya sempat membuat postingan khusus Personal Challenge disini, dan juga ikut projek Membaca Buku Cetak dan Babat Timbuna Joglosemar 2015. So far, progressnya sih lumayan. Hingga kini saya belum menyentuh ebook, tapi tetep nambah jumlah ebook di hard disk hahaha… #jewerrr..

Jumat, 30 Januari 2015

Blood of Olympus by Rick Riordan


Paperback 528 pages
Published November 2014 by Mizan Fantasi
Penerjemah: Reni Indardini
Rating: 4/5

Kebangkitan Dewi Bumi, Gaea, sudah ditetapkan tanggalnya.
Para monster dan dewa dewi minor serta berbagai makhluk sudah menyatakan berada di barisan Dewi Bumi.

Ketujuh Demigods dari dua kubu, Romawi dan Yunani, sedang menuju ke Perkemahan Blasteran untuk mencegah peperangan antara dua kubu mereka sendiri..

...dan mencegah kebangkitan Dewi Bumi, jika itu mungkin...
...sayangnya Dewi Bumi telah basah oleh darah dari satu demigod, dan mulai bergerak...

Oh, inilah keseruan di seri terakhir Heroes of Olympus. Perang di sana sini, perangkap di bumi dan di bawah laut disebar untuk mencegah para demigods sampai ke tujuan mereka. Semua mendapat tanggung jawab berat yang berakibat nyawa jika mereka tak beruntung. Para Dewa Dewi hanya bisa mendoakan (?) mereka. Well, para demigods ini selalu berdoa pada dewa ato dewi orangtua mereka. Nah, mereka berdoa pada siapa ya? #abaikan...

Dari ketujuh demigods itu, ada dua demigods lain yang mengemban tugas tak kalah penting, dan menurut saya, justru pada merekalah cerita ini bertumpu. Nico, si putra Hades dan Reyna si praetor Romawi. Bersama dengan pak Pelatih Hedge, mereka menggotong patung raksasa Athena Porthenos menuju tanah Yunani, sebagai lambang akhir permusuhan Yunani-Romawi. Perjalanan bayangan Nico (sedikit mengingatkan saya pada Apparate-Dissaparate Harry Potter) nyaris membuat Nico hilang nyawa. Reyna dan kisah keluarganya tak kalah dramatis. Yang mengejutkan sekaligus menggembirakan adalah perubahan karakter Nico yang semula menutup diri, mulai menerima orang lain hadir dalam kehidupannya. Reyna sangat berperan penting dalam perubahan ini, tentu saja. 

Percy dan Annabeth tidak terlalu mendapat porsi utama, berbeda dari sekuel sebelumnya, House of Hades. Para demigods lain pun, menurut saya, sama rata porsinya. Justru Nico-Reyna yang saya tunggu-tunggu kisahnya, dan juga Leo Valdez. Di awal-awal membaca, ketika saya mulai merasa garing, begitu muncul Leo, hilang sudah krik krik yang saya rasakan hahaha. Oya, OOT, Leo ini punya tas yang bisa diisi apa saja, tanpa kepenuhan. Tau sendiri kan, Leo sang mekanik ini selalu membawa perkakas dan barang ciptaannya yang hebat. Eh, kembali saya inget tas manik-maniknya Hermione Granger (uh..oh.. Saya memang ngga bisa move on dari Harry Potter. LOL)

Terus terang, saya sedikit kesulitan menulis review buku ini, bukan karena menghindari spoiler, melainkan menulis runtut garis besarnya. Point of view yang berubah-ubah dari sudut pandang para demigods ini membuat saya kesulitan menulisnya, belum lagi setting yang berubah-ubah tergantung point of view siapa yang sedang bercerita. Awalnya, saya juga dihinggapi kebosanan dan disorientasi tentang masa lalu demigods ini yang pernah mengalami ini itu, monster ini yang pernah bertemu dengan demigods yang itu, dan nama-nama tempat yang terasa familiar, tapi tetap berpikir, itu tempat apa ya? Hahaha... Seorang teman saya bilang, sudahlah, mbak, ga penting mengingat si monster. Ya iya sih. Tapi kepo tetep aja :D Meski seru, seruuu banget, saya merasa perang melawan Gaea seperti berlalu begitu saja. Tak ada ketegangan layaknya Harry Potter melawan Vol...Voldemort (OK, he's deceased anyway, so I can call his name). Argh, kenapa kembali membawa-bawa Si-Bocah-yang-Bertahan-Hidup lagi? Selain itu, sepertinya saya mau istirahat dulu dari mitologi Yunani Romawi dari kacamata Rick Riordan dulu. Saya merasa saya tak lagi bisa bertahan ketika membaca spin off Riordan, Demigods's Files. Mungkin saya sedang lelah #eh... Well, setidaknya, saya senang bergabung di Camp Half-Blood bersama fans Riordan lainnya, tapi jangan ajak saya ngobrol tentang buku-buku seri sebelumnya, saya sudah linglung. Hanya beberapa bagian saja yang saya ingat. Dan itu sangat kecil dibandingkan ketebalan bukunya :D Saya juga bahagia ending yang dramatis dari salah satu Demigod yang 'digosipkan' metong di akhir cerita. Awwww... Sweet bwangeeedd... Ajak aku ikut terbang bersama Fe....eh, nanti spoiler... Sudah ah...

So, who is my kind Santa who gave this novel? OK, let's find out...

Nah, sekarang saatnya membuka identitas my kind Santa. Oya, sekedar mengingatkan saja, buku ini adalah hadiah dari Santa saya dari event Secret Santa tahun lalu. Dari clue yang cuma seuprit itu, saya sempat bengong. Meneliti lagi siapa tau ada petunjuk lain dari kertas mungil yang tertulis puisi singkat dari Santa saya. Ternyata hanya itu... #sigh. Saya juga sudah bersiap-siap literally look up to the sky on January 5th. Sekedar mengingatkan, ini dia clue dari Santa saya


On January 5th
Look at the sky
You will find the answers
Untunglah, teman saya, si ahli metafisika (ngakak  kejungkel), dan ahli dalam kejawen, hitung-hitung tanggal, memberi bocoran yang bocorannya langsung tumpah ruah. Dia bilang, tanggal 5 Januari adalah tanggal 14 kalender Islam (Jawa), dan itu berarti saatnya muncul si cantik bulan ((PURNAMA)), nah, meluncurlah saya ke para peserta SS, mencari siapakah Santa bernama bulan Purnama ini? Ennnn....eng ing eeengggg .... Saya menemukan the one and only name with purnama on it:

ASRIANI PURNAMA

Setelah saya cocokkan dengan kocokan bandar SS, ada nama Santa saya ini dalamnya. Thanks a loottt buat yang sudah ngasih bocoran kocokan dan tentu saja si ahli hitung-hitungan tanggal #nomention

Thanks heaps for my kind Santa yang tahu yang saya mau, meski saya masukkan Blood of Olympus ini di akhir deadline posting SS wishlist. Ga sabar ikut SS lagi tahun ini...

Posting ini saya serta dalam posting bareng Januari BBI untuk kategori Secret Santa 2015 


Dari Balik Kegelapan by Michelle Hauf


Paperback 328 pages
Published Maret 2008 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Iiangliana
Rating 3/5

Setelah era Twilight series, baru sekarang saya kembali 'berkenalan' dengan vampir lagi. Kapan itu ya, rasanya sudah seabad lalu. Ah, vampir kah saya? #bangunwoy...

Michael Lynsay adalah penyanyi band terkenal, The Fallen, yang saat ini tengah meraih popularitas tertinggi. Dia sangat lelah di tengah hingar bingar kepopulerannya, hingga ia nyaris membuka jati diri sebenarnya di publik. Siapa si Michael ini? Hmmm, bisa ditebak, vampir. Dia pun menerima tawaran teman band-nya untuk tinggal di rumahnya di Minnesota.

Jane Renan, gadis cantik yang bekerja sebagai tukang jendela (mendesain sekaligus memasang jendela) tengah mendapat order bekerja di rumah besar tapi terpencil di Minnesota. Bisa ditebak, Jane bekerja di rumah dimana Michael akan mengasingkan diri. Cowok cewek bertemu, jatuh cinta, dan happily ever after. Hmmm, ga tepat gitu sih. Ceritanya jadi tidak segampang itu karena ternyata si Jane ini adalah penyihir pasif. Maksudnya adalah penyihir yang hanya punya darah penyihir tapi tidak bisa menyihir. Mirip-mirip dengan squib di dunia Harry Potter lah. Tapi Jane ini bisa hidup abadi, dengan satu syarat...

Rabu, 21 Januari 2015

(Master Post) Project Baca Buku Cetak 2015




Karena semakin menggunungnya, timbunan saya, dari yang terdata, dan yang belum terdata, maka saya memutuskan untuk ikut dalam Project Buku Cetak, project yang digagas oleh Ren di Ren’s Little Corner.

Syaratnya gampang. Ini dia:


1. Tentukan target baca buku cetak dalam setahun ini. Saya menargetkan membaca 100 buku dalam setahun, maka saya menargetkan 50% dari jumlah buku yang saya baca tahun ini dalam format paperback. Jadi saya akan baca sebanyak 50 buku cetak di tahun 2015 :D
2. Harus buku cetak dan ngga boleh e-book. Kan tujuan project ini buat ngehabisin timbunan paperbacknya XD. Genre dan jumlah halaman sih terserah teman - teman, baik fiksi ataupun nonfiksi, cerpen ataupun buku bantal, terjemahan maupun import. Gimana dengan komik? Karena komik masuk buku cetak juga (bukan yang dibaca online loh), maka boleh lho dimasukkan ke reading progress project ini. Asal jangan baca majalah atau tabloid ya :P
3. Tidak harus mereview buku - buku yang telah dibaca di blognya atau di akun Goodreads. Soalnya saya sendiri kadang suka males juga review XD.
4. Bikin post di blognya tentang project ini, isinya adalah berapa buku cetak yang akan teman - teman baca selama tahun 2015. Kalian ngga perlu ngelist buku apa aja yang mau dibaca, tapi silakan aja jika ingin membuat listnya.
5. Ga punya blog? Gapapa kok. Bisa bikin shelf khusus untuk project ini di Goodreadsnya atau bikin notes khusus di FB/Tumblr
6. Biar makin asyik, share juga kemajuan teman - teman dalam Project Baca Buku Cetak ini di sosmed semacam Twitter, Path, Google+, FB, Instagram, dll dsb. Bisa pakai hashtag #BacaBukuCetak .

Mata Air Airmata Kumari by Yudhi Herwibowo




Paperback 140 pages
Published 2010 by Penerbit KATTA
Rating : 3,5

Ingin kisah-kisah absurd nan pilu? Atau kisah-kisah sadis nan liris? 14 cerita pendek disini menjanjikannya untukmu...

Keabsurdan kisah sudah bisa terasa di bagian pengantar buku ini yang dengan sangat rela saya lewati saja. Di kisah pembuka, Kofa, saya belum merasakan feel untuk bakalan terus membaca buku ini. Terasa sama absurdnya dengan kata pengantar. Amela Ameli mulai memikat saya dengan menduga-duga, apakah mereka ini benar-benar kembar? Atau salah satu di antara mereka hanyalah suara alter ego dari salah satunya. Mmm... Endingnya masih menyisakan pertanyaan di kepala saya :|

Lama Fa, di kisah ketiga, kembali membuat mood saya sedikit turun. Glossary yang (ternyata) terletak di bagian akhir kisah, cukup membuat saya sedikit memahami cerita. Sayangnya, endingnya kurang nendang menurut saya yang kurang puas tentang apa yang terjadi dengan si Lama Fa yang mbalelo dari tradisi. Kok cuma gitu? Beberapa kisah lain diangkat dari legenda beberapa tempat di Nusantara seperti NTT, Kupang, Papua, dan Jawa. Sedikit shock dengan kepercayaan orang Ende tentang bayi dan ular baboa. Endingnya membuat seluruh tubuh saya merinding. Belum lagi tentang fam Bakka yang legendaris. Mmmm... Cukup membuat saya ingin mengecek kebenaran kisah ini. Benarkah demikian? Kasihan sekali mereka yang terlahir sebagai Bakka...  Sedikit sentuhan sejarah ada di kisah tentang Keris Kiai Setan Kober. Berkisah dari sudut pandang keris yang haus darah yang tak segan menghabisi siapa saja tak terkecuali pemiliknya. Ugh….

Kamis, 15 Januari 2015

BBI Review Challenge 2014: COMPLETED!!




Yesss…. I’m literally pproud of myself of putting the button in my blog. Awal tahun, saya sudah merasa yakin bakal bisa memenuhi target untuk Review Challenge yang diadakan BBI. Meski ‘hanya’ masuk di level Lexile Reader, yaitu menulis review sebanyak 45 review, tapi ternyata mewujudkan jumlah itu, cukup menguras tenaga #halah. Apalagi di tengah tahun, saya sempat idle menulis dan membaca buku karena game pertanian yang memabukkan (Hayday), tapi alhamdulillah, at the end, I. made. It. Yippieee….

Sabtu, 10 Januari 2015

Reading Challenge: READ BIG




Yessss…. Setelah RC Babat Timbunan Joglosemar 2015, akhirnya saya memutuskan mengikuti satu lagi RC yang dua tahun lalu pernah saya ikuti, dan tahun lalu absen (hiksss… ) yaitu Read Big Challenge! Kalo dua tahun lalu saya berhasil menyelesaikan 7 buku bantal, dan tahun lalu, enggg… karena ngga ikut RC ini maka tambah tinggilah timbunan buku bantal saya huhuhu… nah karena itulah, saya bertekad baja untuk memangkas timbunan bantal bantal itu hingga ……engggg…menipis. Masih ngeper dengan ketebalan Roro Mendutnya Y. B. mangunwijaya dan The Historian soalnya hahaha… Tapi karena stock bantal saya banyak banget, maka saya ngga ragu kok iku RC ini.

Yuk simak dulu persyaratannya. Ohya, kalo dua tahun lalu RC ini yang menjadi host-nya adalah mbak Dessy, sekarang di host oleh teman ngrumpi saya di Joglosemar, bunda Oryz di Mari Ngomongin Buku.

Jumat, 09 Januari 2015

Di Ujung Pelangi by Cecilia Ahern


Paperback 632 pages
Published Oktober 2008 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Monica D. C
Rating 4/5


From: Lila
To: Rosie
Subject: Love, Rosie

Hai, Rosie, aku barusan baca biografimu yang ternyata punya dua judul, Where The Rainbow Ends alias Di Ujung Pelangi, dan barusan beredar dengan judul Love, Rosie, bahkan sudah ada filmnya lo. Sudah nonton dirimu sendiri di film? Hihihi... Gimana rasanya, melihat orang lain jadi diri kita ya? :D

By the way, baca kisahmu itu bikin frustasi sekaligus terharu lo. Perjuanganmu membesarkan Katie, anakmu dengan si Brian Edan itu sangat menginspirasi, ketekunanmu pada pekerjaan juga hebat meski kau sangat membenci pekerjaanmu itu, belum lagi semangatmu meraih mimpimu yang tertunda sekian belas tahun. Aku sendiri ngga yakin punya semangat sebesar itu buat mengejar mimpiku. Hiksss... Tapi aku juga frustasi baca kisahmu karena butuh waktu yang minta ampun lamanya buatmu dan Alex untuk saling tahu perasaan masing-masing. Ohya, Alex di film ganteng lo, aksen Irish-nya uh oh banget yang dengerin...

Oke, ngelantur, sorry, Rosie. Lanjuttt...

Aku tahu perasaanmu, juga perasaan Alex jika kalian mengungkapkan perasaan masing-masing, dan salah satunya tidak mempunyai perasaan yang sama, maka persahabatan kalian bakalann gga sama lagi. Duluuuuu sih aku pernah punya teman, lumayan dekat untuk saling curhat. Aku sedikit nyimpan perasaan sukaku padanya, tapi karena kita satu geng banyak ceweknya, dan dirinya sepertinya baik pada semuanya, jadi ya sudahlah. Selang beberapa tahun, setelah dia nikah (lha aku kapaannn??!!), aku kaget dengar kabar ketika seseorang memberi tahuku dia beri nama anaknya, seperti namaku!!! ((NAMAKUU)). Ga mungkin ini kebetulan kan? Okeee, aku ga sedekat itu hubungan pertemananku dengannya, seperti kau dan Alex, jadi lebih baik ngga kupedulikan saja 'kebetulan' nama sama ini kan ya? Toh, dia sudah bahagia disana, bersama keluarganya #celupinkepalakeair

Minggu, 04 Januari 2015

RC Joglosemar Babat Timbunan 2015


Yeaaayyy... Akhirnya saya memutuskan untuk ikut RC tahun ini, meski sebenarnya ini semacam janji pada diri sendiri sih dibandingkan RC untuk membaca buku genre tertentu atau menyelesaikan sekian buku dalam waktu tertentu.


Jadi gini, sepertinya, sebagai pembaca buku, dan anggota komunitas buku, yang sangat sangat lazim saling memberi bocoran diskonan buku atau sekaligus tukang kompor membeli buku, tahun ini kita sama sama pengen khilaf #tsaaahh...yaitu mengurangi timbunan dengan mengikuti RC babat timbunan ini. Jika saja timbunan kami ini bisa teriak, mereka pasti akan teriak2 ke KOMNAS HAB (Hak Asasi Buku) hehehe...

Cerita Buat Para Kekasih by Agus Noor


Paperback 272 pages
Published November 2014 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 3/5

Kesepian selalu membutuhkan telinga

Kau ingin mengenal seorang wanita? Perhatikan saja bagaimana ia mengupas mangga. Bagaimana wanita mengupas kepala pria pujaannya? Lihat saja lebih dekat. Kau akan merasa sesak napas karena tegang dan nafsu.

Hmmmm... Itulah gambaran kumcer bersampul perempuan berbaju ungu duduk posisi terbalik. Hampir seluruh kisah diperuntukan bagi perempuan atau paling tidak tentang perempuan. Campuran antara seksi, sadis, absurd, jijik, dan thrilling menyatu dalam 31 cerpen.

Di kisah pertama, Seorang Wanita dan Jus Mangga, telah tergambarkan keseksian sekaligus sadis. Kesadisan lainnya bisa dibaca di cerpen berjudul Cocktail. Judulnya cukup menipu ya, tersedak di bagian akhir, dengan hanya terdiri dari 2 halaman cerpen. Serasa ini semacam flash fiction yang dulu sempat saya gandrungi dengan rata-rata ending yang membuat saya ingin menjederkan kepala saya :D
Kesadisan berlanjut di kisah-kisah seputar kerusuhan dengan korban paling banyak wanita: perkosaan dan kematian. Kerusuhan yang menandai bangkitnya Orde Baru menyisakan kesadisan dalam bentuk tak sama, tapi berbuntut kesesakan yang sama. Kapanpun, dimana pun kerusuhan itu ada, akibatnya akan sama saja.

Kerusuhan oleh antek partai politik menyisakan kebencian yang menelurkan pagebluk. Pagebluk yang memunculkan tokoh superhero sekaligus penyesalan seorang tokoh terhormat. Sesuatu yang janggal yang bisa terjadi di kumcer ini.

Sindiran akan sosial masa kini tak luput menjadi satu ide cerita disini. Masing-masing dari kita adalah Pengintai akan ketentraman tetangga. Tak ada gosip paling lezat, kecuali kemalangan dan keburukan tetangga. Nyonya Fallacia menjadi wakil dari tingkah kita yang tak habis meneropong tetangga dan bergunjing! (untungnya saya ngga termasuk hehehe... Ga bisa mematai dengan mata minus parah begini hihihi).

In short, buku ini sangat menipu dilihat dari judulnya. Tak lagi menipu jika kau kenal betul dengan nama Agus Noor, penulis cerpen yang sering muncul di harian Nasional. Dengan segala signature-nya, Agus Noor sukses membuat saya tersedak, perut melintir karena jijik, dan mengelus dada karena keabsurdan yang disuguhkan. Belum lagi foto-foto cantik nan eksotik yang sayangnya justru membawa imajinasi saya liar, cenderung seram sebenarnya. Sayangnya, saya ngga lagi kuat menikmati suguhan ini setelah menyelesaikan Akuarium. Otak saya tak lagi bisa bekerja dengan prima. 

Well, tertarik dengan buku ini? Klik saja Toko Buku Online GETSCOOP http://www.getscoop.com/id/buku/cerita-buat-para-kekasih-kumpulan-cerpen

Kamis, 01 Januari 2015

Personal Reading Challenge 2015


Di saat banyak banget teman blog yang membuat Reading Challenge, saya masih mikir-mikir. Dua tahun lalu, ketika saya baru bergabung BBI, saya mengikuti lebih dari 5 RC yang at the end membuat saya ngos-ngosan. Dan tahun lalu, saya pun absen dari segala RC, kecuali RC target di Goodreads dan beberapa RC Review BB tiap bulan. Hasilnya sih, Alhamdulillah, terpenuhi, meski dengan sedikit curang hehehe… curang? Ehhmm… jadi, menjelang target saya terpenuhi, yaitu 70 buku setahun, kekurangan sekitar 3-4 buku saya ngebut membaca buku2 Roald Dahl dengan halaman semua kurang dari 100. Hahaha… pokoknya tercapaii kan ? :D

Nah, untuk tahun depan, saya masih berpikir mengikuti RC, yang meskipun dua tahun lalu saya ngos-ngosan, tapi efektif untuk babat timbunan. Tahun ini, progress membaca saya kacrut berat. Makanya saya galau, ikut RC atau tidak, atau ikut saja untuk babat timbunan, jika ada buku (baca: timbunan) yang bias masuk kategori K
Nah, anyway by the way, saya punya my personal RC yang simple saja, yaitu babat timbunan buku-buku yang pernah masuk di posting Wishful Wednesday (WW). Setelah saya lihat-lihat lagi, ternyata cukup banyak buku yang dulu pernah saya idam-idamkan, dan masuk WW, dan bersyukur sudah mendapatkan bukunya, ternyata end up as a pile. Kalo saya jadi bukunya, pasti gondok berat ya.