Rabu, 22 April 2015

Wishful Wednesday #42


Happy Wednesday, everyone

I got a new dream book this week. Salahkan yang sudah posting buku buku yang akan difilmkan. Ada banyaaakkk ya buku yang akhir akhir diangkat ke layar lebar, dari sekian itu, saya hanya pengen membaca beberapa buku saja. Yang lain sih, sudahlah, saya terima tinggal nonton saja, ngga penasaran sama bukunya. Maklum, timbunan film yang diangkat dari buku semakin banyak saja. Kecepatan membaca saya aja kalah dengan para produser film itu hihihi.... Shame on me. Teman saya sudah membahas film ini, eh, saya baru membaca bukunya tahun berikutnya dan heboh dg filmnya kemudian. Halahhh... Basi bener ya saya ini huhuhu...

Nah, gara-gara nonton trailernya, dan tahu, disitu ternyata ada abang Brad Pitt dan Benedict Cumberbatch, saya jadi ngebet pengen baca bukunya. Filmnya sendiri sih sudah heboh sejak tahun lalu ketika berjaya di penghargaan Oscar. Eh, saya baru heboh sendiri sekarang. Plaakkk...

Eh, ini dia buku inceran saya minggu ini.



12 Years A Slave by Solomon Northup
Sinopsis

Pay It Forward by Emma Grace




Paperback 256 pages
Published April 2015 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 3/5

Apa yang terluntas dalam benakmu ketika mendengar judul Pay It Forward? Yup, betulll.. Seperti yang dibahas di bagian awal buku ini menerangkan satu judul film tahun 2000 yang dibintangi oleh Kevin Spacey dan Helen Hunt serta Haley Joel Osment. Entah berapa kali saya nonton film ini, sendiri maupun bersama murid-murid saya. 5 bintang untuk film ini, sayangnya endingnya bikin mewek tiada henti. Dan bagaimana dengan buku yang mengambil judul yang sama dengan film yang disutradarai oleh Mimi Leder ini?

Gitta atau Anggitta Nathanael adalah seorang mahasiswi jurusan desain disebuah universitas di Jakarta. Ia tinggal bertiga dengan ayah dan oma-nya, Oma Helen. Satu hari, ia bergabung dengan satu permaianan berantai di media social Facebook yang bernama Pay It Forward. Seperti halnya di film, permainan ini juga akan menjalar, mengembang layaknya bisnis MLM, dengan tujuan memberi sesuatu yang akan memberi kebahagiaan bagi mereka yang bergabung. Dalam status Facebook seorang teman, Gitta bersedia bergabung. Dan ia pun meng-copy paste kan status yang sama di dinding Facebook-nya dan menanti 3 orang pertama yang bersedia bergabung. Diantara 3 itu, terselip nama Tedjas, seseorang yang pernah Gitta, enggg…apa ya? Benci sih ngga… tapi yang jelas ia pernah mendapat pengalaman kurang enak dengan cowok ini di awal masa kuliahnya dulu. 

Tedjas Hadisukmana, alias Tedjas, mahasiswa desain, teman kampus Gitta, adalah seorang mahasiswa yang angin-anginan. Masuk kuliah seperti angin. Beredar di kampus, datang dan perginya seperti angin juga. Belum lagi dengan track record-nya yang pernah di skors dan terlibat kekacauan. Mana mungkin, seorang macam Tedjas, bersedia ikut dalam permainan di media social macam Pay It Forward? Apa dia kesambet ya? :D

Jumat, 17 April 2015

Jendela Jendela by Fira Basuki


Paperback 151 pages
Published Mei 2004 ( Cetakan kesembilan) by Penerbit PT Grasindo
Rating 2/5

Pernah membaca buku absurd? Saya pernah beberapa kali. Pernah membaca buku aneh yang ditulis penulis terkenal? Baru kali ini. Membaca buku aneh oleh penulis baru, buat saya tak jadi soal. Tapi kalo yang nulis adalah pemilik nama kondang macam Fira Basuki, dengan endorser penulis beken Arswendo Atmowilo dan Sapardi Djoko D, disitu saya terkadang menjadi merasa aneh...

Rabu, 15 April 2015

Pemenang GA Hop dan GA Roald Dahl




Oh..oh… ini sudah tanggal 15? Saya pikir kok masih sehari lagi ya? Hihihi…

Untunglah, semalem ada banyak teman grup CLYA yang mengingatkan hari ini adalah pengumuman GA, baik GA hop maupun GA pribadi blog. 

Oke, sebelumnya, basa basi dikit yaaa… terima kasih yang sudah ikut dalam GA Hop maupun GA pribadi. Ngga nyangka, ada banyaaak fans Roald Dahl yang mampir. Dan bagi yang belum pernah mengenal Dahl, setidaknya postingan saya telah dibaca dan lebih mengenalkan satu penulis Children Literature yang yang layak baca dan tentu saja bukunya layak koleksi hingga kapanpun.

Oke, cukup ya basa basinya. Sekarang pengumuman pemenangnya.

Untuk pemenag GA Hop, dari 38 peserta yang telah mengikuti Read Along CLYA sejak tanggal 1-13 April, dengan perolehan poin terbanyak, adalah:

Jeeeengg….jenggg…..

ASTRI NARDI (@astri_nardi)



Daebaakk… membaca 20 buku dalam kurun waktu 13 hari!!!!! (emot mangap dan melotot). Oya, untuk hadiah utama, voucher buku sebesar Rp. 250.000. Silakan menghubungi coordinator CLYA: arimifauziyyah@gmail.com untuk mengkonfirmasi hadiah.

Dan untuk GA yang saya adakan di postingan artikel seputar Roald Dahl, setelah direkap, ternyata ada 26 peserta yang mampir di blog saya. Dan setelah dikocok oleh sodara random.org. maka muncullah satu nama pendek yang akan mendapatkan buku terjemahan Wonder by R. J. Palacio:


'
  

 GENTUR

Oke, selamat untuk para pemenang yaaa… Khusus untuk Gentur, silakan kirim nama, alamat kirim buku ke lilass1051@gmail.com ya dalam waktu 2 X 24 jam. Jika belum juga mengkonfirmasi hadiah akan saya pilih satu pemenang yang lain

Okaaayy…. Selamat yaaa buat para pemenang yang beruntung. Terima kasih untuk seseruan di ultah BBI yang ke 4 ini.

Sampai jumpa di GA berikutnya…. (kapan coba? :D)

Senin, 13 April 2015

The Tale of Desperaux by Kate DiCamillo




Paperback 275 pages
Published Januari 2005 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Diniarty Pandia
Rating 3,5/5

Nama, bagi banyak orang adalah doa bagi si bayi, tapi tidak bagi bayi tikus Desperaux. Nama yang berarti kesediahan itu menggambarkan kelahirannya yang dramatis dengan kondisi fisiknya yang juga mengenaskan. Yup, Desperaux Tilling adalah bungsu dari beberapa saudara tikus yang tinggal di dinding-dinding kastil. Kondisi fisiknya yang mengkhawatirkan membuatnya diprediksi tidak akan bertahan hidup. Tapi Desperaux bertahan. Ia bertahan hidup dan membuat perubahan di kalangan keluarga-keluarga tikus.

Chiaroscuro, adalah tikus got yang hina, yang merindukan cahaya. Sebagai tikus got, kegelapan seharusnya menjadi menu-nya setiap hari, tapi tidak baginya. Ia memuja cahaya. Ia mabuk karena cahaya hingga membawanya ke tempat pesta dimana Raja, Ratu dan Putri Pea tengah berpesta. Ratu kaget, dan meninggal. Kehidupan tikus got semakin terpuruk dan diburu.

Miggery Sow, putri yatim yang dijual ayahnya untuk menjadi budak di sebuah peternakan. Majikannya hobi sekali memukulinya, hingga ia berkurang dalam pendengaran dan lemot dalam berpikir. Tapi ia bermimpi menjadi seorang putri Raja begitu ia melihat Putri Pea. Mimpinya itu mendekati kenyataan ketika ia bertemu Chiaroscuro, si tikus got. Tapi kemudian dihalangi oleh Desperaux yang menyamar menjadi Ksatria berpedang.

Happy 4th birthday, my beloved BBI




Ngga terasa, sudah tiga tahun saya bergabung di komunitas reviewer buku di BBI. Dan ternyata saya sangaaaattt betah. Sebelumnya saya sempat berganti ganti komunitas dan biasanya bertahan sekitar dua tahun, setelah itu bye bye hahaha… bukannya saya pembosan sih, tapi masalahnya hanya ada di saya sendiri. Off the record ajee yeee…

Oke, setelah saya gabung di BBI, perubahan apa ya yang saya rasakan? Enggg….. sebelumnya saya juga nge-blog sih, di Multiply, situs blog yang waktu itu asoi geboy. Tapi ‘kerukunan bertetangga’ tidak terlalu terjalin seperti ketika sudah bergabung di BBI seperti sekarang. Mungkin berkat fasilitas internet dan aplikasi berinteraksi yang semakin canggih seperti sekarang, hingga terasa kerukunan yang terjalin antar member seperti di tetangga sebelah rumah hahaha… Oya, saya coba untuk membuat daftar apa saja yang yang terjadi pada saya selama tiga tahun bersama BBI yaaaa.

Minggu, 05 April 2015

Around The Genre: Childlit Author: Wawancara (imajiner) dengan Kate DiCamillo




Kenal dengan nama di judul ini? Terus terang, nama ini menjadi salah satu penulis yang saya jadikan favorit begitu membaca satu karyanya. Dan karyanya itu, terus terang, saya kenal dari drama Korea yang saat itu sangat booming, He Who Came From the Star. Ring a bell? Yup, gegara drakor itu, jadilah saya membaca The Miraculous Journey of Edward Tulane. Dan saya pun lapar akan karya-karya Kate Dicamillo yang lain.

Setelah bingung mau dijadikan apa tulisan tentang Kate DiCamillo, dan setelah saya membaca referensi sana sini dan sana lagi, maka inilah tulisan singkat saya, wawancara imajiner saya yang saya ambil dari banyak sumber yang tersebar di seantero jagad internet :D

KD: Kate DiCamillo (meski sama inisialnya, saya jelas lebih memilih mewawancara DiCamillo dibandingkan Kris Dayanti #apasih :D)
L: Lila (saya sendiri) (tunjuk hidung)

L: Hallow, jeng Kate DiCamillo. Seneng deh saya akhirnya berkesempatan ngobrol dengan jeng Kate. Ini dalam rangka ultah Bebi yang ke-4 lo…

KD: Oh, halo (kening mengernyit) siapa ya? Do I know you somewhere?

Kamis, 02 April 2015

Around The Genre: Children Literature Author—Roald Dahl + GA




Quote diatas mungkin kalah popular dibandingkan quote “Those who don’t believe in magic will never find it”. Tapi cobalah tengok, ada berapa quote-quote cantik dari Roald Dahl, ada banyak sekali hingga membuat saya kebingungan yang manakah yang ingin saya masukkan dalam posting khusus ultah BBI ke-4 dengan tema Around The Genre ini. Nah, ada berapa banyak fans Roald Dahl disini? Ada berapa buku karya Dahl yang sudah kau baca? Oke, kali ini saya ingin menulis sedikit tentang Roald Dahl, sebagai penulis childlit favorit saya. Ohya, di akhir posting ini, saya ingin berbagi satu buku childlit yang bisa menambah koleksi di lemarimu. Haseeeggg…  :D

Siapa tak kenal Charlie and Chocolate Factory, Mathilda, The BFG, The Twits, The Witch, dan masih banyak karya Dahl lainnya yang pernah dibuat boxsetnya oleh salah satu penerbit ternama di Indonesia. En, saya sudah punya dongg… #bangga…  Bagi beberapa pembaca karya Dahl, ada beberapa komentar yang dilontarkan seusai membaca beberapa bukunya: lucu, sedikit sadis, tak terlalu rekomended untuk bacaan anak-anak, gelap dan suram, dan masih banyak lagi. Mari kita tengok sedikit tentang kehidupan Dahl.

Masa Kecil Roald Dahl
Lahir di Llandaff, Cardiff, Wales, 13 September 1916, Dahl menuliskan kisah masa kecilnya di buku Boy: A Tale of Childhood (review). Ada bnyak kisah suka dan tentu saja duka yang dialami Dahl kecil, yang nantinya akan mempengaruhinya dalam menuangkan kisah-kisahnya. 

Dahl, seperti layaknya anak-anak lainnya, suka sekali dengan permen yang ia beli bersama teman-temannya di toko permen Mrs. Pratchett, yang ia gambarkan sebagai sosok mengerikan nan jahat. Pengalamannya tentang toko permen ini lah yang kemudian membawanya menulis tentang kisah Charlie and Chocolate Factory. Sosok keji lain selama Dahl kecil, ada di sekolahnya. Kepala sekolahnya mungkin tipikal kepala sekolah yang ingin dihormati setengah mati oleh murid-muridnya. Kekejiannya dibuktikan oleh hukuman-hukuman rotan yang ia berikan pada murid-muridnya. Menjelang remaja, Dahl masih juga mencicipi bullying dari kakak-kakak kelasnya di sekolah. Satu hal yang masih saya ingat adalah, hukuman yang diberikan padanya, untuk menduduki toilet di musim dingin dengan *maaf* pantatnya hingga hangat untuk nantinya diduduki oleh sang kakak kelas ckckckck… Antara geli juga trenyuh :D

Masa Remaja Roald Dahl

Sebagian masa remaja Dahl sebenarnya tertuang dalam buku Boy: Tales of Childhood. Tapi sebagian besar lainnya ada dalam Going Solo (review), sekaligus kisah karir pertamanya setamat sekolah. Diterima di Shell Petroleum Company, Dahl ditempatkan di Tanganyika (sekarang Tanzania), dimana pada saat itu keadaannya masih sangat indah nan buas. Dari seorang pekerja Shell Petroleum Company, Dahl berpindah menjadi pilot perang ketika Perang Dunia II dimulai. Cikal bakat Dahl sebagai seorang penulis sudah terlihat dengan menuliskan surat-surat pada ibunya, dengan gaya jenaka. Selain itu, ia juga mulai menulis kisah pengalamannya dengan ular yang sering kali ia temui disana. Siapa sangka, seorang Dahl memulai tulisannya dari seekor ular!!!

Karya-karya Roald Dahl

Bagi beberapa orang yang mengenal Dahl sebagai penulis, akan selalu mengira bahwa Dahl adalah penulis buku anak-anak karena memang buku-buku yang beredar disini adalah buku untuk genre anak-anak. Sebut saja Charlie and Chocolate Factory, Matilda, The BFG (review), The Twits, The Witches, James and The Giant Peach (review), dll. Tapi siapa sangka jika Dahl termasuk kategori penulis genre dewasa? My Uncle Oswald adalah novel dewasanya yang pertama. Isinya? Fyuh fyuh…. Tentang seseorang yang bernama Oswald itu, berjualan obat kuat, yang telah ia buktikan sendiri keampuhannya. Tak terhitung berapa cewek yang sudah tekuk lutut dibawah si paman ini. Cover-nya aja termasuk syur lo hohoho…. Selain My Uncle Oswald, ada juga Kiss Kiss dan Switch Bitch serta novel kumpulan kisah horror. Selain itu, Dahl juga banyak menulis kisah-kisah pendek yang kemudian ia bukukan seperti dalam Tales of Unexpected, Someone Like You, dll


Menilik  deretan karyanya di Goodreads, saya menemukan banyak sekali judul yang bagi saya asing yang saya juga bahkan tak tahu itu masuk genre yang mana hahaha…. Ah, tapi tulisan ini khusus menyorot Dahl sebagai penulis buku-buku anak-anak kok ya. Oke, balik lagi ke topik awal :D

Penghargaan bagi Roald Dahl
Berbeda dari penulis buku lain yang banjir penghargaan, Dahl tercatat mendapat tiga penghargaan Edgar Awards pada tahun 1954 untuk karyanya Someone Like You; tahun 1959 untuk karyanya The Landlady, dan Tales of The Unexpected di tahun 1980. Sementara itu tahun 1983, Dahl juga menerima penghargaan World Fantasy Award for Life Achievement dan Britsih Book Award tahun 1990.

Kritik terhadap karya Roald Dahl

Seorang teman pernah menyebutkan bahwa  ia kurang menyukai karya Dahl sebagai buku anak-anak. Sebut saja Danny and the Champion of the World (review). Danny dan ayahnya, saling berkolaborasi mencuri ayam dari tetangganya yang menyebalkan. Mencuri, bayangkan! Meski si ayah digambarkan sangat dekat pada anaknya (gambaran kerinduuan Dahl pada ayahnya), juga idola bagi anaknya, si ayah ini memberikan trik bagaimana ‘membius’ ayam hingga si ayam terlena dan kemudian dicuri. Saya membacanya dengan kepala enteng, tanpa beban apapun, tapi bagi teman saya, ini adalah contoh buruk bagi anak-anak. 

Pernah membaca George’s Marvelous Medicine (review)? Hahaha…. Obat disini ternyata adalah obat efektif ‘menghilngkan’ si nenek yang cerewet nan bawel. ‘Menghilangkan’ disini tidak sama dengan membunuh tapi sepertinya tetap ada kesan jahat dari kisah ini. Beberapa review di Goodreads mengatakan terhibur dengan ide konyol si George ini, beberapa yang lain bergidik. Saya? Ngakak terus sepanjang kisah…

Saya menemukan artikel menarik seputar kesuraman kisah-kisah dalam karya-karya Dahl ini. James and The Giant Peach sebagai karya pertama Dahl, menggambarkan seorang anak yang membalas dendam pada orang dewasa yaitu dua bibinya. Matilda, judul popular lainnya, juga menggambarkan dendam yang sama. Matilda kecil tidak mendapatkan perhatian yang selayaknya dari oprangtuanya, hingga ia menggunakan daya sihir terpendamnya untuk memperdaya orangtuanya. 

Balas dendam, kemarahan, ketamakan tersebar disana-sini dalam kisah-kisah Dahl. Menurut seorang kritikus buku anak dari Koran Times, Amanda Craig, there's also a "streak of rather unpleasant misogyny". In a Freudian sense, female characters are either warm and loving like the "supportive, luscious peach" or evil like the wicked aunts. It's a simple duality that children are used to. (sumber BBC news).

Berbicara tentang kesuraman, tak sedikit kisah-kisah klasik yang tak kalah suram: Heidi karya Johanna Spyry yang hidup bersama kakeknya yang galak (meski ternyata baik hati), Hansel and Gretel tak kalah suram dengan adanya si penyihir yang ingin memasak dan memakan mereka. Dahl tak kalah sadisi dalam kisah-kisahnya yang memlintir kisah klasik macam Cinderella, Jack and The Bean Stalk, Red Riding Hood, Three Little Pigs, dl, dalam bukunya The Revolting Rhyme. Tak heran, ketika dipublikasikan pertama kali tahun 1961, James and the Giant Peach mendapat kritik pedas sebagai karya yang brutal, gelap dan vulgar.

Menurut Michael Rosen, seorang penyair, masa lalu Dahl yang membentuk karakter-karakter demikian dalam buku-bukunya. Di-bully teman sekolah, dihukum-pukul-pantat oleh kepala sekolahnya, dan meski mungkin bukan satu-satunya, Dahl adalah penulis buku anak dengan latar belakang pilot perang yang dalam kehidupan nyata harus bertahan hidup dengan membunuh. Dahl sangat memahami perasaan anak-anak yang menyimpan dendam terhadap orang-orang di sekitarnya yang telah berlaku tidak adil terhadapnya. Dalam The Magic Finger, dendam bahkan bisa disalurkan dari jari telunjuk seorang anak yang kesal. Jika ingat pada masa kecil kita, sering kali kita juga membayangkan membalas dendam pada seseorang yang berlaku demikian dengan gaya imajinasi kita sendiri. Dahl mewujudkannya dalam bukunya. Ketika melihat dari sisi ini, saya merasa maklum. Craig sepertinya mengamini pendapat saya ini dengan mengatakan “And the old shouldn't object. For when we read Dahl we all become children again”. Hahaha… Setujuu…

It’s Giveaway time!!!!

Dan saatnya saya akan memberikan bagaimana cara mendapatkan hadiah dari GA yang sudah saya sebutkan di posting kemarin, yaitu satu buku dari RJ. Palacio, Wonder edisi terjemahan (segel)

Caranya gampang banget:

“Sebutkan salah satu buku dari Roald Dahl yang sudah kau baca dan apa kesanmu terhadap buku itu? Jika kau belum pernah baca karya Dahl, kira-kira buku yang mana yang ingin kau baca dan mengapa?”.

Tuliskan jawabanmu di kolom komentar disini ya. Satu orang yang beruntung dari hasil kocokan random.org akan mendapatkan hadiah GA dari saya. GA ini saya buka dari hari ini hingga tanggal 13 April. Pemenang  akan diumumkan tanggal 15 April bersamaan dengan GA Hop ultah BBI ke 4.

Have fun with the event: Around the Genre, folks :))

Sumber tulisan:

Rabu, 01 April 2015

13 Days Reading Children & Young Adults Literature 2015 + Giveaway Hop




Hello hello hello…
Sudah berapa banyak kah yang menanti event seru dari ultah Bebi tahun ini? Woooww… Banyaknyaaa…. #ge-er
 Saya sendiri juga nunggu event ini dari teman Bebi lain, yang juga bakal menggelar GA!!! GA!! GA!! GA!! Yah, kenapa jadi yell-yell gini ya? Hahaha…

Etapi, ini GA ngga gratis ya, ada syarat-syaratnya yang panjaaang dan berliku #eh… jangan pergi dulu. Biar panjang, tapi gampang kok rules-nya.
Bersama 13 teman lain yang masuk genre Children Literature & Young Adults, kami menantang kalian yang mengaku cinta membaca untuk ikut tantangan membaca dari grup ini, yaitu membaca buku-buku yang masuk genre Children Literature dan Young Adults selama 13 hari ke depan.
Simak rules-nya ya:·  

  1. Tantangan membaca ini terbuka untuk siapapun yang berdomisili di Indonesia. Blogger ataupun non-blogger. Memiliki akun Goodreads maupun tidak.
  2. Mendaftarkan diri di formulir berikut ini. 
  3. Dalam 13 hari ke depan membaca novel-novel yang masuk ke dalam kategori Children’s dan Young Adults, minimal 1 buku
  4. Laporkan progress bacaanmu di formulir berikut ini. Form ini terdapat di seluruh blog grup CL/YA
  5. Form yang diisi lewat dari tanggal 13 April pukul 23.59 WIB tidak diakumulasikan ke dalam perhitungan poin.

     Prize:
     Voucher buku senilai Rp. 250.000,- untuk 1 orang pemenang dengan perolehan poin terbanyak.
     Points:
  1. Tiap 1 buku yang dibaca (dan mengisi formulir progress dengan menyertakan judul buku, penulis, dan premis cerita) mendapatkan 5 poin.
  2. Tiap resensi yang dibuat dari buku yang telah dibaca, akan mendapatkan tambahan 3 poin. (Resensi di Goodreads –full review, notes FB, atau blog. URL disetorkan ke formulir progress)  

Nah, buat dapetin hadiah utama itu, selain ngisi form-nya, silakan mampir juga di blog dalam group Children Lit & Young Adults lainnya yaaa… Acara disana seru-seru juga. Siapa tahu beruntung bisa bawa banyaaak hadiah GA… #hehitusayajugamauuuu :D

Simak timeline kita yaaaa... 

 
Selain hadiah utama berupa voucher buku, saya juga akan membagi satu buku yang nantinya akan saya undi menggunakan random.org. Yang ini syaratnya lebih gampang lagi. Apakah itu? Hmmm… simak postingan saya besok ya yang masih berhubungan dengan event Around The Genre ini. Semoga saya bisa memposting on time (sssttt… masih draft kasar soalnya… hiks…)
Ini dia penampakan hadiahnya buat satu pemenang yang beruntung dipilih oleh random.org nantinya…
Wonder (terjemahan) by R. J. Palacio (segel)

Nah, buat kalian yang belum punya, silakan simak postingan besok yaaaa….Untuk pengumuman pemenang GA Hop dan GA berhadiah Wonder ini bakal kami serentak adakan tanggal 15 April 2015.

Selamat bersenang-senang !!!