Selasa, 30 Juni 2015

Menghitung Hari by Arswendo Atmowiloto


Paperback 186 pages
Published 1996 by Pustaka Utama Grafiti
Rating: 3,5/5


Lain ladang, lain belalang, lain lubuk lain ikannya.

Hmmm, kenapa tiba-tiba saya ingat peribahasa ini ya? Saya bahkan lupa arti peribahasa dan harus cek, cocokkah saya menggunakan peribahasa ini untuk mengawali review ini yang akan saya (paksa) hubungkan dengan tema posting bareng bulan ini :D

Buku ini ditulis oleh Arswendo ketika beliau berada di penjara LP. Cipinang karena kasus tabloid Monitor, bertahun yang lalu. Kalo diingat lagi kasus itu, sebenarnya cukup lucu namun bagi sebagian masyarakat kita menyakitkan. Bayangkan saja, Arswendo membuat semacam polling kepopuleran di tabloid itu, dan hasilnya adalah, kalau ngga salah ingat, nomor satu dipegang oleh Presiden Orde Baru waktu itu, Pak Harto, dia nomor dua, dan Rasulullah SAW di nomor tiga. Maka, gegerlah dunia pertabloidan dan permajalahan, terutama yang merasa tersinggung Nabi-nya kalah pamor dibandingkan dua nomor teratas. Ya ampun, tanpa ada polling macam begini, nama Nabi Allah SAW ini sudah terasa populer dalam pribadi Muslim masing-masing, belum lagi selalu disebut dalam sholat wajib lima waktu, belum ditambah yang lainnya. Kenapa juga ribut hanya karena kalah polling? Hmmm, budaya ribut memang sudah dari dulu ya kita ini...

Sabtu, 20 Juni 2015

Top Six Waktu Sempit Untuk (tetap) Membaca









Melihat judul di atas, seolah-olah saya ini benar-benar kutubuku ya? Eeemmm.... Padahal ngga juga. Ketika mood sedang bagus-bagusnya, waaahhh....kapanpun dimanapun saya bisa membaca.
Nah, berikut ini adalah 6 waktu sempit saya membaca:

1. Di kelas.

Sebagai seorang guru, waktu saya habis di kelas. Well, sebenarnya masih banyak waktu luang lain sih buat saya membaca, tapi ketika buku yang saya baca sedang seru-serunya, nah, pintar-pintarlah saya mencuri waktu membaca. Antara lain ketika mengajar TOEFL, ada saat-saat saya mengajar Listening, Structure, dan Reading Comphrehension. Diantara tiga skill itu, Listening adalah waktu tersempit saya membaca. Bayangkan, dari satu exercise, waktu yang dibutuhkan adalah 3-5 menit. Diantara menit-menit itu saya meneruskan bacaan, baik membaca di tablet atau printed book. Berbeda dengan structure dan reading comprehension yang masing-masing exercise bisa mencapai 10-15 menit bahkan lebih. Itu sih ngga sempit menurut saya hehehehe...

Jumat, 12 Juni 2015

Rantau 1 Muara by A. Fuadi




Paperback 401 pages
Published Mei 2013 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5

Saya SUNGGUH IRI!!!!

WOW!!! Tiba-tiba capslock saya jebol :D

Hehehhe…. Saya yakin siapaun yang membaca kisah ketiga dari trilogy Negeri 5 Menara ini pasti akan merasa jealous. Bagaimana tidak? Awww…. Sebentar saya tulis dulu review buku ini.

Di buku sebelumnya, Ranah3 Warna, Alif sempat melanglang buana ke Canada untuk belajar disana. Inipun sempat membuat saya WOW, tapi sedikit mengingatkan saya dengan buku ketiga Andrea Hirata dari trilogy Laskar Pelangi, yaitu Edensor. Beda sih. Mirip dikit, hanya pas bagian belajar ke luar negerinya. Yah, itu sih banyak buku bercerita tentang beasiswa ke luar negeri kellesss… :D 

Buku ketiga ini dibuka dengan kembalinya Alif ke tanah air, disambut dengan cekikan ekonomi seiring datangnya krisis ekonomi. Sekedar membayar kos pun dia masih harus merayu ibu kos, apalagi untuk mengirim uang bulanan untuk Amak dan adik-adiknya. Untunglah, beberapa pihak kampus dan rekannya secara tiba-tiba membantu, belum lagi kemampuan menulisnya yang semakin meningkat, menyelamatkan dirinya dari momok krismon. Ternyata itu tidak lama. Krismon masih menjadi momok baginya seusia kelulusannya dari universitas di Bandung. Momok yang sebenarnya juga dialami banyak kalangan sekitar tahun 1998. Gonjang ganjing pemerintah dan kekisruhan demonstrasi mewarnai menjelang jatuhnya Orde Baru waktu itu. Atas desakan ekonomi dan juga harga diri demi memenuhi tantangan sahabat sekaligus musuhnya, Randai, Alif merantau ke Jakarta. 

 Napas dihela lega setelah ia resmi diterima di majalah Derap, majalah yang selalu berkata jujur yang sempat dibredel di masa kekuasaan Orde Baru. Disinilah, ia kemudian bertemu dengan calon ‘muara’nya, Dinara. Saya dulu sempat berharap, Alif bakal jadian dengan Raisa di buku sebelumnya, hanya sepanjang membaca kisah Ranah 3 Warna, banyak keraguan Alif bakal berjodoh dengan Raisa. Dengan Dinara, saya sempat member spoiler pada diri sendiri dengan membaca profil penulisnya, dan menemukan bocoran bahwa inilah muara-nya Alif . Aw aw aw…. :D


Rabu, 03 Juni 2015

Reading Challenge 2015 Update




Wah, ngga terasa sudah Juni ajaaa… Apa kabar Reading challenge saya yang sudah saya gemabr gemborkan mulai awal tahun yaaa? Enggg…. Mari kita tengok berrrsamaaaa…
1.       Read Big Challenge

So far, saya menargetkan at least membaca 5 – 8 buku untuk level Middleweight. Nah kira2 sudah berapa buku?

1.       Love, Rosie atau  Di Ujung Pelangi by Cecilia Ahern (632 halaman)
2.       Blood of Olympus by Rick Riordan (528 halaman)
3.       The Maze Runner by James Dashner (532 halaman)
4.       A Thousand Splendid Suns by Khaleed Hosseini (507 halaman)
5.       Titik Nol by Agustinus Wibowo (532 halaman)

Wah, secara target, 5 buku bantal sudah terlampaui. Pengennya sih sampe 8 buku bantal. Oke, lihat saja nanti ya. Apakah saya sekuat perkiraan saya sendiri? Hihihi…