Senin, 31 Agustus 2015

Scene on Three (7)

https://bacaanbzee.wordpress.com/


Hmmm... Been a long time I don't update this meme since....when? I don't remember hahaha... and suddenly, out of the blue, mak bedunduk, while I was reading a book for Posting bareng this month, I had the urge to post some scenes that I thought would be very descriptive that can cause mixed feelings. This is one of them:

Funny or not, the bombs kept falling and the winter was cold and the people were hungry. Orphans by thousands of roamed the streets in their rags and boils, slumped in doorways, begging for food, clothing, anything. There was nothing to give them. So they starved and froze and died in the snow. their arms frozen outward, still begging. The children who  lived were all scraps and eyes. This was the ghetto: where children grew down instead of up. (Milkweed, page 115 by Jerry Spinneli)

War, in any form of description, either in books or movies, would give sorrow and sorry. The above description was given by an eight-year-old boy who was still growing. Death was his everyday scene that he thought was something common. Hikssss....

Bagi scene-mu di akhir bulan Agustus ini:
  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Milkweed by Jerry Spinelli


Ebook, Epub format
Published September 13th 2005 by Laurel Leaf
Rating 3.5/5

Dia dipanggil dengan banyak nama: Runt, Stopthief, Stupid, dan masih banyak nama yang oa sandang. Usianya baru sekitar 8 tahun ketika ia ditemukan seorang pemuda, Uri, di saat Warsawa tengah panas dengan kedatangan Himmler. Kedatangannya tidaknlain adalah membasmi semua keluarga Jew dengan keturunannya. Si bocah yang sebenarnya adalah keturunan Gypsy, tidak merasakan perbedaan antara keturunan Jew atau Gsy, semua akan berakhir sama. Dibasmi.

Perkenalan si bocah dengan Uri memberinya nama dan kisah keluarga yang secara tiba-tiba ia hapalkan. Nama barunya adalah Misha Pilsudski, dengan keluarga tercerai berai meninggalkan seekor kuda bernama Greta, yang kemudian meninggalkannya pula. Bersama Uri, Misha, dan juga sekelompok anak lain yang hidup bersama mereka. Berlari, mencuri, berlari, mencuri adalah kehidupan Misha dan temannya unruk tetap bertahan hidup. Satu hari, Misha bertemu dengan keluarga Jew dengan anak gadis kecil bernama Janina. Mereka mulai menjalin komunikasi diam-diam hingga ketika semua Jew harus diasingkan ke sebuah perkampungan khusus keluarga Jew, ghetto. Disini, Misha kecil, yang seharusnya merasa terisolasi dari dunia luar, justru menemukan kebahagiaan. Dia menemukan keluarga baru dan tentu saja nama keluarga baru, Milgrom. Dr. Korczak, ayah Janina, menerima Misha di keluarga Jew-nya. Ghetto yang seharusnya membuat mereka terkungkung dan didera penyakit dan kelaparan, tidak membuat Misha menghentikan kebiasaannya berlari dan mencuri. Tengah malam, ia menyelinap keluar ghetto, menuju dunia luar yang ia sebut Heaven, mengeruk lemari makanan, di rumah-rumah orangbkaya, hotel-hotel atau mengais makanan di tempat sampah. Disadari atau tidak, Misha menjadi tumpuan sumber makanan bagi keluarga Milgrom. Misha, diluar kesadarannya, tumbuh menjadi anak yang peduli pada sekelilingnya. Hasil jarahannya, tak jarang ia berikan sebagian untuk anak-anak yatim piatu yang dikelola ayah Janina.

Kehidupan Misha di dalam ghetto berlanjut terus. Penjarahan juga tak berhenti meski semakin banyaknya para serdadu beserta anjing yang berpatroli, dan jam malam yang diberlakukan. Keluyuran tengah malam sepertinya menjadi keahlian tak tertandingi buat Misha. Janina menjadi semacam fotokopi berjalan atau bayangan hidup bagi Misha. Kemanapun Misha pergi, disitu Janina pergi. Apapun yang dikerjakan Misha, ia kopi habis-habisan. Sayang, kematian perlahan para Jew ini dan juga penembakan tidak membuat para Jew ini cepat menghilang dari bumi. Maka, disiapkanlah suatu tempat baru, dimana para Jew ini bakal mendapat kehidupan baru, harapan baru. Berlusin kereta siap mengantar mereka ke tempat yang baru...

Senin, 24 Agustus 2015

My Beautiful Failure by Janet Ruth Young


Ebook format, epub, 256 pages
Published November 13th 2012 by Atheneum Books for Young Readers 
Rating 4/5

Are you feeling suicidal? No? That's a relief
Are you feeling suicidal? Yes, kinda...
Breath... Breath... Go out and scream to anyone near you...

That's the life of Billy Morrison Jr for his volunteer job. He's just 16 but he dreams to be a great psychologist. That answers why he joins suicidal hotline. Anyone, in any age, who have a tendency to commit suicide, they could call this hotline. In this social service, Billy and friends are called the Listeners. Those who call are Incomings. And those who get in the brink of suicidal are Likely. Some rules follow the Listeners, about not telling about who they are, the problems of the Incomings, staying anonimous for the Incomings, in short, anything dealing with suicidal hotline will always stay shut from outside.

Billy got some regular Incomings, he can get forty Incomings in his shift. Jenney is the girl he finally feels comfortable to chat with. Jenney calls anytime she has problems or when she feels good of something. Her problems towards her parents seem go hand in hand with Billy who keeps worrying about his dad. His dad used to get depressed the whole year that took the whole family to care of him. This time, his dad shows unbelievably enthusiastic to his long lost hobby, painting. He spends the day, the savings, even his heart to his project, painting gallery of his own. Billy gets worried so much that he considers his dad suffers from bipolar.

Kamis, 06 Agustus 2015

Bidadari yang Mengembara by AS Laksana


Paperback 154 pages
Published Mei 2004 by KATA KITA
Rating 3,5/5

Apa yang kau harapkan dari kisah-kisah absurd? Diksi yang indah, kisah liar yang mungkin saja pernah terlintas dalam benakmu dan berakhir hanya sebagai khayalan belaka, atau-atau kisah kisah liris nan puitis?

Dalam buku kedua AS Laksana yang saya baca yang sebenarnya adalah buku pertamanya sebelum Murjangkung, saya tidak menemukan kekuatan diksi yang dulu membuat saya terkesan dengan perkenalan pertama saya dengan penulis dari Semarang ini. Tapi, tetap saja kisah-kisah absurdnya membuat saya bertahan hingga cerpen terakhir.

Terdiri dari 12 cerpen, penulis menulis cerpennya bercerita tentang keluarga: ayah, ibu, hubungan baik atau buruk orangtua dan anak, hingga dendam tertahan anak-orangtua. Keabsurdannya sedikit membahayakan bagi mereka yang barangkali mempunyai masalah keluarga yang sama. Terabaikan oleh orangtua, tak diharapkan kelahirannya hingga usaha-usaha menghancurkan diri sendiri. Kritik sosial pun menjadi salah satu topik dalam cerpen berjudul Buldoser. Nasib wong cilik yang selalu tergusur oleh buldoser hingga di alam kubur. Mitos atau kisah-kisah yang beredar dalam cerita rakyat hingga kisah dalam kitab suci juga menjadi racikan ramuan kisah absurdnya.

Yang cukup membuat pening adalah penggunaan nama karakter yang sama, Alit dan Seto. Alit disini muncul sebagai orang kedua yang diceritakan oleh si aku, di kisah lain, si aku adalah Alit yang tengah menceritakan si Seto. Atau si Alit ini adalah korban dari kisah dramatis hingga perlu dikasihani atau sebaliknya, Alit adalah sosok antagonis yang diharapkan mati oleh bapaknya. Huuffttt... Sementara saya tak ada waktu mengecek apakah Alit di satu kisah ke kisah yang lain mempunyai latar belakang yang sama. Ya sudahlah. Anggap saja Alit ini ya Alit aja. Toh, dalam kisah absurd, siapapun bisa menjelma menjadi malaikat sekaligus setan berbulu peri :D

Overall, saya cukup suka dengan model cerpen absurd yang tidak menye-menye meski terkadang masih loading juga mencerna satu cerita. Ceritanya cukup realistis meski menjijikkan dan mengerikan