Minggu, 27 Desember 2015

Secret Santa 2015 Present and Riddle




Haaiiii, Santaakuuu yang murah hati dan tidak sombongg...

Sepertinya tahun ini adalah tahun penuh hujan buku buat saya, selain beberapa kali menang GA, kuis, dan gagalnya challenge Babat Timbunan saya (pait pait pait, tapi manis juga Hahahaha), saya dapat DUA dari wishlist yang saya post awal bulan lalu. Nah, gimana ga murah hati my Santa? *peluk peluk Santa*

Nah, mau tahu dua buku hadiah dari Santa? Niihhh diaaa...





Sebenarnya dua buku itu saya sudah nimbun ebooknya (jitak saya pliisss), tapi menurut saya dua buku itu worth being collected. Maka saya hepiiiiiii bwangeeddd dapat dua buku ituuu...

Nah, sekarang urusan riddle nya. Begitu saya buka, saya langsung nyari-nyari dimana tu riddle. Nyelip diantara dua buku? Nempel di salah satu buku? Eh, ternyata tu riddle nangkring di bungkus. Saya pikir, itu alamat buat nggaya Santa bahwa dirinya saat ini sedang berlibur di....... APAAHHH??? IRLANDIA!??? *mupeng mupeng mupeengg*. But, wait, tu alamat berliburnya Santa atau riddle ya? Oh, ternyata itu petunjuk alias riddle bentuk alamat dari Santa. Nama dan alamatnya pada awalnya saya ngga punya clue sama sekali. 

Ini dia clue-nya:
From Vampire Assistant
Pallaskenry, Munster 
County Limerick, Ireland

Karena kepo akut, langsung saat itu juga saya gugling. Dan KETEMUUUU.... Dan saya langsung punya bayangan siapa Santa saya ini... Gimana? Betul kan kata saya, Santa saya ini murah hati dan tidak sombong... Tidak sombong memberi clue yang langsung mengarah pada dirinya hahahahaha... MAKASIH, SANTAAA... Mwaahhh....

Sabtu, 26 Desember 2015

Blackjack by Clara Ng & Felice Cahyadi


Ebook, Ijak app, 354 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama
Rating 2/5 

Hmmmm.... Mungkin saya memang kurang cucok dengan Clara Ng, karena saya kurang begitu suka dengannya di Dimsum Terakhir. Melihat satu nama lain di novel ini, saya berpikir saya mau mencoba lagi karya Clara Ng yang lain, siapa tahu saya bisa berubah pikiran. Ternyata sama saja.
Dari lembar awal saja, bagian Prolog, saya sudah skip skip bagian yang harusnya menarik pembaca untuk menentukan membaca atau tidak. Ini cerita apa sih? Kenapa ni cewek bego bangettttt??? Well, mungkin saya termasuk golongan masokis dengan melanjutkan membaca novel ini dan disuguhi serangkaian adegan kebegoan seorang Ashley, mahasiswi yang besar dengan impian kuliah di Inggris, cita cita Mamanya. Naif, bagi teman2 Ashley, tapi banyak komentar pembaca di Goodreads yang mengatakan ni cewek guoblok atau kena pelet atau gendam si pacar. Geblek segeblekngebleknyah.... :/

Jumat, 25 Desember 2015

Metropolis by Windry Ramadhina


Ebook, Ijak application 365 pages
Published 2009 by Grasindo
Rating 4/5 

Kurang sial apa saya ini, bukan penikmat serial thriller tapi cukup menikmati buku2 thriller, dalam waktu bersamaan saya membaca dan menonton serial thriller. Yang terjadi kemudian adalah mixed up antara serial dan buku. Bukan karakter utamanya sih (yah, tentu saja, serial J dorama yang saya tonton karakter utamanya adalah anak sekolah yang hacker), sementara Metropolis ini karakter utama dipegang oleh polisi tukang ngerokok. Karakter antagonis yang seringkali saya salah membayangkan hahaha. Si J di Bloody Monday yang sebenarnya cukup cakep adalah Johan Al, anak boss mafia narkotika yang sakit2an. Ah, tau saya kenapa saya sering mixed up, karena initial mereka sama-sama J #alasan :D
Adegan pertama dibuka dengan suasana pemakaman salah satu boss mafia narkotika. Saya sempat salah mengira buku2 tulisan Windry ini adalah buku romens, makanya saya kaget di awal. Lhoh kok adegan pemakaman? Polisi? Narkotika? Setelah beberapa lembar saya baru yakin bahwa ini emang novel thriller. Saya kemudian berasumsi salah lagi, saya pikir Windry Ramadhina adalah penulis novel2 thriller mengingat namanya cukup laris. Menurut teman saya, Metropolis adalah satu2nya novel thriller nya. Hoooooo...gituuu? Hahahaha.... Saya benar2 butuh piknik bacaan, ah, bukan piknik penulis lokal sepertinya.
Enough with my babbling, mari lanjut dengan review.

Sabtu, 19 Desember 2015

Rumah Bambu by Romo Mangun Wijaya


Ebook from iJak application,  200 pages
Published 25 Juni 2012 by Kepustkaan Populer Gramedia (KPG)
Rating 4/5

Apa yang saya rasakan selama membaca kumpulan cerpen yang ternyata merupakan yang pertama dan yang terakhir milik Romo Mangun ini? Saya merasa sedang bersepeda di kampung-kampung, memperhatikan apa yang tengah terjadi disana. Satu kampung mempunyai kisah berbeda, kadang lucu, kadang pahit dan kadang bahagia. Tak jarang, saya menggelengkan kepala, mengagumj bagaimana Romo Mangun memotret kehidupan masyarakat kampung dengan begitu detil lagi indah. Buat saya yang hobi blusukan di kampung dengan bersepeda, saya hanya bisa melihat sekilas kehidupan orang-ofang dengan rumah-rumah berderet yang saya lalui sekilas. Saya hanya melihat sekilas warna warni baju yang tengah mereka kenakan, tengah mereka cuci, sekilas yang tengah mereka obrolkan, dan sekilas aroma sabun mandi atau sabun cuci yang semerbak. Well, saya memang bukan jenis observer, hanya penikmat hasil observasi orang dan mengaguminya.

Senin, 14 Desember 2015

Where the Mountain Meets The Moon by Garce Lin


Paperback 261 pages
Published November 2010 by Penerbit Atria
Rating 4/5

Suka dengan dongeng sebelum tidur? Dongeng yang tidak hanya bercerita tentang putri-putri canfik miskin atau putri malang yang menanti kehadiran pangeran untuk membebaskan dari kemalangan? Nah, buku ini untukmu :D

Dikisahkan, Minli, gadis 10 tahun,  hidup bersama kedua orangtuanya di desa Nirbuah. Namanya saja diawali dengan Nir, maka nol jugalah buah atau apapun yang ada di desa itu. Minli hidup bersama Ba yang suka sekali mengisahkan cerita-cerita jaman dahulu, dan Ma yang sering kali uring-uringan dengan kondisi miskin desanya. Satu hari, Minli membelanjakan uang peraknya bukan untuk sesuatu yang berguna, melainkan untuk membeli ikan mas. Maka marahlah Ma. Sekedar memberi makan keluarga saja mereka kekurangan,  kenapa harus memberi makan satu mulut lagi?

Dengan sedih, Minli melepaskan si ikan mas di sungai. Namun ternyata, ikan mas ini adalah ikan ajaib yang bisa berbicara dan memberi petunjuk kemana Minli harus pergi untuk memperbaiki kehidupan di desanya. Cocok dengan yang sering dikisahkan Ba pada dirinya, Minli mengikuti petunjuk ikan mas, mencari Kakek Rembulan yang memiliki buku tentang rahasia kehidupan semua manusia. Berbekal tekad kuat, Minli pergi meninggalkan desa Nirbuah, kedua orangtuanya dan warga desanya.