Senin, 12 Desember 2016

Holy Mother By Akiyoshi Rikako



Published Agustus 2016 by Penerbit Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Halaman: 284 halaman
Rating 4/5

Saya sudah menunggu-nunggu membaca buku ketiga dari penulis satu ini setelah saya melihat PO dengan ttd-nya di satu toko buku online. Tapi saya menahan diri untuk tidak ikut-ikutan beli karena saya yakin saya bakal membaca buku ini, entah dengan cara meminjam atau membeli buku sekenan hahahaha... Pucuk di cinta ulam tiba. Teman sekantor saya berniat belanja beberapa buku untuk anaknya, saya pun dengan semangat memberitahunya kalau penulis Girls in The Dark dan The Death Return sudah meluncurkan buku baru. Dengan rayuan maut, akhirnya teman saya itu memasukkan buku ini di keranjang belanjaannya. Horeee....

Sebenarnya susah menulis review buku ini tanpa memberi spoiler. Bagaimana mungkin jika semua karakter di buku ini saling berhubungan. Di awal, saya sudah berhati-hati untuk tidak kecelik di akhir cerita melihat beberapa review mengatakan demikian. Tapi tetap saja saya ternganga di sekitar 10 lembar terakhir. Asyeeeemmmm.....

Tanaka Makoto adalah anak SMA yang aktif. Dia memiliki seabreg aktifitas di sekolah, kerja part time plus mengajar Kendo untuk anak-anak di kompleks dekat sekolahnya. Dia menjadi sosok idola bagi teman-temannya dan panutan bagi anak-anak di sekolah Kendo. Honami, seorang ibu dengan masa lalunya yang pilu, mendambakan anak sekian tahun hingga mengikuti berbagai macam konsultasi mengatasi kemandulan. Ia akhirnya berhasil mendapatkan seorang anak yang ia puja dan jaga. Di kota dimana mereka tinggal, beredar kabar tentang penculikan sekaligus pembunuhan terhadap anak laki-laki kecil berusia sekitar 4-5 tahun. Kabarnya si korban dibunuh, diperkosa dan dipotong alat kelaminnya. Sadis. Membaca ilustrasinya saja saya mau muntah. Sudah menjadi tugasnya bagi Honami untuk menjaga anak satu-satunya. Ia harus melakukan segala cara demi menjaga putrinya.

Kamis, 24 November 2016

Dame Na Watashi Ni Koishite Kudasai by Aya Nakahara


 

ダメな私に恋してください


English Title: Please Love Me/ Please The Useless Me
Read scanlation only via Manga browser 10 volume
Rating 4/5

Baru kali ini saya membaca manga setelah menonton live action doramanya. Biasanya sih saya malah berhenti membaca manganya setelah live actionnya saya tonton. Well, salahkan DEAN FUJIOKA  mwahahaha...... Mungkin juga karena saya kepo apakah versi manga dan doramanya sama? Apakah versi manganya lebih kocak dibandingkan doramanya? Apakah ilistrasi cowoknya juga cakep seperti di doramanya? Hmmmmm...

Michiko Shibata adalah gadis nyaris 30 tahun yang kurang beruntung.  Di kala usia meninggi, dia kehilangan pekerjaan,  tabungan makin menipis sementara ia masih harus 'menghidupi' pacar lebih mudanya. Dia rela puasa ngga makan daging, makanan favoritnya sepanjang masa, demi menghadiahi pacarnya tas keren atau menraktir makanan enak sementara ia kelaparan (sehari-hari ia hanya makan kol!). Suatu hari, rasa lapar yang luar biasa membuatnya melakukan hal yang memalukan hingga seseorang mengenalinya. Ia adalah Kurosawa Ayumu yang dipanggil Shunin oleh Michiko. Shunin adalah sebutan untuk atasan di kantor. Yup, Kurosawa ini adalah mantan atasan Michiko di tempat bekerjanya dulu. Dengan baik hatinya, Kurosawa menraktir Michiko makan makanan idamannya, daging. Selain merasa senang luar biasa, Michiko juga merasa kesal karena ia dulu begitu sengit pada mantan bossnya itu. Ia mengenal Shunin sebagai sosok yang luar biasa menyebalkan dengan kata-kata pedas setiap hari.




Singkat kata, Michiko yang masih luntang luntung tanpa pekerjaan kembali bertemu dengan Shunin dan, masih dalam kondisi lapar akan daging. Alih-alih kembali menraktir,  Shunin membawa Michiko ke rumah sekaligus restorannya. Disana Shunin memasak omelet rice untuknya. Wow, dari pertemuan kedua ini Michiko mulai merasa ada sesuatu di diri Shunin yang tidak ia kenal. Ternyata Kurosawa sedang dalam proses membuka restoran milik neneknya kembali. Tentu saja ia membutuhkan tenaga kerja baru, dan Michiko pun tak memiliki pilihan lain selain kembali bekerja dengan Shunin-nya. Selain Michiko, Shunin juga mengundang beberapa temannya yang lain untuk membantu. Ada 4 cowok bertampang sangar ikut bergabung. Dan dibukalah secara resmi Restoran Himawari.

Sabtu, 12 November 2016

Taiyou No ie by Ta'amo




Judul asli : (たいようのいえ

English title: House of The Sun
Read scanlation only, 13 volumes
Rating 4/5

Belum pernah saya menyelesaikan satu manga shoujo dalam satu kedipan, eh, maaf lebay, dalam satu periode baca. Biasanya sih, saya bisa menyelesaikan satu judul manga berminggu-minggu, atau bahkan sudah diserang kebosanan akut dalam chapter-chapter awal, dan memilih shortcut-nya, yaitu menonton anime atau live action-nya hahahaha… Kebetulan saja kalo judul ini belum ada versi anime ataupun live action-nya jadi saya bisa focus pada manga-nya :D Eh, tapi mungkin jalinan kisahnya yang asik, lucu, menyentuh meski ngga bikin saya mewek ataupun baper, membuat saya tak bisa lepas dari keluarga Nakamura ini…

Mao, gadis yang lahir dari keluarga kurang harmonis dan kemudian tumbuh menjadi remaja hanya bersama ayahnya. Ibunya menikah lagi dan memiliki keluarga kecil sendiri dan melupakan Mao. Sejak kecil, Mao sudah sering nongkrong bermain video game di keluarga Nakamura. Disana ia berteman dengan Hiro, si sulung; Daichi, si anak tengah, dan Hina, satu-satunya anak perempuan keluarga Nakamura. Keluarga ini mungkin adalah keluarga paling harmonis yang pernah dikenal Mao. Ia nyaman berada di tengah mereka, dan pintu selalau terbuka untuknya kapan saja. Sayang, ayah ibu keluarga Nakamura mengalami kecelakaan fatal dan meninggal dunia, meninggalkan tiga anak mereka plus si anak tetangga, Mao.

Kepergian ayah ibu Nakamura merubah segalanya; Daichi dan Hina diadopsi oleh kerabat mereka dan tinggal di luar kota, sementara Hiro tetap tinggal. Rumah yang semula hidup dengan canda dan tawa itu sekarang sepi. Bertahun berlalu, si anak tetangga, Mao pun tumbuh menjadi remaja. Ayahnya menikah lagi dengan satu anak bawaan dari ibu tirinya. Selama ini, hubungan ayah dan anak itu tidak bisa dibilang harmonis. Mao lebih suka keluyuran, dan si ayah sendiri juga tak nampak peduli padanya. Suatu hari, Mao kembali bertemu dengan Hiro. Melihat kondisi Mao yang tidak berubah; sendiri dan kesepian, Hiro pun menawarinya untuk tinggal bersama.

Jumat, 04 November 2016

The Railway Children by Edith Nesbit



Paperback 312 pages
Published Juni 2010 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5

Sudah lama saya mengidamkan buku ini. Saya selalu pasang mata di tiap book bazaar, karena saking lamanya buju ini, jadi sering kali teman saya melihat buku ini terselip di antara buku diskon. Sayang, bukan saya yang melihatnya. Saya akhirnya dapat juga buku inindi lapak olshop langganan dengan harga yah, jauh dari diskon. Nyaris harga normal. Hmmmm...at least, I finally got the book =) . Sayangnya, mengidamkan memiliki belum tentu mengidamkan membacanya hahaha... Penyakit hoarding ini terlalu paraahhh :D

But then I read it. Well, a bit regret not to read it sooner since the book reminds me a lottt about my childhood book, The Famous Five. It's not a detective book anyway, but the feeling somehow brings me back to the time I read George and her gangs =)

Tiga bersaudara Roberta alias Bobby, Peter dan Phyllis adalah tiga kakak beradik yang mungkin paling berbahagia.  Tapi setelah Ayah mereka tiba-tiba menghilang setelah 'dijemput' dua orang tidak dikenal, kehidupan mereka berubah. Mereka tak lagi hidup di rumah besar, memiliki asisten rumah tangga yang siap membantu mereka dan Ibu, terlebih mereka harus tinggal di sebuah rumah sederhana tanpa pemanas. Rumah baru mereka terletak di dekat rel dan stasiun kereta api yang memungkinkan mereka untuk melihat sangat dekat kehidupan kereta api.

Senin, 10 Oktober 2016

Ano Hi Mita Hana Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai by Mari Okada


Judul lain: Anohana
Judul asli: あの日見た花の名前を僕達はまだ知らない
Judul International: The Flower We Saw That Day
Read scanlation in MangaBrowser app 
 
Hanya 10 chapter di manga browser, tapi tanpa chapter 9, dan hanya 3 pages di chapter 10. Wah, ngga jelas ini. Untung live actionnya sudah tayang jadi ya nyambung ke LA-nya 😂

Kisah tentang 6 orang sahabat, 3 cewek: Menma, Tsuruko dan Anaru; 3 cowok: Jintan, Poppo dan Yukiatsu (kalo ngga salah 😃) . Mereka, sekitar 7 tahun lalu adalah sekumpulan anak2 yang nyaris tak terpisahkan. Mereka bahkan punya base camp sendiri di suatu tempat dan menamakan dirinya mereka Super Peace Buster. Sayang, persahabatan mereka terpecah dengan kecelakaan yang merenggut nyawa Menma.

Setelah 7 tahun, tiba2 hantu Menma muncul di hadapan Jintan. Jintan yang dulu tidak sama dengan Jintan yang sekarang. Dulu dia dianggap sebagai ketua oleh teman-temannya, sekarang ia bahkan drop out sekolah dan waktunya hanya untuk main game. Kedatangan hantu Menma ini ternyata mempunyai satu misi yang dulu semasa hidupnya belum tercapai. Untuk merealisasikan harapan Menma, para Super Peace Buster ini harus berkumpul kembali. Dan itu bukan perkara gampang. Setelah meninggalnya Menma, masing-masing individu memiliki rasa bersalah yang menghantui hidup mereka. Jadi apakah harapan Menma yang membuatnya muncul sebagai hantu? Dan mengapa hanya Jintan yang bisa melihatnya?

Saya membaca ini gegara satu suggestion di YouTube yang nyempil out of the blue. Satu klip saja tidak selesai saya tonton, tapi saya membaca sedikit deskripsi dari si pengunggah video. Entah mengapa saya kok tertarik. Saya cari di MangaBrowser, aplikasi membaca manga di HP saya, kok nemu. Ngga panjang pula. Akhirnya ya saya baca. As simple as that. Membaca manga-nya sedikit terganggu dengan maju mundur waktu antara sekarang dan 7 tahun lalu. Belum lagi nama-nama karakternya yang mempunyai nama lengkap dan nama panggilan. Saya masih punya masalah dengan mengingat nama karakter Jepang yang model begini. Tapi overall, lumayan sih. Ngga seperti si pengunggah video yang katanya manga nya bikin nangis2, saya kok biasa saja. Apalagi ada chapter yang hilang. Jadi ngga jelas mo nangisin apa hahahaha... Agak berbeda dengan menonton LA-nya. Meski kurang sreg dengan akting para pemainnya yang masih kaku, tidak natural, tapi lumayan bikin mata saya basah. Saya malah heran bisa dibikin berkaca-kaca dengan menonton film beginian 😂😂. Oya, meski main characternya adalah Menma dan Jintan, saya justru menyukai Poppo dan Tsuruko. Poppo tipikal karakter ceria yang bisa mencairkan suasana, dan Tsuruko yang sejak kecil selalu berjalan paling belakang. Kata-kata yang saya ingat: 

"You can't see what happens when you're in front, but you can see everything when you're at the back".
Yah, Tsuruko model orang observant yang selalu memperhatikan orang lain, para sahabatnya. Dia tahu apa yang terjadi antara satu sama lain, namun ia juga menyimpan penyesalan yang amat sangat dengan meninggalnya Menma. Ia seharusnya bisa mencegah terjadinya tragedi kecelakaan itu.

 Poster Live Action-nya

Trailer filmnya

Selasa, 27 September 2016

Ookami Shoujo To Kuro Ouji by Ayuko Hatta



Judul asli: オオカミ少女と黒王子


Read scanlation only, 12 chapter/57 chapters
Rating 2,5/5

Belum kapok saya mengikuti segala manga yang bakal dibuat live action-nya dengan bintang utama Kento Yamazaki hahaha… Sebelum saya menemukan film berdurasi 116 menit di website donlot langganan, saya sempat menimbun manga-nya di hp. Dan baru saya buka dan baca setelah film-nya saya selesai donlot. Saya membaca manga-nya terlebih dulu sebenarnya demi mendapatkan feel-nya untuk beberapa karakter utamanya dan sekaligus membandingkan antara manga dan live-action-nya. Tapi ternyata saya justru membandingkan kisah romans ini dengan kisah lainnya, alih-alih tujuan utama saya :D

Kisah berpusat pada Erika Shinohara yang lingkungan teman sekelasnya sudah memikili pacar hingga ia menjadi outsider jika ia tak punya pacar juga dan berbagi kisah romantic dengan teman-temannya. Erika sendiri sebenarnya memiliki sahabat dekat, San-chan (saya lupa nama lengkapnya), yang sayangnya bersekolah di tempat lain. San-chan ini menjadi teman curhatan bagi Erika. Erika sendiri karena takut menjadi outsider di lingkungannya, ia mengarang cerita tentang sosok pacar khayalannya, tiap kali telponnya berdering, dia lari terbiriti-birit menjauh dari teman-temannya dengan sebelumnya mengatakan bahwa itu pacarnya yang menelpon. Setelah beberapa saat bercerita tentang pacar khayalannya, akhirnya tiba saatnya para teman Erika ini curiga, karena mereka sama sekali tak tahu nama si pacar, apalagi potonya. Nah, inilah topik utamanya.

Minggu, 25 September 2016

Katarsis by Anastasia Aemilia


Paperback 261 pages
Published April 2013 by Gramedia Pustaka Utama
Rating:3, 5/5 

Koin lima rupiah 

Kotak perkakas kayu 

Pembunuhan berantai.... 

Siapa sangka jika koin lima rupiah bisa menjadi semacam obat penenang sekaligus petunjuk pembunuhan berantai yang korbannya diletakkan ke dalam kotak perkakas kayu? Tara Johandi, sangat membenci namanya hingga ia juga membenci orang yang memberi nama itu dan siapapun yang memanggilnya dengan nama itu. Tara lahir dari keluarga Bara dan Tari Johandi. Namanya mungkin adalah gabungan dari kedua orangtuanya, namun sejak kecil, Tara sudah menunjukkan ketidaksukaan pada keduanya. Ketika membaca ini, saya sedikit bingung tentang bagaimana seorang anak membenci nama yang diberikan dan cenderung memiliki sifat brutal yang mengarah pada tindakan kekerasan. 

Ketika Tari meninggal, Tara dititipkan pada om dan tantenya, Arif dan Sasi. Kestabilan mental Tara masih dipertanyakan ketika ia ternyata juga membenci kedua orang ini meski mereka masih saudara dekatnya. Moses, saudara sepupunya, ketika Tara masih sekitar lima tahun melakukan perbuatan yang nyaris merenggut nyawanya, hingga luka-luka yang dirasakannya dirasa mati rasa. Pada saat itu, muncullah pahlawan tak dikenal yang memberi Tara koin lima rupiah. Logamnya yang dingin berasa menyedot rasa sakit yang ia rasakan. Semenjak itu, Tara menjadi sangat terikat pada koin itu. 

Jumat, 23 September 2016

Cemara Family #2 by Arswendo Atmowiloto




Ebook, Ijak application, 282 pages
Published by Gramedia Putaka Utama
Diterjemahkan oleh: Mariati
Rating 2,5/5

Saya sudah pernah mendengar tentang buku ini lamaaaaaaa sekali tapi baru sekarang saya berkesempatan membaca buku ini yang kebetulan tersedia secara gratis di ijak. Sebenarnya, saya agak kurang sreg ketika menemukan buku ini dalam Bahasa Inggris. Alasan utama saya adalah, saya tidak menikmati gaya Bahasa Arswendo yang saya sangat sukai di buku Menghitung Hari atau di Horeluya. Tapi karena ketika waktu itu jari saya tiba-tiba sudah mengeklik ‘pinjam’ di library Ijak, akhirnya saya baca juga.

Kesan pertama saya ketika membaca kisah Abah sekeluarga bukannya saya kehilangan gaya Bahasa Arswendo, tapi juga kehilangan mood ketika saya dapati terjemahan yang pada awalnya terlihat lumayan, tapi semakin banyak bab yang saya baca, saya semakin gerah. Tidak hanya masalah dengan grammar, tapi juga dengan pilihan kata, pengalihan kata ganti orang pertama yang biasa dilakukan orang dewasa ketika ngomong dengan anaknya (Ema, sebagai contohnya), yang sama sekali diterjemahkan secara mentah. Di keseharian, saya biasa menyebut nama saya pada ponakan atau ibu saya, demikian juga dengan Ema. Di buku ini, sang penerjemah sama sekali memindahkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris ketika Ema ngomong pada anak-anaknya. Lucunya, ketika tiga anak gadis keluarga ini ngomong, kata gantinya berubah menjadi orang pertama tunggal. Belum lagi beberapa diksi yang saya rasa kurang pas dan terdapat banyaaaakkkk sekali frasa-frasa yang mungkin dalam Bahasa Indonesia itu adalah hal yang wajar. Tapi dalam Bahasa Inggris, dalam satu kalimat, mulai subjek hingga titik, struktur selalu ada subjek, predikat dan objek. Meskipun terkadang masih terserah penulis juga sih, tapi tetap saja deretan frasa yang saya pikir bisa diubah menjadi kalimat membuat saya gataaalll :D Lucunya, terkadang saya justru kurang yakin pada diri sendiri ketika mendapati satu kata yang sebenarnya saya, tapi saya justru yang merasa kurang piknik atau kurang membaca. Misalnya kata ‘Prove’. Dalam bahasa Inggris kata kerja ketiga adalah ‘Proven’, tapi berapa kali terjemahan ini menggunakan kata ‘proved’ di kalimat pasif. Itu hanya satu contoh. Yang lainnya, boanyaaaaakkkk….. aaaarrrggghhh… 

Rabu, 14 September 2016

He Belongs with Me by Sarah Darlington



Ebook epub format 234 pages
PublishedMarch 4, 2014 by Amazon
Rating 2, 5/5 

Apa ya yang sebenarnya saya harapkan ketika saya membaca novel begini? Rasa sweet overload yang bikin meleleh, atau rasa haru yang saya harap bisa membuat saya kehabisan napas sambil memukul-mukul dada? #lebaayyy :D 

Maggie dan Clara Reed adalah kembar identik yang berbeda jauh dalam karakternya. Maggie cenderung feminin, suka berdandan, suka menyenangkan hati orangtua, penurut dan seabrek sifat anak idaman lainnya. Sebaliknya Clara, sangat bertolak belakang. Ia cenderung ingin melakukan apa saja yang ia inginkan, tidak peduli bakal kena hukuman sang ayah yang memiliki lapangan golf dengan lingkungan sosialitanya; suka berganti ganti warna rambut dan tentu saja memiliki mimpi yang jauh dari harapan sang ayah, minggat ke Arizona! Karena berbeda karakter itulah, tak heran jika mereka tak pernah akur. 

Kehidupan mereka berubah ketika suatu kali, Maggie yang patah hati karena pacarnya direbut Clara, harus tampil di pesta ayahnya dengan menggandeng cowok keren pengganti cowok nya yang pindah pelukan. Maggie pun berhasil membawa Dean, cowok hawt nan tinggi yang bersedia menemani Maggie menghadapi sang mantan. Apakah nanti Maggie bakal jatuh cinta dengan ai cowok 'temuannya' di bar itu? Eehhmm.... belum sih. Nanti yaaa ...

Rabu, 07 September 2016

Totto Chan—Gadis Cilik di Jendela by Tetsuko Kuronoyagi




Ebook bookmate application
Published
Rating 4,5/ 5

Ini adalah bacaan ringan di kala saya sedang mengalami reading block akut. Saya membaca awal buku berdasar kisah nyata ini dengan iseng. Tapi ternyata, saya jadi keterusan hingga menyelesaikan buku ini. Bertahun lalu, saya sudah pernah membaca buku ini dan meminjamkan buku ini ke banyak teman saya yang lain. Dan semuanya memiliki tanggapan sangat positif. Keinginan saya membaca ulang buku ini sebenarnya lebih pada satu komentar seorang peserta di Jelajah Kuliner Centhini yang diselenggarakan oleh GRI di perayaan ultah bulan lalu. Peserta itu memberi tanggapan bahwa buku kuliner yang tak bisa ia lupakan adalah Totto Chan. Menurutnya, bapak Kepala Sekolah Totto Chan yang memberi perintah semua muridnya untuk membawa kotak makan dari dua unsur, yaitu dari gunung dan laut. Dan parahnya, saya benar-benar lupa tentang ini. Yang saya ingat hanya kisah-kisah kocak Totto Chan dan cita-citanya yang terus berganti-ganti dan tragedy dompet kesayangannya yang jatuh di lubang kakus hahahahaha…

Jumat, 26 Agustus 2016

Corat-coret di Toilet by Eka Kurniawan


Ijak Application 160 pages
Published by AKSARA 2000
Rating 2, 5/5

Beberapa hari lalu, teman saya di Group Joglosemar sempat heboh begitu menemukan satu karya Eka Kurniawan yang lain selain Cantik itu Luka di Ijak. Saya sendiri setelah lamaaaa selesai membaca Cantik itu Luka yang meninggalkan luka yang dalam setelah membacanya, jadi muncul perasaan antara ingin membaca atau tidak ingin membacanya. Saya penasaran apakah Eka Kurniawan masih tetap 'sadis' dalam bercerita seperti rasa ngilu yang saya rasakan setelah membaca Cantik itu Luka. Tapi ternyata harapan saya akan 'kesadisan' itu tidak saya dapatkan di kumcer ini 😞

Apa saya seorang masokis yang mengharap adanya kesadisan dalam sebuah kisah? Errrr.... mungkin tidak melulu kesadisan yang yang diam-diam saya harapkan, tapi lebih keabsurdan yang nanti akan membuat saya bertanya-tanya ini cerita maksudnya apa ya? Tetapi, eh, kok cuma begitu ya? Saya berharap ending suatu kisah bakal berakhir dengan twist yang membuat saya geleng-geleng atau parahnya ingin membanting tablet (sayang, wooy). Apa harapan saya yang terlalu tinggi ya?

Dari 12 cerita, bagi saya yang paling menohok dan sedikit sesuai harapan saya adalah Corat-coret di Toilet. Sindiran terhadap mantan penguasa dan penguasa yang saat itu sedang berkuasa cukup terwakili dengan coretan di dinding toilet. Orang terkadang memang lebih ksatria, lebih berani, lebih jujur ketika berhadapan dengan graffiti. Tapi tak jelas ketika mereka harus benar-benar terjun melakukan apa yang mereka gembar-gemborkan. Itulah mengapa, orang lebih percaya coretan di dinding toilet daripada coretan di surat kabar atau media lainnya.

Selain cerita Corat-coret di Toilet, ada beberapa cerita lain yang masih memiliki tema yang sama, menyindir pemerintah atau penguasa kapitalis yang dari dulu hingga sekarang masih memegang tampuk kekuasaan. Kisah lainnya saya anggap kisah-kisah baper dengan ending terbaca, yang bahkan otak saya yang membuat twist ending begini, ternyata harus kecewa. Premis cerita yang menarik tapi ternyata tak sebanding dengan ending yang terlalu 'lurus' atau 'biasa' saja. Saya jadi geregetan sendiri. Menurut banyak review buku Eka Kurniawan yang lain, banyak yang mengatakan keabsurdan yang dominan dalam kisah-kisahnya. Tak salah dong kalo saya berharap ending yang 'wow' di kumcernya. Ah, sudahlah. Kalo ingin benar mencicipi keabsurdan Eka Kurniawan saya kudu nyari pinjaman O atau Lelaki Harimau? Siapa mau minjemin ya? Atau nunggu ada di Ijak atau Ijogja atau Ipusnas? 😉😉

Selasa, 23 Agustus 2016

The Disastrous Life of Saiki K by Shuici Aso


Romaji: Saiki Kusuo Psy Nan
Judul Asli:  斉木楠雄のΨ難
Manga Scanlation Chapter 1-7
Rating 4/5

Salahkan Kento Yamazaki alias Yamaken...

Gegara membaca timeline berita di Asianwiki, saya jadi tahu ada komik ajaib bin kocak ini. Menurut Asianwiki, manga ini bakal muncul live actionnya tahun depan, 2017, dengan memasang Yamaken sebagai si Kusuo. Saya jadi kepo membaca sinopsis singkatnya dan mencari di manga browser, aplikasi membaca manga di hape saya. Ketemu!!! Dan saya pun jadi ter-hook dengan manga ini, melupakan paperback timbunan plus posbar bulan ini hahaha... Yamaken juga patut disalahkan karena saya jadi lebih banyak membaca komik yang kok ndilalah saya keranjingan baca. Contohnya saja Shigatsu wa Kimi no uso yang sudah khatam manga dan animenya plus review-nya hahaha... Owalah, Yamaken. Bagaimana ini saya mengembalikan mood membaca paperback lagi??? 😉

Di mulai Dengan pengenalan sosok Kusuo ini yang masih duduk di bangku sekolah SMA. Dia bercerita betapa tidak enaknya memiliki kemampuan yang sebenarnya bisa saja diidamkan banyak orang di sekelilingnya. Sayangnya, dia justru benci dengan kemampuan supernya. Bayangkan, jika kalian dulu menonton serial Charmed, yang dibintangi cewek cewek cwantik nan seksi, dan mereka masing masing memiliki kemampuan supranatural, mulai dari telekinesis (menggerakkan objek dari jarak tertentu), astral projection (keluar dari tubuh kasar dan masuk ke tubuh orang lain yang pingsan), dan kemampuan membaca pikiran orang. Saya sendiri lupa lupa ingat dengan serial itu, tapi manga ini sedikit mengingatkan saya pada serial itu. Kusuo ini memiliki semua kemampuan supranatural itu!!! S. E. M. U. A. Mulai dari telekinesis, telepati, X-Ray vision, Precognition, Teleportation, Clairvoyance hingga astral projection. Baru tujuh chapter yang saya baca, dan semua kemampuan super itu bagi Kusuo adakah suatu malapetaka!

Senin, 15 Agustus 2016

A scent of Love in London by Indah Hanaco



Ebook Ijak 378 pages
Published February 4 2015 by Elex Media Komputindo 
Rating 2,5/5

Salahkan saya yang membaca buku ini karena iseng dan mood yang kurang bagus, sekedar mencari hiburan bacaan di tengah terjemahan yang bertubi tubi, dan kebetulan ngga sesuai selera saya hahaha... (sudah tau tidak selera kok ya lanjut mbaca lo, nulis review pula). Jadi gini, saya tengah suntuk dengan pekerjaan terjemahan yang merupakan kerjaan sampingan karena seorang teman yang butuh, saya jadi ngga ada waktu untuk membaca. Tapi saya merasa pengen membaca. Terus gimana dong. Saya iseng membuka IJak dan out of the blue menemukan judul yang berbau London, saya jadi teringat buku STPC, yang sudah saya baca, berjudul London juga, dan membuat saya kepo beberapa hal tentang London yang selama ini saya ngga tau. Eh, ternyata buku ini tidak menawarkan yang saya inginkan. Baiklah. Mungkin dari segi cerita bisa membuat saya bergetar, terharu gitu, syukur syukur mimbik2 nangis, tapi sayang, harapan saya terlalu tinggi hahaha... Bahkan dari halaman pertama, saya mulai membaca dengan model scanning-skimming. Persis seperti yang saya lakukan dulu ketika membaca novel erotis nya mbak SA mwahahahaha...

Cerita berawal dari kebintangan seorang Hugh Joaquin Levine, seorang pembalap berwarga negara Inggris. Popularitas dan kemampuannya mengebut bakal naik peringkat dengan bergabungnya ia di F1. Huwooo.... Dia mulai mendekati kesuksesan pembalap idolanya Michael Schumacher. Sayang beribu sayang, cita-citanya harus digantung tinggi dengan adanya kecelakaan yang merenggut satu matanya dan rasa percaya dirinya yang terjun bebas ke titik nol. Mati adalah tujuan hidup berikutnya.

Senin, 25 Juli 2016

Sylvia's Letters by Miranda Malonka




Ebook Ijakarta, 204 pages
Published April 6, 2015 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 3,5

Apa yang menjadi persoalan bagi para remaja saat ini? Krisis percaya diri? Orangtua yang dominan? Jam sekolah yang terlalu padat? Stress karena terlalu banyak belajar dan terlalu banyak kursus sesuai keinginan orangtua?  Atau mungkin terlalu percaya diri yang kebablasan, hingga segala kehidupan pribadinya terekspos habis-habisan demi menjadi semacam goals bagia orang lain? Seperti yang sedang viral sekarang ini, remaja baru lulus SMA yang heboh menjadi idola abegeh sekaligus menjadi gunjingan para orangtua, atau para mantan remaja. You know what mean. (Ga mau membuat dirinya makin terkenal dengan menyebutkan namanya disini :))

Sylvia, remaja SMA 16 tahun, seperti banyak karakter yang ada di novel novel remaja yang saya baca, adalah gadis biasa yang lebih memilih tidak terkenal, suka melukis abstrak yang disesuaikan dengan mood- nya saat itu, jatuh cinta jungkir balik dengan Anggara, dan memilih menulis surat-surat nan panjang dengan tangan, alih-alih mengungkapkan perasaannya pada cowok itu. Meski Sylvia ini seperti gadis biasa umumnya, tapi ternyata ia memiliki penyakit tentang tubuh ideal. Dia terobsesi dengan tubuhnya sendiri yang berasa gendut, terobsesi menghitung segala kalori yang masuk dan berapa kalori yang harus dibuang demi mendapatkan tubuh kurus idamannya. Tidak disebutkan, Sylvia ini mengidolakan siapa hingga ia memiliki obsesi macam ini. Ia hanya khawatir ia tidak cukup kurus untuk berada disamping Anggara. Yup, benar, Sylvia ini ternyata mengidap bulimia nervosa, penyakit yang kurang umum diidap remaja di Indonesia. 

Minggu, 24 Juli 2016

Wishful Wednesday #43




Holaaaaaaaaa……

Loamaaaaa sekali saya ngga posting buku incaran saya di Wishful Wednesday. Yang terakhir nomor berapa saja saya kudu liat posting-an saya dulu hahahha… Lha terus? What a tumben ikutan WW yang di posting bukan hari Rabu pulak? Eeerrrrr…… segala sesuatu terjadi karena suatu sebab tentunya…tsaaaahhh… Yeah, sebabnya adalah WW yang diadakan oleh blog perpuskecil.wordpress.com ini sedang merayakan postingan WW-nya yang ke-200!!!! Wwwooowww…. Hebaatt… saya kok ngga bisa se-intense itu atau Bahasa -nya Mamah dan AA’, se-istiqomah ituuu…mwahahaha… Oya, dalam rangka merayakan posting ke 200-nya, si pemilik blog, Astrid Lim, bagi-bagi kebahagiaan voucher, @Rp. 120.000 untuk TIGA pemenang yang beruntung…. Waaaahhh… siapa yang ngga ngeceesss…. :D

Kali ini saya mau share buku incaran saya. Setelah menimbang, menilik, menengok, browsing sana sini, menghitung (pengennya sejumlah hadiah voucher-nya, ga mau rugi J ), akhirnya saya memutuskan untuk memilih dua buku ini. Yang pertama sih sepertinya saya yaqin masih available, yang kedua…semoga masih ada…

A Monster Calls  (Panggilan Sang Monster) by Patrick Ness

Bisa dibeli di bukukita.com

Saya pernah membaca buku ini, sekedar membuktikan kata teman0teman saya yang bilang membaca buku ini berasa gloomy-nya. Saya sendiri memang sedih membacanya, tapi karena waktu itu saya barengan membaca Titik Nol-nya Agustinus Wibowo yang setebal itu, yang gloomy dari awal hingga akhir, saya jadi  ingin mengulanginya dalam bentuk paperback dengan ILUSTRASI pulaa...  Waahh.... ngga sabarr..

Simple Miracles by Ayu Utami


Bisa dibeli di bukukita.com

Dari sekian buku Ayu Utami, buku inilah yang sudah susah mencarinya, bahkan di Ijak pun saya tak menemukan buku ini. Padahal jikalo saya tak bisa memiliki paperback-nya, saya rela hanya membaca di Ijak ^_^

Last but not least, selamaaattt buat perpuskecil.wordpress.com dengan poatingan WW-nya yang ke 200. Semoga semakin eksis blognya, pemiliknya, dan isi postingannya….. #ngrayuuuu hahahaha…




Sabtu, 09 Juli 2016

The Chronicles of Audy: O2 by Orizuka

Mejeng di Pantai Tirang (itu cuma nggaya)


Paperback 364 pages
Published Juni 2016 by Penerbit Haru
Rating 4/5


Aku udah bikin rencana baru untuk masa depanku. Setelah lulus nanti, aku akan balik kesini untuk jemput kamu, terus lanjut S2 di sana sambil kerja,” kata Rex lancar (halaman 37).


AAAAPPHAAAAAAAAAAAAAA?????!!!!

Jangankan Audy, saya juga melongo, mangap, megap-megap. Ituuu…yang ngomong anak umur 17 tahun yang habis lulus SMA? Dia mau ngajak Audy men…..? HAAAAHHH????

Well, sebagai Rex, yang bisa dihitung jumlah joke-nya dalam hidupnya yang baru 17 tahun itu, nampaknya ini bukan joke yang ia lontarkan begitu saja. Dia SERIUS. Saya ulang, SSERIUUSSS, mungkin bahkan DUARIUS! Dengan adanya lamaran yang tidak langsung ini, bagaimana seorang Audy melanjutkan hidupnya di rumah 4R tanpa merasa ada beban? Hhmmm…. 

Di buku terakhir ini, Audy sedikit berkurang lebay-nya meski tetap lebay sih tapi tidak terlalu bikin dongkol seperti di buku sebelumnya. Peran Audy lebih terasa berguna disini, bukan berarti dia tidak berarti di buku sebelumnya sih, Cuma kadar lebay-nya agak berkurang hahaha… Kisahnya masih seputar Audy-Rex yang dekat tapi jauh, yang dingin tapi hangat, hasyah… :D Juga Romeo dengan sisinya yang selama ini tidak terlalu dieskpose. Romeo ini semacam Audy cewek dengan segala kecuekan dan kekonyolannya, tapi ternyata di dalam hatinya dia memiliki perasaan yang selama ini ia sembunyikan. Ciyeee… Jadi terharu saya… Dan, seperti yang ada di review saya di buku 3, hubungan Rex dan Rafael memang tidak terlalu dekat, hingga muncullah misi bonding antara Rex-Rafael yang diprakarsai oleh Audy dan Romeo. Ada saja ide dan kekonyolan yang mereka lakukan. Saya sampai ngakak sekaligus trenyuh. Anak usia lima tahun seperti Rafael tak pernah kenal permainan gelembung sabun? Kemana saja kau, nak? Apa saja yang dilakukan kakak-kakakmu selain mengajarimu game dan membaca National Geography? Bahkan lagu anak-anak pun baru kau dengar setelahh kau masuk sekolah ckckckck… 

Jumat, 08 Juli 2016

The chronicles of Audy: 4/4 by Orizuka


Paperback 320 pages
Published Juni 2015 by Penerbit Haru
Rating 3,5/5

"Kamu adalah entitas yang jadi kelemahan sekaligus jadi kekuatanku". (Rex pada Audy)
Kyaaaaaaaaa..... kalo ini adegan di manga, pasti sorot mata Audy sudah bersinar-sinar keluar berbentuk lope lope mwahahaha....

Setelah pernyataan cinta, eh, bukan penyataan suka Rex pada Audy di buku dua (my review) dan rencana pernikahan Regan-Maura sudah fix, ternyata hidup Audy tetap berlanjut.  Padahal sebelumnya ia cukup heboh dengan ilusi, delusinya sendiri bakal kehilangan 4R ini. Berlanjut dengan tenang kah? Iya kalo dia tidak terlalu lebay dengan urusan kupu-kupu di perutnya untuk masalah Rex ini. Tanpa ia sadari, kupu-kupu itu menjelaskan perasaan nya pada Rex seperti apa. Belum lagi urusan skripsinya yang makin kacrut karena otaknya malah dicekoki dengan urusan peningkatan IQ, sekedar menyamai genius nya seorang Rex.

Di buku tiga ini, keluarga 4R memang cukup membuat saya ketagihan ingin mengetahui lebih lanjut seperti apa kehidupan mereka selanjutnya. Audy menjadi semacam bumbu penyedap, atau mungkin jika di sebuah wayang, kehadiran Audy ini semacam goro-goro alias intermezzo untuk meregangkan urat setelah ketegangan di dunia pewayangan. Audy semakin memantapkan opini saya seputar karakter khas cewek di drama-drama Asia, cewek yang merasa kurang cantik, IQ biasa-biasa saja, baik hati, selalu menempatkan orang lain di atas urusannya sendiri. Terkadang saya  gondok dengannya. Urusan skripsi yang seharusnya mendapat prioritas utama ia kesampingkan begitu saja demi mengecek apakah Rafael baik-baik saja. Alih-alih membuktikan kekhawatirannya itu beralasan, ada lagi alasan yang membuat ia terlihat bodoh di depan banyak orang. Huh!!! Audy ini rupanya tidak bisa belajar dari pengalamannya sendiri.

Kamis, 07 Juli 2016

Posbar Juli- Bacaan Liburan



Horeee... Libur telah tibaaaaaa...

Sebelumnya saya kurang yakin bakal baca buku apa selama liburan Lebaran, karena yah, timbunan film cukup menggoda untuk ditonton. Tapi ternyata saya mendapat setumpuk buku pinjaman dari teman kantor, dengan imbal balik saya minjami dia juga sih ;)

Nah, ini dia timbunan pinjaman itu. Sesuai rekuwes, 4 seri The Chronicles of Audy, dan dua novel grafis. Dari 6 buku, saya sudah kelar membaca 4 diantaranya. Review sih belum semua hehehe.

1. The Chronicles of Audy 4R by Orizuka
2. The Chronicles of Audy 44 by Orizuka
3. The Chronicles of Audy 21 by Orizuka
4. The Chronicles of Audy O2 by Orizuka
5. The Dragon Next Door by Jeung Sol Cho (review cukup di Goodreads :))

Nah, mana bacaan liburanmu? :D

Rabu, 06 Juli 2016

The Chronicles of Audy: 21 by Orizuka



Paperback 308 pages
Published Juli 2014 by Penerbit Haru
Rating 3,5/5 

Ternyata keluarga 4R ini cukup bikin ketagihan ya, mungkin juga karena semua serinya sudah ada di tangan, jadi ya, kelar satu, lanjut berikutnya. Dan, mumpung libur Lebaran. Yay!

Dari buku pertama yang sudah saya review disini, Audy, si gadis suka ngelamun ini akhirnya diterima dengan tangan sangat terbuka di keluarga 4R. Meski sebelumnya ada drama cinta sebelah tangan, tapi ia tetap ingin tinggal. Keterikatannya dengan keluarga itu, terutama pada Rafael, balita genius tapi judes itu, membuatnya melupakan luka hatinya. 

Di buku dua ini, penulis membawa para pembacanya mengenal lebih dekat dengan masing-masing karakter 4R. Sebelumnya kita lebih mengenal Regan dengan deskripsi ganteng terus-terusan oleh Audy, kali ini kita dibawa lebih dekat dengan Rafael dan Rex. Rafael yang semula menolak bersekolah, dengan bujuk rayu Audy akhirnya menyerah untuk bersekolah dan rupanya ia cukup menikmati sekolahnya meski tadinya tidak mudah. Gaya ngomong dewasanya mulai berkurang, demikian juga dengan perasaannya. He is just a 5 years old after all. Yang mengejutkan adalah perkembangan pribadi Rex yang tiba-tiba bertingkah aneh. Suka memandang Audy lama, dan diam. Dan tiba-tiba sesak napas. Yeah, Rex, bisa dibilang agak lumayan ' normal' dibandingkan Romeo dan Rafael. Yang paling normal mungkin adalah Regan, tapi dia kan memang kepala rumahtangga. Keanehan Rex berlanjut dengan pernyataan bahwa ia suka pada Audy! Kyaaaaa.... Anak 17 tahun naksir mbak-mbak 5 tahun lebih tua. Hmmmm... banyak sih yang bahkan lebih banyak jarak usianya. Contohnya saja mas Kenny. Kenal mas Kenny? Itu lo, Ken'ichi Matsuyama, pemeran L di Death Note, dia menikahi kekasihnya yang 9 tahun lebih tua. Huhuhuhu..... Saya cemburuuuuuu.... #lhahmalahcurhat :D Lucunya, Rex yang dikenal genius ini tetap cool dengan perasaannya, justru Audy yang kebat kebit, salah tingkah mulu, lebay melulu. Hasyah..... 

Senin, 04 Juli 2016

The Chronicles of Audy:4R by Orizuka


Paperback 320 pages
Published Mei 2015 by Haru
Rating 3/5 

Saya sudah cukup penasaran dengan Kronik Audy ini jauh sebelum saya membaca novel ini. Duluuu, novel ini sempat jadi topik obrolan panjang di grup, antara mereka yang suka dan kurang suka, hingga ada yang mengatakan bahwa ide dasar novel ini sanggaatt mirip dengan dorama Jepang, Atasinchi No Danshi (My Boys--More Than Family but Less Than Lovers) yang tayang 2009 lalu. Saya sendiri pernah membaca beberapa karya Orizuka, dan pernah sangat suka dengan satu novelnya berjudul Fate pada saat saya masih gandrung Korean Drama, tapi pernah ilfeel dengan karyanya yang lain, Infinitely Yours. Jadi ketika membaca ini, saya tidak terlalu berekspektasi tinggi, apakah saya bakal suka atau tidak. :D 

Audy Nagisa, 22 tahun, nyaris menyelesaikan kuliahnya yang tinggal menyusun skripsi ketika bencana itu datang. Orangtuanya bangkrut, tak mampu lagi membiayai kuliah dan kos-nya yang sudah nunggak 3 bulan. Tanpa uang, tanpa skill yang berarti membuat ia melamar pekerjaan sebagai babysitter di sebuah lowongan pekerjaan. Tanpa wawancara yang berarti, ia diterima. Resmilah Audy menjadi babysitter di rumah keluarga 4R. 4R? Apa itu? Atau tepatnya siapa itu? 4R seperti yang tertulis di kotak pos depan rumah itu ternyata singkatan dari Regan, Romeo, Rex dan Rafael, empat pemuda cakep-cakep dengan inisial R sebagai awal nama mereka. Cakep2? Betah dong Audy dikelilingi 4 cowok cakep? Hmmmm... Ternyata Audy tertipu dengan kontrak kerja yang disodorkan oleh Regan. Alih-alih bekerja sebagai babysitter menjaga baby, yang ternyata si baby sudah tak lagi bayi karena ia berumur 4,5 tahun, Audy lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Itu berarti lowongan sebagai babysitter hanya kamuflase saja karena yang lebih banyak ia lakukan adalah bersih-bersih rumah. Babysitter a.k.a asisten rumah tangga! 

Jumat, 01 Juli 2016

Shigatsu Wa Kimi No Uso by Naoshi Arakawa Part 2




English title: Your Lie in April
Read via manga browser in Android app
Rating 4/5

Sebelumnya, saya sudah mrview sekilas disini, saking kepenginnya saya nulis review manga ini. Waktu itu saya baru membaca sekitar 20 chapter dari 44 chapter. Dan dari 23-an anime-nya saya baru nonton 10 episodes. Meski, yah, saya sudah kena spoiler gegara membaca komen-komen di YouTube. Aaaarrgghh…. Tapi tetep saja semangat menyelesaikan manga yang bikin sesek sampe mewek di akhir cerita.

Seperti yang sudah saya tulis di review sebelumnya, Arima Kousei adalah seorang prodigy dengan kemampuan bermain pianonya. Sejak kecil, ia sudah disiapkan ibunya untuk menjadi pianis ternama, mewujudkan cita-citanya yang tidak kesampaian karena sakit-sakitan. Karena obsesi ibunya itulah, Kousei menjadi bulan-bulanan ibunya dalam berlatih. Tidak jarang pukulan mendarat pada tubuhnya di usianya yang masih 5 tahun, melwatkan waktu bersama dengan sahabat terdekatnya, Sawabe Tsubaki. Namun hasilnya memang sangat setimpal. Kouse menjadi juara berturut-turut di berbagai festival music, menjadi idola disana sini, termasuk menjadi role model bagi para penontonnya sekaligus musuh bebuyutan di festival music kelak. 

Setelah ibunya meninggal dunia, Kousei terpuruk. Dia seperti dikutuk ibunya dengan hilangnya suara piano ketika ia sedang memainkannya. Sebutan sebagai Mother’s puppet, human metronome menjadir rumor dan bisik-bisik seputar dirinya menjadikannya berhenti bermain piano. Setelah 2-3 tahun  berlalu, muncullah Kaori Miyazono, pemain biola yang bersekolah di tempat Kousei belajar. Dengan dalih menunjuk Kousei sebagai partner bermainnya dalam festival biola, Kaousei kembali ke dunia panggung. Berusaha berperang melawan rasa takut, khawatir dan bayang-bayang ibunya yang seakan menjadi hantu di tiap pojok auditorium. Kaori sendiri, sepertinya model ‘won’t take No as an answer’. 

Selasa, 28 Juni 2016

Posting Bareng BBI juni: #BBIBookishConfession 2




Wiiihhh… saya kayaknya punya satu lagi stock buat bikin pengakuan hahaha….#maruk..

Jadi gini, kalo tidak salah mulai tahun lalu, saya mulai berkenalan dengan segala sesuatu yang berbau Jepang, mulai dari dorama, movie, lagu sampai actor aktrisnya hingga akhirnya saya kena kutuk manga dan anime-nya juga. Waaaakksss….

Awalnya, membaca manga adalah sesuatu yang aneh buat saya. Membaca Dora Emon saja saya ngga pernah khatam. Membaca Donal Bebek sama juga. Tetapi komik Smurf kayaknya lumayan banyak yang saya selesaikan. Smurf? Are you kidding? ;D Dari kecil saya memang kurang menyukai komik, mungkin karena fontnya yang kecil-kecil hingga membuat mata yang minus ini menjadi merana. Jadi, yah, gitulah, saya lebih banyak mingkem jika teman segroup Joglosemar berkolaborasi mengenang bacaan komik masa kecil dulu. Saya nggggaaa ngertiii… mwahahaha… Melas yaaa… Jadi, bermula dari membaca komik Diva, hasil pinjaman dari teman saya, saya mulai berkenalan dengan manga. Itu pun kemudian berhenti. Dan genre bacaan saya mulai ‘berwarna’ ketika saya mulai gandrung dengan dorama-doramanya, dan ketika tahu jika dorama itu berasal dari manga, maka saya mulai mengejar manga-nya. Tapi waktu itu, karena keterbatasan memory gadget #uhuk, saya jadi sedikit mengerem keinginan menimbun manga. Tapi semua berubah, begitu teman saya, ka Cindy, dari blog Read Between Pages mulai mencekoki saya Bakuman, berlanjut ke Death Note, yang membuat saya tergila-gila dengan actor pemeran L-nya, dan end up menimbun manga di……………errrrr….di hape hahahaha…

Bagaimana saya bisa menimbun para manga itu? Jadi ceritanya begini, setiap kali saya membaca synopsis film ini atau dorama itu, dan ternyata berasal dari manga, maka saya segera cek di aplikasi hp, menggunakan aplikasi Manga Browser, ketemu, bookmark. Cari lagi, bookmark. Nemu lagi. Bookmark. Lagi. Gitu. Lagi. Gitu. Terusssss… hahahaha… Dari sekian itu sebagian sudah saya baca paling tidak 10 chapter awal. Ada yang sudah saya give up bacanya karena sudah menonton live action-nya. Iya iya, saya suka men-spoil diri sendiri dengan menonton anime-nya atau klip-klip di YouTube, atau parahnya lagi membaca komen-komen di YouTube. Si ini mati at the end…….. hwaaaaa…… ngga relaaa….dan kenapa saya harus mendapat spoiler parah begini mulu ya? Huhuhuhu…