Jumat, 01 Januari 2016

Amy & Rogers' s Epic Detour by Morgan Matson



Ebook di IJak, 480 pages
PublishedJune 26, 2014 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5 

Sudah lama saya mengincar buku ini untuk saya baca, ebook sudahnlama ngendon di e-reader, tapi ngga kunjung dibaca juga, hingga saya menemukan buku ini di IJak. Waaahhh, koleksi iJak kereeennn deh... =) 

Kisah perjalanan selalu menarik buat saya yang sebenarnya suka jalan tapi ga pernah pede ngeluyur sendiri di kota lain selain Cirebon. Jadi rasa suka jalan saya sedikit terobati dengan sekedar membaca kisah perjalanan, meski fiksi, apalagi non fiksi. Tapi ternyata novel ini benar-benar berisi kisah perjalanan penulisnya lengkap dengan catatan negara-negara bagian yang dilewati plus poto-poto dalam bentuk scrapbook. Menyenangkan sekali. 

Kisah perjalanan penulis ini diwakili oleh dua remaja, Amy Curry dan Roger Sullivan. Perjalanan dua remaja yang nyaris tidak saling mengenal satu sama lain meski mereka pernah saling kenal waktu mereka masih kecil dulu. Keluarga Amy yang semula tinggal di California akhirnya memutuskan untuk pindah ke Connecticut. Sementara Roger, dia akan memulai liburan (?) bersama ayah dan ibu tirinya di Philadelphia , beberapa jam sebelum Connecticut. Amy butuh membawa mobil ibunya ke Connecticut karena sementara waktu ia tak bisa menyetir sejak kecelakaan yang merenggut nyawa ayahnya. Roger secara suka rela menjadi sopir selama perjalanan menuju Connecticut. Apakah Roger semulia itu pada Amy? 


Ternyata Roger memiliki agenda sendiri dengan bersedianya ia menjadi sopir. Susunan itinerary dan booking hotel yang sudah disiapkan ibu Amy disingkirkan. Mereka berencana melakukan perubahan rute kecil yang ternyata memakan waktu lebih dari yang direncanakan ibu Amy. Perjalanan dengan perubahan rute ini rupanya menjadi perjalanan pembukaan diri masing-masing: Amy dengan kungkungan rasa bersalah akan kecelakaan yang menimpa ayahnya dan mengubahnya menjadi pribadi berbeda, Roger dengan perasaan cinta bertepuk sebelah tangannya dengan mantan pacarnya yang kaya raya dan secantik model terkenal. Buat Amy pribadi, perjalanan ini juga sekaligus menjadi media refleksi rasa bersalah, trauma dan rasa sayangnya pada sang ayah. Sosok Benjamin Curry tampil dalam kisah balik yang diceritakan Amy, yang begitu hangat, mencintai keluarga dan tergila-gila pada Elvis Presley. Hampir semua tempat yang disinggahi Amy dan Roger memiliki hubungan khusus dengan sang ayah. Sebut saja Yosemite, Graceland, Tennessee, dll. Semua berbau sang ayah dan Elvis. 

Selama perjalanan, orang-orang yang secara tidak sengaja mereka temui, secara tidak langsung mempunyai andil yang besar bagi perubahan pribadi mereka berdua. Meski hanya sekilas sekilas, keberadaan Walcott sangat berperan pada penerimaan Amy pada kesalahan yang ia rasa ia lakukan. 

"Kau tahu apa yang biasa dikatakan nenekku?" Tanya Walcott.
"Tidak ada yang senyaman rumah?" tanyaku.
"Bukan. Besok akan lebih baik".
"Bagaimana kalau tidak?", tanyaku.
"Kalau begitu kau mengatakannya lagi besok. Karena itu mungkin terjadi. Kau tak pernah tahu kan? Di satu titik, besok pasti akan lebih baik". (Halaman 241) 

Simpel, tapi diucapkan dengan tulus dan yakin, membuat Amy meyakini ucapannya. Pertemuannya dengan Lucien, adik mantan pacar Roger juga cukup menyentuh. Kekayaan dan rumah besar menjadi tak berarti ketika hanya kau sendiri yang menikmatinya. Speaking about kaya, saya baru tahu jika ada rumah orang bukan artis atau politisi semegah ini. Call me katrok hahahaha. Tapi masuk akal juga sih jika seseorang memiliki peternakan besar untuk tidak memiliki kekayaan sebegitu besar. Di bagian pertemuan Amy dan Lucien jadi istimewa bukan karena mereka nyaris berciuman melainkan perbincangan mereka seputar passion yang tidak disukai para orangtua: Amy dengan kecintaannya berakting dan Lucien dengan bakat seni yang mengalir pada topiary yang sudah ia hasilkan. Curhatan mereka adalah curhatan remaja kebanyakan, passion dan keinginan orangtua yang bertentangan. Pertemuan Roger dan mantan pacarnya jadi tak menarik lagi. Jadi mirip sinetron remaja kali ya :D 

Selain kisah pencarian diri masing-masing, novel ini juga mengajak kita untuk bertanya pada diri sendiri seterbuka apakah pada segala masalah yang tengah kita hadapi, sedekat apa kita dengan kunci masalah itu, setegak apa kita menaklukkan diri sendiri. Perjalanan fisik yang melalui 14 negara bagian Amerika sekaligus perjalanan mental bagi Amy dan Roger, bagaimana mereka menyembuhkan diri sendiri. 

Novel ini dikemas lengkap dengan foto-foto scrapbook tempat-tempat yang mereka kunjungi, foto-foto menu yang mereka nikmati, bill di mini market dimana mereka mampir, ditambah dengan playlist perjalanan yang awalnya disupport oleh koleksi Roger. Saya hanya menatap takjub melihat deretan penyanyi yang hampir semuanya asing biat saya. Ada beberapa nama yang familier, macam Pail Simon, Hall & Oates, Tom Petty, dan tentu Sang Raja, Elvis. Tapi dari nama-nama itu, saya tak mengenal satu pun lagunya hahaha. Jadi pengen, mencicip beberapa lagu di playlist juga rasanya :D 

Hmmm... buat kalian hobi jalan, seperti nya novel ini untukmu deh, tapi jangan mengharap romens disini. Tak banyak, dan ending romens yang menggantung pula. Jadi, yah, nikmati saja perjalanan mu dengan novel ini. Jangan lupa siapkan camilan dan playlist untuk menemani perjalananmu...Ohya, hampir lupa, yang menjadi sesuatu yang menyebalkan di edisi terjemahan ini adalah typo yang bertebaran dimana-mana. /awalnya sih nyaris tak ada typo, tapi di setengah terakhir, typo mulai banyak dan semakin banyak. Meki terjemahannya enak, tapi kalo typo sebanyak ini, yah, jadi kurang nyaman sih ya menikmati 'Amerika' versi /amy dan Roger.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar