Minggu, 07 Februari 2016

Number the Stars by Lois Lowry




Ebook epub format 97 pages
Published February 9th 1998 by Laurel Leaf
Rating 4/5

Kisah memilukan seputar Nazi, entah kenapa, selalu membuat saya tertarik membaca, sekaligus meninggalkan haru biru yang tak berkesudahan. Tapi bukannya kapok, saya selalu ketagihan membaca fiksi sejarah dengan latar belakang PD II ini.

Annemarie Johansen, gadis ceria berusia 10 tahun, tinggal di Denmark. Sekitar tahun 1942, masa berkuasanya Nazi di banyak Negara, juga sempat mengokupansi Denmark. Sang raja Denmark pada waktu itu, meski berusaha sekuat tenaga, tetap tak mampu menghalau kekuatan Nazi di negara kecilnya. Annemarie dan teman Yahudi-nya, Ellen Rosen,  menjadi saksi pendudukan Nazi yang kejam di Negara mereka. 

Annemarie tinggal bersama ayah ibunya dan adik kecilnya yang ceriwis, Kirsti. Ibu Annemarie dan ibu Ellen sering melakukan perjamuan kopi di sore hari bersama, meski pada waktu itu sangat sulit mendapatkan kopi sungguhan ataupun teh di Copenhagen. Mereka hanya menikmati minuman hangat dengan rempah di dalamnya. Jalanan dimana-mana dijaga para tentara Nazi, dengan pandangan menyelidik kepada siapa yang lewat, termasuk anak-anak sekolah. 

Kehidupan ‘normal’ mereka akhirnya harus berakhir dengan munculnya berita akan ‘relokasi’ para keluarga Yahudi ke suatu tempat. Ellen dan keluarganya harus menyingkir demi keselamatan. Ayah ibu Ellen menitipkan Ellen pada keluarga Johansen, sementara mereka sendiri menyingkir dengan bantuan penduduk Denmark, non-Jew. Kisah seru nan memilukan pun dimulai. Kisah pelarian para Yahudi yang diselundupkan dalam kapal pemancing ikan dengan bantuan selembar saputangan beraroma darah kelinci dan kokain.


Seperti halnya beberapa buku seputar Nazi, saya harus beberapa kali menghentikan membaca demi menyiapkan hati di adegan berikutnya. Beberapa kali saya terkecoh dengan pikiran saya sendiri yang rupanya lebih sadis atau lebay dibandingkan penulisnya sendiri :D . Misalnya saja ketika penggerebekan rumah Johansen yang dicurigai menyembunyikan keluarga Rosen. Ellen yang berambut hitam terlihat bagai ayam ditengah-tengah bebek. Annemarie dan Kirsti berambut blonde terang. Saya sudah membayangkan adegan mengerikan bakal menimpa Ellen, dan lebay-nya saya, saya kudu menghentikan sejenak bacaan saya, dan beberapa saat kemudian saya baru membuktikan tebakan lebay saya salah wkwkwkwk…. Tidak hanya sekali, beberapa kali ini terjadi. Hmmm… terbukti si penulis membuat kisah ini menjadi less brutal atau less rude dibandingkan novel-novel fiksi sejarah dengan tema serupa. Mungkin karena buku ini termasuk children literature, jadi pengenalan pendudukan Nazi menjadi kurang mencekam. Bandingkan dengan Between Shades of Grey atau Sarah’s Key atau Milkweed yang begitu terasa suasana mencekam sekaligus memilukan.

Di akhir cerita, Lois Lowry, si penulis membeberkan ide cerita novel ini yang ternyata lebih membuat saya pilu. Kisah fiksi yang berdasar kisah nyata selalu membuat gambaran kejadiannya lebih terasa nyata. Judul Number The Stars diambil dari surat Psalm ayat 147 yang mengatakan bahwa Tuhan telah menhitung seluruh bintang di muka bumi ini dan sekaligus berhubungan kalung Ellen yang berbentuk Star of David. Saya tutup review ini dengan satu quote dari surat yang terlampir di bagian akhir cerita, dari salah satu karakter yang justru muncul sesekali tapi membuat sesenggukan… huuhh… payah saya ini ya. Gitu aja mewek :’)


Surely that gift—the gift of world decency—is the one that all countries hungry for still. I hope that this story of Denmarkand its people, will remind us all that such a world is possible. (Kim Malthe-Bruun)


PS.
Buku ini meraih penghargaan Newbery Medal tahun 1990 sebagai karya sastra anak bergengsi Amerika.
Foto yang menjadi cover sampul adalah foto yang diambil sendiri oleh Lois Lowry ketika ia datang ke Copenhagen melakukan riset dan wawancara seputar pelarian para Yahudi dari Copenhagen menuju Swedia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar