Sabtu, 20 Februari 2016

Tanpa Daya (Hopeless) by Colleen Hoover




Ijak application,  500 pages
Published January 2015 by PT Gramedia Pustaka Utama
Rating 3, 5/5

Saya cukup hepi nemu buku ini di Ijak karena saya menganggap nama Colleen Hoover itu cukup laris di dunia novel YA ato teen ya? Saya lebih hepi lagi melihat rating yang luar biasa dari teman-teman saya, dan juga rating mereka di luar lingkaran teman saya, yang dengan murah hati memberi rating 4-5 bintang,  meski yah, banyak juga yang memberi rating standar hingga dibawah standar. Saya jadi penasaran apakah saya bakal berada di kelompok rating luar biasa ato yang biasa saja?

Di awal membaca,  saya cukup yakin dengan rating yang bakal saya berikan melihat kecepatan membaca saya yang menunjukkan buku ini menarik. Belum lagi ada Dean Holder, si cowok stalker yang 'lakik' banget dari mulai sikapnya hingga ucapannya yang bikin merinding sekaligus klepek klepek seperti Sky. Keyakinan saya tiba-tiba menurun drastis ketika hubungan Sky-Holder mulai dekat dan mesraaa... saya mulai bosan dengan adegan menempelkan-bibirku-dan-bibirnya-kuat-kuat, hingga memeluk ato dipeluk di dada nya, dan skin ship yang nyerempet2 panas tapi ga panas panas hahahaha.  Deskripsi begini bisa mencapai berrrlembar lembar sendiri hingga saya kudu sekip sekip dan sekip saja. 500 halaman novel itu terhitung bantal lho, jeng Hoover. Untung saya bacanya bentuk ebook jadi ga pake tremor en bisa saya teruskan bacaan saya dimana pun dan kapanpun.

Plotnya sebenarnya sangat menarik. Susah juga nulis reviewnya tanpa spoiler :D . Tapi baiklah saya coba tulis ya.


Linden Sky Davis, 17 tahun jelang 18, dijuluki cewek nakal karena reputasinya bergonta ganti cowok. Dalam sebulan dia bisa berganti cowok 4 ato 5 kali. Dalam hubungan ini, dia sama sekali tidak merasakan sensasi luar biasa ketika bermesraan. Reputasinya ini tiba-tiba terhenti begitu bertemu dengan Dean Holder. Klise ya. Tapi yah, novel romance emang kudu begini =) . Kedekatan nya dengan Holder ini tiba-tiba membuatnya mengingat banyak hal tentang masa lalunya. Dia ingat dia adalah anak adopsi dari Karen, ibu yang telah mengasuh nya selama 13 tahun. Bersama Holder,  secara tak sadar dia mengingat pernah bersahabat dengan dua saudara kembar yang tinggal bertetangga di waktu ia kecil, selain itu ia juga mengingat kenangan buruk yang selama ini telah berusaha ia kubur dalam-dalam.

Yang menarik dari karakter-karakter disini adalah sosok Karen, ibu adopsi Sky. Dia termasuk manusia langka yang menolak teknologi hingga ia tak mengizinkan ada TV, radio, ponsel apalagi internet. Buat Sky hal ini tak masalah karena lebih dari separuh hidupnya dia habiskan dengan bersekolah di rumah. Secara teknis, dia tak membutuhkan komunikasi dengan guru atau teman sekelasnya. Adegan heboh yang terjadi pada Sky yang buta teknologi ini ketika ia menerima hadiah ultah dari sahabatnya, Brecking, sebuah kotak berlayar yang ia kira adalah TV kecil saking ia ga punya TV di rumah hingga si sahabat mengadonya TV. Ternyata benda itu adalah e reader untuk Sky yang menghabiskan waktunya dengan berlari dan membaca buku. Hahahahaha.  Ga kebayang gimana hepinya ia.

Selain menyuguhkan drama keluarga yang pilu nan ngilu, novel ini sebenarnya cukup banyak kalimat yang lumayan quotable,  sayangnya saya sendiri kurang merasa keterkaitan  pribadi dari kalimat kalimat indah dari buku ini.  Meski beberapa reviewer mengatakan isu disini cukup berat, saya cukup setuju meski yah, tidak seberat itu. Hmmm…. Bukan berarti pelecehan seksual anak di bawah umur itu tidak berat ya. Tapi berat disini bukan berat dalam hal saya kudu berpikir keras hingga salah tafsir, atau membuat saya roaming J. Mungkin jika porsi Brecking yang penganut Mormon diberi porsi sedikit banyak alih-alih deskripsi skin ship yang membosankan itu, saya mungkin bakal menambah bintang. Tapi entah lah.  Toh setelah ini saya bakal jeda dulu membaca sequel nya. Sama seperti Slammed dulu, yang hanya saya baca buku pertamanya saja. Saya kurang cocok rupanya dengan novel series bergenre romens keluarga ini :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar