Senin, 09 Mei 2016

Pohon Pohon Sesawi by Y. B. Mangunwijaya


Ijak Application 198 pages
Published 1999 by Kepustakaan Populer Gramedia
Rating 3/5

Apalah arti sebuah nama, demikian satu quote populer milik Shakespeare. Mungkin hanya orang Jawa atau Indonesia yang percaya tentang nama tertentu yang 'terlalu berat' hingga membuat si anak sakit-sakitan sehingga butuh nama baru. Demikian yang dialami Rahadi, anak petani kecil, yang berganti nama menjadi Yunus. Menjadi anak yang sehat lah si kecil Yunus? Hmmm, ternyata masalah lain muncul dengan mengaitkan nama Yunus dengan Nabi Yunus, yang sangat Islam. Nama baptis Yohanes pun dipilih untuk menghindari konotasi agama tertentu :D . Bukan Romo Mangun jika kisah ini kemudian tidak berbelok, berkelok 90 derajat menjadi kisah setengah reliji, setengah komedi satir. Romo pun berkisah tentang Nabi Yunus yang nakal, keras kepala hingga dihukum oleh Tuhan dimakan ikan. Nabi Yunus pun bertobat, kembali menyeru pada umatNya agar menyembah Nya. Kisah simpel yang membuat Yunus menyukai namanya sendiri.


Kisah berikutnya mengambil setting di paroki tempat Yunus kecil dibesarkan, dididik menjadi Romo dan akhirnya dengan nilai matematika yang selalu dicibir si Abang, jadilah Yunus menjadi seorang Romo. Segala tetek bengek paroki beliau ceritakan dengan detil, hingga para karakter pembantu si calon Romo ini: dari para Abang yang usil, orangtua yang awet miskin, hingga para pastor yang kelak mewarnai kehidupan Romo Yunus ini. Kisah-kisah para gembala yang berserah diri, yang percaya bahwa 'Gusti Allah ora sare'. Adalah satu kisah yang mirip Nabi Yakub dalam Islam, pasangan yang bertahun mendamba hadirnya seorang anak dalam kehidupan rumah tangga mereka. Setelah berdoa di bait Allah, doa mereka akhirnya dikabulkan. Tiada yang tak mungkin bagi yang Maha Kuasa untuk mengabulkan permohonan. Putra mereka yang kemudian diberi nama Samuel, diserahkan ke gereja untuk menjadi hamba Tuhan di kelak kemudian hari. Kepasrahan yang berbuah manis dan berujung berserah diri. Ada pula kisah kocak mirip komedi antara Pisang dan durian. Durian disini adalah symbol gadis yang berpenampilan macho, tegas dan kuat yang naksir seorang calon pastor yang lemah lembut lagi mungil. Dan akhirnya mereka pun berakhir di pelaminan. Tak ada penyesalan, mereka tetap menjalani rutinitas sebagai pelayan Tuhan, dengan jalan yang berbeda. Ada juga kisah para suster yang berusaha jujur dengan keinginan menjadi seorang ibu, dengan hadirnya bayi dalam pelukan mereka. Posisi sebagai seorang suster, tak memungkinkan mereka menjadi seorang ibu dengan bayi sendiri. Gambaran ibu Theresa, yang menjadi ibu bagi mereka yang membutuhkan bagi anak-anakk tak berorangtua, lagi tak mampu, cukup membuat seret di tenggorokan.


Di tulis secaa terpisah, buku ini takk selesai ketika Romo Mangun menghembuskan napas terakhirnya. Karena itulah, kisah disini berasa kadang seperti potongan tak selesai yang saya rasa masih bias diselesaikan. Kerja keras para pengumpul kisah yang harus diacungi jempol. Masalah lain dalam membaca ini adalah istilah-istilah Kristiani yang saya ngga paham. Sakristi, liturgy, dan lain sebagianya yang sebenarnya bisa saja saya lakukan Googling, tapi entah kenapa, saya biarkan saja istilah ngga ngerti itu menggantung begitu saja hahaha… Overall, ini adalah bacaan ringan di kala liburan Kenaikan Isa Almasih. Oya, selama membaca, beberapa kali terlintas dalam telinga saya beberapa lagu gospel milik Hayley Westenra, yang sekali mendengarnya, berasa ingin diulang-ulang, padahal saya juga ngga ngerti artinya wkwkwkwk…. 

Ini dia lagu yang 'menghantui' saya selama membaca buku ini :D




3 komentar:

  1. Selesai juga baca buku ini, mbak :D

    Aku juga sukaaa banget gaya bahasanya Romo Mangun di sini, tapi sayangnya ya itu, banyak istilah2 yang nggak familiar buatku bertaburan dimana-mana. Akhirnya banyak nggak mudengnya. Sama aja, hiks ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tossss.... kudu googling nyari istilah ga mudeng...ngko ga bar2 mocone... #liriktimbunan :D

      Hapus
  2. Dapatkan penghasilan tambahan dari website atau blog Anda dengan bergabung dengan Program Afiliasi dari salah satu toko buku online Indonesia.
    Dengan mereferensikan pengunjung website/blog Anda ke Belbuk.com melalui klik pada link afiliasi, dan apabila pengunjung tersebut berbelanja buku di website kami, maka Anda akan mendapatkan komisi penjualan sebesar 5% dari dari total pembelian. Tidak hanya itu, anda akan mendapatkan komisi secara terus-menerus dalam setiap pembelanjaannya, selama pelanggan tersebut mengakses dari komputer yang menyimpan cookie yang telah mengandung kode afiliasi Anda.

    Bergabung sekarang juga: http://www.belbuk.com/afiliasi

    Terimakasih.

    BalasHapus