Selasa, 17 Mei 2016

Posting Bareng: Hari Buku Nasional 2016




Happy National Book Day, guys….

Awalnya, saya ngga punya ide untuk ikut posbar bulan ini. Menulis artikel tentang buku, perpustakaan? Apalah saya. Pergi ke perpus aja jaraaangg, ke toko buku? Hhmmm… hanya pas diskon gedhe aja sih hehehe… Untunglah, tepat tanggal 17 Mei, hari Selasa, tiba-tiba saya dihubungi oleh sebuah radio, Radio Pro II RRI yang ingin melakukan wawancara ringan seputar Hari Buku Nasional via telpon selama 10 menit, jadi saya ga perlu dandan apalagi mandi wkwkwkwk. Oya, beberapa hari sebelumnya, coordinator-yang-sebenanya-minta-pensiun-tapi-tidak-kita-bolehkan, yang popular dengan Mister 63, alias Pra  Vlatonovic yang sudah tenar di jagad Goodreads meminta salah satu dari kami untuk menjadi tamu di radio tersebut. Sayangnya, waktunya kurang tepat, jadi, yah, kesempatan mengenalkan komunitas pun lewat begitu saja.

Oke, to make my babbling short, let’s start. 

Font merah untuk mas-mas penyiar PRO II RRI yang heboh mewawancarai saya
Font hitam buat jawaban babbling saya yang seratus persen shallow hahaha. Waktu 10 menit berasa pendek banget
Font biru, komen ga penting, lewati saja :D

Pagiiiiii, mbak Lila. Apa kabar? Selamat hari buku Nasional yaaa… Boleh dong kita tau dua buku favorit mbak Lila
Appaaa… Cuma dua buku? Itu ngga adil untuk buku favorit saya yang lain
Hmmm….. Cuma dua ya. Sulit yaaa. Banyak buku favorit saya. Kalo gitu, Harry Potter series en buku-bukunya Mitch Albom deh (aslinya sih buku terjemahan terakhir Albom belum kelar juga dibaca hahaha)


Eh ya, di Hari Buku Nasional ini, apa perasaanmu?
Ih, pertanyaan ambigu banget deh… Tapi ya dijawab lah
Emmm… perasaan saya ya? Antara seneng dan sedih sih. Seneng karena saya bergabung dengan komunitas baca buku, jadi yah, seneng, banyak teman buat diskusi buku, minjem buku, dll. Sedihnya, yahh, diluar komunitas, sedikit sekali orang tertarik dengan buku, membaca buku terutama. 

Terus kira-kira apa yang membuat orang tidak tertarik membaca buku, mbak?
Menurut saya sih mereka lebih tertarik menonton daripada mengunyah huruf-alias membaca. Apalagi dengan semakin canggihnya teknologi, semakin kurang interest orang akan membaca buku…
Belum selesai ngomong, sudah dipotong si mas penyiar. Saya kan mau promosi teknologi Ijak. Itu teknologi membaca buku paling gampang…. Aaahh… Sudahlah…

Apa peran komunitas Goodreads ini dalam meningkatkan minat baca masyarakat sekitar? Membuat yang tadinya ga suka baca, jadi suka banget baca?
Dih, pertanyaan mas-masnya kok gitu? Emangnya Goodreads itu punya member yang bisa magic membuat orang tiba-tiba jadi suka baca? Hmmm…

Kita pernah beberapa kali punya event komunitas, misalnya saat Car Free Day yang bertepatan dengan World Read Aloud Day. Kita pajang buku, dan mengundang orang-orang untuk mampir dan jika mereka bersedia, kita bersedia membacakan buat mereka. Kita juga pernah ikut meramaikan pameran perpustakaan daerah. Kita ingin menunjukkan pada para pengunjung bahwa membaca itu tidak hanya membaca buku-buku yang nungkin membuat orang bosan. Masing-masing member memiliki interest sendiri- sendiri tinggal pengunjung mau ngobrol tentang buku dengan genre buku seperti apa. 

Menurutmu, apakah harga buku semakin mahal?
Dih, sudah tau nanya sih, masss…. Iseng deh…
Ya iyalah. Kita juga menganggap harga buku saat ini makin mihil.

Terus apa antisipasi para member komunitas buat buku yang makin mahal ini?
Eeeehhh… emangnya kita siapa ya, mas? Bisa nurunin harga buku karena kita komunitas buku… uppsss…
Hmmm… beberapa anggota sih biasanya menunggu diskon beberapa toko buku atau melalui jalur pre Order dengan diskon tentunya. Dengan begini kan kita bisa terus menjadi penimbun sejati…

Buku apa nih, mbak yang bisa direkomendasikan buat para pendengar PRO II?
Hmmm… saya sih kalo memberi rekomendasi buku, saya liat-liat dulu genre favorit orang yang bersangkutan. Kalo dia suka fantasy, maka buku fantasy ini yang akan saya rekomendasikan. Kalo dia suka historical fiction, yah, buku hisfic yang ini boleh deh coba dibaca. Yang suka kipas-kipas, silakan baca Lilin Ungu, dijamin gerah alias sumuukkk… :D

Oya, kalo boleh tau, kenapa sih orang-orang komunitas baca itu lebih suka membaca daripada nonton? Bedanya dimana? Kan sama saja tuh. Sama-sama jadi tau sesuatu…
Yah…. Si mas nanya begini ke kita para penimbun buku dan juga penimbun film sebenarnya, jelas kita punya alasan doongg…
Mungkin sensasi membaca itu lebih kena dibandingkan menonton ya. Kalo menonton kita bisa melihat visual yang sudah dipertontonkan, sementara membaca, kita punya imajinasi sendiri yang kadang lebih dari visual yang dihasilkan dari menonton itu sendiri. Contohnya Harry Potter. 

Terakhir, apa pesanmu di Hari Buku Nasional ini?
Duh, ga ada pertanyaan lebih gampang, mas? Siapa penulis Harry Potter gitu, yang saya ngga usah mikir lama hehehe…
Emmm.. apa ya…. Yah, jika kalian ngga bisa kemana-mana karena satu hal, baca buku deh, karena buku jendela dunia… tsaaahhhh…. 

Sekian wawancara singkat antara penyiar PRO II RRI dengan saya untuk memperingati hari Buku Nasional. Dan mari kembali ke laptop, terjemahan menunggu…. :D

13 komentar:

  1. Kok lebih seru batja tulisan berwarna biru ya? :v

    Dan baru tahu kalau Kak Lila ini penerjemah :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, Juunn, itu terjemahan thesis teman kok, bukan nerjemahin buku hahahah. Itu sih aku sdh nyerah duluan ☺

      Hapus
  2. "Font biru, komen gak penting", tapi kok aku-nya lebih fokus ke font warna biru ya kak...?? :V

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga penting tapi tetep ditulis itu namanya narsis wkwkwk... (maksudnya tetep kudu dibaca) 😁

      Hapus
  3. IHWAW MBAK LIL KEREN DIWAWANCARA LOH KAYAK SELEB.

    "Oya, kalo boleh tau, kenapa sih orang-orang komunitas baca itu lebih suka membaca daripada nonton? Bedanya dimana? Kan sama saja tuh. Sama-sama jadi tau sesuatu…"

    Pertanyaannya gitu banget, hahaha. Orang-orang komunitas baca tetap suka menonton kan, Mbak? Malah kadarnya bisa saja sama besar. Tapi memang di saat membaca, aktivitas otak lebih aktif dibanding menonton.


    POKOKNYA MBAK LIL IDOLAKU!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo sekedar diwawancarai lewat telpon sih serringgg, pan... Cuma seleb tingkat telpon doang kok kau idolakan... (raafi & Iko kau anggap apaaa?) #deramah
      πŸ˜‚

      Hapus
    2. entah kenapa aku nyasar ke postingan ini, dan memang sudah suratan takdir aku harus membaca hingga komen terbawah dan namaku disebut sang seleb radio. uhuwaaw! xD

      Hapus
    3. Jadi maksudnya kau kesini nyesel gitu, Ko? Beklaahhh. Kita selesaikan nanti secara.... (apa ya?) 😁

      Seleb telpon bukan seleb radiyooo mwahahahaha 😁

      Hapus
  4. Iya sama kayak Juni dan Nova, saya lebih konsentrasi baca font biru, mungkin alasannya, pertama udah ada wanti-wanti ngga penting, jadi sifat kepo saya lebih dominan dan berusaha berontak. yang kedua dan terakhir mungkin font biru mengambarkan curahan isi hati yang terdalam tidak buat-buat memang seperti itu adanya (lagu noah "buka dulu topeng mu").

    BalasHapus
    Balasan
    1. *bokep mulut Indra biar ngga nyanyi * mwahahahaha

      Casual dikit gitu bahasanya, ndraaa πŸ˜‚

      Hapus
    2. Maaaaaaaaaaakkkkkkk.... typoookuuu paraaahhh.... #sujuddikakiemak... :D

      Hapus