Kamis, 09 Juni 2016

Detroit Metal City vol 1 & 2 by Kiminori Wakasugi


Read scanlation on Android app
Rating 3, 5/5

Seperti yang sudah pernah saya tulis di review sebelumnya, selalu ada alasan untuk membaca satu judul buku. Sama dengan Memoirs of Teenage Amnesiac, kali ini alasan saya masih sama, Ken'ichi Matsuyama hahaha... Terus terang, ketika saya suka dengan satu aktor, saya bakal kepo dengan segala berita dan terutama film2 yang idola saya bintangi. Demikian juga dengan komik kocak ini. Live actionnya dibintangi oleh Matsuken. Ihiiirrrr.....

Di awali dengan keberangkatan Soichi Negishi ke Tokyo dari desanya yang kecil dengan membawa mimpi menjadi mahasiswa di kota besar, menjadi cowok yang fashionable dan mengejar cita cita idamannya, menjadi penyanyi pop terkenal. Sayang beribu sayang, meski cukup dianggap berbakat di musik pop oleh beberapa gelintir teman kuliahnya, dan cewek taksirannya, audience Negishi di tempat ngamen hanya seekor anjing! Puk puk Negishi. Yang mengejutkan adalah justru Negishi menjadi penyanyi luar biasa populer di jalur yang tak pernah ia bayangkan! Death Metal! Aliran musik setan dengan syair merusak nan porno dan kasar ini justru melambungkan dirinya di jajaran musik death metal. Yup, keisengannya mendaftar sebagai vokalis yang semula ia tak tahu menahu mendamparkannya di Detroit Metal City. Dandanannya cukup menyembunyikan identitas asli Negishi yang sebenarnya pemalu dan agak melambai. Dengan tulisan 'KILL' di keningnya, Negishi menjelma menjadi Krauzer II yang diidolai banyak orang. Konsernya selalu penuh, CD nya laris di toko musik, fansnya rata rara garis keras semua, berbanding terbalik dengan mimpi awal Negishi.

Kehidupan Negishi mungkin akan tetap sebagai Krauzer II sebagai alter egonya di panggung jika ia tidak bertemu dengan Aikawa, cewek taksirannya di jaman kuliah dulu. Aikawa sekarang menjadi reporter majalah musik terkenal. Masalahnya, Aikawa sangat benci dengan grup death metal Negishi, Detroit Metal City. Meski benci, tugas Aikawa untuk mengejar info tentang DMC tetap harus dilakukan. Disinilah rentetan adegan kocak yang bikin perut sakit dimulai! Belum lagi persaingan antara grup DMC dan grup-grup rock atau genre musik lain yang ingin menyingkir kepopuleran DMC di jalur musik. Satu adegan tak terlupakan adalah datangnya grup death metal Amerika yang sebenarnya ingin pensiun dan menghibahkan gitar legendaris para death metaller, yang sudah terpercik darah (entah siapa) kepada penerusnya. Negishi yang kadang muncul dengan jati dirinya sebagai Negishi yang sopan dan halus, mendambakan bertemu dengan penyanyi Amerika ini dengan mimpi bernyanyi duet di panggung lagu WE ARE THE WORLD! Ya ampuuunnnn, Negishi, you must be kidding, for God sake! Dia sempat menyambangi kamar si penyanyi Amerika ini membawakan jamur shiitake kiriman ibunya dari desa. Bayangkan kocaknya adegan berikutnya hingga akhirnya si penyanyi tamu menyadari bahwa si tamu pembawa jamur itu sebenarnya adalah Krauzer yang garang di panggung! Mwahahaha hahaha.....
Membaca ini memang sangat menghibur terutama kocaknya Negishi. Hanya, hati-hati dengan syair lagu DMC yang tak keruan porno dan kasarnya, belum lagi manager cewek gila yang nyaris memperkosa Negishi yang masih perawan demi mendapatkan image dan karakter Krauzer tetap menempel pada Negishi, baik di panggung atau di luar panggung. Negishi seolah memiliki dua personality berbeda yang ia sadari datangnya. Berbeda dari kasus split personality yang sering tak disadari oleh si pengidap, Negishi bisa muncul sebagai Krauzer ketika ia sangat kepepet atau dendam dengan seseorang. Yang cukup mengherankan, Krauzer ini bisa muncul kapan saja sesuai yang diinginkan Negishi, lengkap dengan kostum dan dandanannya yang super tebal dan seram! Saya jadi mikir, kapan dia ganti baju dan pake make up ya? Sumpah ini penting buat saya yang selalu membawa kostum kerja ke kantor kalo saya berbike to work. Tas berasa gendut gitu :D.


Poster live action Detroit Metal City yang rilis 31 Juli 2008

Untuk versi live action nya, entah kenapa saya belum mampu menyelesaikan filmnya. Awalnya, saya sangaattt penasaran bagaimana Matsuken bisa memerankan penyanyi gila dan menjadi sosok yang agak banci dengan poni yang ngga nguati serta megolnya yang ajib banget. Tapi ketika menonton, saya jadi kasihan sama Negishi. Ia pontang panting menjadi dua sosok yang berbeda di saat yang sama di depan fans DMC sekaligus di depan Aikawa. Sedikit mengingatkan adegan film Mrs. Doubtfire dulu yang dibintangi oleh Robin Williams. Untuk akting Matsuken, jelasss kereennn banget. Ngga ada sisa bayangan L di Death Note disini. Bahkan ada satu tayangan di YouTube behind the scene Detroit Metal City dengan satu komentar, bahwa yang terlihat disitu adalah 3 orang yang berbeda, yaitu Krauzer, Negishi dan Ken'ichi Matsuyama. Setuujuuuu sekali. Ke depan, mungkin saya selesaikan komiknya dulu atau live actionnya? Entahlah. Terlalu banyak distraksi lain yang menggoda. Hahahaha... Yang paling menggoda tetap mengulang menonton Death Note, L Change the World sih mwahahaha.....

Trailer live action DMC






2 komentar:

  1. Langit biru : Komiknya sepertinya mengelitik, cukup mengocok perut, mungkin kalau ada selipan adegan lucu lebih detil di review. Saya akan tertawa terbahak-bahak dan berguling-guling dilantai.

    Indra : Wkwkwkwk, nggak bisa banyangin tampang lugunya kayak negishi dengan poninya, jadi inget dengan teman sekantor yang potongannya mirip. Trus tiba-tiba jadi guaraaang tampang. :) wkkkkkkk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. LB: ogaaah ya ngasih bocoran dialog lucunya... Baca sendiri sonooo... #manamungkiiinnn

      Indra: huuuussss..... tak kandakke opo kondo dewe? wkwkwkwk

      Hapus