Senin, 04 Juli 2016

The Chronicles of Audy:4R by Orizuka


Paperback 320 pages
Published Mei 2015 by Haru
Rating 3/5 

Saya sudah cukup penasaran dengan Kronik Audy ini jauh sebelum saya membaca novel ini. Duluuu, novel ini sempat jadi topik obrolan panjang di grup, antara mereka yang suka dan kurang suka, hingga ada yang mengatakan bahwa ide dasar novel ini sanggaatt mirip dengan dorama Jepang, Atasinchi No Danshi (My Boys--More Than Family but Less Than Lovers) yang tayang 2009 lalu. Saya sendiri pernah membaca beberapa karya Orizuka, dan pernah sangat suka dengan satu novelnya berjudul Fate pada saat saya masih gandrung Korean Drama, tapi pernah ilfeel dengan karyanya yang lain, Infinitely Yours. Jadi ketika membaca ini, saya tidak terlalu berekspektasi tinggi, apakah saya bakal suka atau tidak. :D 

Audy Nagisa, 22 tahun, nyaris menyelesaikan kuliahnya yang tinggal menyusun skripsi ketika bencana itu datang. Orangtuanya bangkrut, tak mampu lagi membiayai kuliah dan kos-nya yang sudah nunggak 3 bulan. Tanpa uang, tanpa skill yang berarti membuat ia melamar pekerjaan sebagai babysitter di sebuah lowongan pekerjaan. Tanpa wawancara yang berarti, ia diterima. Resmilah Audy menjadi babysitter di rumah keluarga 4R. 4R? Apa itu? Atau tepatnya siapa itu? 4R seperti yang tertulis di kotak pos depan rumah itu ternyata singkatan dari Regan, Romeo, Rex dan Rafael, empat pemuda cakep-cakep dengan inisial R sebagai awal nama mereka. Cakep2? Betah dong Audy dikelilingi 4 cowok cakep? Hmmmm... Ternyata Audy tertipu dengan kontrak kerja yang disodorkan oleh Regan. Alih-alih bekerja sebagai babysitter menjaga baby, yang ternyata si baby sudah tak lagi bayi karena ia berumur 4,5 tahun, Audy lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Itu berarti lowongan sebagai babysitter hanya kamuflase saja karena yang lebih banyak ia lakukan adalah bersih-bersih rumah. Babysitter a.k.a asisten rumah tangga! 


Karena sebelumnya saya sudah menonton dorama Jepang yang dibilang mirip ide cerita novel ini, saya tak tahan untuk tidak membandingkan novel ini dengan dorama itu. Jika di novel ada 4 cowok di rumah 4R, di dorama ada 6 cowok cakep. Jika di novel, 4R ini hidup biasa saja karena kedua orangtua mereka sudah meninggal, dan membuat Regan banting tulang bekerja membiayai adik-adiknya, di dorama 6 bersaudara itu hidup dengan gelimang harta peninggalan bapak mereka, jika di novel para 4R ini pada awalnya terkesan dingin dan cukup memusuhi Audy, dan tidak terlalu akrab satu sama lain, di dorama tak jauh berbeda, 6 bersaudara itu hanya kumpul pas mereka mandi sauna saja, selain itu mereka sibuk sendiri. Jika di novel ada karakter Regan yang tegas dan bertanggung jawab, di dorama tidak ada karakter macam begini. Di novel ada tokoh genius seperti Romeo dan Rex (17 tahun) dan Rafael (4,5 tahun), di dorama ada sosok Satoru Okura yang juga 17 tahun, yang paling diam dengan trauma kecelakaan hingga ia nyaris tak pernah keluar rumah, dan si kecil Akira Okura, genius 12 tahun yang suka bermain saham dengan perolehan duit selangit tapi tetap membutuhkan sosok seorang ibu, tak jauh beda dari Rafael. 

Sementara dari sisi peran utamanya, Audy, di dorama diwakili oleh Chisato Mineta. Di novel, Audy jatuh miskin setelah kedua orangtuanya gagal bermain tanam saham hingga ia harus bekerja di rumah 4R. Kontrak antara dirinya dengan Regan sebenarnya tidak terlalu berkesan menjebak jika ia cukup pintar membaca pasal-pasal di dalamnya. Dia tak akan menjadi babysitter nyambi jadi ART di rumah itu. Sementara di dorama, Chisato benar-benar terjebak dalam sebuah perkawinan kontrak setelah ia dikejar-kejar debt collector akan utang ayahnya. Ia seorang homeless dengan muka lusuh coreng moreng. Seorang bapak-bapak bersedia membayar lunas utangnya dengan syarat mau menjadi istrinya selama satu bulan, karena ia hanya memiliki sisa hidup selama sebulan. Selanjutnya, kontrak satu bulan itu berlanjut menjadi 3 bulan, dengan kontrak yang tak ada habisnya, dan tugas-tugas yang menguras energi dan emosi, salah satunya dengan menjadi ibu bagi 6 bersaudara itu, yang bahkan yang paling sulung jauh lebih tua dibanding dirinya! Jika di novel, Audy digambarkan mempunyai tinggi badan lumayan, 170 cm something, di dorama, Chisato selalu dipanggil si pendek karena tubuh mungilnya. Audy lebih banyak melamunkan pria-pria cakep di sekelilingnya yang meski awalnya membuat ia sebal tapi tak pernah ingin ia tinggalkan. Chisato sebaliknya. Jangankan mengagumi paras 6 saudara itu, berulang kali ia berusaha melarikan diri dari tanggung jawab kontrak yang nyaris membuatnya gila. Ternyata, tujuan akhir dari kontrak itu adalah menyatukan 6 bersaudara itu, tidak hanya saat makan bersama tapi juga tinggal bersama dan menumbuhkan rasa tanggung jawab satu sama lain. 

"Setelah kecelakaan itu, semua orang selalu mengurung diri di kamar, sibuk masing-masing. Setiap makan pun jarang ada yang ngobrol. Tapi semenjak kamu datang, semuanya jadi senang nongkrong di ruang keluarga lagi. Semua jadi berisik," (halaman 215) 

Dari omongan Regan diatas, saya jadi menyimpulkan bahwa kehadiran Audy juga secara tidak langsung menyatukan 4 bersaudara yang nyaris tercerai berai. Mirip ya. Jika Audy hampir, eh, sudah naksir Regan, Chisato naksir Sho Okura, anak nomor 3 dari 6 bersaudara. Sebenarnya sih hampir semua cowok disini jatuh hati pada Chisato, kecuali si bungsu yang memang mengharap sosok ibu, dan ia temukan pada Audy, eh, Chisato. Bingung saya...hahaha. .. 

Jadi, benarkah ide novel ini sama dengan dorama Jepang yang dibintangi oleh Horikita Maki ini? Well, sepertinya sih iya. Untuk seorang penulis macam Orizuka, yang dulu mengelak kemiripan antara Infinitely Yours dengan film Thailand berjudul Hello, Stranger. Yang patut diacungi jempol memang ramuan kata-kata yang rapi, lincah dan karakter masing-masing yang cukup kuat. Meski yah, sebenarnya saya cukup sebal dengan Audy, si tukang daydreaming, tapi saya cukup suka dengan Rex, genius SMA itu. Ada beberapa kejanggalan yang saya temukan, tapi saya malas membahasnya karena review ini sudah cukup panjang dengan sisipan dorama Jepang itu. Tapi sstu kejanggalan yang pingin saya bahas, saat Rafael jatuh sakit. Ketika di IGD, saat diperiksa dokter, Audy dan Regan dipersilakan untuk menunggu di luar?! Hah!? Anak usia 4,5 tahun dibiarkan diperiksa sendiri tanpa orang dewasa mendampingi? Ponakan saya usia 4-5 tahun sangat ketakutan melihat dokter. Meskipun genius, tetap saja Rafael butuh pendamping ketika ia diperiksa dokter. 

Review ini bakal saya tutup dengan sedikit spoiler. Di novel, Audy sempat meninggalkan rumah 4R, demikian juga dengan Chisato. Regan menyambutnya dengan ucapan selamat datang. Sho menyambut Chisato dengan 'Okaeri' dan dijawab 'Tadaema'.... Aaarrrghhh... jadi kangen Chisato =)

 Poster dorama Atashinchi No Danshi (dari Asianwiki)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar