Jumat, 04 November 2016

The Railway Children by Edith Nesbit



Paperback 312 pages
Published Juni 2010 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5

Sudah lama saya mengidamkan buku ini. Saya selalu pasang mata di tiap book bazaar, karena saking lamanya buju ini, jadi sering kali teman saya melihat buku ini terselip di antara buku diskon. Sayang, bukan saya yang melihatnya. Saya akhirnya dapat juga buku inindi lapak olshop langganan dengan harga yah, jauh dari diskon. Nyaris harga normal. Hmmmm...at least, I finally got the book =) . Sayangnya, mengidamkan memiliki belum tentu mengidamkan membacanya hahaha... Penyakit hoarding ini terlalu paraahhh :D

But then I read it. Well, a bit regret not to read it sooner since the book reminds me a lottt about my childhood book, The Famous Five. It's not a detective book anyway, but the feeling somehow brings me back to the time I read George and her gangs =)

Tiga bersaudara Roberta alias Bobby, Peter dan Phyllis adalah tiga kakak beradik yang mungkin paling berbahagia.  Tapi setelah Ayah mereka tiba-tiba menghilang setelah 'dijemput' dua orang tidak dikenal, kehidupan mereka berubah. Mereka tak lagi hidup di rumah besar, memiliki asisten rumah tangga yang siap membantu mereka dan Ibu, terlebih mereka harus tinggal di sebuah rumah sederhana tanpa pemanas. Rumah baru mereka terletak di dekat rel dan stasiun kereta api yang memungkinkan mereka untuk melihat sangat dekat kehidupan kereta api.


Meskipun kehidupan mereka berubah sangat drastis, tapi mereka tetaplah anak-anak berbahagia dengan kehidupan baru mereka. Tak ada lagi makanan mewah, mereka tetap menikmati hidangan sederhana dari honor tulisan cerita ibu mereka yang dimuat di majalah;  tak ada lagi kegiatan sekolah,  mereka isi hari-hari mereka dengan pengetahuan seputar kereta api dari orang-orang stasiun yang ramah. Pokoknya mereka tahu apa yang mereka lakukan ketika masalah datang, dan bersama-sama mereka memecahkan masalah dengan cerdik.

Awalnya, saya cukup bosan dengan kehidupan tiga bersaudara ini, berasa tidak ada yang menantang untuk dibaca, tidak semenarik yang saya bayangkan. Tapi lambat laun, cerita Bobby bersaudara ini menjadi menarik. Petualangan misteri yang semula mungkin sempat saya harapkan tak ada disini, digantikan oleh petualangan seru yang berhubungan dengan orang-orang desa dimana mereka tinggal dan tentu saja orang-orang yang melewati stasiun kereta api. Misalnya Pak Perks, salah satu pekerja stasiun yang pencemburu =) , kemudian Pak Tua yang selalu membalas lambaian mereka ketika kereta Pak Tua lewat dan di kemudian hari diketahui bahwa Pak Tua ini adalah orang penting; ada pula mantan tahanan Rusia yang melarikan diri dan kemudian ditampung di rumah Tiga Cerobong. Yang cukup menegangkan adalah ketika mereka menyelamatkan bayi dari kapal yang tertambat dan aksi penyelamatan seorang anak di terowongan kereta api. Berasa pengalaman Lima Sekawan di Kereta Api Hantu! Hahahaha...

Overall, buku ini cukup worth it dengan menjadi idaman saya sekian lama meski tertimbun juga sekian lama :D . Membaca pengalaman Bobby bersaudara berasa tak ingin berakhir =)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar