Senin, 29 Februari 2016

Ayah by Andrea Hirata


Paperback  412 pages
Published May 2015 by Bentang Pustaka
Rating 3, 5/5

Buat saya, ini bukan cerita Ayah, melainkan kisah cinta-tak-kunjung-padam-tak-lekang-oleh-waktu milik Sabari bagi Marlena. Kisah tentang ke-ayah-an sendiri hanya sekitar 10 persen atau mungkin kurang, selebihnya tentang Nasionalisme daerah seputar Sumatera, cinta bahasa Indonesia hingga hobi sahabat pena yang mulai ditinggalkan. Dari awal baca, saya mencari dimana letak kisah ayah-anak yang saya harapkan bakal mengharu biru, hingga bakal membuat saya teringat bapak saya, dan bakal membuat saya mewek, tapi ternyata nyaris sebagian besar halaman dihabiskan untuk demam cinta Sabari untuk Marlena hingga kemudian hadirlah Zorro, yang kemudian saya harap juga bakal mengurangi porsi cinta sebelah tangan Sabari terhadap Marlena. Ternyata, yah, begitulah....

Senin, 22 Februari 2016

(Cerpen) Padang Rumput Afrika by Ray Bradbury


Judul asli: the Veldt
Penerjemah: Maggie Tiojakin
Baca di @fiksilotus

Sudah lama sebenarnya saya mendengar @fiksilotus ini, tapi entah, dulu saya oernah tertarik membeli bukunya yang berisi kumpulan cerpen terjemahan dari belahan dunia, tapi waktu itu saya kebetulan membaca satu cerpen yang membuat saya roaming banget hingga saya meletakkan kesan saya pada cerpen2 di fiksilotus adalah crpen2 yang tergolong berat, hingga otak teflon saya tak mampu mengunyahnya :D

Baru-baru ini, saya tiba-tiba di follow oleh @fiksilotus. Saya berpikir, fiksilotus yang itu kah? Setelah saya melihat timeline-nya, ternyata memang benar yang itu. Dan saya pun tak ragu mem-follow juga :D. Setelha melihat timeline-nya, saya tertarik membaca satu cerpen milik Ray Bradbury berjudul Padang Rumput Afrika. Nama Ray Bradbury sendiri sudah saya kenal lama dan satu bukunya menjadi wishlist saya selamanya karena sampe sekarang masih berupa wishlist *_- (pundung)... 

Cerpen ini dibuka dengan dialog antara suami-istri George dan Lydia. Sang istri menginginkan suaminya untuk menengok kamar bermain anak-anak mereka, Wendy dan Peter. Cerita bergeser ke ruang bermain yang membuat saya mangap. Wooooowww..... Ini adalah kamar angan-angan saya selama ini. Selama ini saya mengangankan satu kamar yang berisi deretan rak buku dengan bukunya tentu, kemudian satu stationed bike atau treadmill dengan layar tancap sebesar, seluas dan setinggi tembok yang nanti bisa saya setel entah film, entah apa aja yang berhubungan dengana alam, dan saya berasa berlari atau bersepeda di alam terbuka. Tapi ruangan di kamar bermain milik anak-anak Geroge ini luar biasa. Ray tidak melupakan memasukkan unsur semua indra di dalamnya. Ruangan bermain ini tidak hanya berisi film yang tadi saya bayangkan, melainkan memiliki satu sensor canggih yang akan mengenali apa saja yang sedang dibayangkan dalam benak Peter dan Wendy.

Sabtu, 20 Februari 2016

Tanpa Daya (Hopeless) by Colleen Hoover




Ijak application,  500 pages
Published January 2015 by PT Gramedia Pustaka Utama
Rating 3, 5/5

Saya cukup hepi nemu buku ini di Ijak karena saya menganggap nama Colleen Hoover itu cukup laris di dunia novel YA ato teen ya? Saya lebih hepi lagi melihat rating yang luar biasa dari teman-teman saya, dan juga rating mereka di luar lingkaran teman saya, yang dengan murah hati memberi rating 4-5 bintang,  meski yah, banyak juga yang memberi rating standar hingga dibawah standar. Saya jadi penasaran apakah saya bakal berada di kelompok rating luar biasa ato yang biasa saja?

Di awal membaca,  saya cukup yakin dengan rating yang bakal saya berikan melihat kecepatan membaca saya yang menunjukkan buku ini menarik. Belum lagi ada Dean Holder, si cowok stalker yang 'lakik' banget dari mulai sikapnya hingga ucapannya yang bikin merinding sekaligus klepek klepek seperti Sky. Keyakinan saya tiba-tiba menurun drastis ketika hubungan Sky-Holder mulai dekat dan mesraaa... saya mulai bosan dengan adegan menempelkan-bibirku-dan-bibirnya-kuat-kuat, hingga memeluk ato dipeluk di dada nya, dan skin ship yang nyerempet2 panas tapi ga panas panas hahahaha.  Deskripsi begini bisa mencapai berrrlembar lembar sendiri hingga saya kudu sekip sekip dan sekip saja. 500 halaman novel itu terhitung bantal lho, jeng Hoover. Untung saya bacanya bentuk ebook jadi ga pake tremor en bisa saya teruskan bacaan saya dimana pun dan kapanpun.

Plotnya sebenarnya sangat menarik. Susah juga nulis reviewnya tanpa spoiler :D . Tapi baiklah saya coba tulis ya.

Senin, 15 Februari 2016

Posbar BBI 2016: JOGLOSEMAR ROMANCE BOOKS RECOMENDATION



Hellow...hellow... Kemana aja nih selama wiken en pas Valentine-an kemaren? Saya sih kemaren lagi tracking di Pantai Coro sampe pegel en sekujur tubuh penuh dengan pasir dari pantai keren di Tulungagung itu. Duh, ini ngga ada hubungannya sama judul postingan :P . Baiklah, banting stir dulu :D Kemarin sore, pas saya lagi bete nunggu kereta yang terlambat, saya iseng ngintip obrolan seru di grup WA Joglosemar. Ternyata semua anggota rata-rata lagi bingung mau nulis apa untuk posting bareng khusus Valentine tahun ini. Akhirnya tercetuslah ide untuk posting buku rekomendasi tema romens secara berjamaah, entah siapa imamnya hahaha... 

Nah, simak ya buku-buku rekomendasi dari kami yang keren ini #lempardirikepantai :D Eh yaaa... Ada GA di akhir postingan ini loo.. Hayooo... kudu disimak sampe habissss :D

Oya, Happy Book Giving Day yaaa

1. PS. I Love You by Cecilia Ahern

Ini adalah rekomendasi Alvina di Mari Ngomongin buku. Saya nyoba link review i blognya, kok ga nemu ya? #summonbuban :D

2. Haunting Violet by Alyxandra Harvey


Ini adalah rekomendasi dari saya sendiri :D Percintaan yang tak kasat mata antara Violet, si cenayang, dengan Colin, si kakak tiri yang diam-diam menaruh hati pada si adik tiri ini. Cek review saya di sini ya...

3. Twenties Girl by Sophie Kinsella


Ini adalah rekomendasi dari Opat di blognya Casual Book Reader. Link reviewnya bisa diintip di reviewnya yaaa...

4. Dilan by Pidi Baiq


Ini adalah rekomendasi dari Tezar dari blog Membaca Buku , meski bukunya kayaknya minjem, tapi ternyata belio suka romensnya disiniii. tsaaahhh.... Eeeehh.... ga ada reviewnyaaa di blognyaaaa huahahaha... 

5. Chemistry for Beginners by Anthony Strong


Ini adalah rekomendasi dari Desty di Desty Baca Buku. Reviewnya bisa diintip looo disini 

6. Over The Rain by Asri Tahir


Ini adalah rekomendasi dari pecinta romens Asri di blognya Peek A Boo. Duh, nama penulisnya kok mirip nama depannya ya? Kebetulan sekaleeee :D . Reviewnya bisa ditengok2 juga disini 

7. Flipped by Wendelin Van Draanen



Ini adalah rekomendasi dari Dion Yulianto di blognya Baca Biar Beken. Saya sudah nonton filmnya dan kemudian baru baca bukunya. Suka dua-duanya sih, meski harusnya saya baca bukunya dulu ;D. Eeeehhh.... Ga nemu reviewnya jugaaa hahaha... Nasiibb... Banyak buku bagus yang saking bagus sampai ga bisa nulis reviewnya kalik :D

8. What Is Hidden by Lauren Skidmore



Ini adalah rekomendasi dari Ika di Ika's Bookshelves. Bukunya sih kayaknya tipis dan lumayan baru, terbit tahun 2014. Bisa diintip lo reviewnyaaa... :))

9. Stay With Me Tonight by Sofi Meloni



Ini adalah rekomendasi dari Nurina alias mbak Ina di blognya Nurina Mengeja Kata. Eh, saya pernah liat buku ini di Ijak loo... Bisa dipinjam selama 5 hari gratiiss... Ayo donlot aplikasinya di android atau iOS. Lhah, kok malah promosi aplikasi hahaha... Ini nih reviewnya mbak Ina :D

10. A Walk to Remember by Nicholas Sparks




Rekomendasi dari Opan dari blog Kandang Baca ini kayaknya bakal banyak yang setuju yaaa... Kisah cintanya mendayu-dayu, apalgi filmnya ada lagu Only Hope-nya Mandy Moore yang bikin mrindingg... duuhh... Nih, reviewnyaaaa ...

11. One Day by David Nicholls



Rekomendasi dari Oky di blog Oky dan Buku ini awalnya saya pikir masih tulisannya Gayle Forman, masih sekuel sama just One Day, Just One Year, and Just One Night. Eh, ternyata bukan yak hahaha... Siweerrr dah :D. Heeehhh... saya juga ga nemu reviewnya di blog :(

12. Kambing dan Hujan by Mahfud Ikhwan



Rekomendasi dari Raafi di blognya Ough, My Books! ini kebetulan adalah wishlist saya sejak membaca postingan di mojok.co. Ga tau kenapa, karena judulnyaa kah yang unik, atau karena di rekomendasi oleh blog yang 'ajaib' itu hahaha... Simak reviewnya dekngab ini disini yaaa :D

13. Adultery by Paulo Coelho



Judulnya mengingatkan saya pada huruf A di dada Scarlet di film/ buku Scarlet Letter. A for Adultery di buku itu. Sedih dan pedih. eh ya, ini adalah rekomendasi dari Bzee di blog Bacaan B.Zee. Baca reviewnya disini yaaa...

14. Eleanor and Park by Rainbow Rowell




Rekomendasi dari Wardah dari blog Melukis Bianglala ini kayaknya sangat booming beberapa waktu lalu ya, termasuk versi terjemahannya dengan sampul 'aduhai' hahaha... Saya belum baca, mungkin kapan kapan lah :D Ehhh... sekali lagi saya ngga nemu reviewnyaaa :(

15. The Fault in Stars by John Green


Rekomendasi dari Perdani alias Danee alias Ratu typo di blog Melihat Kembali ini pasti banyaak yang setuju meski endingnya bikin mewek mewek. Saya sih baca ngga kelar en nonton filmnya juga ngga mewek hahaha... #selfkeplak. Daaan...ngga nemu reviewnyaaaa :(

16. Malaikat Lereng Tidar by Remy Sylado


Judulnya mengingatkan saya pada sandiwara radio tahun 80an dulu huakakaka. Ohya, ini adalah rekomendasi dari Cindy di blognya Read Between Pages. Melihat sampulnya, klihatan unik dan melihat penulisnya, kayaknya ni buku rada 'roaming' kalo baca hahaha... Kapan2 minjem aahh... Cek reviewnya disini yaaa

17. Ink and Lies by S. L. Jennings



Rekomendasi dari pecinta buku romens garis keras... Dialah Nina di blognya The Book Addict Diaries plok plok plok.... Romensnya pasti bakal terasa keras yaa hahaha... Nganu...adegan 'itunya' juga pasti ker.... #ttittt.... :D Baca reviewnyaaa yaaaa

GIVEAWAY TIME

Biarnrame en terasa kalo ini benar-benar posting bareng, saya mau bagi dua buku eks koleksi pribadi saya. Kondisinya cukup bagus. Rata rata baru dibaca satu kali sih. Tak bersampul plastik tapi halaman masih utuh kok :D


1. Where Rainbows End a.k.a Love, Rosie by Cecilia Ahern (My review)
2. When It Happens by Susan Colasanti (my review)

Note; Semua edisi terjemahan lo ya :)

Syaratnya gampang aja kok.
  1. Domisli di Indonesia, jadi ngirim bukunya bisa muraah hahaha
  2. Follow blog ini yaa.
  3. Dari 17 buku rekomendasi tadi, ada berapa buku yang sudah dibaca? dan sebutkan buku yang pengen kalian baca.
  4. Dari link review yang saya lampirkan, bisa mampir ke salah satunya saja untuk memberi komen. Link komennya bisa di share di bagian komenn yaa.
  5. Bisa di share GA event Book Giving Day ini ke medsos, ngga wajib sih :D
  6. GA ini saya buka mulai tanggal 15 Februari- 29 February 2016. Pengumuman akan saya pilih melalui random.org untuk satu pemenang tanggal 1 Maret 2016.

Happy Book Giving Day

Rabu, 10 Februari 2016

The After Dinner Mysteries by Higashigawa Tokuta




Paperback 291 halaman
Penerjemah: Khairun Nisak
Penyunting: Novianita
Proofreader: Dini Novita Sari
Published February 2014 by Penerbit Haru
Rating 3/5

Seingat saya,  saya baru beberapa kali saja membaca kisah-kisah misteri detektif. Itu pun sudah lama sekali. Menonton film detektif juga termasuk jaraangg. Saya mungkin termasuk malas berpikir ikut memecahkan misteri kasus ini itu, belum lagi menghapalkan nama-nama tersangka dan korban. Eh, tapi ternyata saya cukup menikmati 7 kumpulan cerpen detektif konyol  di novel ini.

Sepasang detektif Kunitachi, Hosho Reiko dan komandan Kazamatsuri, bertugas menangani segala kasus yang terjadi di wilayah mereka, Kunitachi. Sebenarnya mereka berdua kurang begitu cocok menjadi detektif saking kurang encernya kepala mereka. Mungkin karena latar belakang mereka yang membuat mereka kurang lihai menangani satu kasus. Hosho Reiko adalah putri konglomerat pemilik bermacam macam bisnis besar dan sukses. Kazamatsuri adalah putra pemilik perusahaan motor ternama di Jepang, Kazamatsuri Motors. Entah alasan apa yang membuat mereka memilih profesi menjadi detektif.

Kisah pertama tentang matinya seorang pria, Yoshimoto Hitomi, di sebuah apartemen.  Para tersangkanya adalah wanita-wanita yang dekat dengannya dengan petunjuk sepatu. Investigasi dilakukan. Jalan buntu yang mereka dapatkan.  Hosho Reiko pun pulang ke rumahnya yang berbentuk mansion. Supir setianya, Kageyama, menjemputnya dengan naik limusin! Ckckckck.... Yang ajaib dari sosok supir sekaligus pelayan ini adalah otaknya yang encer, yang justru menemukan celah tersangka pelaku utama dari kasus yang tak terpecahkan oleh duo detektif konyol ini.

Senin, 08 Februari 2016

These Things Hidden (Segala yang Tersembunyi) by Heather Gudenkauf




Ebook Ijak 372 pages
Penerjemah: Aimee Monica Santoso
Published July 6, 2015 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5

Novel ini cukup kompleks dengan setting latar yang cuma seuplik ;)

Allison Glenn
Cantik, tinggi, cerdas dan populer. Apa yang kurang dari gadis seperti dia? Masa depan telah diatur: kuliah, jurusan dan pekerjaan macam apa yang ingin dia lakukan.  Semua sempurna hingga ia bertemu Christopher. Allison hamil, melahirkan dan membuang bayinya. Masa depan cerahnya hancur berantakan. Ia dipenjara. Orangtuanya tak lagi menganggapnya sebagai anaknya.

Brynn Glenn
Adik Allison ini kebalikan 180 derajat dari kakaknya. Dia hidup di bawah bayang-bayang kakaknya. Dia mengidolakan Allison hingga titik tertinggi hingga ia membantu Allison menyingkirkan bayinya. Kehidupan Brynn tak pernah sama lagi.

Claire
Ia dan suaminya, Jonathan,  begitu berharap mempunyai anak. Segala usaha mereka lakukan hingga mereka memutuskan mengadopsi bayi laki-laki yang ditinggalkan di kantor dinas kebakaran.  Joshua, si bayi, adalah anugerah Tuhan terindah yang datang pada mereka.

Charm
Ia masih berusia 15 tahun ketika ia mendapatkan bayi itu. Ayah tirinya yang sakit-sakitan sudah berkeras memberikan bayi itu pada polisi atau dinas sosial, tapi Charm sudah terpikat pada si bayi. Ia harus memilih, mengurus bayi yang baru lahir, dan mungkin memiliki kehidupan yang masih panjang, atau mengurus orangtua sakit-sakitan yang tak memiliki waktu hidup yang panjang.

Minggu, 07 Februari 2016

Number the Stars by Lois Lowry




Ebook epub format 97 pages
Published February 9th 1998 by Laurel Leaf
Rating 4/5

Kisah memilukan seputar Nazi, entah kenapa, selalu membuat saya tertarik membaca, sekaligus meninggalkan haru biru yang tak berkesudahan. Tapi bukannya kapok, saya selalu ketagihan membaca fiksi sejarah dengan latar belakang PD II ini.

Annemarie Johansen, gadis ceria berusia 10 tahun, tinggal di Denmark. Sekitar tahun 1942, masa berkuasanya Nazi di banyak Negara, juga sempat mengokupansi Denmark. Sang raja Denmark pada waktu itu, meski berusaha sekuat tenaga, tetap tak mampu menghalau kekuatan Nazi di negara kecilnya. Annemarie dan teman Yahudi-nya, Ellen Rosen,  menjadi saksi pendudukan Nazi yang kejam di Negara mereka. 

Annemarie tinggal bersama ayah ibunya dan adik kecilnya yang ceriwis, Kirsti. Ibu Annemarie dan ibu Ellen sering melakukan perjamuan kopi di sore hari bersama, meski pada waktu itu sangat sulit mendapatkan kopi sungguhan ataupun teh di Copenhagen. Mereka hanya menikmati minuman hangat dengan rempah di dalamnya. Jalanan dimana-mana dijaga para tentara Nazi, dengan pandangan menyelidik kepada siapa yang lewat, termasuk anak-anak sekolah. 

Kehidupan ‘normal’ mereka akhirnya harus berakhir dengan munculnya berita akan ‘relokasi’ para keluarga Yahudi ke suatu tempat. Ellen dan keluarganya harus menyingkir demi keselamatan. Ayah ibu Ellen menitipkan Ellen pada keluarga Johansen, sementara mereka sendiri menyingkir dengan bantuan penduduk Denmark, non-Jew. Kisah seru nan memilukan pun dimulai. Kisah pelarian para Yahudi yang diselundupkan dalam kapal pemancing ikan dengan bantuan selembar saputangan beraroma darah kelinci dan kokain.

Sabtu, 06 Februari 2016

(Non-Review) Altruism in Books




What is Altruism?

According to Advanced English Dictionary: 


“Altruism is the quality of unselfish concern for the welfare of others”.


According to Dictionary.com:


"Altruism is the principal or practice of unselfish concern for the devotion to the welfare of others (opposed to egoism)."


I happened to teach this topic in my class a week ago. At first, the term ‘altruism’ seemed to be so advanced, so untouched to discuss. However, after I had to teach this in class and conducted a discussion among students, I finally realized that altruism is actually something we can do every day. Just a simple act of concern to others is a kind of altruistic behavior. Removing a stone/ branch down the street that might make people stumbled can be considered as altruism. 

Before I go further with it, let me quote what scientists said about altruism:

Altruistic behaviour towards strangers is uniquely human and observed at very young age. Dr. Felix Warneken and Dr. Michael Tomasselo of Germany’s Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology have shown that children as young as 18 months saw a stranger throw a pencil on the floor, none of them picked it up. However, when the same subjects saw someone ‘accidentally’ drop a pencil, nearly all the children picked it up.