Jumat, 27 Mei 2016

A untuk Amanda by Annisa Ihsani




Paperback 264 pages
Published 2016 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5

Apa itu distorsi kognitif? Apa pula distorsi kognitif Meramal Nasib? Jangan jangan saya juga mengalaminya? Apa saya termasuk depresi dan butuh Zoloft?

Ehhmmmm... Dalam review di otak saya yang sibuk membuat lesson plan dan terjemahan yang menunggu serta kepo terhadap satu komik yang efeknya belum hilang,  saya rasa review ini bakal penuh curcolan saya. Hmppp..

Amanda,  gadis SMA yang merasa selalu beruntung karena selalu bisa menjawab pertanyaan guru di kelas, sayangnya merasa dirinya menjadi penipu ulung. Dia merasa dirinya tidak pintar, meski IP nya selalu 4.0; tidak cantik, meski sahabatnya bilang ia cantik dan menjadi pacarnya; malas meski ia mati-matian membuka buku pelajaran nya dan mengerjakan pe-er setiap saat. Apa dia haus prestasi? Atau haus pujian? Atau mungkin haus perhatian dari teman sekolahnya yang dipenuhi gadis dan cowok populer!? Pertanyaan yang terus bergumul di benak Amanda ini yang kemudian membawanya ke psikiater.

Rabu, 25 Mei 2016

Memoir of Teenage Amnesiac by Gabrielle Zevin


Ebook, epub format 288 pages
Published August 21, 2007 by Farrar, Straus and Giroux
Rating 3, 5/5
Selalu ada alasan untuk membaca satu buku. Saya menemukan buku ini secara tidak sengaja ketika saya melihat deretan film-film yang dibintangi Ken'ichi Matsuyama, si pemeran L di Death Note movies. Iya, saya lagi kesengsem sama aktingnya, terus orangnya, terus kepo nyari beritanya. Mwahahaha..... Sakau dah.. Salah satu filmnya diangkat dari novel yang saya baca ini. Sayang, saya belum nemu filmnya tapi justru ebooknya gampang ditemukan. Jadi yah, saya baca dulu deh, sambil berharap bakal nemu filmnya.
Inti cerita berputar dari Naomi Porter setelah ia mengalami cedera di kepala yang mengakibatkan ia mengalami amnesia. Ia lupa segala kejadian yang terjadi selama 4 tahun terakhir. Jadi dia lupa siapa sahabatnya, pacarnya, kegiatan fotografi yang ia sukai, hingga ia lupa ayah ibunya tak lagi bersama. Ia hanya ingat bahwa dulu ia dan kedua orangtuanya sering melakukan perjalanan bersama, ibunya yang fotografer terkenal memadukan karyanya dengan ayahnya yang seorang penulis buku. How sweet it can be. Sayang, peristiwa ini tak bakal berulang dalam hidupnya. Dan ini yang kemudian menjadi ia sangat emosional, menolak ibunya yang ternyata telah berkeluarga, dan ayahnya yang tengah berkencan dengan seseorang. Kondisi sekolah dan kehidupan pribadinya tak kalah ruwet. Dia lupa bagaimana ia dulu bisa tertarik dengan Ace, si pacar yang jago tennis, terutama lingkungan teman-teman dimana Ace hang out. William, sahabat terdekatnya tak putus memberi semangat dan mengingatkan apa yang ia lupa, sedikit rewel dengan proyek yearbook yang lama-lama membuat Naomi justru pengen keluar dari proyek itu. Dan, James, cowok cool, ganteng tapi misterius yang menolongnya saat kecelakaan yang merenggut sebagian memorinya.

Selasa, 17 Mei 2016

Posting Bareng: Hari Buku Nasional 2016




Happy National Book Day, guys….

Awalnya, saya ngga punya ide untuk ikut posbar bulan ini. Menulis artikel tentang buku, perpustakaan? Apalah saya. Pergi ke perpus aja jaraaangg, ke toko buku? Hhmmm… hanya pas diskon gedhe aja sih hehehe… Untunglah, tepat tanggal 17 Mei, hari Selasa, tiba-tiba saya dihubungi oleh sebuah radio, Radio Pro II RRI yang ingin melakukan wawancara ringan seputar Hari Buku Nasional via telpon selama 10 menit, jadi saya ga perlu dandan apalagi mandi wkwkwkwk. Oya, beberapa hari sebelumnya, coordinator-yang-sebenanya-minta-pensiun-tapi-tidak-kita-bolehkan, yang popular dengan Mister 63, alias Pra  Vlatonovic yang sudah tenar di jagad Goodreads meminta salah satu dari kami untuk menjadi tamu di radio tersebut. Sayangnya, waktunya kurang tepat, jadi, yah, kesempatan mengenalkan komunitas pun lewat begitu saja.

Oke, to make my babbling short, let’s start. 

Font merah untuk mas-mas penyiar PRO II RRI yang heboh mewawancarai saya
Font hitam buat jawaban babbling saya yang seratus persen shallow hahaha. Waktu 10 menit berasa pendek banget
Font biru, komen ga penting, lewati saja :D

Pagiiiiii, mbak Lila. Apa kabar? Selamat hari buku Nasional yaaa… Boleh dong kita tau dua buku favorit mbak Lila
Appaaa… Cuma dua buku? Itu ngga adil untuk buku favorit saya yang lain
Hmmm….. Cuma dua ya. Sulit yaaa. Banyak buku favorit saya. Kalo gitu, Harry Potter series en buku-bukunya Mitch Albom deh (aslinya sih buku terjemahan terakhir Albom belum kelar juga dibaca hahaha)

Senin, 09 Mei 2016

Pohon Pohon Sesawi by Y. B. Mangunwijaya


Ijak Application 198 pages
Published 1999 by Kepustakaan Populer Gramedia
Rating 3/5

Apalah arti sebuah nama, demikian satu quote populer milik Shakespeare. Mungkin hanya orang Jawa atau Indonesia yang percaya tentang nama tertentu yang 'terlalu berat' hingga membuat si anak sakit-sakitan sehingga butuh nama baru. Demikian yang dialami Rahadi, anak petani kecil, yang berganti nama menjadi Yunus. Menjadi anak yang sehat lah si kecil Yunus? Hmmm, ternyata masalah lain muncul dengan mengaitkan nama Yunus dengan Nabi Yunus, yang sangat Islam. Nama baptis Yohanes pun dipilih untuk menghindari konotasi agama tertentu :D . Bukan Romo Mangun jika kisah ini kemudian tidak berbelok, berkelok 90 derajat menjadi kisah setengah reliji, setengah komedi satir. Romo pun berkisah tentang Nabi Yunus yang nakal, keras kepala hingga dihukum oleh Tuhan dimakan ikan. Nabi Yunus pun bertobat, kembali menyeru pada umatNya agar menyembah Nya. Kisah simpel yang membuat Yunus menyukai namanya sendiri.