Kamis, 25 Mei 2017

Oppa and I series by Orizuka & Lia Indra Andriana




Paperback 540 halaman
Published by Penerbit  Haru, Desember 2016
Rating 2,5/5

Salahkan momen saya membaca Novel ini ketika saya tak lagi maniak Drakor. Salahkan juga saya membaca genre teenlit ketika usia saya tidak lagi teen,  bahkan jauh dari teen  hahahaha... Jadi yah, bisa dimaklumi jika Rating saya pada buku ini tidak se-wah mereka yang sudah memberi rating terlebih dulu di Goodreads. Jika diingat-ingat, saya dulu pernah cukup suka dengan Novel Orizuka yang sangat drakor,  berjudul Fate. Saya bahkan mengingat beberapa vocabulary Korean yang berada di glossary paling belakang. Tapi saya tidak cukup suka dengan novelnya yang berjudul Infinitely Yours yang juga sangaaattt drakor, padahal saat itu saya masih cukup suka nonton drakor. Jadi gimana dong penilaian saya ini? Engggg.... saya juga bingung.

Jadi gini, sebelum saya membaca Novel ini, saya baru saja menamatkan dorama Great Teacher Onizuka versi tahun 2012. Permasalahan anak-anak SMA di sekolah itu cukup rumit hingga membutuhkan guru macam Onizuka sensei. Meski kadang permasalahan agak menjengkelkan macam rasa bersalah yang berlebihan hingga membuat seorang murid ingin bunuh diri, tapi tetap saja konflik di Novel ini berasa remeh banget, apalagi bumbu idol idol macam drakor beneran.

Oya, kayaknya tulisan ini ngga bakal jadi review karena saya bakal ngoceh ngga karuan tentang apa yang sebelumnya saya baca, tonton, atau selama membaca Novel ini dan sesudahnya. Sebelumnya, saya pernah mengatakan pada teman saya yang membeli buku ini (iya, saya cuma modal minjem buku ini), bahwa Novel lokal yang berkisah ala ala drama Korea, biasanya selalu dibumbui  dengan bahasa Korea yang tersebar di sepanjang Novel.  Padahal Novel terjemahan Korea atau Jepang saja tidak memasang banyak sekali Vocab demi mendapatkan feel sangat Korea atau Jepang. Bahasa Korea/ Jepang dipakai jika kisah dalam Novel menceritakan sesuatu yang berbau negara tersebut, jadi tidak semata mata hampir semua phrasa atau ekspresi ditulis dalam bahasa Korea/ Jepang. Saya pernah membaca Novel lokal dengan judul Jepang yang ternyata lebainya mirip drakor, dengan ekspresi bahasa Jepang yang tersebar sepanjang Novel, tidak ada bedanya dengan Novel ini. Sebaliknya,  Novel karya Akiyoshi Rikako dan Manabu Kaminaga dan beberapa penulis Jepang lainnya yang notabene adalah terjemahan bahasa Jepang, justru memuat bahasa Jepang untuk istilah-istilah tertentu saja. Itu sudah sangat Jepang tanpa harus sedikit-sedikit bahasa Korea/ Jepang demi mendapatkan feel-nya. (kok jadi muter-muter gii ya hahahaha….)

Minggu, 21 Mei 2017

Me, Earl and dying Girl by Jesse Andrews




Paperback 332 pages
Published 2016 by Imprint Kepustakaan Populer Gramedia
Penerjemah: Reni Indardini
Rating: 3/5

[Ini mungkin bukan review, Cuma racauan saja :D]

Saya ingat kenapa saya tiba-tiba ingin buku ini setelah melihat satu postingan tentang wishlist buku di blog-nya, entah tahun berapa :D Yang jelas, saya langsung mengunduh buku dan kebetulan buku ini juga sudah difilmkan, sehingga saya juga mengunduhnya. Dan, sekian tahun kemudian, saya baru menginginkan paperback-nya, dan beberapa saat kemudian baru saya membacanya. Dan ternyata dua minggu tidak cukup untuk menyelesaikan membaca buku ini. Gangguan semacam buku kedua—Heels and Wheels—yang saat itu sedang saya baca, juga deretan dorama yang menggoda untuk ditonton :D. But, anyway, I did it. Itu juga dengan ancaman timbunan pinjaman baru yang tiba-tiba menggunung. Kalo saya tidak segera menyelesaikan buku ini, saya khawatir buku ini akan bernasib DNF. Fiuh…

Saya membaca beberapa review di Goodreads yang mengatakan buku ini lucu, itu yang membuat saya bersemangat membaca ini. Tapi ternyata, setelah saya membacanya, saya merasa joke disini memang lucu, meski yah, garing. Racauan Greg Gaines kadang membuat saya capek. Racauan dirinya yang tidak tergabung di grup manapun di SMA, karena ia memang tidak menginginkan bergabung di grup mana pun, serta film buatannya- bersama rekan kerjanya, Earl, membuat saya sedikit capek.  Ohya, saya tadinya berpikir bahwa Earl disini adalah seorang Earl, you know, seorang bangsawan, tapi teryata saya salah. Earl adalah nama seorang teman Greg di sekolah, sekaligus rekan dalam membuat proyek-proyek filmnya. Film-film yang dibuat Greg, diakuinya buruk, beberapa lumayan bagus, beberapa  sangat buruk. Dalam bukunya, Greg sering membuat racauan dalam bentuk dialog dengan font yang berbeda, atau beberapa kemungkinan ini dan itu, yang kadang membuat saya tergoda untuk melewatinya. Yah, ternyata buku ini tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Aneh, menurut saya. Sicklit, memang bukan buku yang asik dibaca, karena bakal ada banyak adegan menyedihkan di dalamnya, tapi tidak demikian disini. Well, saya memang tidak mengharapkan adegan mengharukan yang bakal menguras airmata, tapi melihat gaya penulisan buku ini, saya merasa aneh saja. 

Rabu, 17 Mei 2017

Wheels and Heels by Irene Dyah Respati


Scoop ebook 321 pages
Published by Elexmedia Komputindo, November 4, 2015
Rating 3/5

Mencicipi penulis metropop (?) yang tersedia di Scoop ternyata lumayan juga :D

Kisah berpusar pada Abilaasha, alias Abby yang punya nama berbau India dengan konflik keluarga plus perasaan naksirnya pada Adian. (nama2 karakter di novel ini bagus2, suka deh). Abby adalah seorang usher alias penjaga show room mobil (setau saya usher itu petugas yang bantu kita nyari tempat duduk di bioskop, ternyata ini namanya usher juga ya ), berasal dari keluarga biasa, keuangan keluarga setelah ayahnya meninggal praktis berada di pundaknya sebagai anak sulung. Bekerja banting tulang demi sekolah adik2nya sekaligus menghidupi warung peninggalan ayahnya yang setelah dipegang ibunya, ternyata kurang berkembang dengan baik.

Nicolette, atau Nico, sahabat paling karib dari Abby, sering kali menjodohkan Abby dengan pria2 kaya demi masa depan yang gemilang bagi Abby. Sebagai anak yang terlahir kaya, Nico merasa kasihan pada Abby yang pontang panting mengejar kontrak pekerjaan sana sini demi mengirim uang ke keluarganya.

Adian, cowok cakep keturunan keluarga kaya, naksir Abby sejak awal bertemu di sebuah acara pameran mobil. Well, sebenarnya mungkin Adian naksir kaki Abby yang jenjang nan indah. Sebagai seorang usher, tentu saja pakaian yang dipakai Abby selalu seksi dan mempertontonkan kaki jenjangnya. Adian adalah tipe cowok satu diantara sejuta cowok di Jakarta. Masih perawan, kata Nico. Usahanya mendekati Abby menemui berbagai kendala, mulai dari sifat malu-malu Adian, gosip pria2 kaya yang mengencani Abby hingga jenjang perbedaan finansial yang sangat mencolok antara keduanya.

Sabtu, 06 Mei 2017

Entrok by Okky Madasari




Ebook Scoop 282 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama
Rating: 3,5/5

I think I have an issue for Okky Madasari’s books…

Saya sudah membaca beberapa karyanya, seperti Maryam dan 86, dan dari kedua buku itu saya mendapatkan rata-rata isu yang diangkat penulis untk bahan tulisannya: kaum pinggiran atau minoritas yang tak mampu melakukan apapun di tengah masyarakat mayoritas. Dan terlebih isu kental yang terjadi rata-rata di tahun-tahun era Orde Baru.

Bukannya saya tidak menyukai isu semacam ini, hanya membaca ini berasa mengingat luka lama yang ingin terkubur dalam-dalam. Saya pribadi tidak mengalami tekanan jaman Orba, tapi tetap masa-masa kegelapan itu terasa sangat menyakitkan ketika terbuka lagi, meski dalam bentuk fiksi (mungkinkah fiksi berdasarkan kisah nyata?). Beberapa penulis lain juga sering kali menulis era yang sama, tapi rasa yang saya dapatkan berbeda. Sebut saja Ayu Utami, Ahmad Tohari, dan beberapa cerpen milik Puthut EA. Saya merasakan adanya dendam teramat dalam dalam kisah-kisah yang ditulis penulis buku ini.

Sebelum membaca novel ini, saya menyempatkan sedikit membaca-baca review di Goodreads, rata-rata mereka memberikan rating bagus dengan memberi sedikit gambaran seputar perempuan-perempuan yang dikisahkan di novel ini; Sumarni dan Rahayu. Saya pikir kisah mereka adalah kisah yang berbeda yang sama-sama terinspirasi dari Entrok, alias bra, yang menjadi judul novel ini. Ternyata saya salah. Entrok hanya muncul di kisah bagian Sumarni saja. Selebihnya, isunya lebih kental mengarah pada agama atau kepercayaan dan pemerintahan Orba. 

Kamis, 04 Mei 2017

Para Bajingan yang menyenangkan by Puthut EA


Paperback 178 pages
Published by @bukumojok.com, Desember 2016
Rating 4/5

Piye ya meh nulis review nggo boso Jowo? Soale nang buku iki wakeeehhh boso Jowo ne.  Dadine yo aku meh nulis2 nulis bab buku iki nggo bosoku sing tak nggo mben dino.  Nek do gak dong moco reviewku,  yo mungkin awakmu  yo rak cocok karo bukune. Gampang to? #mlipir sik sakdurunge dibalang karo sing nulis...

Dadi inti ceritane ki jane mung nguri2 jaman e mas Puthut rodo edan, edan ngombe  karo edan judi bareng kanca-kancane.  Kanca ne ono sing jenenge Bagor,  Kapsul, Kunthet karo sijine ora  disebut jenenge mergo wong e wes ora ono utowo  meninggal (jane meh tak wacakke Al-Fatihah nggo kancane kui, tapi kok ga ono jenenge, njuk aku kudu nyebut jenenge sopo ben dongaku tekan? Aku sedih pas moco bagian deweke ngewangi wong tuwo pas nang Mekkah....

Bab-bab awal ki critane jane yo antara lucu karo rodo mangkelke. Aku ki yo, jaman kuliah mben ora tau aeng-aeng utowo aneh-aneh. Boro-boro dugem, ngrungokke lagu ajeb-ajeb wae sirahku wes ngelu. Po meneh udud, opo ngombe po judi. Lha iki, wong papat, kok le kompak men do ngombe-ngombe karo judi. Nek menang kelakuane koyo sumugih ngono, nek kalah yo do nyungsep bareng. Mbayangke wong tuwane ki perasaane koyo ngopo nek do ngerti anake koyo ngono. Saiki wae mas Puthut wes orang tentrem atine ndelok Kali, anake, sing ngko gek-gek koyok awake deknen (tak dongakke orang wes, mas).

Selasa, 25 April 2017

Godaan Tak Terduga by Kate Hardy




Judul asli: It Started at the Wedding
Scoop ebook 248 pages
Published July 25, 2016 by Gramedia Pustaka Utama
Rating: 2,5/5

Saya ngga tau apa yang sebenarnya membuat saya tiba-tiba membaca novel genre Harlequin begini. Apa yang ngin sesuatu yang manis-manis karena saya jarang mendapatkan scene manis romantis di dorama romance Jepang. Terus apa yang jadi suka dengan yang manis-manis disini? Melihat saya memberi rating, sepertinya sudah bisa diduga ya? Manis yang overload membuat saya mules :P

Seperti judul vrsi Bahasa Inggrisnya, semua bermula dari pesta pernikahan Ashleigh. Claire Stewart, sahabat sekaligus desainer baju pengantinnya menghilangkan baju pengantin di perjalanan London-Capri. Sean, kakak Ashleigh, yang selama ini menilai Claire adalah sosok yang penuh kekacauan mulai berang. Tapi ternyata cara Claire menyelesaikan masalah hilangnya baju pengantin ini membuat Sean terkesima, terpesona dan akhirnya tergoda.

Selanjutnya bisa ditebak.

Senin, 24 April 2017

Pengumuman Giveaway #HUTBBI6TH




Halooo…

Selamat hari Senin, selamat libur yang sedang menikmati libur… Yang ngga libur karena tugas negara, semoga tabah ya hihihi…

Saatnya saya umumkan peserta yang beruntung di Giveaway HUT BBI 6 tahun 2017 ini.
Ada 18 peserta yang menginginkan Room dan 12 peminat Semusim dan Semusim lagi. Dari random.org:

Para peserta Giveaway yang menginginkan buku Room dan Semusim dan Semusim Lagi.


Yang beruntung mendapatkan novel terjemahan Room:


DAH

Dan yang beruntung mendapatkan novel Semusim dan Semusim Lagi:

CAHYA WIDIASTUTIK

Selamat untuk peserta yang beruntung. Silakan kirim email ke lilass1051@gmail.com untuk mengonfirmasi alamat kirim hadiah ya. Untuk yang belum beruntung, terima kasih partisipasinya ya. Semoga sebelum HUT BBI tahun depan saya bisa mengadakan Giveaway lagi. Maklum timbunan saya butuh rumah baru :D

NB: karena pemenang Room yang saya umumkan hari Senin lalu tidak kunjung memberi konfirmasi berupa alamat kirim hadiah, maka dengan terpaksa saya kembali mengundi pemenang. Diharap maklum yaaa...

Minggu, 16 April 2017

Daisyflo by Yenni Hardiwidjaja


Scoop ebook 262 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama, Maret 1, 2012
Rating 3/5

Sebenarnya saya ngga tau gimana mau nulis reviewnya. Jadi begini,  saya sempat kehilangan minat baca, dan beberapa buku sempat saya coba baca, baik dari timbunan paperback maupun timbunan ebook Scoop. Tapi tetap saja mood baca hilang. Sampai kemudian saya mulai membaca Novel yang sudah sering saya temukan di bazaar buku ini. Ohya, saya pernah membaca reviewnya seorang teman yang cukup kaget dengan isi bukunya yang ternyata 'agak sakit' ini. Maklum saja,  sampulnya cukup manis dengan kembang daisy yang cantik. Tapi ternyata isinya memang bikin 'sakit'.

Well, kebingungan saya menulis review buku ini adalah karena ternyata buku ini cukup mengembalikan mood baca saya, tapi saya ngga suka dengan buku ini, kurang suka mungkin tepatnya. Saya tidak bersimpati pada karakter utamanya, Tara, saya juga sebal dengan pacarnya yang posesif  dan matere; dan juga dua cowok sempurna yang mencintai Tara sama besarnya, Junot dan Alexander. Hellooooww, ngga ada cewek lain yang bisa kalian cintai selain Tara? Kalo misal ada cewek macam Tara ini, mungkin apa yang dilakukan Muli cukup masuk akal. Saya justru bersimpati pada Muli.

Sabtu, 15 April 2017

#HUTBBI6 Giveaway Hop



Holaaaa… 

Wah, saya melewatkan banyak momen di ultah Bebi tahun ini yaaaa… Saya lihat banyak sekali teman-teman dengan ide-idenya yang keren mem-posting macam-macam di acara marathon posting tahun ini. Saya cuma punya satu postingan dan saya juga melewatkan ucapan ultah buat Bebi Kamis lalu huhuhu…

Well, meski telat, saya tetap mau ngucapin 

MET ULTAH BEBI yang ke 6

Semoga makin beragam buku dan review yang bisa menjadi acuan bagi dunia literasi Indonesia

Nah, saya ngga punya ucapan yang lebih baik dari itu kayaknya :D

Sekarang saatnya Giveaway!!!

Senin, 10 April 2017

Suka Duka Membaca Ebook




Saat ini, siapa sih yang ngga membaca ebook alias electronic books? Apalagi di jaman semuanya  serba digital begini. Dari mulai toko buku online, hingga perpustakaan online gratis sampai semacam digital library berbayar. Sebenarnya, jauh sebelum era Android dengan segala keajaibannya, saya sudah sangat akrab dengan segala macam berbau ebook, dari mulai menggunakan hape yang berbasis javascript hingga Symbian. Semuanya bisa saya sulap menjadi ebook reader. Segala aplikasi waktu itu sudah tersedia di internet. Yang saya lakukan hanya meng-convert sesuai operating system hp yang saya punya. 

Membaca ebook memang sebenarnya sangat menyenangkan, apalagi buaat saya yang dari dulu suka utak atik format ebook, tapi tidak berarti tidak beresiko, apalagi buat saya yang sudah bermata empat ini, tergolong parah pula. Hikssss… tapi tetap saja saya masih cinta ebook hahahaha…

Nah, di era digital ini, ada banyak aplikasi yang bisa diunduh dan diinstal di smartphone, dari mlai yang gratis hingga berbayar. Saya pribadi memiliki 4 aplikasi membaca di tablet saya, ditmabh satu, manga browser, aplikasi membaca manga. Jadi 5 dong ya hahaha…

Nah, berikut saya mau share sedikit pengalaman suka duka memakai aplikasi tersebut. 

Google Play Book

Yang ini hampir semua smartphone berbasis android secara otomatis memilikinya (meski tidak semuanya juga sih). Nah, pengalaman saya memakai aplikasi ini sedikit banyak cukup menyenangkan meski ada juga beberapa keanehan. Lho, aneh? Iya, aneh hihihi…

Jadi begini, saya mau share hal-hal yang menyenangkan dulu ya…

-          Saya bisa upload buku yang saya download di aplikasi ini. Pada awalnya, ketika saya memakai Aldiko, saya merasa memakai Google Play book itu merepotkan. Mau membaca saja saya kudu upload dulu. Tapi setelah tau ternyata buku yang sama bisa saya baca di gadget lain milik saya, wow… asyik juga. Ngga itu saja, halaman terakhir yang saya baca di tablet, bisa menyesuaikan secara otomatis ketika saya buka di hp.
-          Fasilitas dictionary juga tersedia di aplikasi ini, jika smartphone-mu tak memiliki built in dictionary, selama membaca buku di Googl Play book jangan lupa mengaktifkan data ya. Bisa pilih Bahasa apa yang dimau.
-          Fasilitas copy-paste, highlight, hingga besar kecil font dan space, bisa diatur. Selain itu, brightness bisa diatur seminim mungkin hingga cukup nyaman membaca dengan penerangan ruangan yang minim.
-          Hal aneh yang saya rasakan ketika saya menggunakan aplikasi ini adalah saya sering kesulitan meng-upload buku. Ketika selesai men-download satu buku, biasanya gadget akan bertanya, aplikasi apa yang akan digunakan? Nah, upload ini hanya bisa berlangsung mudah di hp saya, dan selalu gagal upload menggunakan tablet saya. Aneh bukan? Hmmm… selama masih bisa sih, mari lanjut membaca di aplikasi ini hihihihi…
-          Oya, Google Paly book juga menyediakan store-nnya yang bisa dibeli menggunakan pulsa atau Credit card. Selama ini saya baru sekalai membeli di Google play book, dengan menggunakan pulsa.

Scoop




Beberapa bulan lalu, saya mulai menggunakan aplikasi ini. Bersama 4 teman saya lainnya, kami bersama-sama memiliki satu akun untuk menggunakan Scoop secara bersama-sama. Suka dukanya? Ada dong yaaa..
-          Sebagian besar buku-buku terbiatan Gramedia tersedia disini. Ngeces-ngeces pertama kali saya mempunyai aplikasi ini. Rasanya pengen men-download semua. Tapi apa daya, hasrat menimbun yang lebih besar dibandingkan membaca wkwkwkwk…
-          Font. Bagi pemasang aplikasi ini di tablet atau PC mungkin tidak terlalu memasalahkan font-nya tapi bukan mereka pemakai HP dengan layar minimal 5 atau 5,5 inchi, sering-seringlah minum jus wortel hahaha… Menggunakan format PDF, buku-buku di Scoop hanya bisa di zoom in saja bagi pengguna gadget berlayar kecil. Brightness juga bisa dilakukan dari setting gadget, bukan dari setting aplikasi Scoop. Jadi, yah, terimalah nasib pengguna Scoop bermata empat macam saya ini. Setiap selesai membaca dua atau tiga buku di aplikasi ini, saya kudu beralih ke paperback, karena mata berasa berkunang-kunang. Yah, look at the bright side lah, saya bisa tetap menghabiskan timbunan paperback meski memiliki banyak buku di Scoop :D

Senin, 20 Maret 2017

Some Kind of Wonderful by Winna Effendi




Baca di Scoop 360 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama January 23, 2017
Rating 3/5

saya sempat lupa kalo Winna Effendi ini yang menulis Refrain dan Remember When. Seingat saya dua Novel itu teenlit banget dengan diksi yang tidak begitu istimewa. Tapi membaca Novel yang ini, saya jadi takjub dengan perubahan bahasa Winna. Mungkin karena topiknya yang lebih dewasa dibandingkan dua Novel yang saya sebut tadi, jadi ya enak aja dibaca. Kalo dulu saya baca dua Novel itu banyak banget yang saya skip, kali ini masih skip sih, cuma ngga sebanyak dulu. Seperti kata teman2 saya, tulisan Winna ini quotable banget.

Ide ceritanya sebenarnya sangat sederhana, tentang kehilangan dan menemukan kembali, tentang pertentangan dan penerimaan, dan tentang kesendirian. Hal yang sangat umum dialami orang-orang pekerja di kota besar. Kali ini Winna Effendi mengambil setting di Sydney.

William atau Liam adalah chef populer di acara TV Liam Cooks di Sydney. Cinta masa kecilnya bertepuk sebelah tangan dengan Wendy yang lebih memilih adiknya ketimbang dirinya. Mereka adalah teman masa kecil dan mungkin menganggap satu sama lain adalah sanctuary. Mereka sama-sama memiliki tempat pelarian yang sama, yaitu rumah pohon di rumah Liam, dan Wendy menganggap Liam seperti Peter Pan, tokoh dari cerita klasik, dan menganggap kepergian Liam adalah semacam adventure yang selalu dilakukan oleh Peter Pan. 

Sabtu, 18 Maret 2017

Psychic Detective Yakumo: The Red Eye Knows by Manabu Kaminaga




Paperback 360 pages
Published 2016 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Mohammad Ali
Rating: 4/5

Setelah membaca buku keduanya, saya dengan senang hati membaca buku pertamanya, meski sebelumnya, saya sudah menonton beberapa episode manga-nya. Sayangnya, saya justru kurang suka dengan versi manga-nya, karena durasi yang terlalu atau sebab lain, kurang tau juga. 

Berbeda dari buku keduanya yang hanya mempunyai satu cerita, buku pertama seri Yakumo ini memiliki 3 cerita yang berbeda. Oke, yuk, review sekilas dari masing-masing ceritanya. Semoga terhindar dari spoiler :D

Cerita pertama berjudul Ruang Terlarang. Cerita dibuka dengan kelahiran Yakumo dengan bantuan dokter yang nantinya ada di buku kedua. Cerita ini sebenarnya sudah saya tonton versi manga-nya, tapi entah kenapa, versi bukunya ini tetap membuat saya merinding seram. 

Haruka Ozawa, mahasiswi di kampus yang sama dengan Yakumo, mendatangi Yakumo di ‘persembunyiannya’. Tmpat persembunyiannya ini sebenarnya memiliki nama resmi ‘Klub Film’ u=yang sekilas seperti klub ekstrakurikuler mahasiswa kampus setempat. Tapi kenyataannya, ini adalah tempat dimana Yakumo tidur dan berkegiatan sehari-hari. Haruka mendatangi tempat Yakumo demi satu tujuan, menolong temannya, Miki, yang kesurupan setelah melakukan uji nyali di sebuah ruangan terlarang. Dari saran seorang temannya, Haruka mengunjungi Yakumo dengan harapan ia bisa membantu menyelesaikan masalah Miki.

Sabtu, 04 Maret 2017

Kesempatan Kedua by Morgan Matson




Judul asli: Second Chance Summer
Published by Gramedia Pustaka Utama, November 7, 2016
Ebook Scoop, 440 pages
Rating 4,5/5

Setiap orang memiliki kesempatan kedua.

Demikian juga dengan Taylor, setelah 5 musim panas berlalu. Taylor dan keluarganya kembali berlibur menikmati musim panas di Lake Phoenix. Rumah musim panasnya ini dari satu sisi tidak terlalu berubah setelah terakhir ia dan keluarganya berlibur disana. Tapi di sisi lain, ada yang berubah. Perubahan itu tentu saja ada pada dirinya yang tak lagi bersama sahabat karibnya,  Lucy,  setelah pertengkaran yang lima tahun lalu. Demikian juga dengan Henry Crosby yang bukan lagi pacarnya. Satu lagi yang berbeda, Taylor dan keluarganya menghabiskan liburan musim panas kali ini demi bersama sang ayah yang menderita penyakit kanker pankreas stadium akhir. Bisa dibilang, ini adalah momen yang tak bakal ia bisa lupakan.

Hal lain yang baru adalah pekerjaan pertama untuk Taylor. Di kedai minum dekat pantai, ia belajar bekerja, beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan, mencoba memperbaiki hubungannya dengan Lucy, dan tanpa ia sadari,  ia menjadi lebih mengenal sang ayah dibandingkan sebelumnya. Di Minggu minggu tertentu, kedai minum tempat Taylor bekerja, memutar film yang dipertunjukkan pada keluarga sekitar pantai. Kebetulan ia bertanggung jawab akan pilihan filmnya dan kata pengantarnya. Film-film favorit sang ayah yang Selama ini ia kenal dari cerita sang ayah, menjadi pilihannya. Impian ayahnya untuk menonton film favoritnya di layar, terwujud, yang bisa saja ini adalah yang terakhir kalinya.

Sabtu, 25 Februari 2017

Manusia Tikus dan by John Steinback




Judul asli: Of Mice and Men
Ebook Scoop 144 pages
Published February 6, 2017 by Gramdia Psutaka Utama
Pertama diterbitkan tahun 1937
Penerjemah: Ariyantri E. Tarman
Rating 4/5

Setiap orang memiliki mimpi, termasuk para buruh kasar, bahkan yang idiot sekalipun.

George dan Lennie baru saja melaarikan diri dari tempat bekerja mereka sebelumnya ketika George menyadari Lennie selalu mengelus-elus sesuatu di dalam kantung bajunya. Seekor tikus mati. Katanya ia mendapatkan suatu kedamaian ketika mengelus hewan mati itu. Perjalanan mereka saat itu menuju suatu perkebunan yang akan memperkerjakan mereka sebagai pengangkut jelai. 

Lennie, si bongsor setengah idiot bekerja hanya mengandalkan tenaga kasarnya. Otaknya memang tidak sebesar tenaganya, tapi ia baik dan sangat menuruti apa yang dikatakan George. George sendiri adalah sosok buruh cerdas yang selalu meniupakn mimpi ke telinga Lennie. Kelak, mereka akan memiliki kebun sendiri, beternak sendiri dan menikmati hasil kebun sendiri, dan tentu rumah mungil sendiri. Mereka hanya membutuhkan beberapa puluh dollar untuk mewujudkan mimpi tersebut dengan bekerja di perkebunan milik orangtua Curley.

Curley, anak pemilik perkebunan, adalah sosok sombong yang menyebalkan. Istrinya yang muda nan cantik sekaligus menor dianggap pengganggu di perkebunan yang diisi laki-laki, alih-alih sebagai bintang perkebunan karena ia adalah satu-satunya perempuan disana. Si cantik inipun juga memiliki mimpi, menjadi seorang bintang film terkenal, dengan baju-baju mahal, hingga ia dipersunting oleh Curley. Sayang, kehidupannya menjadi lebih buruk ketika aia tinggal di perkebunan, hingga kecelakaan menimpa dirinya.

Selasa, 21 Februari 2017

Satu Hari Saja (Just One Day #1) by Gayle Forman




Ebook Scoop. 404 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama, February 2014
Rating 3,5/5

“Travelling's not something you're good at. It's something you do. Like breathing. You can't work too much at it, or it feels like work. You have to surrender yourself to the chaos. To the accidents.”


 
Ada banyak hal yang melompat-lompat dalam otak saya selama membaca novel ini. Yang pertama adalah, novel ini sekilas mirip dengan film yang dulu pernah favorite saya, Before Sunset yang dibintangi Ethan Hawke dan Julie Delpie, tentang dua anak manusia yang bertemu di kereta api, dan kemudian melakukan perjalanan bersama-sama selama satu hari, atau setengah hari? (saya lupa, saking lamanya :D ). Tapi kemudian otak saya berubah ketika kisah mengarah pada pencarian Allyson alias Lulu terhadap Willem alias Sebastian. Kisah perjalanannya hampir mirip dengan perjalanan wisata ke negara-negara Eropa, lengkap dengan peta dan apartemen murah. Tapi kemudian kisah ini mengingatkan saya pada diri sendiri yang pernah berada di posisi Allyson dalam mencari seseorang. Yang membedakan adalah Allyson pergi menacaaro hingga ke tengah kota Amsterdam, saya cukup menyerah saja. Hiksss…

Allyson sedang mengikuti tour di Eropa bersama rombongan tour ditemani sahabt masa kecilnya, Melanie. Mereka hendak menonton drama As you Like It ketika mereka kemudian bertemu dengan seseorang, Willem, yang memberi selebaran pertunjukan drama Shakespeare, The Twelfth Night bersama rombongan Gerilya Will, di emper gedung. Tergoda oleh tawaran ini, mereka menyelinap pergi dari rombongan dan menikmati kisah komedi milik Shakespeare. 

Ada sesuatu dalam diri willem, yang membuat Allyson tertarik padanya. Tak disangka, mereka bertemu lagi di kereta yang sebenarnya akan membawa mereka ke London, dan pulang. Willem menawarkan melanjutkan perjalan ke Paris, dalm waktu satu hari. Allyson yang terbiasa mengikuti semua jadwal yang diatur ibunya, tiba-tiba menyetujui gagasan mendadak ini.

Rabu, 08 Februari 2017

Rule of Thirds by Suarcani




Ebook from Scoop 286 pages
Published December 27, 2016 by GramediaPustakaUtama
Rating: 3/5

Ada sedikit rasa penasaran ketikateman-teman saya di grup Joglosemar membicarakan novel ini. Ada yang katanya sedih hingga mewek.Wah, sudah lama saya ngga bersedih-sedih ketika membaca novel.Terakhir sih baca novel-nya Keigo Higashino sensei, yang bikin sesak tapi ngga sampai nangis sih :D Mungkin yang kemudian membuat saya lebih penasaran adalah cover buku ini yang memajang gambar kamera. Apa hubungannya ya cerita dalam novel dengan kamera? Eh iya, saya sempat ikut GA di blog teman, tapi ngga menang. Untungnya sekarang berlangganan Scoop, aplikasi baca buku di smartphone. Horeee…

Ladys Cantika yang semula tinggal bersamaayahnya di Seoul, memilih pulang ke kampong halaman ayahnya di Bali. Tujuannya adalah untuk mendekatkan dirinya dengan sang pacar tercinta, Esa. Ladys adalah seorang fotografer cukup beken di Seoul karena ia bekerja sebagaifotografer majalah fashion dengan objek utama fashion tentunya. Ia kembali ke Bali setelah 13 tahun meninggalkan kota cantik itu, meninggalkan kesedihan yang pernah menimpaayahnya, yang hingga saat ia memutuskan untuk pulang ke Bali masih kukuh untuk tidak lagimenginjakkan kakinya ke kota yang menurutnyatak lagi indah itu. Sang ayah masih belum bisa melupakan rasa sakit hatinya ditinggal sang istri yang berselingkuh.

Jumat, 03 Februari 2017

Kesetiaan Mr. X by Keigo Higashino


Judul asli: Yogisha X No Kenshin 
Penerjemah: Faira Ammadea
Published by Gramedia Pustaka Utama 
Rating 5/5

Siapa sangka jika seorang jenius matematika bisa merancang suatu skenario alibi dari sebuah pembunuhan secara rapi hingga nyaris menipu detektif dari pihak kepolisian?

Tetsuya Ishigami adalah seorang guru matematika SMA yang jenius. Hidupnya nyaris berakhir dengan bunuh diri hingga ia bertemu dengan tetangganya yang cantik dan putrinya, Yatsuko Hanaoka dan Misato. Suatu hari mantan suami Hanaoka datang ke apartemen Hanaoka dan mengatakan ingin kembali padanya. Trauma akan masa lalu, tentu saja Hanaoka menolak. Penolakan ini berujung pada kata-kata kasar sang mantan suami, dan berujung pada kematian si pembuat onar. Togashi, si mantan suami, mati di apartemen Hanaoka, dengan ibu dan anak sebagai pembunuhnya. 

Ishigami,  yang tinggal di lantai yang sama dengan Hanaoka, mendengar seluruh keributan itu. Ia datang menawarkan bantuan, menyingkirkan jasad Togashi dan merancang alibi yang sempurna bagi ibu dan anak tersebut.  Semua terlihat berjalan sesuai skenario yang dirancang sang guru matematika.  Semua jawaban akan pertanyaan para detektif beserta bukti-buktinya tersedia secara tepat. Semua terlihat sempurna hingga muncullah sahabat yang telah lama hilang, Profesor Yukawa Manabu. Si jenius fisika ini datang menemui sahabatnya karena rindu bertemu dengan sesama jenius. Mereka mengobrol, mengenang masa kuliah, hingga obrolan nyerempet pada penampilan fisik sang fisikawan yang terlihat awet muda. Hanya satu kalimat itu saja, yang kemudian membuka semua skenario sang matematikawan. 

Detektif utama untuk kasus pembunuhan ini adalah Kusanagi, kawan lama profesor Yukawa, yang ternyata adalah alumni universitas dimana Ishigami kuliah dulu. Terbayang peliknya hubungan mereka bertiga. Kusanagi hanya fokus pada Hanaoka sebagai tersangka utama, hingga Yukawa sensei muncul dan diam-diam menyelidiki Ishigami. Ketika kecurigaan mulai mengarah pada Ishigami,  Yukawa sensei terlihat menutup diri dengan kemungkinan Ishigami sebagai pelaku utama. Tantangan soal-soal matematika yang disodorkan oleh Yukawa sensei diselesaikan oleh Sang jenius matematika hanya dalam waktu 6 jam. Terbayang akan sia-sia otak jenius Ishigami jika ia benar melakukan pembunuhan tersebut. 

Kamis, 26 Januari 2017

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas by Eka Kurniawan


Ebook, Ijak Application, 256 pages
Published Maret 2014 by Gramedia Pustaka Utama 
Rating 3/5

Setelah membaca Corat Coret di Toilet, sebenarnya saya ngga pengen baca EkaKur yang lain dulu karena agak kecewa dengan CCdT. Bukannya apa-apa sih, dulu saya sempat suka dengan Cantik itu Luka, meski tremor nggendong bukunya. Tapi CCdT kurang nendang buat saya. Eh, Kok terus nemu di Ijak and available di pinjam pula, ya sudah. Baca deh :))

Berkisah tentang dua sahabat, Aji Kawir dan Si Tokek (nama absurd yang jarang ada yang punya). Seperti umumnya remaja, mereka mulai mengeksplor tentang seks. Sampai lah mereka pada pengalaman mendebarkan di rumah janda gila setelah kematian suaminya. Bukan. Bukan mereka yang melakukan adegan tak senonoh pada janda itu, melainkan dua oknum polisi yang memperkosa si janda. Pertunjukan mendebarkan bagi dua remaja yang langsung merasakan ada sesuatu menggembung di selangkangan mereka. Sayang, pertunjukan itu harus terhenti karena Aji ketahuan mengintip. Dia digelandang masuk dan disuruh melakukan hal yang sama seperti dua oknum polisi tadi. Alhasil, burung Aji Kawir ngeper dan tidur. Panjang. Sekali.

Senin, 23 Januari 2017

Semusim, dan Semusim Lagi by Andina Dwifatma


Paperback 232 pages
Published April 2013 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 3,5/5

Sebelumnya saya menduga novel ini masuk kategori absurd mengingat novel ini menjadi pemenang Sayembara Menulis Novel oleh DKJ tahun 2012. Tapi hampir separo buku ini terasa 'normal' tak ada kisah absurd yang saya harapkan di awal novel. Tapi ternyata, separo terakhir novel ini memenuhi dugaan saya. Selamat datang, absurdity.

Bermula dari sebuah surat yang diterima oleh si Aku (selama ia menceritakan pengalamannya, sama sekali ia sebut nama nya sendiri), dari seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Si ayah yang terpisah darinya sejak ia berumur dua tahun sekarang tinggal di kota S. Berdua tinggal bersama Mama-nya tidak membuatnya dekat, bahkan mereka hanya mengobrol ketika diperlukan saja. Sehari setelah si Mama tiba-tiba menghilang, si Aku memutuskan untuk berkunjung ke kota S.

Kamis, 19 Januari 2017

Simple Miracles: doa dan arwah by Ayu Utami


Paperback 177 pages
Published 2014 by KPG
Rating 4/5

Hantu tidak ada jika kita tidak memikirkannya (hal. 11)

Membaca buku ini mengingatkan saya pada kisah-kisah hantu pada waktu kecil dulu. Kisah yang tentu saja (untungnya) tak pernah saya alami sendiri. Semua kisah dihembuskan oleh tetangga kanan kiri yang lebih tua dan juga teman-teman sekolah. Kisah tentang Wewe, gendruwo, kendit nglewer, dan lainnya adalah kisah favorit yang mendirikan bulu roma. Begitupun dengan tempat-tempat yang konon angker yang ternyata berada di sekitar rumah saya; mulai dari tetangga sekian rumah dari rumah saya, hingga sekolah SD yang memang cukup seram di malam hari, meskipun itu adalah sekolah agama, dimana semua murid mengaji di pagi dan siang hari, dan konon menjadi tempat nongkrong hantu-hantu di malam hari. Yah, itu hanya konon sih...

Ternyata, apa yang saya alami ini tak jauh berbeda dari Ayu Utami kecil, yang membedakan adalah sumber kisah hantu seru ini berasal dari dua Bibi Gemuk dan Kurus-nya. Hal lain yang membedakan adalah Ayu mencatat sebagian kenangan masa kecil itu dan mengaitkannya dengan spiritualitas. Sosok Ayu Utami memang selama saya mengenal dari buku-buku nya adalah seorang sekuler, yang sedikit nyinyir dengan berbagai aturan agama. Sebelum saya membaca buku yang masuk kategori true story ini, saya membaca kisah asmaranya di Cerita Cinta Enrico. Jelas sekali pandangan seorang Ayu Utami disitu. Tak saya sangka, bahwa di buku ini, beliau bisa begitu relijius setelah mengalami fase tak beragama. Somehow, I feel happy but jealous at the same time.

Kisah dibuka dengan kisah-kisah hantu, kakak-kakaknya yang usil hingga ketakutan sekaligus keterikatannya pada sosok ibunya. Judul di beberapa bab awal cukup menyeramkan, meski isinya tak seseram judulnya. Sebagian menurut saya malah kocak. Kisah menjadi lebih seram begitu kelahiran sang ponakan, Bonifacius. Sang ponakan ini yang memberi kisah-kisah hantu menjadi real dan konsisten. Jika kisah hantu dulu bersumber dari orang-orang dengan awalan "kata si ini atau Fulan", hingga tak jelas juntrungannya.

Kamis, 05 Januari 2017

Comics I Read in 2016




Seperti yang sudah pernah saya posting disini dan disini, bahwa saya mengalami perubahan drastic dalam selera membaca, saya sekarang membaca manga atau comic :D Sebenarnya sudah dimulai dua tahun lalu ketika seorang teman saya mengenalkan comic Diva series dan kemudian disusul dengan Bakuman yang sampai saat ini masih on going, dan masih idle di volume 13! Tentu saja ini gegara saya jarang bertemu dengan pemasok alias penyedia komik yang bisa saya pinjam mwahahaha…

Meski demikian, saya masih terus membaca komik menggunakan aplikasi manga reader di HP, yaitu Manga Browser yang sangaaat recommended untuk pecinta manga. Well, masih ada halangan juga dalam membaca manga ini, meski sebagian besar yang saya bookmark, sudah selesai di upload oleh penyedia layanan manga, tapi masalah ada pada mood saya yang berubah. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Akhirnya setelah saya hitung jumlah manga yang saya baca hingga tuntas volume-nya, hanya ada beberapa😁😁😁

Death Note

Ini adalah my most favorite manga ever. Saya bahkan nge-fans berat dengan karakter L, yang sukses membuat saya mabuk kepayang, hingga pemeran movie version-nya saya tonton berulang-ulang. Setelah selesai membaca komik yang pada waktu itu cuma modal minjam, saya berkeputusan membeli seri ini lengkap. Dan ternyata hingga sekarang seri Death Note adalah satu-satunya seri manga yang saya punya, secara lengkap! Tapi sayang, hanya seri ini yang saya ngga mampu nulis review-nya. Mugkin suatu hari nanti jika saya baca ulang yaaa πŸ˜‡πŸ˜‡

Senin, 02 Januari 2017

Book Kaleidoscope 2016




Setahun sudah berlalu… yeaaayyy… dan jumlah buku berlabel  Read di rak saya di Goodreads tentu saja bertambah. Meski yah, kalau dihitung jumlah paperback koleksi saya, jumlah itu tidak begitu signifikan hihihi…  Posting ini hanya sekedar catatan ringan saja buat saya pribadi, hanya untuk melihat ada sedikit perubahan genre dari bacaan yang saya baca dan juga cambuk buat diri sendiri yang mulai letoy mengikuti posting bareng yang diadakan BBI hikssss…

1.       Berkurangnya keikutsertaan saya dalam berbagai Reading Challenge

Sebenarnya ini memang sudah saya sengaja di awal tahun 2016. Bukannya apa-apa sih. Target saya waktu itu adalah menghabiskan timbunan, apapun genrenya, berapapun jumlah halamannya. Pokoknya babat habisss. Sayangnya, challenge babat timbunan itu harus dilanjutkan ke tahun-tahun yang akan datang hahahaha…

2.       Membaca komik yang semakin intens

Dimulai tahun lalu, ketika seorang teman mulai mengenalkan komik Bakuman pada saya, dan kemudian Death Note yang kesemuanya membuat saya ketagihan. Hasilnya, aplikasi manga reader di HP saya dipenuhi bookmark manga-manga yang sebagian kecil sudah saya baca. Tapi dari sebagian kecil itu saya review looo :D

Wrap Up Post Read and Keep Challenge 2016




Bermula dari dua tahun lalu ketika salah seorang dari anggota Joglosemar mencetuskan ide Babat Timbunan, saya bertekad bergabung. Tapi sayangnya, saya gagal di tengah jalan hingga saya pun ingin mengulang challenge yang sama tahun lalu ditambah satu challenge lagi, yaitu Read and Keep challenge. Tantangan ini memaksa peserta untuk menyisihkan uang sejumlah tertentu untuk ditabung tiap kali selesai membaca satu buku. Sesuai dengan yang pernah post disini, saya pun mulai menyediakan tempat untuk menabung. Tapi dalam perjalanan menunaikan tantangan ini, saya membuat perubahan-perubahan kecil sesuai isi kantong saya hahaha… 

Oke, jadi akhirnya saya mengubah jumlah uang yang harus saya masukkan ke tabungan Read and Keep Challenge: paperback  Rp. 30.000, ebook dan komik  Rp. 10.000. Dalam sebulan, terkadang saya menyelesaikan satu judul  komik dengan jumlah sekitar 10 volume. Nah, itu berarti saya harus menyisihkan 100k untuk masuk ke celengan. Berat sih, tapi begitu dihitung, puwasss rasanyaaa hahahaha…

Jumlah akhir dari tabungan saya adalah Rp. 1.450.000

Eeenggg… itu sebenarnya sudah sering saya kurangi untuk membeli buku atau sampul buku atau container untuk rumah buku koleksi saya. Pokoknya yang berhubungan dengan buku, saya mengambil dari tabungan tersebut. Asyik kan? Akan saya belanjakan untuk apakah uang tersebut? Eeemmm… saya lagi mikir inih hahaha… tapi yang jelas, ada challenge serupa atau tidak, saya bakal meneruskan kebiasaan sehat ini… #tsaaaahhh…  :D