Jumat, 03 Februari 2017

Kesetiaan Mr. X by Keigo Higashino


Judul asli: Yogisha X No Kenshin 
Penerjemah: Faira Ammadea
Published by Gramedia Pustaka Utama 
Rating 5/5

Siapa sangka jika seorang jenius matematika bisa merancang suatu skenario alibi dari sebuah pembunuhan secara rapi hingga nyaris menipu detektif dari pihak kepolisian?

Tetsuya Ishigami adalah seorang guru matematika SMA yang jenius. Hidupnya nyaris berakhir dengan bunuh diri hingga ia bertemu dengan tetangganya yang cantik dan putrinya, Yatsuko Hanaoka dan Misato. Suatu hari mantan suami Hanaoka datang ke apartemen Hanaoka dan mengatakan ingin kembali padanya. Trauma akan masa lalu, tentu saja Hanaoka menolak. Penolakan ini berujung pada kata-kata kasar sang mantan suami, dan berujung pada kematian si pembuat onar. Togashi, si mantan suami, mati di apartemen Hanaoka, dengan ibu dan anak sebagai pembunuhnya. 

Ishigami,  yang tinggal di lantai yang sama dengan Hanaoka, mendengar seluruh keributan itu. Ia datang menawarkan bantuan, menyingkirkan jasad Togashi dan merancang alibi yang sempurna bagi ibu dan anak tersebut.  Semua terlihat berjalan sesuai skenario yang dirancang sang guru matematika.  Semua jawaban akan pertanyaan para detektif beserta bukti-buktinya tersedia secara tepat. Semua terlihat sempurna hingga muncullah sahabat yang telah lama hilang, Profesor Yukawa Manabu. Si jenius fisika ini datang menemui sahabatnya karena rindu bertemu dengan sesama jenius. Mereka mengobrol, mengenang masa kuliah, hingga obrolan nyerempet pada penampilan fisik sang fisikawan yang terlihat awet muda. Hanya satu kalimat itu saja, yang kemudian membuka semua skenario sang matematikawan. 

Detektif utama untuk kasus pembunuhan ini adalah Kusanagi, kawan lama profesor Yukawa, yang ternyata adalah alumni universitas dimana Ishigami kuliah dulu. Terbayang peliknya hubungan mereka bertiga. Kusanagi hanya fokus pada Hanaoka sebagai tersangka utama, hingga Yukawa sensei muncul dan diam-diam menyelidiki Ishigami. Ketika kecurigaan mulai mengarah pada Ishigami,  Yukawa sensei terlihat menutup diri dengan kemungkinan Ishigami sebagai pelaku utama. Tantangan soal-soal matematika yang disodorkan oleh Yukawa sensei diselesaikan oleh Sang jenius matematika hanya dalam waktu 6 jam. Terbayang akan sia-sia otak jenius Ishigami jika ia benar melakukan pembunuhan tersebut. 


Pada awalnya, saya kurang suka dengan kisah detektif macam begini, apalagi dengan hadirnya dua jenius yang obrolan nya sering bikin saya mumet hahahaha... Tapi entah mengapa, saya memberi pengecualian pada buku ini, selain karena saya ingin segera menikmati filmnya yang tertimbun lama. Kisah detektif ini, Alih-alih fokus pada pencarian si pembunuh, justru saya menunggu skenario apa yang disiapkan Ishigami selanjutnya untuk setiap investigasi polisi/ detektif. Selama membaca, saya terus menerus berpikir, setelah ini apa, setelah ini bagaimana? Kemunculan Kudo, mantan langganan Hanaoka ketika bekerja sebagai pramuria, menimbulkan dugaan apa yang akan dilanjutkan Ishigami, hebatnya, atau kesalnya,  itu tidak terjadi. Otak saya tidak secanggih si penulis, Keigo Higashino sensei,  dalam menyuguhkan kejutan-kejutan selanjutnya. Hahahaha....

Sebelum membaca Novel ini, saya terlebih dahulu mengenal sosok Yukawa Manabu sensei di serial Galileo (meski belum saya tonton seluruhnya). Saya mengenal kejeniusannya dalam fisika, teori maupun praktek. Jadi, saya memahami betul perasaannya ketika ia merindukan bertemu dengan Ishigami. Obrolan seputar matematika, meski saya banyak ngga ngertinya, tetap membuat menarik kisah ini. Dari mulai pertengahan, ketika Yukawa sensei menyadari ada sesuatu yang berubah dari diri Ishigami setelah 17 tahun tak bertemu, membuat saya ikut sedih. Sempat galau, ingin nonton filmnya saja Hahahah... Tapi buku yang sudah di tangan akan sia-sia jika saya akhirnya hanya akan menonton filmnya. Dan, akhirnya, saya pun baper di bagian akhir kisah. Tetap saja ada kejutan, dan ini sangat memilukan,  menunggu saya hanya di lembar-lembar terakhir. Hiksss..... 

Sepertinya sudah saatnya saya membuka timbunan dorama Galileo untuk menikmati aksi Yukawa sensei berikutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar