Sabtu, 15 Juli 2017

Mirror, Mirror on the Wall… by Poppy D. Chusfani




Scoop ebook, 176 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama September 2008
Rating 3/5

Tanpa sengaja saya meihat buku ini di deretan library display di Ipusnas, digital library, dan entah karena nama penulisnya atau bagaimana, saya langsung mencarinya di Scoop, dan ketemu! Sementara menunggu murid datang, saya membacanya dan ternyata asik dan lucu :D

Karin adalah tipikal anak SMP yang kalah pamor dari kakaknya, Lis, yang cantik nan pintar. Karin di sekolah merasa tak terlihat, kasat mata, hngga jadi sasaran bully teman-temannya. Karin,sperti hanya remaja lain, juga memimpikan menjadi anak popular, terlebh dia ngin ‘dilihat’ oleh cowok yang ia taksir, Andre.

Pada suatu har, Karin dan kakaknya serta sahabat karibnya, Shawn, bersih-bersih gudang. Di ana ia menemukan sebuah cermin antic yang langsung ia pasang di kamar tidurnya. Tanpa disangka, ternyata itu adalah cermin peninggalan neneknya, atau buyutnya, yang masih memiliki darah kerajaan Banten (?). suatu malam, Karin berasa mimpi masuk ke dalam cermin, dan bertemu dengan 3 orang yang mengaku sebagai refleksi dirinya. Begitu ia keluar dari cermin, tak kalah kagetnya, ia bertemu dengan para penjaganya, Cangra dan Wulung, dalam wujud harimau!!!


Nah, bisa dibayangkan apa yang akan dilakukan oleh Karin, si remaja keras kepala, untuk merebut perhatian seluruh sekolahnya, termasuk Andre, dengan hadirnya 3 orang di dalam cermin? Impiannya menjadi penyanyi soprano di klub paduan suara juga dalam genggaman. Nilai sekolahnya pun bisa dikatrol dengan bantuan 3 dayangnya itu. Hmmmm… 

Rupanya si penulis buku ini sedikit membahas tentang masalah yang umum dihadapi para remaja tanggung seusia Karin. Untungnya, di cerita ini, belum popular yang namanya media social. Coba kalo sudah, akan seperti apa Karin ya? Sekedar merebut perhatian teman-teman sekolahnya saja ia tersesat. Apalagi jika mungkin ia mendapat perhatian seluruh negeri ini? Penulis juga memberi dampak negative dari apa yang dilakukan oleh Karin jika semua berjalan sesuai dengan yang ia inginkan. Everything got its price, begitu mungkin yang ingin ditekankan. 

Overall, ini adalah bacaan ringan yang menyenangkan dan lucu., meski karakter utamanya luar biasa menyebalkan. Untung ada Lis, dan untung ada Shawn dan sahabat Karin, Ridha. Dan, eh, untungnya juga bisa nambah jumlah review di blog huakakakaka…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar