Minggu, 13 Agustus 2017

Seaside: Dendam Tak Oernah Terhapus Waktu by Ziggy Z


Paperback, 236 pages
Published October 7, 2016 by Sendja
Rating 3/5

Seorang gadis, yang tak disebut nama aslinya dari awal hingga akhir, tapi memiliki nama alias yang banyak sekali, Tiffany, Bonnie dll. Mari sebut saja ia Tiffany. Dia punya dendam luarbiasa dengan berbagai oknum yang terlibat dalam menjebloskan ayahnya ke penjara. Sebagai mahasiswi jurusan hukum, apa yang akan ia lakukan jelas menyimpang hukum. tapi Tiffany tidak punya rencana untuk berbalik.

Ia memiliki akses menuju orang-orang di belakang layar dipenjaranya si Papa, dan ia berlatih keras menjadi seorang pembunuh. \dengan bantuan personal trainer, Tiffany membuat dirinya kuat, dan seorang trainer lain yang menyempurnakannya menjadi seorang pembunuh. Tiffany yang dulunya anak kuliahan yang sedang2 saja, bertranformasi menjadi pembunuh. Korban mulai berjatuhan dengan berbagai cara, mulai dari racun, terpenggal, suntikan mematikan, hingga mutilasi, dan semuanya berakhir di krematorium tengah hutan.

Tapi ia melakukan satu kesalahan, ia jatuh cinta. 




Well, keterlibatan sang kekasih ini cukup membuat kisah gelap ini menjadi sedikit berwarna dengan muncul percik-percik cinta di antara mereka berdua. Tapi tetap saja, hawa dendam tetap membara sepanjang buku. 



Hmmmmmm... kalo saja buku ini ada bentuk visualnya, pasti saya NGGA bakal nonton. Penuh darah menciprat dimana mana dan terlalu kalem untuk melakukan suatu pembunuhan, seolah membunuh adalah hal yang biasa dilakukan. Oke, mereka yang mati itu memang pantas dihukum, tapi apa iya harus demikian nasibnya? Ih, merinding saya. Di beberapa bab saya lewati karena saya ngga tahan dengan darah nyiprat2. Dalam satu halaman, ketika Tiffany mulai beraksi, saya langsung skip, hingga bagian ia menemui kekasihnya untuk mengkremasi. Dan rasanya sebagian besar ceritanya memang adegan membunuh itu, dan sedikit rasa kangen dengan sang Papa di penjara, atau perasaan sayangnya pada si mastermind algojo.

Saya baru pertama kali ini membaca karya mbak Ziggy bla bla lalala ini. Banyak yang bilang mereka menyerah di beberapa buku, ada juga yang ketagihan. Buat saya, untuk genre begini, ya sekali ini dulu saja. Hahahaha... Saya memang bukan tipe pembaca buku sadis, meski masih bisa bertahan dibanding menonton film berdarah2. Diksinya cukup bagus, hanya berasa membaca tulisan si mbak penulis buku2 hedon, yang sedikit2 nginggris. Tapi masih bisa ditoleransi sih.

Dan dengan cerita begini, saya sudah menduga, endingnya bakal ada yang mati diantara Tiffany dan sang kekasih. Dan..... Cuma tidak menduga kalau si kekasih dengan korban-korban itu.... \\\\\\oya, awalnya saya malah ngga menduga kalo tooh utamanya adalah cewek. \baru ketika ia menyediakan diri menjadi umpan bagi para oknum itu, saya baru ngeh... Oooohhh...ternyata.... Jalinan ceritanya cukup menarik, dan bisa ditinggal kapan saja kalo merasa ngeri dengan adgean pembunuhannya, dan diselingi dengan bacaan atau tontonan, sebagai penyegar. Dan ketika kembali ke buku, berasa kembali mencium bau anyir darah lagi, tapi tema utama tetap satu, balas dendam. Jadi tak heran jika saya menyelesaikan buku dalam waktu 2 minggu hehehe...


Recommended buat yang suka buku sadis. Hanya twist terakhirnya cukup kebaca. Sekian :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar