Minggu, 15 Oktober 2017

Partikel by Dee Lestari


Ebook Bookmate 508 pages
Published April 13, 2012 by Bentang Pustaka
Rating 4/5

Menemukan mood baca yang bagus itu memang satu hal yang ajaib buat saya yang beberapa kali mencoba ini itu, meski kelar tapi tetap saja berasa what I was reading was nothing. However, the moment I started this book, I was absolutely hooked. Kuota data saya tiba-tiba sangat irit karena seharian saya hanya membaca buku tanpa memedulikan rekomendasi dari situs video terbesar pop up berkali-kali. Tsaaahh hahaha...

Sepertinya tulisan ini bakal hanya meracau saja, karena mereview buku bagus itu susah banget buat saya. :D

Buku ini adalah seri ketiga dari seri Supernova milik mbak Dee. Dari 3 seri sebelumnya, yang paling suka adalah Petir. Elektra itu adalah sosok yang ngga bakal saya lupakan begitu saja. Yang paling saya ngga suka adalah Supernova pertama, Ksatria dan Bintang Jatuh (?). Menurut saya buku itu terlalu ingin dibikin nyastra hingga saya jadi kurang menyukai, buat saya agak maksa gitu. Akar adalah seri yang paling bikin nyureng saking filosofisnya. Kurang suka juga. Maka dari itu, memulai Partikel rasanya agak malas, karena terbayang dua seri Supernova sebelumnya yang kurang begitu saya sukai. Akankah Partikel ini seperti Petir? Untuk mudahnya, I love Partikel as much as Petir, maybe even more.

Karena membaca ebook di Bookmate itu tidak seperti membaca paperback, jadi saya kurang memperhatikan penjudulan atau pembagian bab di buku ini. Yang saya perhatikan adalah pembagian tahun menurut karakter utamanya, Zarah Amalia. Dimulai dari masa kini, dan kemudian pembaca dibawa flashback ke keluarga Zarah, dari mulai masa lalu Abah dan Uminya hingga bapak dan ibunya. Keluarga kecil yang bahagia itu akhirnya mengalami konflik besar yang dimulai dari sang Ayah, Firas hingga Zarah yang memilih mengikuti jejak ayahnya.


Spiritual sangat kental disini, ditambah bumbu biologi seputar fungi, membuat ramuan Partikel ini menjadi sangat nikmat. Tidak heran jika di bagian penutup, mbak penulis mengatakan bahwa proses pembuatan Partikel ini membutuhkan waktu 8 tahun. Sebagai pembaca saja saya merasa beberapa hari saya berada di bawah bayang-bayang Zarah, Zarah yang keras kepala, Zarah yang berkeras mencari kebenaran dari Hutan rimba di daerahnya, Zarah yang melarikan diri ke Tanjung Punting, hingga sosok Zarah yang baru di London. Bagaimana mbak Dee menemukan semua teori tentang fungi jenis ini dan anu dengan segala manfaatnya, saya ngga peduli sih apakah semua itu benar menurut dunia perjamuran, yang saya pedulikan adalah ramuan fungi ini memabukkan, hingga membuat silau, untung ngga sampai muntah, seperti Zarah dengan pengalaman spiritualnya dibantu Iboga.

Satu hal yang kurang saya jsutru di bagian romensnya. Di tengah keasyikan dunia Zarah dengan fotografi dan spirtualnya, tiba-tiba muncul sisi sentimentil Zarah. Sebagai bumbu penyedap mungkin, tapi sebenarnya tanpa itu pun Partikel buat saya sudah sedap. Ending kisah cintanya pun dengan gampang tertebak. Yah, harusnya saya skip saja bagian ini hahahaha...

All in all, ngga sabar untuk membuka lembar Gelombang. Ohya, ending Partikel dengan bertemunya Elektra dan Bodhi bikin saya hilang radar. Meski dijelaskan bagaimana mereka bertemu, saudara ini ternyata saudaranya si itu, tapi apakah nanti mereka bakal bersatu bertemu dengan Zarah? Hmmm..... Selesaian Gelombang dulu kalik, baru ke IEP. Semangattttsss....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar