Kamis, 09 November 2017

A Hole in The Head by Annisa Ihsani


Scoop Ebook 232 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama 30, October 2017
Rating 4/5

Meski banyak teman-teman saya di sini memberi rating 3, sarikan alternatif. ya tetap saya menyukai karya ketiga Annisa Ihsani ini. Mungkin karena Annisa ini memiliki gaya menulis yang tidak membuat saya ingin men-skip paragrap atau halaman. Jadi saya benar-benar membaca from cover to cover.

Cerita di buku ketiga ini memang terkesan lebih ringan dibandingkan buku keduanya, A untuk Amanda, lebih cenderung seperti buku pertama, Teka Teki Terakhir. Cerita anak-anak yang seru dan menghangatkan selalu menjadi favorit saya.

Ann lahir dari kedua orangtua yang belum siap menjadi orangtua. Alhasil, mereka bercerai ketika Ann berusia sangat muda. Satu hari ia sudah bersiap untuk menghabiskan masa liburannya di rumah neneknya. Sayang, sang nenek bakal sibuk mengurus bibinya sepanjang Ann liburan. Jadi, sang ibu pun memberika alternatif libura. Alternatif yang tidak main-main. LIBURAN KE JERMAN MENENGOK AYAHNYA. JERMAN! SEKALI LAGI, JERMAN!!!

Sorry, capslock jebol :D

Di sebuah desa yang indah, di situlah sang ayah dan mama tirinya tinggal, mengelola penginapan. Susah sekali menulis nama desanya, jadi saya memilih tidak menulis nama desanya :D. Di desa inilah Anna bakal menemukan pengalaman seru, seseru kisah-kisah detektif Lima Sekawan.


Sejak saya mengenal karya Annisa Ihsani pertama kali, Teka Teki Terakhir, saya sudah meyakinkan diri bahwa saya akan selalu membaca karya-karyanya. Bahasa baku yang ia pakai berasa saya membaca novel terjemahan alih-alih novel lokal. Belum lagi hal-hal baru yang selalu ia tawarkan dalam setuap bukunya. Membaca karya Annisa berasa mengalami pengalaman baru secara pribadi. Kisah misteri digabungkan dengan science semacam gelombang infrasonik lengkap dengan penjelasan yang runut dan memikat. Danau, gunung dan air terjun yang digambarkan dalam buku ini seperti ilustrasi dalam kepala saya meski berupa imajinasi (malas googling sih :D). Berlatih sulap dan tertarik dengan hal-hal seram terkadang memang menjadi hal menarik bagi sebagian anak-anak baru gedhe, seperti Ann dan teman barunya, Jo.

Overall, saya sangat menikmati kisah Ann ini. Lumayan gagal menebak dalang misteri di buku ini, meski latar belakangnya sudah jelas dari awal, tapi tidak menyangka saja kalau ternyata si itu pelaku utamanya. Hmmm... Kereenn....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar