Two Travel Tales: Menguak Eksotisme India dan Nepal by Ade Nastiti

\
Paperback 336 pages
Published December 2011 by Lingkar Pena Publishing House
Rating 4/5

Semenjak mengenal tulisan perjalanan karya Agustinus Wibowo, saya jadi lebih pemilih dalam menentukan buku tentang perjalanan, kecuali seri The Journey yang saya koleksi dari nomor 1-3. Tapi melihat buku ini tergeletak di tumpukan buku diskon Mizan dengan bandrol 15k, dengan embel-embel Nepal, saya tidak berpikir dua kali untuk membiarkannya begitu saja di tumpukan :D

Dengan sampul wajah seseorang non India, saya berpikir tulisan di dalamnya pastilah akan lebih banyak bercerita tentang Nepal dibandingkan India. Tapi ternyata saya salah. Tertipu dengan judul dan cover. Kecewa? Sedikit sih. Tapi kekecewaan saya terobati dengan gaya penulisan dan pengalaman yang menarik dari penulis yang membuat saya melupakan sejenak 'pencarian' saya terhadap kisah Nepal.

Saya baru tau kalo ternyata mbak penulis ini dulunya adalah anggota blog Multiply. Seangkatan dong, mbak... #eh... Bisa dikatakan apa yang diceritakan penulis di bukunya ini sedikit bertolak belakang dari kisah-kisah India dan Nepal dari Titik Nol-nya mas Gusweng. Jika mas Gusweng menceritakan India dengan segala kekumuhan dan kesemrawutan dari banyak aspek, termasuk rumah sakitnya, mbak Ade ini menulis tentang India lebih ke pengalamannya yang menyenangkan. Memang disinggung juga tentnang berbagai paradoks yang terjadi di India. Tapi membayangkan perjalanan mbak Ade ini sepertinya poaradoks itu tidak terlalu mengganggu. Saya juga ingat membawa kisah tentang India yang ditulis oleh Gola Gong dalam bukunya Journey: From Jakarta to Himalaya, yang juga banyak menyinggung kekumuhan dan kesemrawutan India. Gola Gong bahkan sempat kecewa dengan penduduk India yang ia bayangkan searif kisah-kisah pewayangan yang ia baca waktu kanak-kanak.


Mbak Ade ini juga sangat beruntung mendapatkan perjalanan gratis yang dibiayai oleh kantor dimana ia bekerja. Tapi tentu saja bukan hanya itu faktor utama tersajinya buku ini. Rasa empati  dan simpati terhadap sesama serta kecintaanya pada traveling membuat buku ini menarik. Selain beruntung, mbak Ade ini juga sangat mengagumkan dengan atributnya sebagai seorang Muslim, berjilbab pula. Penduduk Muslim di India memang tidak banyak, dan penduduk India juga tidak asing dengan agama Islam. Tapi berada di tengah mayoritas non Muslim serta tetap menjalankan ibadah dengan tepat adalah hal yang membuat saya kagum. Bayangkan, di tengah cuaca ekstrem, penulis tetap melakukan puasa. Kalau saya sih, pasti akan lebih banyak ngelesnya. Toh bisa dibayar nanti kalau saya balik ke Indonesia. Jadi bolehlah ngga puasa selama disini. Mungkin karena itu pula, rejeki perjalanan diberikan pada mbak Ade, bukan ke saya.... hahahaha... #apasih...

Meski pada awalnya saya berharap bakal banyak kisah tentang Nepal, tapi ternyata India mendapatkan porsi jauh lebih banyak. Tapi dengan begitu saya justru menganal India lebih dekat lagi. India ternyata memiliki kota yang disebut kota IT dengan teknologi canggihnya, ada pula kota dengan institusi pendidikan terbanyak, dan juga sebuah kuil yang terkenal dengan Temple of Love (khusus bagian ini saya buka Google image hahahaha...). Sebaliknya India juga memiliki tempat-tempat kumuh, namun memiliki penduduk yang ramah dan baik hati. Belum lagi bahasa-bahasa daerah yang tidak ada bedanya dengan Indonesia.

In short, saya rekomendaiskan buku ini kepada siapapun penyuka traveling, terutama di daerah-daerah yang tak jarang dijangkau para turis pada umumnya. Cara penyampaian yang detil membuat pembaca serasa mengalami sendiri perjalanan. Sayangnya, typo bertaburan dimana-mana termasuk typo nama-nama yang sangat mengganggu. Tapi overall, asik kok :D

Belum ada Komentar untuk "Two Travel Tales: Menguak Eksotisme India dan Nepal by Ade Nastiti"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel