Senin, 25 Desember 2017

One Of Us Is Lying by Karen M. Macnus


Scoop Ebook 412 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Angelic Zaizai 
Rating 4/5

Lima orang remaja berada di satu tempat untuk detensi di kelas Mr. Avery, tak disangka, salah satu dinatara mereka meninggal dunia. Empat remaja duduk di bangku tertuduh pada saat bersamaan.

Simon Kelleher, si korban, remaja kreatif yang menciptakan thread di Tumblr, About That, memaparkan fakta pahit teman-teman sekolahnya sendiri. Banyak alasan mengapa ia melakukan hal semacam itu yang nantinya bakal diusut tentang mengapa ia menciptakan About That. Karena kelakuannya inilah, ada banyak pihak yang membencinya, dan kemungkinan ingin membunuhnya.

Bronwyn Rojas, gadis cerdas dari keluarga terpandang tak pernah bermimipi bakal berada di bangku tersangka setelah Simon Kelleher mati karena alergi kacang. Sebelum Simon meninggal, ia belum pernah masuk dalam berita gosip About That. Namun namanya muncul dalam draft berita. Dan ia bisa jadi tersangka.

Addy, si cantik yang menjadi pasangan yang sempurna di pesta prom. Entah bagaimana, ia menjadi salah satu tersangka dengan masuknya ia ke ruang UKS sekolah dan tertuduh menghilangkan semua Epipen, salah satu cara mengobati Simon ketika ia sekarat. Ia juga belum memiliki catatan 'hitam' di About That sebelum Simon meninggal. Tapi gosipnya sudah ada dalam draft berita.

Cooper, si jago olahraga, memiliki catatan bersih dalam karir olahraganya. Ia bahkan sedang memilih universitas mana yang bakal ia pilih untuk masa depannya, hingga gosip memakai steroid masuk di berita About That. Dengan berada satu ruangan dengan Simon pada saat ia meninggal, hingga namanya muncul di halaman gosip, semuanya mengancam masa depannya.

Nate, atau Nathaniel, si biang onar sekolah Bayview, mungkin adalah tersangkat sempurna di kasus meninggalnya Simon. Ia dikenal sebagai pengedar obat-obatan dan tengah menjalani hukuman.


Jadi, yang manakah dari ke empat remaja itu yang benar-benar melakukan skenario pembunuhan Simon?

Saya membaca novel menarik ini cukup lama. Banyak sekali ditraksi yang menggoda. Apa saja? Tentu saja manga dan live action. Hahahaha... Tapi tiap kali kembali membaca novel ini, saya dengan gampang konek lagi. Padahal biasanya, jika novel yang saya baca itu berupa kasus yang butuh mikir, seringkali saya loading agak lama untuk kembali mengingat nama dan keterkaitannya dengan kasus tersebut. Novel ini tidak terlalu mikir untuk penyelsain kasusnya. Biarkan saja si penulis memaparkan ini itu, yang menjadi twist-twist menarik sepanjang novel. Ada kalanya saya menuduh Cooper, tapi ada kalanya juga saya ngga percaya pada Nate atau Bronwyn. Nama-nama baru di luar lingkaran mereka berempat juga menjadi perhatian, apakah si pembunuh ini ada diantara siswa Bayview?

Saya suka dengan gaya penulis dalam memaparkan fakta tentang ini dan itu. Saya juga suka perkembangan 4 karakter di dalamnya. Yang kurang saya suka adalah perubahan point of view yang kadang membuat saya bingung. Eh, sekarang lagi Addy atau Bronwyn? atau Cooper? Atau Nate? Penulis tidak terlalu membedakan gaya penulisan di setiap karakter yang berbeda. Saya sempat menemukan satu halaman yang seharusnya Bronwyn, tapi disitu dia menjadi orang ketiga. Saya sempat membolak balik halaman, meyakinkan bahwa saya tidak salah. Ternyata memang ada typo :D Tapi itu tidak terlalu mengganggu selama ceritanya menarik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar