Selasa, 02 Januari 2018

Inuyashiki vol 1 by Hiroya Oku


Dimulai dari kepindahan keluarga Inuyashiki ke kompleks perumahan baru. Ichirou Inuyasiki, 58 tahun, merasa dirinya tidak terlalu dibutuhkan oleh keluarganya, meskipun ia sudah berusaha untuk menyewa (?) rumah yang sekarang dia dan keluarganya tempati. Anak perempuannya sangat kasar kepadanya, anak laki-lakinya menjadi korban bullying di sekolah dan sesekali bekerja di sebuah supermarket di dekat tempat tinggal mereka. Kehadiran Ichirou di supermarket itu mengganggu si anak. Entah malu atau apa, yang jelas ia ngga nyaman dengan kehadiran sang ayah.

Cukupkah penderitaan Ichirou? Belum.

Sakit di perutnya membawanya ke rumah sakit dengan ultimatum kanker perut dan ia hanya memiliki 3 bulan sebagai sisa hidupnya.

........

Muncul banyak pertanyaan dalam dirinya, siapakah yang akan bersedih jika ia mati kelak? Apakah keluarganya akan merasa kehilangan dirinya?

Satu-satunya keluarga yang mungkin merasa akan kehilangan hanyalah anjing kesayangannya, Hanako.


Tapi hidup Ichirou berubah ketika suatu ledakan menimpa dirinya di satu lapangan terbuka. Ia tidak lagi hidup sebagai Ichirou, orangtua sakit dengan masa hidup 3 bulan saja. Ia berubah menjadi mesin, mesin yang bisa ia gunakan untuk membantu atau merusak sekitarnya.

Di lain tempat, seorang remaja, Shishigami Hiro, berada di tempat yang sama dengan Ichirou pada saat ledakan terjadi. Apakah ia juga mengalami hal yang sama dengan Ichirou? Menjadi mesin?

Di volume pertama ini, cerita masih berkisah banyak seputar Ichirou dan keluarganya. Sementara Hiro masih diceritakan di bagian akhir chapter. Sebelumnya, saya sudahh men-spoileri diri sendiri dengan membaca sinopsis manga ini, belum lagi menonton trailer live actionnya dan komen-komen di asianwiki hahaha... Meski demikian, saya masih sangat menikmati manga ini. Bahasa gambarnya jelas, dan beberapa sangat menyentuh, terutama ketika Ichirou bersedih tak bisa lagi menitikkan air mata. Terus terang, baru kali ini saya membaca benar-benar bahasa gambar yang ikut bercerita dan saya ikut merasa tegang dan terharu.

Well, jarang-jarang saya membaca manga shounen dan cukup betah. Sebelumnya saya mencba membaca Ajin: Demi Human, dan merasa terganggu dengan cipratan darah meski di manga berwarna hitam. Well, betah, mungkin karena manga Inuyashiki ini belum benar-benar menyentuh sosok antagonisnya. Entah nanti kalo kesadisan sudah dimulai :D

Ohya, saya membaca ini dalam rangka menyambut live actionnya yang bakal tayang besok bulan April. Takeru Satoh bakal memerankan Shishigami Hiro. Yippieeee.... Satu karakter antagonis buat mas cakep ini, eh, buat mas Takeru. Can't wait. Semoga main dibioskop sini aja.... :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar