Selasa, 13 Maret 2018

Love Theft by Prisca Primasari



Ebook Gramedia Digital, 408 pages
Published by Penerbit Inari, September 2017
Rating: 3/5

Sebenarnya saya cukup bahagia dengan masuknya Penerbit Haru di Gramedia Digital, jadi saya bisa baca novel-novel yang masuk kategori sweet romance tanpa harus membeli #eehhh :D. Saya pikir, novel ini termasuk kategori itu, tapi ternyata saya salah :)

Ceritanya cukup manis sebenarnya dengan bumbu aksi pencurian besar-besaran milik paman Frea, gadis bingung dengan kuliahnya dan memilih mengambil cuti dan berkumpul dengan para pencuri. Paman Frea, Vito, memiliki komplotan pencuri kelas kakap yang barang-barangnya pilihan dan tentu saja dengan harga barang fantastis. Dengan kedok Robin Hood, Vito menjalankan bisnisnya ini dengan mulus, hingga satu hari...

Request Paman Vito kali ini adalah kalung mahal milik seorang anak pejabat tajir bernama Coco (nama yang cukup aneh untuk anak pejabat, bagi saya sih). Melibatkan dua pencuri ulang, Liquor dan Night sebagai penggagas ide mencuri. Namun ternyata pencurian kali ini berbuntut panjang, hingga membuat ketiga orang dalam bisnis Paman Vito berpikir untuk pensiun saja dari bisnis ini.

Ini adalah pengalaman pertama saya membaca dari penulis ini. Saya tidak menyangka bakal seseru ini, cinta yang melibatkan pencurian. Sayang, di beberapa bagian, saya merasa plot melambat hingga saya cukup bosan. Mungkin karena saya membaca novel ini sambil membaca bacaan lainnya hingga rasanya ketika saya kembali ke bagian terakhir progress baca saya, saya merasa konflik kebingungan para pencuri ini lama sekali, hingga saya jadi gemas sendiri. Kalo mau bergerak, segera saja, mau dibunuh, ya sekalian aja, terlalu banyak mikir sih hahaha... Untuk endingnya, meski ternyata masih bersambung, saya kecewa ketika kedua pencuri ini menyerah begitu saja. Saya berharap ada kejutan luar biasa hingga mereka ngga harus mendekam di penjara. Tapi mungkin kartu AS dari keduanya masih berlanjut di buku 2 nanti. Tapi saya merasa, untuk genre romance crime begini, twist-nya kurang bikin saya tepuk tangan. Semoga di buku 2 nanti saya bisa tepuk tangan :))

1 komentar:

  1. Mbak Frisca mahir dalam menggali cerita biasa jadi menarik karena gaya berceritanya yang manis, sabar, dan mengena. Saya belum baca karyanya yang ini, tapi saya pernah baca yang judulnya ada kata -air mancur-nya dan hasilnya bagus sekali. Jadi nggak sabar buat baca buku ini juga 😀

    BalasHapus