Kamis, 22 Maret 2018

Me-Teru no Kimochi by Hiroya Oku


Read scanlation only
Published Jnaury 19, 2007
Rating: 2,5 star

Terus terang, saya penasaran dengan bagaimana seorang Hiroya Oku sensei, penulis Inuyashiki yang sadis dan Gantz yang berdarah darah itu menulis manga dengan genre shoujo, ecchii pula wkwkwkwk.. Mengingat gambarnya yang begitu detil, pikiran kotor saya langsung membayangkan, macam apa nanti adegan hooh nya? Hihihihi...

Ceritanya tentang seseorang yang mengunci diri sekian lama di dalam kamar setelah ibunya meninggal. Shintarao Koizumi mengidap hikikomori selama 15 tahun. Selama itu pula, ia hanya mendekam di dalam kamar, dengan komik dan internet, dan mungkin video. Setiap hari, ayahnya, Yasujiro Koizumi, membujuknya untuk segera mengakhiri isolasi diri anak semata wayangnya itu. Namun hasilnya nihil. Shintaro malah menantang si bapak yang sudah uzur untuk menikah. Jika si ayah menikah, dia akan mengakahiri isolasi dirinya itu. Shintaro tahu, pernikahan di usia ayahnya adalah sesuatu yang tidak mungkin.

Tapi ternyata Yasujiro san punya cewek. Cwantik, sexy, dan bersedia menjadi istri Yasujiro san. Haruka pun dibawa ke rumah, diperkenalkan pada Shintaro, tapi batu tetaplah batu. Shintaro menganggap itu adalah akal-akalan bapaknya yang masih mengharap ia keluar kamar. Huuuu...😕

Haruka bersedia menikahi Yasujiro san, meski dengan alasan yang aneh: Haruka melihat Yasujiro san sangat mirip mendiang bapaknya, dari kepala botaknya, hingga bungkuk tubuhnya. Masak iya, gara-gara begitu, ia mau dinikahi? sama aja kan ya dia nikah sama bapaknya? Lha tapi ini kan genre echhii? Gak papa dong. Biar ceritanya tetap ecchii gitu wkwkwkwk...

Singkatnya, mereka menikah, bulan madu, dan ....

Sekali lagi, kisah ini memiliki genre ecchii, jadi ya ngga mungkin ngecchii antara bapak tua dengan cewek sexy dong.

Diceritakan si bapak ternyata terkena kanker, hingga ia meninggal ketika mereka tengah pergi bulan madu.

Shintaroooo... She's all YOURS!!! wakakakak... #dasarngeres...😀😀


Setelah perjalanan bulan madu, Haruka chan menggantikan posisi Yasujiro san untuk merayu Shintaro keluar kamar. Berhasil? Oh, ngga segampang itu, bray. Tapi untunglah Haruka memiliki paras cwantik, sexy, ukuran ehem yang aduhai, hingga begitu Shintaro melihat Haruka chan, langsung blingsatan.

Waaahhh... Cewek bentuk 3D! Dasar cowok manga. Liat cewek begitu yang ia pikirkan kok ya 3 D nya huakakakakaka....😵😵

Meski Shintaro sudah ngebet tergila gila pada Haruka, tetap saja masalah hikikomori-nya yang akut itu memberi efek kesembuhan pada Shintaro dengan sangat lambat. Haruka chan juga sangat sabar memberi treatment pada anak angkatnya ini. Saya curiga, jangan-jangan Haruka chan ini juga naksir Shintaro karena begitu ia cukur, dia terlihat nggantheng braaayy... Khas gambarnya Hiroya Oku sensei lah. Segala cara penyembuhan bagi Shintaro dilakukan oleh Haruka chan, dari mulai jalan-jalan dengan bergandengan, menganggap mereka berpacaran, berciuman, hingga ....

JENG JEENGG... Adegan yang ditunggu muncul ngoahahahaha...

Selesai kah? Sembuhkah? Ya tau sendiri lah. Baca manga romance begini juga sama pelitnya dengan dorama romance yang minim adegan romantis, kecuali uh uh-nya, dan dengan ending yang ...

LHA TOOOOO NGONO TOOOOKKK???

Saya sabar kok. Dan saya yakin masih akan terus baca manga romance meski endingnya ya begitulah... Hahaha...

Yang cukup saya suka disini adalah penggambaran seorang pengidap hikikomori yang sudah akut itu ternyata serem juga. Bagaimana mereka menghadapi sosial mereka, belum lagi kelak mereka harus menghidupi diri sendiri. Jika tak tersembuhkan, ya mati. Sayangnya, alasan Shintaro mengisolasi diri di kamar itu menurut saya kurang kuat. Tidak ada kisah kedekatan antara Shintao dengan ibunya, yang membuat ia kecewa ketika ibunya meninggal dunia, dan kemudian memilih mengisolasi diri. Penyembuhan yang dilakukan oleh Haruka chan sebenarnya baik di awalnya. Dengan mengajak ngobrol setiap hari, membuatkan makanan kesukaan, saling berkirim diary, tapi ketika akhirnya ber-hooh ria itu,  saya jadi merasa yang dia lakukan di awal itu sia sia. Kenapa ngga sejak awal saja dia hooh dengan Shintaro, habis perkara.

At the end, meski kecewa, lumayan lah, endingnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar