Minggu, 11 Maret 2018

Selalu Ada Kesempatan by Cynthia Kadohata


Judul asli: The Thing About Luck
Published by Gramedia Pustaka Utama, Janury 2018
Ebook Gramedia Digital, 268 pages
Rating: 3/5

Ceritanya simple, se-simple endingnya yang tau tau, lho kok sudah selesai? :D

Summer, gadis 12 tahun lahir dan besar di Kansas dari keluarga Jepang. Ia tinggal bersama ayah, ibu, adik laki-lakinya dan Jiichan dan Obaachan-nya. Suatu hari, ayah ibunya harus kembali ke Jepang, mengurus sesuatu, sementara kakek neneknya harus bekerja untuk panen gandum untuk keluarga yang memiliki ladang gandum.

Sebagian besar kisah berlatar belakang panen gandum. Hubungan antara Summer-Obaachan yang unik, Summer-Jiichan yang hangat dan Summer-Jaz, si adik yang mengidap ADHD, dikisahkan cukup detil. Keberuntungan bagi Summer, adalah satu hal yang sangat jauh baginya, dan keluarganya. Ketidakberuntungan itu mulai datang ketika ia mengidap malaria tahun lalu, hingga ia sangat terobsesi dengan nyamuk bahkan siap mati karena terlalu banyak lotion anti nyamuk yang ia oleskan di kulitnya. Belum lagi Obaachan yang sakit-sakitan, Jiichan yang jatuh sakit ketika menuai gandum, hingga Jaz yang tak berteman.


Keberuntungan itu  sebenarnya hanya bagaimana kita memandang suatu hal. Summer kecil, cukup beruntung mendampingi kakek neneknya bekerja, Jaz cukup beruntung memiliki Summer sebagai kakak yang selalu menyediakan jawaban mengapa ia tak memiliki teman, kakek nenek Summer beruntung memiliki Summer yang selalu memikirkan mereka. Menyadari ketidakberuntungan itu adalah keberuntungan itu sendiri.

Seperti novel-novel dari Cynthia Kadohata yang saya baca sebelumnya, penulis selalu menjadikan karakter kelahiran Jepang yang merantau di Amerika Serikat. Meski demikian, nilai-nilai budaya Jepang masih tetap ada di cerita. Meski terasa lambat dan flat, saya masih menyukai cerita ini.

2 komentar:

  1. Saya tadinya mau baca buku ini pula pas minggu kapan gitu. Cuman baru baca halaman depannya saja, saya milih berhenti. Ragu soalnya kayaknya punya kisah yang flat. Eh, benar saja. Hehehe

    BalasHapus
  2. Hehehe... itu kayaknya memang gayanya Kadohata kali ya. Lambat juga banyak ditemui di Jlit lainnya. Tapi kadarnya beda-beda mungkin :D

    BalasHapus