Minggu, 10 Juni 2018

Evergreen by Prisca Primasari


Ebook  Gramedia Digtal, 248 pages
Published by Grasindo,  July 2013
Rating: 5/5


Eeehhhhh... Ngga ngira this novel turns out like this 😍

Jadi gini, saya tertarik membaca novel ini karena berbau bau Jepang. Tapi saya sudah skeptis jika novel ini bakal bercerita tentang roman  dengan latar belakang Jepang dan sedikit sedikit kalimat bahasa Jepang demi untuk memunculkan setting Jepang.

Tapi ternyata saya salah... Bisa dibilang novel ini sangat Jmovie yang tidak melulu membahas roman, bahkan sesungguhnya novel ini cukup kering dari nuansa romans tapi menghangatkan bahkan di beberapa bagian, jika saja saya baca di tempat sepi, saya bakal meneteskan air mata. 😉

Cerita bermula dari Rachel, atau sering disebut secara Jepang Rashieru, dipecat dari perusahaan penerbitan dimana selama ini ia banggakan. Kesalahannya yang ia anggap sepele tapi fatal bagi perusahaan, membuatnya terpuruk. Yang dilakukan hanya memecahkan gelas dan curhat dan curhat hingga teman-temannya kesal dan menghindarinya.

Suatu hari kakinya membawanya ke kedai es krim Evergreen yang membuatnya berkenalan dengan para pekerja disana. Kehidupannya mulai berubah, meski perubahan itu ia mulai dengan setengah hati. Lambat laun, ia mulai membandingkan penderitaannya seusai pemecatan dengan cerita sedih dari para staff Evergreen. Dia mulai merasa deritanya tak seberapa berat dibandingkan permasalahan yang dihadapi mereka.


Saya pikir novel ini hanya akan membahas seputar Rachel sebagai karakter utama. Tapi ternyata ketika kamera mulai menyoroti keluarga Fumio dan adiknya, Toshi, saya jadi merasa hampir seluruh karakter disini adalah karakter utama yang pantas mendapat porsi peran sama besarnya. Gamma, meski tidak terlalu banyak disorot tetap saja porsinya mewarnai novel ini. Belum lagi Yuya senpai yang konyol, fobia terhadap bebeknya seharusnya membuat ngakak, tapi kebetulan saya lagi ngga pengen ngakak 😆. Dialog antara Fumio dan adiknya Toshi itu bikin meleleh. Naksirnya Yuya senpai pada Rachel bahkan tidak terlalu dibahas banyak disini. Perubahan Rachel juga tidak terasa instan dan saya juga suka dengan penyelesaian derita Rachel dengan apa yang kemudian dia lakukan untuk membayar kesalahannya.

Judul Evergreen sedikit banyak mengingatkan saya pada lagu lagu evergreen yang selalu dikenang. Dan ternyata itu memang tujuan Yuya senpai memberi nama kedai es krimnya. Semua tentang kenangan. Kenangan istimewa tidak akan istimewa jika itu dibagikan, begitu kata salah satu karakter disini. Tapi membagikan kenangan istimewa itu pada orang lain, bisa sedikit mengurangi keistimewaan nya sekaligus derita yang didapat dari kenangan istimewa itu. Hiksss...

Overall, saya rekomendasikan novel ini buat penyuka novel slice of life ringan. Jangan lupa sedia tisu ya. Eh, saya jadi pengen novel ini jadi Jmovie bukan film lokal lho ya. Saya ngga mau membayangkan Reza Rahardian jadi salah satu karakter disini. Ngoahahahaha....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar