Rabu, 06 Juni 2018

Let Go by Windhy Puspitadewi


Ebook Gramedia Digitial, 268 pages
Published by Gramadia Pustaka Utama 
Rating: 3,5

Page turning!!!

Itu adalah kesan pertama saya pada buku ini. Selain itu, dialog-dialognya juga segar dan cerdas. Rasanya kalo saya menemukan beberapa murid saya berdialog seperti tokoh-tokoh disini, saya ngga perlu jadi guru deh hahahaha...

Caraka Pamungkas, adalah tipikal bad boy yang adorable. Saya jadi keingetan sama banyak karakter manga macam begini. Kasar, keras, berangasan, suka main pukul tapi perasa dan tak bisa membiarkan teman lain menderita. Satu lagi deskripsi tentang dirinya, suka ikut campur urusan orang lain. Tapi justru hobinya itulah yang membuat ia adorable :)

Karena sifat berangasannya itulah, Caraka, alias Raka dihukum menjadi bagian anggota mading sekolah yang sekarang berbentuk blog, bernama Veritas. Disana ia berkenalan dengan teman-teman baru: Nathan, si cerdas yang sinis, Sarah, si pemalu yang pandai menulis, dan Nadya, si cantik yang sempurna. Semua orang ini nantinya saling mempengaruhi satu sama lain, terutama dengan sifat Raka yang suka ikut campur. Baik secara pribadi, keluarga, hingga cita-cita mereka.


Di lembar-lembar awal, saya pikir, ini adalah novel teenlit roman biasa dengan segala pernak pernik kisah cintanya. Tapi ternyata, dialog yang mengalir di dalamnya tidak terlalu 'remaja', karena meski mereka masih remaja, dialognya memiliki perenungan yang cukup dalam. Apalagi sosok Raka yang di luarnya terlihat brutal, tapi ternyata memiliki hobi yang anti mainstream: nonton film-film klasik yang melegenda. Sebut saja Gone With The Wind, Casablanca, dll. Tidak hanya menonton, ia bahkan hapal dialognya yang sering ia gunakan dalam adu mulut dengan teman-temannya di Veritas. Asik banget.

Begitupun Nadya yang memiliki hobi mendengarkan musik klasik. Saling tebak judul dengan Raka cukup seru apalagi gaya Raka menarik perhatian Nadya dengan cara menghapal musik-musik klasik. Jadi keingetan sama dorama My Destiny-nya Kazuya Kamenashi. Saya kok selalu keingetan dorama atau manga ya tiap kali bahas teenlit begini: Ihik :D

Overall, ngga rugi baca novel remaja ini. Saya malah ingin semua remaja murid-murid saya membaca ini, biar kegiatan mereka ngga melulu nontoni YouTube dengan channel yang nirfaedah itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar