Jumat, 08 Februari 2013

The Mark Of Athena (Rick Riordan)



Paperback, 616 pages
Published October 2012, by Mizan Fantasy
Rating 4/5 

Dari sekian serial Percy Jackson, baru sekali ini saya menulis reviewnya. Maklum saja, saya membaca Percy Jackson and The Lightning Thief berikut sequelnya pada saat saya belum tergabung dalam Blogger Buku Indonesia. Kalaupun menulis review, hanya buku2 tertentu saja. Untuk me-review prequel-nya, saya ngga bakal sanggup, karena tak ada satupun seri yang masih menempel di kepala hahaha… short memory loss pokoknya kalo yang berhubungan dengan detil karangan Rick Riordan ini. Mungkin sama sperti mbak Truly Rudiono yang mengatakan bahwa ia susah membedakan satu judul dengan judul lainnya. Saya lebih parah, nama2 dewa hampir  seluruhnya lupa ketika sedang tidak membaca serial ini. Ditambah lagi dengan nama dewa/dewi yang sering kali disebut versi Yunani dan Romawinya. Haddehh…

Baiklah, saya mulai saja RSS alias Review Sangat Singkat seri ketiga dari The Heroes of Olympus ini.

Annabeth akhirnya bertemu dengan si pacar yang hilang, Percy Jackson. Selama enam bulan ia menghilang di camp Romawi dan berkesempatan menjadi praetor, semacam kepala kelompok di sana. Sempat juga ditaksir praetor yang lain, Reyna. Pertemuan dua kubu yang menegangkan akhirnya cair dengan jalan2 mengitari Roma Baru. Sayang, Leo Valdez mengacaukan jalan2 damai tersebut.


Dalam prequelnya, The Son of Neptune, dikisahkan akan ada 7 demi gods yang akan menjalani quest bertarung melawan Gaea, yang membuka dua pintu Ajal, dan mempersilakan dunia untuk masuk ke dalamnya, dan ia kembali berkuasa. Ke tujuh demi gods itu adalah Percy Jackson, Annabeth, Piper, Jason, Hazel, Frank dan si heboh nan kocak Leo Valdez. Setelah kekacauan yang ditimbulkan Leo di camp Jupiter, perjalanan mereka denga kapal ciptaan Leo, Argo II, menjadi tambah berliku. Mulai dari bertemu Narcissus, legenda penyakit narsis akut; Hercules, manusia setengah dewa yang menjadi dewa dan menjadi penjaga di pulau antah berantah; bertarung melawan raksasa kembar nan konyol; hingga bertarung melawan laba2 raksasa nan menjijikkan. Seseru ini, tapi ternyata Rick masih ingin memperpanjang serial ini. The Mark of Athena bersambung di pemberhentian yang sangat menyakitkan hati. 

Comments:

Saya lupa kapan terakhir saya bisa sangat menikmati kisah fantasy. Semenjak bergabung resmi di BBI, saya jadi mengenal lebih banyak genre buku yang tiba2 saya sukai. Genre fantasy jadi tersisih dengan sempurna. Saya menuntaskan membaca The Mark Athena, dengan 2 pertimbangan, pertama, saya sudah kepalang basah mengikuti kisah Percy Jackson, yang kedua, judul novel ini mengandung nama yang bisa saya masukkan dalam reading challenge What’s in A Name challenge. Oya, saya kembali menemukan kenikmatan membaca fantasy novels. Horeee 

Yang menjadi ganjalan adalah, seperti yang saya sebutkan di awal review, saya ini mengidap short memory loss, khususnya untuk serial ini dalam hal detilnya. Selesai dengan satu pertarungan seru, dan bertemu dengan pertarungan seru lainnya, tiba2 saya lupa dengan pertarungan sebelumnya. Gimana ya tadi Leo bisa melepaskan diri dari kejaran Narcissus? Dan bagaimana juga Hazel (atau Piper ya?) lepas dari amukan Hercules?  Saya kudu siap dirajam oleh fans berat Rick Riordan ini… hihihi. Tapi terus terang, dari satu judul ke judul lainnya, semuanya hampei sama, buat saya. Sama serunya sih, hanya taka da yang spesifik. Atau mungkin saya saja yang payah, tak punya otak prima? Hahaha…

Well, biar demikian, saya masih menunggu kelanjutan serial ini. Dan semoga di novel berikutnya, Rick segera menuntaskan perjalanan maut ke tujuh demi gods ini.

7 komentar:

  1. Bwihihik dari semua buku Om Rick, saya jg hanya review MoA dan the Lost Hero wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan dong, Yon. Aku baru satu ini :D

      Hapus
  2. menunggu hibahan buku ini :D

    BalasHapus
  3. hate Jason & Piper
    adore Leo, Hazel & Frank
    LOVE PERCY & ANNABELLE
    hihihihihi...

    dari semua buku Rick Riordan yang udah aku baca, ga ada satupun yang diriview. hahahahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, rie, ada ya lakon bernama Annabelle? #tampangpolos

      Hapus
  4. sepertinya saya saja yg belum membaca satu pun seri ini. :| segera cari box-setnya ah...
    *lirik dompet*
    *nangis*

    BalasHapus