Sabtu, 04 Mei 2013

Harry Potter dan Piala Api by J.K. Rowling




Paperback 882 pages,
Published 2007  by Gramedia Pustaka Utama
Rating 5/5

" Dia merasa bahwa mereka bertiga telah mencapai tingkat pemahaman yang tak perlu mereka utarakan  dalam kata kata...". (Hal. 862).


Ini adalah tahun ke empat Harry belajar di Hogwarts, dan tentu saja ini adalah tahun ke empat persahabatan Harry-Ron-Hermione yang telah teruji di tiap tahunnya. Karena itulah, understanding one another telah mencapai diam tanpa kata kata, begitu dalam, begitu indah. 

Tahun ke empat Harry ini diawali dengan berbagai kejadian seru nan menyeramkan: mimpi buruk dan bekas luka meradang, pertandingan Quidditch tingkat dunia, munculnya Tanda Kegelapan setelah lenyap selama 13 tahun, perasaan tertarik pada lawan jenis, dan tentu saja keterlibatan Harry di Kejuaraan Triwizard. 


Kejuaraan Triwizard ini diikuti 3 sekolah sihir: Hogwarts, Durmstarng, dan Beauxbaton. Mereka mengirimkan para juara mereka di turnamen ini, dan biasanya masing masing sekolah hanya mengirimkan satu juara. Tapi tahun ini, antek Lord Voldy yang menyusup di Hogwarts, secara sengaja memasukkan nama Harry menjadi salah satu juara. Tiga ujian super berbahaya telah disiapkan bagi para juara yang masing masing memaksa mereka mengeluarkan segala trik sihir dan kemampuan terbaik mereka. 

Selain segala ketegangan yang terjadi, muncul juga hal hal menyenangkan seperti pesta dansa yang harus dibuka oleh para juara dengan pasangannya. Harry, 14 tahun, belum berpengalaman mengajak keluar cewek, apalagi itu adalah cewek yang memang ditaksirnya, Cho Chang. Kembar Weasley juga tak ketinggalan memberi warna cerah di tengah kesuraman Harry yang dituduh haus popularitas, dan Rita Skeeter, meski menyebalkan sangat tapi mengingatkan saya pada koran koran kuning ato gossip show di dunia Muggle :)) .  

***

Saya ingat sekali, saya membaca buku ke 4 ini berurutan waktunya dengan buku ke 3, sehingga tak dielakkan jika saya juga mengalami penyakit yang sama dialami para Potterhead, Hogwarts headache! Penyakit ini bisa jadi karena tone kisah ini sudah mulai gelap, intrik yang mulai melibatkan banyak nama, yang kemudian hari nama nama tersebut muncul, baik berada di samping Harry ato sebaliknya. Pertama kali membaca, saya cukup pusing dengan nama nama, keterkaitan si ini dengan si itu. Dengan mengulang membaca, saya kembali mendapatkan detil yang dulu tak terekam. Oya, saya.masih menemukan thrill yang hebat di setiap ujian Triwizard, terlebih perjalanan di maze, sangat terharu dengan munculnya Bill dan Mrs. Weasley sebagai pengganti keluarga Harry ketika nonton final Triwizard. Ah, sekali lagi, Rowling is really a witch. ;)). Saya suka dengan teori Priori Incantatum, ramuan verisaterum yang pasti sangat manjur untuk mengungkap kecurangan dalam pemilihan pejabat di dunia Muggle, dan tentu saja issue perbudakan peri rumah yang dihembuskan Hermione. Semuanya keren.

Ah, rasanya saya pengen langsung meneruskan buku ke 5 nya, tapi, tangan saya masih cukup tremor membopong novel setebal 882 halaman ini. Baiklah, saya istirahat dulu #liriktimbunanebook
PS.
Post ini saya sertakan dalam Reading challenge
1. Hotterpotter
2. Name in challenge
3. Read Big

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar